Daily Archives: Maret 20, 2021

menulis untuk rekreasi

Menulis untuk Rekreasi.

Banyak orang dalam hidupnya mengalami depresi. Bahkan ada yang mengalaminya ketika masa kanak-kanak dan remaja. Mereka merasa tidak bahagia dalam hidupnya.

Salah satu obat mujarab untuk mencegah depresi adalah rekreasi. Sempatkan diri anda untuk rekreasi bersama keluarga tercinta. Lupakan kejadian demi kejadian yang tak menyenangkan hati.

Rekreasi bersama keluarga tercinta tak perlu mahal. Tak perlu pergi ke luar negeri yang bernilai mahal. Cukup bepergian di dalam negeri saja. Murah meriah dan membuat senyum merekah.

Saya bersyukur kepada Allah bisa rekreasi sejenak ke Lembang Bandung. Kakak ipar dapat proyek merenovasi villa. Saya sekeluarga diajaknya pergi ke sana.

Awalnya saya tak mau ikut. Sebab ada rapat online dengan tim kecil belajar menulis PGRI dan kegiatan ngobrol santai bareng Omjay. Tapi saya pikir lagi, kapan lagi bisa pergi ke sana kalau bukan hari ini.

Rapat bisa tetap berjalan secara online dengan menggunakan ponsel jadul saya. Kegiatan ngobrol santai bareng Omjay dan Pak Sony Teguh Trilaksono juga dapat berjalan dengan baik. Ibu Ritawati dari Bali membuka acara dan pak Fajar dari Sidoarjo. Menjadi hostnya. Saya hanya memberikan pengantar saja. Sekaligus say Hello dengan sahabat saya pak Sony yang baik hati.

Di zaman yang serba canggih saat ini, kegiatan bisa dilaksanakan secara online. Keluarga tetap nomor satu untuk dimanjakan. Kami jarang bisa kumpul bareng. Sebab anak pertama saya (Intan) sekarang sudah bekerja di kota Bandung.

Saya tak bisa membayangkan bila adiknya (Berlian) juga mengikuti jejak kakaknya untuk kuliah di kota Bandung. Rumah kami di Bekasi semakin sepi saja.

Begitulah siklus kehidupan. Kita harus menghadapi kenyataan dengan senyuman. Jauhi depresi dengan rekreasi dan mendekatkan diri kepada Sang Ilahi Robbi.

Materi pak Sony semalam bagus sekali. Anda perlu menonton siaran ulangnya. Betapa pentingnya kesehatan bagi para pendidik seperti kita.

WEBINAR PGRI LIVE ON YOUTUBE

Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Mental Guru dan Siswa agar Mampu Melakukan Pembelajaran yang Efektif di Masa Pandemi
Sabtu, 20 Maret 2021 pukul 19:00 WIB

live streaming di Youtube
https://youtu.be/m7gsGeJnpt0

Saya menyimak materinya sambil rekreasi bersama keluarga tercinta di Lembang Bandung. Kakak Ipar memgajak saya dan keluarga besar kami mampir di sebuah cafe Amor yang menyatu dengan alam di puncak perbukitan yang ada di sekitar Lembang Bandung.

Saya menikmati teh lemon yang hangat sambil menonton dan mendengarkan materi pak Sony. Sinyal agak sedikit putus-putus. Saya terpaksa mencari tempat yang agak bagus sinyalnya.

Pagi ini saya putar kembali siaran ulangnya di youtube. Bagus sekali materinya dan perlu sekali ditonton oleh kita yang menjadi guru.

Hari ini saya balik lagi ke Bekasi. Istirahat di Bandung untuk membahagiakan diri bersama anak dan istri. Semoga minggu depan bisa ke sini lagi.

Menulislah untuk rekreasi. Lupakan dulu pekerjaan sehari hari. Kita harus selalu happy. Manjakan anak dan istri. Depresi dapat dicegah dengan rekreasi.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

Kata pengantar buku bu Mujiatun

KATA PENGANTAR

Untuk kedua kalinya, saya diminta membuat kata pengantar untuk buku solo kedua karya Ibu Mujiatun, S.Pd. yang berjudul “Mengukir Prestasi di Tengah Pandemi”.

Buku ini memuat 28 kisah inspiratif, yakni kisah Ibu Mujiatun bersama putra sulungnya, M. Wiratama Albarizi, S.Pd. yang tetap berusaha aktif berkarya di tengah Pandemi. Mereka pun menolak untuk tidak berkarya di tengah Corona. Hal itu mereka buktikan dengan hasil karyanya selama 9 bulan berada di rumah.

