Tag Archives: buku omjay

Resensi Buku: Cara Omjay Sukses Menulis

Cara Omjay Sukses Menulis

 

Judul   : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis : Wijaya Kusumah, S. Pd., M. Pd.

Penerbit: PT Indeks (2012)

Tebal buku: xii + 290

img_2469

Gerakan Literasi Nasional yang digulirkan oleh pemerintah pada tahun 2015 telah menyeret para guru menjadi penulis. Apalagi didukung beberapa lembaga yang menyelenggarakan berbagai pelatihan menulis secara intensif. Hal ini diikuti bermunculannya banyak buku tentang tips menulis. Sebenarnya sejak dulu pun sudah banyak buku tips menulis, tetapi bukan ditulis oleh guru pada umumnya.

Satu hal yang membedakan adalah, dulu orang membaca buku dengan tanpa mengenal penulis sebelumnya. Sedangkan kini, banyak buku tips menulis dari penulis yang sudah dikenal di kalangan pembaca, yaitu para guru, rekan sendiri. Bahkan, dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi, para pembaca dan penulis sudah saling mengenal sebelumnya. Keakraban telah terbangun lantaran mengikuti pelatihan atau yang tergabung dalam komunitas-komunitas penulis dan berinteraksi dalam berbagai media sosial. Akibatnya, membaca bukunya jadi enak saja, gitu.

Seperti E book  yang baru saja selesai saya baca sejak dua hari lalu. Buku itu tepat saya selesaikan pada 20 Agustus 2018, pukul 22.00. Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi adalah judul buku tersebut, karya Wijaya Kusumah.

Wijaya Kusumah, S. Pd. M. Pd. Seorang guru blogger Indonesia  atau yang memiliki nama panggilan akrab Omjay, adalah seorang blogger yang menikmati kehidupannya sebagai penulis semenjak kuliah S-2. Melalui blog, blog pribadi atau blog kroyokan (kompasiana), facebook, dan twitternya, tulisan Omjay dinikmati banyak orang. Omjay telah membuktikan sendiri berkat komitmennya yang kuat untuk menulis setiap hari. Tentu, hal ini menjadi daya tarik dari buku ini karena pesan yang tersampaikan adalah sebuah aksi nyata. Pesan-pesan yang telah Omjay sampaikan kepada banyak orang lewat blognya, tak ayal banyak yang sudah dibukukan.

Kumpulan artikel dalam buku ini mengalir ringan dengan bahasa santai lebih mengena. Apalagi sudah pernah bertegur sapa walau lewat watsapp, saya merasa sedang berguru langsung di hadapannya. Maka, kadang membacanya sembari senyum, mengangguk, bahkan tak sabar ingin membuktikan nasihat Omjay.

 Menurutnya, menulis bisa dilakukan siapa saja, tidak perlu takut atau malu, berulang kali disebutkan bahwa kekuatan utama ada pada diri sediri.  Omjay mengajarkan bahwa proses menjadi penulis tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang. Dari judul pertama sampai akhir, saya menganggap semacam alur cerita yang dimulai dengan pengenalan, pemunculan masalah, klimaks, peleraian, dan resolusi.

 Pertama pengenalan yang sangat lembut. Belum menyinggung tentang profesi penulis yang sebagian orang menganggap  sulit dijangkau. Namun, Omjay hanya mengajak pembaca untuk menulis setiap hari, memahmkan bahwa membaca buku itu membuka dunia, jangan memaksakan diri menulis bila sudah mengantuk, dan lain-lain.

Pada pertengahan awal,  Omjay menghadirkan dari mana mulai menulis, asal menemukan ide menulis, manajemen waktu, dan lain-lain. Berikutnya, Omjay menguatkan agar menulis menjadi kebutuhan, membangun kemampuan menulis, atau membangkitkan semangat menulis.

Nah, selanjutnya bagian klimkas,  Omjay menyuguhkan iming-iming atau bonus menulis dengan artikelnya “Alhamdulillah, Omjay Mendapatkan Hadiah Lomba Ngeblog” atau “Mau Dapat Uang Rp408.000.000 dari Menulis Buku?”

