Waktu Terus Bergerak, dan Mulailah Menulis

Waktu terus berputar, dunia terus bergerak mengitari porosnya, maka menulislah. Kabarkan kebaikan dan kebahagiaan yang engkau rasakan. Sehingga banyak orang di dunia tercerahkan oleh tulisanmu. Itulah kedahsyatan menulis. Kekuatan kata-kata dapat menggerakkan orang lain untuk melakukan kebaikan kepada sesama manusia.

Malam ini saya belum mengantuk. Saya membaca nama saya belum ada di deretan nama penulis di wa group rumah virus Corona eh literasi. Sebuah WA Group yang melatih anggotanya untuk menulis setiap hari.

Saya sibuk sekali hari ini. Seharian ini membuat kata pengantar kawan-kawan guru yang sudah menyusun bukunya untuk diterbitkan oleh penerbit indie. Mereka adalah para peserta pelatihan guru menulis di PGRI.

Kata demi kata saya tuliskan agar sesuai dengan tema atau judul bukunya. Walaupun saya harus jujur dan tahu diri. Kata pengantar buku yang saya buat tidak sebagus bapak Doktor Ngainun Naim dan Doktor Much Khoiri. Dua orang dosen yang sangat mumpuni ilmunya.

Mereka berdua adalah guru menulis saya dan berharap tahun depan sudah ada gelar profesor di depan namanya. Sebab mereka sudah layak untuk mendapatkan gelar guru besar tersebut. Buku yang mereka terbitkan sudah banyak sekali. Belum termasuk jurnal ilmiah internasional yang mereka publikasikan.

Beda dengan saya. Guru besar blogger Indonesia yang saya ciptakan sendiri untuk mendapat personal branding, karena badan saya yang besar hahaha. Lebih tepatnya, Guru yang berbadan besar hahaha.

Tadi sempat juga melirik desertasi yang belum selesai. Padahal begitu banyak hasil penelitian yang siap dituliskan sebagai laporan penelitian tindakan atau action research.

Entahlah saya masih ingin disebut mahasiswa. Biar istri saya senang bisa tidur dengan mahasiswa hahaha.

Tapi sekarang saya pisah kamar dulu untuk sementara waktu. Dokter Silvi menyarankan agar kami pisah kamar dulu sampai istri sudah dinyatakan negatif covid-19 oleh puskesmas Jatibening, kota Bekasi.

Alhamdulillah saya dan anak saya sudah negatif covid-19 dan kami akhirnya pisah kamar untuk sementara waktu.

Berlian di kamar depan.
Istri di kamar tengah
Saya di kamar belakang dan berteman dengan nyamuk-nyamuk nakal. Hehehe

Sebenarnya nyamuknya tidak nakal. Tapi kawan-kawannya ini loh yang nakal. Mereka menghisap darah saya di saat saya lengah. Kalau nanti sampai ada yang hamil, saya tidak akan bertanggung jawab. Karena anak nyamuk itu bukan darah daging saya hahaha.

Malam ini seru juga ikut pelatihan menulis bersama mas Aris Ahmad Jaya. Beliau saya kenal sebagai Mr. Sugesti Power Indonesia. Kat-kata yang disampaikannya sangat bermakna. Kalimatnya selalu menyemangati kita semua para pesertanya.

Kawan kawan yang baik, monggo silahkan Klik siaran ulang di http://www.youtube.com/watch?v=gWrh-Hp5RlY,

Materinya Rahasia kedahsyatan menulis bersama motivator nasional Aris Ahmad Jaya. Sayang masih kurang waktu tanya jawabnya. Jadi masih kurang terasa interaksinya. Begitulah bu Aam curhat pada saya malam ini.

Selama isolasi mandiri, saya sudah membuat 2 buah buku. Pertama buku agar pjj tak lagi membosankan dan kedua buku awas corona mengintai anda.

Alhamdulillah buku agar pjj tak lagi membosankan sudah dipesan 120 orang guru dan dosen dari seluruh Indonesia. Begitulah laporan bang Dian Kelana yang mengirimkn bukunya ke jne. Beliaulah yang banyak membantu saya dari mulai menyusun buku hingga buku tersebut dikirimkan kepada para pemesan.

Sementara itu saya hanya bisa meninggalkan jejak jemari di masa pandemi covid-19 dari rumah. Kami sekeluarga tak bisa keluar rumah selama menjalani isolasi mandiri.

Alhamdulillah ada pertolongan datang dari pak Mukminin dari Lamongan. Beliau membantu menerbitkan buku Awas Corona Mengintai Anda. Alhamdulillah sudah ada 10 guru yang pesan dan semoga terus bertambah pemesan bukunya.

Bila buku tersebut laku dan banyak yang pesan, rencana akan saya salurkan untuk kawan-kawan yang mengalami kesulitan. Terutama buat mereka yang terpapar covid-19.

Selama saya sakit dan menjalani isolasi mandiri, tak ada pemasukan lain selain gaji pokok sebagai guru. Tentu saja pengeluaran dan pemasukan tidak sebanding.

Namun saya harus bersyukur karena banyak orang baik yang memberikan pertolongan. Mereka datang bagaikan malaikat yang dikirimkan Allah dari surga.

Dalam kesulitan itu ada orang yang baik hatinya menolong kami sekeluarga. Semoga semakin bertambah rezekinya dan Allah membantu mereka yang sedang dalam kesulitan seperti apa yang kami alami.

Di dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan. Itulah janji Allah dalam Al quran dan saya sudah membuktikan itu. Akan ada rezeki yang tak terduga-duga datangnya buat anda yang bertakwa.

Waktu terus berputar dan bumi bergerak sesuai porosnya. Ada siang dan ada malam. Mulailah menulis kisah hidupmu. Supaya banyak orang tercerahkan dari tulisanmu. Jangan lupa untuk segera menerbitkan bukumu.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

Buku Omjay

9 responses to “Waktu Terus Bergerak, dan Mulailah Menulis

  1. Keren Omjay. Belajar dan berkarya terus.

  2. Tulisan on Jay selalu Renyah ketika dibaca 😊

  3. Inspiring kisahnya Omjay, saya juga sangat meyakini “Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan”

  4. Dengan mulai menulis berarti membuat perubahan, maka dunia akan mengenalnya.

    Salam hormat pak Jay

  5. Mantqp , semakin produktif menulis semoga tahun depan sdh menyandang gelar Dr. Omjay

  6. Hidup itu cerminan amal-amalmu, dan pantulan fikiran-fikiranmu.

    Bila engkau ingin dicintai orang, cintailah orang lain.

    Bila engkau ingin aibmu ditutupi orang, tutupilah aib orang lain.

    Dan Bila engkau ingin dibantu orang, bantulah orang lain.

  7. Terima kasih Om Jay,
    Tulisan penuh inspirasi …
    Mantap …

  8. Kutipan kereeen Pak Wijaya. Really inspiring. Saya ijin kutipkan kutipan yang selaras dengan posting Bapak, “Treat others as you want to be treated”. Hakekat hidup itu ya seperti itulah, perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan. Salam sehat dan bahagia.

  9. Mantap ..goresan pak Wijaya sangat inpiratif. Dalam kehidupan ini kita sesama saling menghargai, saling membantu , saling peduli insya allah berkah kehidupan diraih. Semakin tertarik tuk menulis saat membaca untaian kata pak Wijaya “waktu terus bergerak” penuh makna waktu adalah kesempatan, dua sejoli ini selalu beriringan, semakin lihai mengatur waktu, seseorang semakin dekat menggapai impian. Terima kasih. Salam sehat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s