Author Archives: Wijaya Kusumah

Daftar Peserta Workshop Penyusunan Buku Ajar dan Perlindungan Data Pribadi

Update tgl 5 September 2019
DAFTAR PESERTA WORKSHOP PENYUSUNAN BUKU AJAR DAN PERLINDUNGAN DATA PRIBADI TGL 28-29 SEPTEMBER 2019 (semua matpel) DI SOLO yaitu:

1. ABAS, S.Pd.
2. Achmad Ramdani
3. ANIK TWININGSIH
4. Apit Fathurohman
5. Budiarsi, S.Pd, M.E.
6. DEBI SETYAWAN, M.Pd.
7. Deni Agustin Suliantini, ST, M.Pd
8. Dewi Trisnawati, S.Pd, M.Pd
9. Didik Nuryadi, S.Kom
10. Dina
11. DONY ARI WIBOWO, S.Pd
12. Dra. Rukamtini, M.Si
13. Dra.Hj.Kokom komariah,M.M
14. Drs. Purwanto. MM
15. Dwi Indah Royani, S.Pd.
16. Edy Siswanto
17. Eka marjuanti, MA
18. Emy Retno Rahayu, S.Sos .M.Pd
19. ERNA WAHYUNI
20. Etty Liamiati
21. Febriningsih
22. Firman Aditya Rakasiwi
23. Guryadi
24. Hadi Suwarno
25. Heri Kuswanto
26. Herni Budiati, S.Pd., M.Pd.
27. Hj. Siti Nur Yubaidah,S.Kom,M.Pd
28. Irma Hari Sasanti
29. Jaenal Abidin, S.Pd
30. Joko Hariyanto, ST, M.Pd
31. KHUSUSIATUL UBUDIYAH, S.Pd.
32. Marianawati,S.Kom
33. Marsulistiani
34. Milana Candra Dewi, S.Kom
35. Mokhamad Solikin
36. Muhamad Baidhowi
37. Muhammad aris sunandar
38. Muhammad Yahya, M. Kom
39. Muhammad Zia-ulHaq, S.Pd., M.Pd.
40. MURSYIDUN NIAM, S.T
41. Mursyidun Niam, ST
42. Naniek Elistiana Nugrahaeny, S.Kom
43. NARNO
44. Ngadiem Spd sd.
45. Nur Hidayah Trilistiani
46. Nurul Hudayati
47. Nurul Imtihan
48. Nuryani, S.Pd
49. Pajarwati
50. Pesta Liana Silalahi, M. Pd
51. Purwaningsih, S.Pd
52. Putri Ade Nanda, S.Pd.
53. R.Neni Maetini,S.Pd
54. Rahma Dini Warastuti
55. Rifqi Nur Hanafi
56. Roulina Septeria SianturiSPd.,MHum
57. Rr. Sri Utami
58. Rusdi mustapa, S.Pd
59. Sion Thutu Satrio Santoso, S.Kom.
60. Siti Mutomimah, M.Pd
61. Siti Nur Yubaidah
62. Slamet Sadiatun, S.Pd
63. Sri Utami
64. SUDIK, S.Pd.SD., M.Pd
65. Suharti
66. Suminarsih
67. Sumintra, M.Pd.,M.M
68. SUPRIHATIONO, S. Pd., M.Si.
69. SUPRIHONO
70. Suwarmi
71. Suwarno
72. TOAD ISBANI, S.KOM
73. TUTIK FAHIMAH, S.Pd
74. WAHYU HIDAYATI, S.Pd. SD
75. Wahyu Hidayati, S.Pd. SD
76. Wahyu susilowati
77. Wijaya Kusumah
78. Wiwit wahyutiningsih, M.Pd.I
79. Y. Noenoek Andrijanti
80. Yunin Lia Permata Dewi, S.Kom, MM
81. Yusnita Hesti Marianawati,S.Kom
82. Zuli Irawanto, ST
83. Atik Astrini
84. R. Neni Martini, S.Pd
85. Fatima Lejab
86. Dian Kurniawan Aristiyanto
87. Dra. Sri Sugiastuti
88. Sartana, S.Pd. T
89. La Rasidi Buton S.Pd, M.MPd.
90. Endang Wiryanti Sri Rezeki
91. Tri Budihardjo
92.
93.
94.
95.