Bagian berikutnya, Omjay menggambarkan solusi ketika tulisan menggebu, hasrat menulis memuncak, bagaimana ketika ide menulis macet, dan lain-lain.  Disambung dengan ajakan halus lagi, mari menulis, menulis itu gampang. Namun, di bagian akhir, Omjay menantang pembaca lagi, “Tidak Gampang Menjadi Penulis”. Bukankah ini semacam menanting seberapa sungguh-sungguh kita akan megikuti jejak Omjay?

Salah satu pesan dahsyat Omjay pada halaman 210, “Jangan pernah berhenti untuk menulis. Sebab ketika Anda berhenti untuk menulis, maka Anda akan kehilangan momen indah dalam perjalanan hidup Anda yang indah ini. HIDUPLAH DENGAN MEMBERI SEBANYAK-BANYAKNYA, BUKAN MENERIMA SEBANYAK-BANYAKNYA. Percayalah.”

Ya, ini salah satu motivasi yang bagus bahwa sebenarnya semua orang berkesempatan untuk berbagi kepada sesama.

Iming-iming atau jaminan yang lain Omjay tuliskan di halaman 222, “Bila Anda merasakan bahwa membaca dan menulis sebagai sebuah kebutuhan yang tak bisa dipisahkan, maka saya ucapkan selamat kepada Anda. Sebab Anda telah masuk ke dunia tulis-menulis yang tak pernah lekang dikejar zaman. Itu akan selalu hidup mengikuti irama yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, biasakan membaca dan menulis dalam keseharian Anda.”

Hal ini salah satu yang diulang-ulang tentang pentingnya budaya membaca dan menulis. Tentu saja semakin mengingatkan kepada pembaca agar menjadi pembaca yang baik bila ingin menjadi penulis yang baik.

Tekat kuat yang Omjay miliki sangat terasa di semua tulisannya dan otomatis membuka mata bagi pembaca. Seakan mengatakan, “Omjay saja bisa, Anda juga bisa.”

Coba kita buka halaman 252. Tekat Omjay menjadi blogger untuk menulis dan terus menulis sampai akhir menutup mata. Berbagi dan terus berbagi ke seluruh negeri. Membaca dan terus membaca sebagai makanan penting seorang blogger.

Luasnya pergaulan dan wawasan Omjay terbukti dari sekian tokoh yang sudah Omjay temui dalam menambah keterampilan menulisnya. Demikian juga banyaknya referensinya, bukti bahwa Omjay benar-benar penikmat buku.

Pengulangan materi yang ada dalam buku ini bukanlah kekurangan, justru menunjukkan bukti bahwa Omjay menulis setiap hari, seperti kehendak hati saat itu juga. Dari tabungan tulisannya setiap hari, disulap menjadi buku. Bahkan, ada artikel yang hanya 1,5 halaman (19). Hal itulah yang sangat Omjay ingin sampaikan kepada pembaca. Ajakan untuk menulis setia hari. Namun, alangkah bagusnya bila urutan artikel ibarat alur, seperti yang saya jelaskan di atas bisa disusun lebih rapi.

Akhirnya, pengakuan sepenuhnya dari saya bahwa mustahil pembaca tidak terpengaruh dan termotivasi dari buku ini.

Omjay sudah menulis setiap hari dan sudah membuktikan apa yang terjadi. Giliran kita, yang merasa sebagai guru penulis pemula, kapan membuktikannya?*

Penulis: Sumintarsih (Guru SMP Al Irsyad Purwokerto)

Email: sumintarsihpurwokerto@gmail.com

HP: 085726427549

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari

RESENSI BUKU

Oleh: Isminatun

tik-buku

Judul Buku      : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis             : Wijaya Kusumah, S. Pd., M. Pd.

Editro              : Yuan Acitra, S. E.

Penerbit           : Indeks

Tahun Terbit    : Cetakan Pertama, 2012

Kota Terbit      : Jakarta

Tebal Buku      : 302 halaman + xi

 

RESENSI

Buku berjudul Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi ditulis oleh seorang guru sekaligus blogger yang amat intens menulis.

