Author Archives: kusumah wijaya

Yuk Ikut Donasi Untuk Madrasah Kami!

omjay-madrasah

Keluarga besar kami sedang membangun madrasah untuk masyarakat di desa lebak anyar puwakarta. Dari keluarga besar alhamdulillah telah terkumpul dana 12 juta sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan 50 juta. Jadi masih kurang 38 juta lagi.

Kami sedang mencari donator untuk pembangunan madrasah. Buat bapak dan ibu yang ingin menjadi donatur buat pembangunan madrasah dapat sms omjay di wa 08159155515.

https://youtu.be/1t8Ia2iZy2U

Dengan senang hati akan omjay jelaskan untuk apa saja dana dari donator akan kami gunakan. Bapak dan ibu atau anda yang ingin menjadi donatur bias telpon omjay di nomor omjay di atas. Bisa juga minta infonya ke email wijayalabs@gmail.com.

Kawan-kawan Bisa juga langsung transfer ke rekening pengurus madrasah dengan bapak komarudin. Ini no rekening bank 164-00-0196306-7 a/n Mas Achmad Komarudin Bank Mandiri .

Terima kasih atas bantuan donasinya. Semoga semakin bertambah rezekinya. Terima kasih kami ucapkan kepada mbak Novrita Savitri dan kawan-kawan yang telah memberikan donasinya. Semoga ada kawan lainnya yang ikut membantu agar tahun ajaran ini bisa digunakan. Aamiin.

Sekolah madrasah ini adalah peninggalan almarhum kakek kami Mas Ahmad Oekandi Dimjati. Beliau adalah salah satu pendiri al azhar pusat di kebayoran bersama almarhum buya hamka. Madrasah di purwakarta dikelola oleh mantunya ustadz Kurdi. Namun ajal menjemputnya di usia muda. Sekarang dilanjutkan oleh anak pertamanya ustadz Ade Azis.

Kami berharap ada donasi untuk madrasah yang sedang kami kelola, sehingga gedungnya bisa digunakan untuk anak-anak yang ingin belajar di desa lebak anyar, kecamatan pesawahan, kabupaten purwakarta.

Ada berita gembira. alhamdulilah, Sudah ditransfer dana 5 juta  untuk sumbangan pembangunan MADRASAH dari keluarga  MAS ACHMAD ABDULLAH.. Semoga rizkinya di balas yang lebih banyak dan berkah.   Aamiin

di sini

Iklan

Lagi Syantik

Surat untuk Presiden Jokowi

https://www.kompasiana.com/wijayalabs/5b15ffe2f133443063022052/surat-penting-untuk-presiden-jokowi

Pendidikan & Problematikanya

lomba-blog

Pendidikan dan Problematikanya

Pernah gak kamu merasakan pendidikan dalam keluarga dari ayah dan bundamu? Bila kamu tidak pernah merasakannya, berarti ayah dan bunda telah gagal menanamkan pendidikan dalam keluarga. Mereka telah gagal menjadi orang tua. Hal inilah yang seringkali terlihat dari keluarga yang kurang memperhatikan pendidikan keluarga.

Pendidikan seyogyanya dimulai dari keluarga. Baru kemudian anak mengikuti pendidikan dalam sekolah. Pendidikan dalam sekolah akan diisi oleh guru profesional dalam bidangnya. Jadilah anak yang tidak bisa menjadi bisa, anak yang tidak tahu menjadi tahu, dan anak yang belum paham menjadi paham.

Perlu waktu dalam pendidikan di sekolah. Dari mulai bangku taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Dalam masa itu diperlukan orang-orang profesional dalam bidang pendidikan. Namun sayangnya, kita melihat banyak orang mengelola pendidikan dalam sekolah seperti bisnis. Ada keuntungan barulah ditangani dengan baik. Bila tak ada keuntungan, maka akan ditnggalkannya atau dilepas begitusaja seperti auto pilot.