INFO KEGIATAN KE WA OMJAY DI 08159155515

Donasi Rp. 200.000 dan akan dikembalikan ke peserta dalam bentuk ilmu yg manfaat, sertifikat 32 jam, penginapan gratis, dan konsumsi selama kegiatan serta doorprize.

Tempat SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta Jawa Tengah

Mengapa pelajar suka main game online?

Rania Kamala Azzahra ūüėÄ

Game online, kata yang sering digunakan untuk merepresentasikan sebuah permainandigitalyang sedang marak di zaman yang modern ini. Game online ini banyak dijumpai di kehidupan sehari-hari. Walaupun beberapa orang berpikir bahwa game online identik dengan Komputer, game tidak hanya beroperasi di komputer. Game dapat berupa konsol, handled, bahkan game juga ada di telepon genggam. Game online berguna untuk refreshing atau menghilangkan rasa jenuh si pemain baik itu dari kegiatan sehari-hari (kerja, belajar, dan faktor lainnya) maupun sekadar mengisi waktu luang.

Dampak positif dari game online bagi pelajar adalah pergaulan siswa akan lebih mudah di awasi oleh orang tua, otak siswa akan lebih aktif dalam berfikir, reflek berfikir dari siswa akan lebih cepat merespon, emosional siswa dapat di luapkan dengan bermain game, siswa akan lebih berfikir kreatif.

Dampak negatif dari game online bagi pelajar adalah siswa akan malas belajar dan sering menggunakan waktu luang mereka untuk bermain game online,siswa akan…

Lihat pos aslinya 363 kata lagi

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi Oleh Khalfan

Judul Buku : “MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI”

Penulis :  WIJAYA KUSUMAH, S.Pd.,M.Pd.

Penyunting Isi dan Bahas :  Yuan Acitra, SE.

menulis

Baca lebih lanjut

Workshop Penyusunan Buku Ajar

Ikatan guru TIK PGRI kembali mengadakan Workshop Penyusunan Buku Ajar (Terbuka untuk semua Matpel)

informatika

Kegiatan akan dilaksanakan pada:
Sabtu-Minggu, 28-29 September 2019 pukul 08.00 sampai 16.00 wib.

Tempat kegiataan di SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta. Jln Depok. No 1. Manahan Solo, Jawa Tengah.

Donasi Rp. 200.000.
(akan dikembalikan kepada peserta dalam bentuk konsumsi, ilmu yg bermanfaat, doorprize, dan sertifikat 32 jam).

Silahkan transfer ke Bank Syariah Mandiri, KCP. Jakarta S.Parman, a.n. Komunitas Guru TIK dan KKPI, Norek 7132473317

Informasi ke WA omjay di 08159155515
(Gratis penginapan selama di Solo)

Peserta akan dibimbing secara online untuk menerbitkan buku sendiri yang akan diterbitkan penerbit andi yogyakarta.

Pembicara:

  1. Joko Irawan Munpuni dari penerbit andi yogya
  2. Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd, Pegiat Literasi di Surakarta
  3. Dra. Betti Risnalenni, M.Pd, Pengelola TK/SD Insan Kamil Bekasi
  4. Wijaya Kusumah, M.Pd, Penulis Buku Blogger Ternama
  5. Pebi Pebriadi, S.Kom, M.M, M.T., Penulis Buku Simkomdig SMK dan Buku Ajar Informatika SMA.

Peserta terbatas hanya 50 orang saja.

Silahkan daftar online di sini.

Informasi dapat dilihat di http://wijayalabs.com

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

‚ÄúMenulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi‚ÄĚ

Penulis : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Menulis adalah kemahiran berbahasa yang keempat. Hal yang pertama adalah mendengar, kedua adalah berbicara, ketiga adalah membaca, dan yang keempat sekali lagi adalah menulis.