Buku tersebut terdiri dari tujuh puluh lima subjudul (artikel) yang sangat bermanfaat bagi pembaca, terutama yang ingin belajar menulis. Artikel pertama berjudul Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi, sedangkan artikel terakhir berjudul Berkat Menulis Aku dapat Ipad. Buku tersebut menjelaskan pentingnya menulis setiap hari, bagaimana menyiasati agar dapat menulis setiap hari, baca buku buka dunia, gampangnya menulis, hingga menumbuhkan kreativitas dalam menulis.

Pada buku tersebut diuraikan Tips menulis efektif yang biasa dilakukan sebagai seorang blogger adalah sebagai berikut.

  1. Tuliskan saja apa yang ada di depan mata.
  2. Tentukan tujuan untuk apa Anda menulis.
  3. Siapa yang Anda tuju untuk pembaca tulisan itu?
  4. Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca?
  5. Biarkan jari jemari Anda menari menyelesaikan irama nada dalam otak Anda.
  6. Simpan dulu, jangan langsung di-posting. Berpikirlah sebelum mem-posting.
  7. Buka kembali tulisan Anda, baca kembali perlahan-lahan.
  8. Tambahkan beberapa kata atau kalimat efekif yang membuat pesan Anda sampai.
  9. Simpan kembali, dan jangan dulu di-publish. Cek kembali apakah pesan Anda sudah sampai ke pembaca.
  10. Buka kembali, dan baca dengan hati-hati sekali lagi tulisan Anda, jika sudah yakin, maka klik posting atau publish.

Empat Tips menulis juga diuraikan pada buku tersebut.

  1. Jangan menulis di kala sudah mengantuk.
  2. Banyaklah membaca.
  3. Tuliskan apa yang Anda rasakan saat ini.
  4. Lakukan proses editing, dan tambahkan cantelan beberapa buah teori dari buku bila

tulisan Anda berbau ilmiah.

Kata-kata atau kalimat motivasi akan kita jumpai dalam buku ini. Perjumpaan dengan penulis-penulis hebat juga diuraikan secara lugas dan renyah dalam buku tersebut. Banyak sekali manfaat yang akan Anda dapat jika berkenan membaca buku tersebut dari awal hingga akhir. Penggunaan bahasa yang komunikatif serta enak dibaca menyebabkan merupakan daya tarik tersendiri. Ejaan yang nyaris sempurna dan hampir tak ada kesalahan melengkapi keunggulan buku tersebut. Satu-satunya yang menjadi masukan adalah adanya informasi yang terulang.

 

 

Resensi Buku Omjay

RESENSI BUKU

Oleh : Mahdiah Apandi, S.Pd

 buku-omjay

Judul Buku      : “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi”

Penulis             : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd

Editor              : Yuan Acitra, SE

Penerbit           : P.T Indeks , Jakarta 2012

Tebal buku      : 302 halaman

            Enam jam adalah waktu yang sangat singkat bagi saya untuk membaca buku setebal 302 halaman.  Apalagi membaca buku bukanlah makanan pokok untuk saya jadikan kebutuhan sehari hari. Namun hari ini Allah menunjukkan kemustajabannya. Rasa penasaran saya muncul hanya dengan melihat judul buku ini “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi” apa sih yang terjadi??  buku ini harus saya baca.

Nah..baru beberapa halaman saya baca, ada yang berbeda dari diri saya dan isi buku ini. Saya juga ingin jadikan membaca sebagai wahana perjalanan bekeliling dunia hingga akhir menutup mata

            Om Jay, sapaan hangat seorang writer yang bagi saya dia tidak hanya kocak, tapi the pure motivator seorang motivator murni tanpa rekayasa tidak plagiat. Mungkin  istilah ini tidak tepat atau grammarnya salah, tapi saya tidak peduli. Itulah sepenggal kata yang dapat saya gambarkan hanya dari pengantar penulis buku ini saja.