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Mereka yang otodidak biasanya melakukan pembelajaran secara mandiri dan memahami pembelajaran orang dewasa (andragogi).

Pendidikan dan problematikannya harus kita pikirkan dengan konsep yang matang. Problematika harus dicarikan solusinya sehingga anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik. Bila mereka mendapatkan layanan pendidikan yang baik, maka mereka akan menjadi orang baik yang siap berbuat baik.

Problematika pendidikan memang banyak. Baik dari sisi orang tua, guru, fasilitas sarana dan prasarana, serta dukungan masyarakat. Namun harus diingat bahwa semua itu harus kita mulai dari pendidikan dalam keluarga. Jadilah ayah dan bunda yang mampu mendidik anak-anaknya. Memang tak ada sekolah orang tua, tapi melalui pendidikan dalam masyarat kita belajar menjadi orang tua yang baik buat anak-anak kita.

Pertemuan Mendikbud dengan guru tik

pertemuan ikatan guru tik dengan mendikbud, https://www.youtube.com/watch?v=vkhkmmSNSxc&t=250s

Labschool Rumah Keduaku

LABSCHOOL RUMAH KEDUAKU

Oleh: Aisha Inaya 7A

 

 

Labschool adalah rumah keduaku. Di rumah ini karakter dan budaya sekolahku terbentuk. Banyak kegiatan dilakukan di SMP Labschool Jakarta.

 

Semenjak aku bersekolah di SMP Labschool Jakarta, aku menemukan sebuah sekolah yang berbeda dari sekolah lainnya. Sekolah ini mendidik aku menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Para gurunya sangat baik sekali dan perhatian kepada peserta didik.

 

Saat pertama kali masuk sekolah ini, aku mendapatkan sebuah acara yang bernama PLS yaitu Pengenalan Lingkungan Sekolah. Dulu acara ini bernama MOS yaitu Masa Orientasi Siswa. Dalam acara ini kami siswa baru SMP Labschool Jakarta mendapatkan berbagai materi tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah termasuk juga ekstrakurikuler yang akan kami pilih dalam semester ganjil dan semester genap.

 

PLS di SMP Labschool Jakarta seru sekali. Kami siswa baru diminta menyumbangkan acara pentas seni. Beberapa kawan memberanikan diri naik ke panggung atau ke depan mendemonstrasi kehebatannya. Ada yang menari, menyanyi, melawak, dan berbagai acara spontan lainnya. Kami siswa baru merasa senang di rumah keduaku.

 

Rumah keduaku memang menyenangkan. Banyak kegiatan dilaksanakan di rumah keduaku. Kegiatan yang paling seru adalah SAKSI. SAKSI adalah Studi dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 6-8 Februari 2017. Dalam kegiatan SAKSI kami belajar kepemimpinan di barak tentara tentang , kedisiplinan, keberagaman, dan kebersamaan.

 

Sebelum kami pergi ke Sanggabuana, kami melaksanakan pra-saksi yang dilaksanakan sebelum SAKSI,

 

SAKSI ada acara makan komando. Kami makan bersama yang dikomando oleh bapak-bapak pelatih dari kostrad TNI Angkatan-Darat. Makanan dan minuman harus habis dalam waktu tertentu dan ada suara tembakan saat kami makan. Kami langsung tiarap mendengar suara tembakan itu dan pelatih langsung memberi aba-aba untuk tiarap. Kalau ingat makan komando SAKSI takkan pernah hilang dalam ingatan.

 

Selain itu, kami juga mandi di sungai saat SAKSI dan hal itu adalah yang paling bahagia di Sanggabuana, Kostrad Jaya. Karena kami sama sekali bebas dan tidak ada perintah seperti apa yang dilakukan saat makan komando. Aku juga tidak mandi setelah bermain-main di sungai. Alhasil badanku gatal-gatal.

