Unduh Materi Workshop Inobel 2017

Download Materi Workshop Inobel 2017

Alhamdulillah.. Selesai juga workshop inobel tgl 4 sampai 7 juli 2017 di hotel millenium, silahkan diunduh atau didownload. Semoga bermanfaat!

Workshop Inobel 2017

Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran Guru SMP dilaksanakan oleh direktorat jenderal guru dan tenaga kependidikan dari tanggal 4 sampai  7 Juli 2017. Kegiatan dilaksanakan di hotel Millenium, Jalan Fachrudin 3, 10250 Jakarta Pusat.

Desertasi yang Hampir Terabaikan

wijaya
DESERTASI YANG HAMPIR TERABAIKAN
Oleh: Wijaya Kusumah
 
Saya terbangun dari tidur. Waktu menunjukkan pukul 02.20 WIB. Semua orang dalam rumah ini sudah terlelap dalam mimpi indahnya masing-masing. Tinggal saya yang terjaga dan sulit untuk tidur lagi. Mimpi indah harus dihentikan, segera dan hadapi kenyataan di dunia nyata.
 
Dari kamar tidur saya langsung ke ruang tamu. Duduk sejenak melihat suasana. Seteguk air Aqua masuk tenggorokan. Lalu pandangan mata tertuju pada laptop di meja tamu.
 
Untunglah ada laptop keponakan (Alda) sedang dinyalakan. Saya buka program pengolah kata (Word) dan mulai membaca dan menulis. File proposal desertasi jadi tujuan untuk dibuka pertama kali. Akses internet tak ada. Tinggal saya gigit jari dibuatnya.
 
Saya baca kalimat demi kalimat dalam file proposal desertasi. Nampak sekali masih banyak kekurangannya di sana sini. Tapi sayang, file yang terbuka masih revisi satu. Padahal saya mengerjakannya sudah sampai revisi kelima.
 
Saya bangunkan anak kedua saya, Berlian. Maksudnya mau minta berbagi akses internet melalui ponselnya. Namun apa daya, kuota akses internetnya sudah habis katanya. Baterai ponselnya sudah lowbat pula. Berlian kemudian tertidur lagi untuk melanjutkan mimpinya.
 
Saya baca ulang kembali bagian desertasi bab satu. Ternyata masih banyak sekali kekurangannya. Ingin langsung mengeditnya, tetapi buat apa? Bukankah saya sudah mengeditnya sampai revisi kelima? Daripada nanti mengulang lagi dari awal, lebih baik menunggu akses internet saja. Nanti saya tinggal mengunduhnya dari internet. Saya teringat revisi kelima sudah saya unggah ke google drive.
 
Bila nanti sudah mengunduhnya, maka akan saya rapihkan kalimat demi kalimat dalam proposal desertasi ini. Revisinya sempat tersendat karena pulang mudik ke kampung halaman. Pergi dari satu kota ke kota lainnya. Kegiatan membaca dan menulis mulai terabaikan.
 
Penyair Taufiq Ismail mengatakan, “Rabun membaca, lumpuh menulis”. Kegiatan membaca harus mulai dilakukan kembali. Menulis harus segera dilakukan agar desertasi yang hampir terabaikan ini segera selesai. Saya harus berpacu dengan waktu. Sebab deadline satu bulan tidak bisa menunggu.
Masih teringat pesan para penguji untuk segera memperbaiki. Mulai dari bab 1 hingga bab 3 harus segera direvisi. Ikuti buku pedoman penyusunan desertasi. Sebab panduannya ada di dalam buku tersebut.
 
Terdengar suara orang mengaji dari Masjid dekat rumah kami menginap di desa Taraju Tasikmalaya. Di dalam rumah dinas perkebunan milik PT Perkebuman Sambawa Taraju saya mulai menata kata-kata ini. Semoga menjadi renungan diri untuk fokus kembali segera menyelesaikan perbaikan proposal desertasi.
 
Suara orang mengaji berhenti dari speaker masjid. Itu tandanya kita mulai bersiap diri untuk adzan subuh. Panggilan sholat subuh telah tiba. Mari kita langkahkan kaki ke rumah Allah. Raih pahala sholat berjamaah di Masjid. Bertemu Allah lewat sholat.
 
Pintalah apa yang engkau pinta kepada penguasa langit dan bumi. Sebenarnya banyak yang ingin saya pinta. Namun saya hanya meminta satu saja. Semoga desertasi yang hampir terabaikan ini dapat segera diselesaikan dengan baik. Lulus kuliah S3 dengan predikat sangat memuaskan. Aamiin.

Buku Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru

Buku 1 Pedoman Pengelolaan PKB Bagi Guru Pembelajar 2016

Undangan Workshop Inobel 2017

Surat Undangan Peserta Workshop Inobel Guru SMP di Jakarta

Indahnya Ramadhan

INDAHNYA RAMADHAN

Oleh: Nusa Putra (Almarhum)

Kala Ramadhan datang, tiba-tiba jumlah pengemis di perempatan, di kendaraan umum, di pasar, di pemukiman, di mana saja meningkat berkali lipat. Dari anak balita sampai nenek kakek renta. Macam-macam tampilan mereka yang mendatangkan rasa iba. Mengapa Ramadhan jadi identik dengan meningkatnya jumlah pengemis?

 

Sebab mereka tahu, dari pengalaman bertahun-tahun bahwa pada bulan Ramadhan, hampir semua orang mendadak dermawan. Para dermawan itu malah sering mencari peminta-minta untuk memberikan sedekah. Meski di luar Ramadhan belum tentu ia sedermawan itu.