Seperti kalimat yang berulangkali di tuliskan Om Jay dalam buku luar biasa ini, Lahap membaca

akan membuat anda menjadi gemuk menulis. Itulah bijaknya Om Jay dalam memilih kata kata yang renyah dan kocak, begitu murninya sehingga gestur tubuhnya ikut hadir dalam tulisannya.

Seolah olah tak mengapa Gemuk, gemuk itu hebat seperti Om Jay. namun secara harfiah nya gemuk disini adalah banyak menghasilkan tulisan, karena lahapnya bacaan yang masuk ke otak kita, sehingga otak kita akan penuh dan tak kehabisan ide untuk menulis.

            Tapi….tulisan yang bagaimana yang membuat pembaca ingin terus membaca dan membaca ?. Dalam buku ini juga di jelaskan, tulisan yang membuat pembaca ingin terus membaca adalah tulisan yang renyah, tidak perlu terlalu panjang tetapi dalam maknanya.

Saya juga sangat suka dengan tips tips yang di berikan dalam buku ini, dari mulai tips saat menulis artikel, tips menulis efektif hingga tips memanajemen waktu. Jadi sangat rugi tidak membaca buku yang super ini.

            Bagi anda yang ingin berkomitmen ingin menulis sebelum tidur, jangan paksakan menulis jika anda sudah mengantuk. Ada kalimat yang membuat saya tersenyum senyum sendiri,

“Sampai nanti ya, mata saya ternyata sudah harus menuju dunia mimpi, sudah tak kuat lagi nih!”. “semoga kita dapat bertemu dalam dunia mimpi, dan pesan saya mimpikan saya dalam tidur anda”. Ada ada aja nih kalimat, pikir saya. namun saya menyadari itulah gaya bahasa penulis untuk membuat pembaca tidak jenuh akan bukunya.

            Dalam buku ini juga dikatakan bahwa proses menulis memang tidak sekali jadi, seorang penulis harus memiliki kreatifitas menulis. Dari mana penulis bisa menimbulkan kreatifitas menulis, yakni dengan membaca apa saja yang bisa dijadikan ide, terutama membaca tulisan orang lain, postingan artikel penulis lain karena tidak ada penulis terkenal yang tak gila membaca. Dan seorang penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula.

Selain itu penulis harus paham betul untuk siapa tulisan itu ditujukan, jika tulisan itu ditujukan untuk kaum muda, maka ubah seidikit gaya bahasa anda dengan bahasa gaul anak muda zaman sekarang. Tambahkan gambar (picture) pendukung yg berkaitan dengan tulisan anda Jika itu bisa kita lakukan maka kita berhasil menulis efektif

            Buku ini berisikan motivasi hebat bagi kita yang ingin menulis. tidak ada kata lain selain menulislah setiap hari. Bagi penulis tidak ada waktu khusus atau tempat khusus untuk menulis. Waktunya kapan saja dan dimana saja kita harus luangkan rasa mau dan waktu untuk menulis, kita harus melawan rasa malas, gak pede dengan tulisan kita. Nah…pengalaman Om Jay yang mendunia ini membuat pembaca terhipnotis, hanya dengan cerita pengalamannya saja kita jadi tahu bahwa melawan rasa malas adalah dengan hadirnya feeling. Sehingga saat suasana malas pun dapat dijadikan sebuah tulisan. OK gak tuh …

            Banyak sekali referensi buku yang dibaca oleh Om Jay untuk menguatkan goresan penanya. Salah satu referensi dari Prof.Dr.H.Imam Suprayogo yang sangat menarik yaitu

Inilah bukti bahwa Om Jay adalah penulis yang baik karena beliau adalah pembaca yang baik pula. Membaca referensi orang lain menambah wawasan berfikir bagi seorang penulis.

Pada halaman 129 ada kalimat yang mengatakan membaca adalah makananku dan menulis adalah minumanku. karena membaca dan menulis adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Ternyata dengan setiap hari menulis itulah yang membuat Om Jay produktif dalam menulis, banyak karya yang sudah dihasilkan dari torehan pena ajaibnya, banyak penghargaan dan materi yang diterimanya karena menulis, baginya menulis adalah bagian dari hidupnya.