 

Aku sangat senang dengan kegiatan-kegiatan di SMP Labschool Jakarta, selain SAKSI, ada juga yang bernama SALAM yaitu Studi dan Amaliah Islam. Kami sebagai siswa dan siswi yang beragama islam diminta untuk mengikuti kegiatan ini. Kami menginap di sekolah selama 2 hari dan diminta untuk menyetorkan hafalan kepada kakak-kakak pembimbing dari luar.

 

Jika kami berhalangan hadir untuk mengikuti kegiatan SALAM atau SAKSI, kami wajib mengikuti kegiatan tersebut tahun depan bersama adik kelas 7. Jadi, kami mengusahakan untuk mengikuti kedua kegiatan itu secara komplit dan mematuhi peraturan.

 

Setelah SALAM, kami ada kegiatan lagi yaitu Wisata Edukasi. Waktu itu kami melakukan wisata edukasi di Museum Geologi Bandung, Taman Hutan Raya, Goa Jepang, dan Goa Belanda. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat dokumentasi tentang apa yang kita kunjugi waktu itu. Dan yang paling bagus dokumentasinya akan di upload ke youtube SMP Labschool Jakarta.

 

Salah satu video dokumentasi teman kami terpilih menjadi video terbaik di kelas 7A, yaitu video dokumentasi milik Shafa dan kawan-kawan. Kelompokku merasa senang walaupun video dokumentasi kami tidak terpilih untuk menjadi yang terbaik, dikarenakan kameranya kurang jelas.

 

Bedanya Wisata Edukasi dengan SALAM dan SAKSI, Wisata Edukasi tidak wajib mengulangnya kembali tahun depan jika kita berhalangan untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan Wisata Edukasi tidak menginap, hanya sehari saja. Di kelas 8 juga ada kegiatan Wisata Edukasi yang bernama INVITA. INVITA kelas 8 tahun ini adalah pergi ke Yogyakarta, disana kita juga disuruh membuat video dokumentasi.

 

Kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh angkatan 24 SMP Labschool Jakarta juga sangat menarik. Salah satunya adalah VETRICIA 24, pensi yang diadakan oleh angkatan 24 kakak kelas kita. Kedua teman kami yang bernama Sisil dan Salsa bernyanyi di atas panggung saat acara pembukaan Vetricia 24. Kami juga melihat Zelovus, seni tari modern yang dilakukan oleh angkatan 23, 24, dan 25.

 

Aku sangat senang bersekolah di SMP Labschool Jakarta, karena SMP Labschool Jakarta benar-benar rumah keduaku yang sesungguhnya. Bahkan SMP Labschool Jakarta lebih menyenangkan dari pada rumahku yang sesungguhnya. Selain bisa bergaul dengan banyak teman, pelajaran di SMP Labschool Jakarta juga mudah dimengerti dan menyenangkan.

 

 

 

 

Token

Hari kedua UNBK SMP ini, TOKEN jadi terkenal. Bukan token untuk menambah pulsa listrik yang biasa dibeli di Indomaret, tapi TOKEN UNBK yang agak lambat Rilisnya. Sehingga banyak anak yang cemas menunggu TOKEN. Biasanya TOKEN akan berubah kodenya sesuai dengan server masing-masing.

Awalnya semuanya lancar. Teknisi, proktor, dan pengawas UNBK sangat gembira. Sebab hari kedua ini tidak terjadi server pusat di Puspendik Kemdikbud Down. Namun setelah pelaksanaan berjalan, ada gangguan TOKEN yang lama keluarnya. Proktor mulai cemas, begitu juga Teknisi. Info dari WA Group banyak terjadi di DKI Jakarta.

Sabar adalah kuncinya. Sebab UNBK bukan hanya ujian nasional berbasis komputer, tetapi juga ujian nasional berbasis kesabaran, hehehe. Siapa yang sabar akan disayang Allah. Semoga TOKEN cepat datang dan anak-anak SMP melaksanakan UNBK dengan tetap riang dan gembira. Begitu juga kami panitianya. Happy!