 

Bukan hanya itu, banyak orang secara sendiri-sendiri atau beramai-ramai, atas nama kelompok metal atau mejelis ta’lim, perusahaan atau lembaga, macam-macam perkumpulan jadi rajin mengundang anak yatim buka bersama, memberi santunan atau bingkisan lebaran. Mereka rebutan mengantar makanan bukaan ke masjid. Banyak masjid membuat acara buka bersama setiap hari. Ada lagi yang membagi-bagikan makanan sahur pada gelandangan, pengemis, tukan ojek, penjaga perlintasan kereta api, tukang ronda dan banyak orang yang bekerja di jalanan sampai pagi. Alangkah indahnya. Semua orang begitu getol dan senang berbagi. Akan menjadi semakin indah bila di luar Ramadhan bisa tetap seperti ini.

 

Mengapa semangat berbagi begitu melangit? Boleh jadi karena berbuat baik pada Ramadhan balasannya dilipatgandakan. Dengan demikian orang berlomba-lomba berbuat kebaikan. Karena banyak orang berbuat baik, mungkin sebagian orang merasa tidak enak bila tidak ikutan. Tentu saja penjelasan ini belum tentu benar. Meski memang ada orang yang telah mengumpulkan atau menabung uang dan barang untuk dibagikan khusus pada bulan Ramadhan.

 

Ada pula orang yang pada dasarnya memang sudah terbiasa berbuat baik dan berbagi. Dalam bulan Ramadhan, ia tingkatkatkan kuantitas dan kualitas perbuatan baiknya.

 

Memang bukanlah hal yang mengherankan bahw dalam hidup ini ada banyak tipe manusia dalam berbuat baik. Ada yang sudah membiasakan diri berbuat baik. Orang seperti ini setiap saat berbuat baik. Bisa jadi pada Ramadhan ia meningkatkannya. Ada pula yang dengan sengaja berbuat baik pada bulan Ramadhan karena imbalannya berlipat ganda. Juga terdapat orang yang berbuat baik karena ikut-ikutan. Oleh karena ketiga tipe ini bearbuat baik pada bulan Ramadhan, maka jumlah orang berbuat baik dan berbagi sangat meningkat.

 

Tampaknya, Allah sengaja melipatgandakan imbalan berbuat baik pada Ramadhan untuk mendorong semua orang berbuat baik. Diharapkan mereka dapat mengalami, menikmati dan merasakan keindahan berbuat baik tersebut. Pengalaman yang nikmat dan indah itu diharapkan akan mendorong semua orang itu tetap berbuat baik di luar Ramadhan.

 

Oleh karena itu orang yang berbuat baik pada bulan Ramadhan di samping mendapat imbalan berlipat, akan terus menfapatkan imbalan bila melanjutkan perbuatan baiknya di luar Ramadhan. Oleh sebab itu salah satu indikator keberhasilan menjalankan ibadah selama Ramadhan adalah akibat atau efeknya di luar Ramadhan. Bila di luar Ramadhan berbagai kebaikan itu dapat dilanjutkan, bukan hanya Ramadhan yang indah, lebih dari itu, hidup ini indah jadinya.

 

Sejatinya bila kita berbuat kebaikan, seperti berbagi, terutama berbagi rezeki, jangan pernah berfikir bahwa hanya orang yang menerima yang mendapat manfaat. Yang lebih banyak mendapat manfaat itu adalah yang memberi. Sebab mengeluarkan bagian dari uang dan harta kita adalah cara untuk membersihkannya. Karena pada dasarnya apapun yang diperoleh tidak pernah merupakan usaha kita sendiri. Ada kontribusi orang lain di situ. Jadi merupakan keharusan untuk berbagi. Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih.

 

Berbagi, apalagi dalam bentuk uang dan benda seringkali susah dilakukan. Pastilah rasa sulit itu berakar pada hati yang bakhil. Oleh karena itu memberi itu bukan sekedar membersihkan harta. Melampaui itu, memberi membersihkan hati.

 

Dengan memberi, kita menjaga keseimbangan dan keselarasan sosial. Berbagi adalah cara memeratakan keadilan. Sehingga kesenjangan sosial bisa ditata dengan lebih baik, kerekatan antarmanusia bisa ditingkatkan. Dengan demikian tindakan kriminal bisa dicegah, dan kerusuhan sosial bisa diredam. Allah bahkan tegaskan, bila harta hanya dinikmati segelintir orang itulah pertanda buruk dari sistem sosial yang bisa hancurkan seluruh masyarakat. Mereka yang miskin dan terhina, bisa merasa apapun boleh dan bisa mereka lakukan karena mereka tidak mendapat apapun dari kekeyaan yang ada dqlam masyarakat. Perut lapar dan kemiskinan yang akut bisa jadi pemicu kejahtan dan kerusuhan. Bahkan menjerumuskan manusia pada kekafiran.

 

Itulah sebabnya Ramadhan itu indah karena mampu mendorong manusia untuk berbuat baik dan berbagi. Alangkah makin indahnya bila kemauan dan semangat berbagi itu menjadi kebiasaan dan tetap dilakukan di luar Ramadhan.

 

RAMADHAN ITU INDAH KARENA MENDORONG MANUSIA UNTUK BERBUAT BAIK DAN BERBAGI.

 

 

Gambar

Olimpiade TIK Nasional 2017

poster-otn-2017