Penulis juga tidak lupa mengingatkan agar kita tidak gaptek di zaman now, seorang penulis harus punya Blog pribadi, sehingga tulisan kita dapat dibaca orang banyak dan harus bernilai manfaat, memiliki nilai nilai yang baik dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Media digital adalah wadah untuk meluapkan ide, pikiran secara luas, oleh karena itu jangan sampai kita ketinggalan dengan kecanggihan teknolgi.

Banyak sekali manfaat dengan membaca buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi” akan kita buktikan apa yang akan terjadi.

Meresensi buku ini menjadi tantangan bagi saya sebagai pembaca dan penulis pemula.

 Tahukah anda ? …dari keseluruhan isi buku ini, saya sangat terenyuh saat mata saya berada di halaman 73 kalimat pertama. Disana penulis menuliskan kalimat do’a bagi para pembaca, LUAR BIASA!!.

Siapa yang tidak makin semangat membaca saat pembaca di do’akan oleh penulis akan kebahagiaannya untuk hari ini dan esok.

Kalimat itu seperti mantra bagi pembaca, sehingga senyum pun terus mengalir saat membaca buku ini. Bukan itu saja, setelah membaca buku ini saya jadi membuka hati untuk suka membaca, berkeliling dunia dengan membaca dan menulis.

            Saya yakin sekali, resensi ini tidak dapat mewakili pembaca atas rasa penasaran untuk  membaca buku ini. Banyak sekali yang mungkin belum saya ungkapan, karena membaca secara keseluruhan lebih terasa mak nyuss dari pada hanya sepenggal.

            Akhirnya saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Om Jay yang telah melahirkan buku dahsyat ini ke dunia pembaca dan penulis. Mudah mudahan niat amal jariah Om Jay menjadi bekal di akhirat. Dan mohon maaf saya atas ketidak sempurnaan resensi yang saya buat.

Terima Kasih.

  • SELAMAT MENULIS –

Resensi Buku Blogger Ternama

TUGAS KE 4

RESENSI BLOGGER TERNAMA

OLEH AMALIAH,S.S.

JUDUL BUKU      : ”BLOGGER TERNAMA” (Jadilah Blogger Terkenal di Era Digital dengan Keterampilan Menulis)

PENULIS               : WIJAYA KUSUMAH, M.Pd

TAHUN TERBIT  : 2017

 

Sepintas melihat cover dari buku Blogger Ternama karya Om Wijaya Kusumah, M.Pd alias Om Jay ini, langsung terpikat hati saya.  Ini buku yang sangat langka. ‘Ternak’ blog sudah saya lakukan, namun belum saja ternama  hingga sekarang.

Kata ‘ternak’ ini menjadi naik daun saat kami ikut dalam grup whattsap Seamolec pada pelatihan daring “Blog Sebagai Media Pembelajaran”.  Mengapa disebut ternak? Sebab beberapa peserta memiliki berbagai macam blog gratisan untuk berbagai kebutuhan.  Bila tidak menarik, maka kami membuat baru lagi.  Bila dirasa salah rancang, maka kami membuat baru lagi, hingga banyak blog yang dimiliki namun sedikit pengunjung, kecuali hanya murid-murid yang berjumlah beberapa ratus yang diminta membaca materi, melihat video pembelajaran serta mengerjakan latihan dengan proprofs.com.  Selain murid, hanya satu dua pengunjung luar.

Kembali pada buku Om Jay, saya lanjut baca daftar isi buku “Blogger Ternama”, wah luar biasa isinya, semuanya pasti bermanfaat ini, pikirku. Tapi yang paling lucu yang saya ingat, yaitu King Kong pada bab terakhir.  Walau penasaran, saya membaca urut dari bab awal hingga akhir. Nampak luas pengetahuan penulis yang telah malang melintang di dunia persilatan blog.  Yang paling mudah ditangkap adalah pentingnya ‘update’ dan ‘upgrade’ ilmu yang telah dilakukan penulis secara kontinyu, tidak sombong walau telah terkenal, ternama, selalu memperluas persaudaraan dan pertemanan sehingga dapat saling sharing berbagi dengan sesama blogger kondang.  Ini yang harus kita tiru, entah bagaimana caranya, karena saya merasa tidak punya kenalan blogger terkenal kecuali Om Jay.