Kisah-kisah tersebut dikemas apik dalam artikel yang diikutsertakan oleh Bu Muji dalam lomba blog “Tantangan Menulis Setiap Hari di Blog Selama Bulan Februari”.

Lomba blog tersebut diselenggarakan oleh PGRI bersama Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. (founder Pelatihan Belajar Menulis) PGRI dan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Juga didukung sponsor Epson Indonesia dan Penerbit Andi Yogyakarta serta sponsor lainnya.

Luar biasa, Bu Muji berhasil menakhlukkan tantangan menulis tersebut. Beliau berhasil menulis setiap hari di blog pribadi dan blog YPTD. Seluruh artikel kisah inspiratif tersebut disajikan cantik dengan balutan bahasa yang menarik dalam buku ini. Sehingga kisah demi kisah tertulis apik, mengalir, dan enak untuk dibaca.

Selain itu, Bu Muji pun cakap meracik kata-kata dalam mengisahkan pengalamannya. Diksi yang beliau gunakan sederhana sehingga pembaca mudah memahami amanat atau pesan yang terkandung dalam kisah-kisah inspiratif tersebut.

Menerbitkan sebuah buku solo merupakan impian Bu Muji sejak berusia 19 tahun. Impian itu pun baru terwujud saat ini, di usia beliau yang ke-49. Dan istimewanya, buku solo kedua beliau ini justru lahir di tengah krisis pandemi Covid-19. Hal ini membuktikan bahwa pandemi tak menghalangi siapa pun untuk berkarya dan berprestasi.

Sebagai founder Pelatihan Belajar Menulis dan Menerbitkan Buku Gratis di WA grup, saya kembali mengucapkan selamat kepada Ibu Mujiatun, S.Pd. yang telah berhasil menerbitkan buku solo yang kedua.

Buku ini diterbitkan secara gratis oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Semoga buku ini bermanfaat bagi para pembaca, yakni dapat memotivasi, dan menginspirasi.

Salam Blogger Persahabatan,
Jakarta, Maret 2021

Wijaya Kusumah, M.Pd./Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

Menulislah dulu nanti ide menulis akan muncul

Menulislah Dahulu, Maka Ide Akan Datang Kepadamu.

Membaca tulisan bapak Dr. Ngainun Naim di blognya membuat saya terinspirasi menuliskan tentang ide menulis.

Ide menulis biasanya datang setelah saya melakukan proses membaca. Dengan banyak membaca ide baru dalam menulis muncul.

Biasanya saya menulis pakai aplikasi whatsapp. Saya menulis apa yang ada dalam alam pikiran. Ide biasanya muncul sendiri setelah saya mulai menulis.

Memang awalnya agak sulit, tapi lama lama menjadi mudah. Menulis itu sebuah keterampilan. Bagi mereka yang selalu berlatih menulis setiap hari, maka lama lama akan terampil dalam menulis.

Biasanya saya membaca dulu tulisan orang lain. Bagi saya yang sudah menjadi blogger tahun 2007, blog walking atau saling berkunjung ke blog orang lain adalah kewajiban. Dengan meninggalkan jejak dan berkomentar membuat saya menjadi terlatih menulis dan menemukan ide dalam menulis.

Menulislah dulu, maka ide akan datang kepadamu. Tuangkan saja dulu apa yang ada di kepalamu. Biarkan ide mengalir menemukan saluran komunikasi antara penulis dan pembaca.

Mulailah menulis dari apa yang disukai dan kuasai. Mulailah menulis dengan menyapa pembaca setia anda. Pada hakekatnya menulis itu sama halnya dengan kita berbicara.

Bila menulis sudah menjadi kebutuhan, maka akan ada rezeki yang datang. Menulis bisa menjadi tambahan penghasilan bagi seorang guru seperti saya.

Semoga kita bisa menulis setiap hari dan menenukan ide dalam menulis. Saya belajar dari om Budiman Hakim. Buku menulis tanpa ide membuat saya mempraktikkan langsung menulis tanpa ide.

Kalau dimulai dengan niat yang ikhlas, maka menulis akan berbekas. Hati merasa plong karena telah memberi tak harap kembali. Bila suatu saat nanti anda menjadi penulis terkenal seperti Mr. Emcho dan penulis lainnya, maka belajarlah menulis tanpa ide.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com