Daily Archives: Oktober 9, 2021

Menjadi Mendikbud

Pernahkah Anda merasakan jadi Mendikbud?

Saya pernah merasakan menjadi Mendikbud walaupun hanya dalam foto saja. Pak Agung yang memotretnya. Waktu itu kami dari komunitas guru TIK PGRI menemui Mendikbud Prof. Muhajir Efendy di kantornya.

Kami berdialog dengan beliau dan saya diminta untuk menjadi juru bicaranya. Kami meminta kepada pak menteri agar mata pelajaran TIK dikembalikan dalam kurikulum dengan nama informatika.

Kami sangat kecewa ketika menerima kenyataan bahwa matpel TIK dihapus dalam kurikulum 2013 dan digantikan mata pelajaran prakarya.

Usai bertemu Mendikbud kami foto bersama. Hari ini Facebook mengingatkan sejarah perjuangan guru TIK. Saya dan kawan kawan bergantian duduk di kursi menteri. Kami membayangkan menjadi Mendikbud. Pasti sibuk sekali dan di tempat inilah segala kebijakan Mendikbud keluar dalam bentuk Permendikbud dan aturan lainnya.

Terima kasih pak menteri telah mengembalikan matpel TIK menjadi informatika dalam kurikulum. Meskipun baru berada di sekolah penggerak, semoga menjadi wajib di semua sekolah seperti dulu saat ada matpel TIK.

Ayo kita belajar informatika dan terus berjuang agar informatika menjadi matpel wajib di semua sekolah dan semua jenjang. Solidaritas yes!

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Jendela literasi

Kata Pengantar Buku Jendela LITERASI

Pagi ini saya diingatkan ibu Rosminiyati. Beliau telah selesai menyusun buku jendela literasi. Saya diminta membuat kata pengantar untuk buku terbaru beliau.

Tentu saja saya merasa tersanjung sebab diminta memberikan kata pengantar. Banyak peserta Belajar menulis yang meminta kata pengantar. Tidak mudah bagi saya untuk membuatkan dalam waktu cepat. Semuanya antri menunggu giliran. Saya harus membacanya terlebih dahulu. Dengan begitu saya bisa memberikan nyawa dalam buku yang diberikan kata pengantar.

Adanya isu hoaks yang mengatakan bahwa saya akan menjadi staf khusus Mendikbud membuat saya tak bisa tidur. Sebab isu ini membuat saya bersyukur sekaligus melakukan instrospeksi diri agar bekerja lebih baik lagi dalam melayani anggota PGRI.

Judul buku terbaru ibu Rosminiyati membuat saya terpukau akan pentingnya jendela literasi. Mulailah membaca dan kemudian menulis. Dari membaca kita akan berkeliling dunia. Dengan menulis kita akan mengikat pengalaman kita berkeliling dunia. Sayyidina Ali mengatakan ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya. Itulah yang membuat buku ini terasa nikmat dibaca.

Habis sholat subuh saya langsung melumat isinya. Inilah kisah peserta belajar menulis yang tak pantang menyerah. Walau badai datang menghadang, semangat menulisnya tak pernah padam. Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang.

Membaca buku karya ibu Rosminiyati membuat saya harus berterima kasih kepada semua tim narasumber dan pengelola belajar menulis PGRI yang telah bersusah payah menyebarkan virus literasi.

Buku jendela literasi adalah sebuah bukti bahwa berkolaborasi itu indah. Hal yang sudah menjadi terasa mudah. Berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing.

Saya tak punya uang banyak dalam menyebarkan virus literasi ini. Tapi saya mempunyai teman yang baik hati yang selalu menyemangati dalam suka maupun duka. Tak ada dusta di antara kita.

Gaya menulis ibu Rosminiyati yang unik dapat anda temukan dalam buku jendela literasi. Ayo terus menulis dan jangan pelit beli buku terbaru. Investasi kan uang anda untuk membeli buku yang bermutu.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com