Pelajaran kedua, makanan penting blogger adalah membaca, agar luas pengetahuan dan dapat menulis tanpa henti.  Kembali saya berdecak kagum, sebab banyak buku yang saya abaca, namun belum bisa kontinyu menuliskan pemikiran-pemikiran  yang timbul dari membaca tersebut.  Baik, kesimpulan pribadi, ‘disiplin’ karakter seorang blogger ternama.

Pelajaran ketiga, blogger dapat menghasilkan banyak, dengan macam-macam cara pula.  Salah satunya buka toko online di blog kita.  Ini pendidikan kewirausahaan yang dapat ditularkan pada anak didik kita.  Cara lain, buat buku dari tulisan kompilasi di blog, ini sungguh menginspirasi, sebab penulis benar-benar membuktikannya, penghasilan menulis buku, royalty, penghargaan atas buku yang menginspirasi sudah diraih semua.

Pelajaran keempat, blogger harus orisinil idenya.  Jangan jadi plagiat, sebab tidak akan laku tulisan yang sama di internet.  Selama ini kita mudah menemukan tulisan yang itu-itu saja dengan kalimat yang sama persis di internet. Namun yang berbeda itulah yang ternyata banyakk dikunjungi.

Pelajaran terakhir yaitu King Kong, ini ternyata sama dengan ilmu Seamolec, namun belum saja lihai saya kuasai, menjadi King raja dengan Kong, cara memprogram agar blog kita muncul di urutan atas saat seseorang menulis kata kunci di mesin pencari. Tetapi, membaca buku ini memberi kami pengalaman dan wawasan yang luar biasa, sanggup menginspirasi pembacanya, sebab yang dituliskan di dalam buku ini sangat realistik bukan teori semata.  Penulis membuktikan blogger adalah pekerjaan yang sangat menghasilkan dan mampu memberi manfaat bagi sesama.

buku-omjay-blogger-ternama

 

Resensi Buku Blogger Ternama

Resensi Buku

buku-omjay-blogger-ternama 

Tugas 4

Judul buku      :  Blogger Ternama “Hati Senjata Seorang Blogger”

Penulis             :  Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd

Penerbit           :  Campus Taka

Tahun Terbit    :  2017

Tebal               :  104 Halaman

Kategori          :  Sosial

 

  Baca lebih lanjut

Resensi Buku Blogger Ternama

buku-omjay-blogger-ternama

Judul buku : Menjadi Blogger Ternama
Penulis : Wijaya Kusumah.,M.Pd
Penerbit : Campustaka
Cetakan : I, 2017
Tebal. : 104 halaman
Katagori : Sosial

Keinginan yang kuat jika ingin menjadi Blogger modalnya tidak harus berpendidikan tinggi. Keinginan diiringi dengan ketekunan dan semangat menulis, kita akan pasti bisa menjadi seperti penulis.

Penulis mengawali dengan menulis di blog pribadinya dengan pengalaman pribadinya. Penulis dengan kegigihan menulis setiap saat di blognya mempunyai komitmen tidak akan pernah berhenti untuk menulis setiap harinya.

Bagi Pemula yang ingin menjadi Blogger Ternama, buku ini sangat tepat sekali untuk dibaca, Penggunaan bahasa dengan pilihan kata dan tingkat tutur yang tepat.

Penulis berpesan bagi pemula teruslah semangat menulis jangan pernah berhenti, yang dirasakan, dilihat, dialami, dirasakan agar menjadi motivasi diri untuk berkarya.

