Daily Archives: Mei 21, 2021

Ketika pita suaraku hilang

Ketika Pita Suaraku Hilang

Sakit tenggorokan belum juga sembuh. Suara saya malah hilang. Kalau bicara terpaksa pakai isyarat tangan. Kalau menelan makanan dan minuman masih sakit di tenggorokan.

Saya masih ingat ketika belajar di negara China. Kami diberi makanan yang sangat bergizi. Sayur dan buah kami makan setiap hari. Kalau makan di kantin muslim cumt asyik sekali. Kami bisa memilih menu yang disukai.

Biasanya saya lebih suka makan nasi yang diaduk dengan bumbu. Seperti bumbu nasi goreng yang nasinya tidak digoreng. Tapi cukup diaduk dengan bumbu yang sudah diracik. Rasa nasinya enak sekali.

Kemarin di wa group alumni China University of Mining Technologi atau disingkat CUMT, pak Hakim dan pak Sutopo meng-upload kembali foto fotonya. Membuat saya terkenang perjalanan kami berburu ilmu di negeri panda yang lucu.

Selama berada di China, badan saya kuat dan tubuh semakin sehat. Hal ini karena asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh sangat bagus. Setiap hari kami berjalan kaki di sekitar kampus cumt yang luas. Jadi tubuh benar benar terjaga kesehatannya.

Selama habis lebaran idul Fitri, saya makan sayur yang bersantan. Seperti opor ayam dan makanan lainnya. Kurang kontrol dan tidak menjaga asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya saya terkena radang tenggorokan. Sakit sekali rasanya bila menelan sesuatu.

Saya sudah pergi ke dokter Ikin di jalan Jamika Bandung dan diberikan obat. Semoga sakit ini segera sembuh. Sehingga pita suara saya kembali normal dan dapat berbicara seperti biasa. Tidak enak juga tidak bisa bicara. Saya seperti orang Gaguk yang bicaranya pakai isyarat tangan.

Kemarin saya belum bisa puasa Syawal. Tinggal 2 kali lagi puasa Syawal tuntas. Semoga bisa dikerjakan sebelum bulan Syawal berakhir. Saya hanya berdiam diri saja di rumah. Banyak membaca buku tentang penelitian tindakan atau action research. Juga memeriksa tugas siswa di email.

Semoga penelitian desertasi yang saya lakukan bisa selesai di bulan Syawal ini. Saya bisa ujian kelayakan dengan suara yang kembali normal. Mungkin ini cara Allah agar saya lebih fokus lagi menyelesaikan laporan hasil penelitian. Siapa yang fokus pasti akan lulus. Mohon doa dan semangat dari pembaca.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

Sakit Radang tenggorokan

Puasa Syawal hari keenam

Alhamdulillah sudah masuk hari keenam puasa di bulan Syawal. Seharusnya saya menyambutnya dengan sukacita. Setahun puasa sudah saya tunaikan. Namun, malang tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih. Hari kelima puasa Syawal saya batal. Hanya bisa setengah hari puasa.

Kemarin saya pergi ke dokter Ikin di jalan Jamika Bandung. Sakit di tenggorokan semakin parah. Neng Yati Yulianty menyarankan agar saya segera pergi ke dokter untuk memeriksakan diri.

Di klinik dokter Ikin saya mendapatkan antrian nomor 6. Saya diperiksa suhu tubuh dan tensi darah. Suhu tubuh normal. Tapi tekanan darah masih meninggi. Dokter Ikin meminta saya untuk memakan obat darah tinggi 2 butir sekaligus. Supaya darah tinggi cepat menurun.

Dokter juga memeriksa bagian belakang dan tenggorokan saya. Katanya cukup parah dan saya diminta untuk menghentikan puasa saya. Sebab perlu banyak cairan agar tenggorokan tidak kering. Saya diberinya obat 4 bungkus. Dimakan 3 kali sehari. Pagi, siang, dan sore hari.

Selama berada di klinik dokter Ikin, saya sempat menyimak acara siaran langsung peluncuran kegiatan Kominfo bersama Presiden Joko Widodo. Semoga bangsa Indonesia semakin cakap digital. Berita hoaks dapat disaring dan kita lebih banyak menyebarkan berita berita yang positif.

Sampai rumah saya ditawari daging kornet. Emak esih memasaknya. Katanya beli di warung seharga Rp.27.000. Kemudian sehabis sholat dhuhur saya memakannya dengan sepiring nasi putih. Enak sekali rasa daging sapinya. Lembut dan enak di tenggorokan yang masih terasa sakit bila menelan makanan.

Sehabis makan 4 obat saya paksakan masuk ke dalam tubuh. Alhamdulillah tubuh ini semakin enakan. Tapi puasa sunah di bulan Syawal terpaksa batal. Dokter Ikin tidak memperbolehkan saya untuk puasa sunah dulu. Kecuali penyakit radang tenggorokan sudah sembuh.

Di YouTube saya dapatkan info tentang penyakit radang tenggorokan dan penyebabnya. Saya juga dapat info tentang bagaimana berpuasa supaya sehat. Saya bagikan linknya untuk anda di bawah ini.

Setelah minum obat saya mengantuk dan tertidur sampai sore hari. Emak esih membangunkan saya. Istri dan kakak ipar serta anak anak masih di Garut. Mereka baru kembali dari Garut malam hari. Saya menunggunya sambil menonton acara sinetron preman pensiun 5 yang diputar ulang di RCTI.

Tayangan sinetron yang tidak pernah saya lewatkan selama bulan Ramadhan adalah preman pensiun 5. Cerita dan kisahnya sederhana. Bisa menghibur kami sekeluarga. Rating filmnya juga cukup tinggi. Semoga masih berlanjut ke preman pensiun 6. Kepengen menonton Kang Mus yang berhasil merenovasi dan membangun masjid di kampungnya. Juga cerita si Ujang yang kembali ke Fitri dan 2 anaknya.

Sakit itu tidak enak. Suara saya tiba tiba-tiba hilang. Radang tenggorokan ini membuat pita suara saya hilang. Saya bicara tidak seperti biasa. Sore hari menjelang waktu Maghrib, saya diceplokin telor sama istri kang Wawan yang sedang di rumah Emak. Setelah itu obatnya saya minum.

Puasa Syawal hari kelima saya batal puasa. Semoga masih cukup waktu untuk berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal. Kepengennya sudah selesai dikerjakan. Biar merasakan nikmatnya berpuasa di bulan Syawal.

Rencana hari ini mau lanjut puasa syawal. Tadi jam 3 pagi saya bangun. Tenggorokan masih terasa sakit. Istri yang sudah pulang dari Garut meminta saya jangan puasa dulu. Turuti perintah dokter Ikin. Nanti puasa dilanjutkan kalau sakit tenggorokan sudah sembuh.

Pagi ini saya belum makan dan minum. Seharusnya puasa Syawal sudah hari keenam saya lakukan. Tapi kondisi tubuh belum mengizinkannya. Sakit radang tenggorokan masih belum sembuh. Mohon doa dari pembaca agar penyakit ini bisa segera hilang dari tubuh Omjay.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com