Baca lebih lanjut

Unduh Buku Informatika

Silahkan Unduh Buku Informatika di bawah ini dan belilah bukunya!

informatika

informatikasmp

informatikasma

simkomdig

Harga Buku Informatika:

Harga buku :
– SD kelas 4 : 79.000
– SMP kls 7 : 93.000
– SMK kls 10: 95.000
– SMA kls 10 : 120.000 ( jumlah hal. 320 halaman)

Bank Bukopin Syariah

Nomor Rekening: 7710024323

a.n. Yayasan Insan Kamil

Info ke WA OMjay di 08159155515

PGRI di Era Milenial

PGRI di era Milenial

pgri

Saya ingin menyambung kembali tulisan menjelang subuh.  PGRI di mata guru guru muda.

Tulisan ini saya buat karena terinspirasi dengan trio PGRI dari sukabumi jawa barat.

Saya berharap ada kebijakan baru dari pengurus besar PGRI terpilih untuk memberikan kesempatan kepada guru guru muda di era milenial untuk berkiprah di PGRI.

Mereka bukan lagi sebagai penonton tapi juga menjadi pemain. Bahkan menjadi sutradara sekaligus produsernya.

Hal ini tentu dianggap gila bagi mereka yang tak paham dengan kaderisasi.

Kepemimpinan akan terlihat ketika mereka diberi kesempatan. Amanah dan tanggung jawab harus dibagi secara profesional agar PGRI abadi.

Biar bagaimanapun orang muda belum pernah merasakan tua. Tapi orang tua sudah merasakan muda.

Pengalaman adalah guru yang terbaik.  Setidaknya bagi mereka yang mau belajar menjadi seorang pemimpin.

PGRI membutuhkan sosok pemimpin yang mampu memimpin PGRI dengan cara cara baru. Pola lama sudah mulai ditinggalkan di era milenial.

Saat ini sudah banyak guru berbagi pengalaman lewat video conference webex.  Mereka saling berbagi ilmu dan pengalaman.

Jarak yang jauh menjadi terasa dekat.  Mereka bisa berinteraksi satu sama lain secara online. Elearning bukan lagi suatu hal yang baru.  Mereka bisa belajar di mana saja dan kapan saja.

Website ruangguru.com lebih diminati anak anak milenial ketimbang rumah belajar pustekkom kemdikbud.

Inilah era revolusi industri 4.0 yang harus diikuti oleh PGRI suka atau tidak suka.

PGRI di era milenial memiliki masalah besar bila tak segera mengakader guru guru muda yang multi talenta.

Kolaborasi yang indah adalah jawabannya.

Guru dan dosen harus bersatu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.  Tak ada lagi dikotomi guru dan dosen di PGRI karena mereka sama sama pendidik.  Hanya beda tempat saja.  Guru di sekolah dan dosen di perguruan tinggi.

Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PGRI sudah jauh jauh hari dipersiapkan untuk mengatasi masalah ini.  Oleh karena itu izinkan saya menjura hormat kepada tim penyusunnya yang sudah mempersiapkan PGRI agar mampu beradaptasi di era milenial.

PGRI di era milenial adalah PGRI yang mencari solusi dengan cara cara bijaksana dan menjadi mitra pemerintah dalam mengelola tata kelola guru yang lebih modern.

Wajah PGRI memang sudah menua. Namun tidak membuat PGRI tua renta. Sebab PGRI lahir dari guru, oleh guru dan untuk guru yang ingin bangsanya maju.

Konggres PGRI yang ke XXII di Jakarta telah berlalu.  Banyak pembelajaran saya dapatkan dari pesan para pemimpin bangsa.

Saya buka youtube.com dan menonton pidato presiden jokowi,  wakil presiden jusuf kalla,  dan gubernur  dki jakarta Anies baswedan memberikan pencerahan untuk guru.

Mereka memang layak dipilih untuk menjadi pemimpin.  Pesannya dalam dan akan saya kupas dalam tulisan berikutnya.

Suka dan duka menjadi panitia konggres PGRI sudah saya tuliskan. Setidaknya saya banyak belajar dari amanah yang diberikan.

Kesabaran dan mau mendengar aspirasi adalah kemampuan yang harus dimiliki diri ini.

PGRI di era milenial harus diurus oleh mereka yang sabar dan mampu memberikan keteladanan. Satu kata antara perkataan dengan perbuatan.

Ing Ngarso Sung Tulodho
Ing Madyo Mangun Karso
Tut  Wuri Handayani

Hal penting yang harus dilakukan adalah tindakan nyata dan bukan kata kata.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Blog http://wijayalabs.com