Buku karangan Om Jay mengajarkan dari level terendah ke level tinggi minat menulisnya. Dan penulis berpesan jangan  khawatir jika blog pribadi anda belum banyak dibaca orang, tetaplah menulis dan berkarya sampai kapanpun.

Buku ini terdiri dari 16 Bab yang saling terkait. Sangat cocok sekali bagi semua kalangan untuk belajar menulis menjadi blogger.

Keseriusan dan komitmen menjadi dasar untuk menggeluti blogger. Penulis mengajarkan dengan kesungguhan bagi semua pembaca yang ingin menjadi blogger.

Dengan membaca buku ini, kita akan mendapatkan Pelajaran yang istimewa. Untuk menjadi Blogger Ternama harus melewati tahap demi tahap untuk meraih kesuksesan tersebut, di buku ini Penulis sudah menuliskan secara detail dan rinci langkah langkahnya.

Disajikan dengan bahasa yang sederhana dan praktis, sehingga buku ini cocok dibaca semua kalangan yang berminat untuk menjadi blogger ternama. Jadi, tidak ada lagi malas menulis setelah membaca buku ini.

Semoga terus menginspirasi dan bersinergi bersama Om Jay
Vitti Medona S.Pd.I
SMP Muhammadiyah 1 Jakarta

Resensi Buku Blogger Ternama

Judul buku      : BLOGGER TERNAMA

                          Jadilah blogger terkenal di era digital dengan kemampuan menulis

Penulis             : Wijaya Kusumah, M.Pd

Penerbit           : Campustaka

Cetakan           : I

Tahun terbit    : 2017

Jumlah halaman: 104 halaman

 buku-omjay-blogger-ternama

Diary online yang kita kenal sekarang ini bernama Blog, singkatan dari web log. Orang yang menggunakannya disebut Blogger dan belakangan ini penulis blog dinamakan narablog.

Blog merupakan perpaduan semacam e-mail, situs pribadi, catatan harian (diary), dan message board. Tapi dari segi metode, blogging lebih merujuk kepada tools atau cara alternatif memperbarui data di Web. Artinya, dari sisi teknologi, tak ada yang baru dari fenomena blog, kecuali sekedar metode yang praktis meng-upload data ke Web yang semakin mudah tanpa harus berpusing ria dengan bahasa HTML (Hypertext Markup Language).

Buku karangan bapak Wijaya Kusumah atau omjay tentang menjadi blogger ternama ini sangat membantu saya dalam memahami apakah blog itu, terutama bagi saya yang belum memilki blog pribadi di internet.

Setelah saya membacanya maka saya mendapatkan ilmu tentang blog dan membuat saya berkeinginan untuk membuat blog. Karena selama ini saya selalu ingin menuangkan ide-ide ataupun perasaan saya yang muncul setiap hari dengan hal yang berbeda-beda, sementara saya harus menuliskan dimana saya masih bingung.

Tetapi menurut saya dari hasil membaca buku tersebut kalimat-kalimat yang omjay paparkan cenderung pada kalimat-kalimat yang “gaul” atau kurang baku, seperti terdapat pada judul-judulnya tiap bab, ataukah memang dibuat seperti itu supaya pembaca tidak jenuh.

Begitu juga keruntutan kalimat tiap paragraph masih kurang rinci atau terlalu singkat bagi seorang pemula yang ingin mendapatkan informasi detail mengenai blog. Tetapi pada urutan-urutan tiap babnya sudah sangat membantu, yaitu tentang apa saja yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang blogger ternama.

Buku ini sangat layak untuk dibaca oleh masyarakat dari kalangan manapun yang ingin mempelajari tentang blog. Kuncinya jika ingin menjadi seorang blogger ternama adalah dengan rajin menulis setiap hari dan mengelolah blognya dengan baik.

Dari hasil membaca buku tersebut maka saya memahami tentang blog dan akan bertekad ingin membuat blog pribadi berdasarkan saran-saran yang ada di buku tersebut.

Selamat membaca dan selamat mencoba bagi pemula seperti saya.

Riza Fitriyah, SMP Sunan Giri Menganti Gresik.