Tag Archives: desa taraju

Desa Taraju Tasikmalaya yang Indah

Selama 2 hari ini, saya bersama keluarga berlebaran ke Taraju Tasikmalaya. Sebuah desa dan kecamatan yang sungguh mempesona hati. Udaranya yang sejuk karena alam pegunungan, dan juga dikelilingi perkebunan teh yang luas membuat desa ini terkenal ke seantero negeri. Hasil pertanian seperti Cabai, sangat terkenal kualitasnya. Cabai Taraju banyak diminati pasar dan selalu masuk pasar induk Caringin dan lainnya.

 

1376222069202500444
Indahnya desa Taraju di Tasikmalaya Jawa Barat (Dokumentasi Pribadi)

 

Ketika kami datang, ada orang India yang datang ke rumah Mang Mamad (tempat saudara dari istri) untuk silahturahmi. Saya pun bertanya kepadanya tentang kunjunganya ke desa Taraju. Katanya, desa taraju itu indah dan membuatnya betah berlama-lama di daerah ini. Kebetulan beliau sedang berdakwah dan melakukan studi banding di desa ini. Beliau juga bercerita tentang keunikan desa ini. Misalnya, pasar taraju yang hanya buka hari Rabu dan Sabtu.

 

 

1376222588781357694
Pasar Domba dan Kambing yang ada hanya di hari Rabu dan Sabtu (Dokumentasi Pribadi)

 

Ketika waktu sholat subuh tiba, kami bertemu kembali di mushollah dekat rumah, dan ternyata ada beberapa temannya yang ikut juga ke desa ini. Saya benar-benar menikmati suasana subuh di desa taraju tasikmalaya yang dingin. Rasa dinginnya terasa sampai tulang sumsun, Untunglah saya memakai jaket sehingga rasa dingin ini agak berkurang. Usai sholat subuh, saya langsung pergi ke kantor kelurahan dan di depannya ada tukang bubur dan gorengan. Saya menijkmati sarapan bubur di desa taraju yang dingin.

 

 

13762225001213873304
Menikmati Sarapan Bubur di Desa Taraju Tasikmalaya (Dokumentasi Pribadi)

 

Ujian terberat di tempat dingin seperti taraju adalah bangun pagi di saat subuh. Panggilan suara adzan di masjid bisa tak terdengar ketika rasa kantuk menguasai diri. Kita pun akan terus tertidur hingga mentari pagi menyinari dunia. Untunglah saya manfaatkan pagi dengan berjalan-jalan kaki melihat indahnya desa. Saya sempat mampir ke polsek Taraju yang kebetulan dekat dengan rumah saudara saya di taraju.

 

13762230651395193387
Kantor Polsek Taraju (Dokumentasi Pribadi)

 

Tak terasa, selama dua hari ini saya berada di desa taraju tasikmalaya untuk berlebaran bersama keluarga. Indahnya desa taraju membuat kami sekeluarga betah berlama-lama di tempat ini. Selain hawanya sejuk dan dingin, desa penghasil cabe merah kualitas eksport ini juga memiliki keunikannya tersendiri. Penduduknya sangat ramah dan memegang teguh adat sopan santun yang sudah dicontohkan oleh para leluhur. Anda akan disapa dengan penuh kekeluargaan dan keramah tamahan, meskipun mereka belum mengenal anda dengan baik. Tak heran bila Traju terkenal aman, dan hampir tak ditemui tindakan kriminal di desa ini. Polsek taraju akan siap membantu anda bila ada gangguan keamanan di desa ini.

 

 

13762231982016638664
Kantor Polsek Taraju (Dokumentasi Pribadi)

 

Secara kebetulan juga di desa taraju sedang ada tamu dari negara india. Para tamu itu menginap di mushollah dekat rumah. Mereka juga berbagi ilmu tentang dakwah islamiyah. Saya menyebutnya jamaah tabligh. Sebab mereka menyampaikan dakwahnya lewat ceramah. Mereka saling bergantian memberikan kultum sehabis sholat fardhu dan didampingi seorang penterjemah. Bagus-bagus isi ceramahnya dan membuat iman ini kembali bertambah kepadaNya. Sayang saya tak sempat mengambil gambar mereka.

 

 

13762233611476720739
Kantor Kramil Taraju (Dokumentasi Pribadi)

 

Terkadang saya menjadi suka tersenyum-senyum sendiri. Saya tersenyum melihat para tamu dari india itu berbicara. Seperti menonton film india saja rasanya. Jadi ingat film kuchu kuchu hutahe atau film 3 idiot yang terkenal itu, hehehe. Kalau ada sharukh khan pasti rame ke desa itu, hahaha.

 

 

13762236681161662032
Jalan Mulus dan Bagus Menuju Desa Taraju

 

Saya terus berjalan pagi sambil berolahraga menikmati udara dingin di desa taraju ini. Mulailah saya bermain ke kantor kecamatan taraju, dan tempat-tempat lainnya. Inilah hasil jepretannya!

 

 

1376223744879825099
Desa Taraju Memang Top(Dokumentasi Omjay)

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 

 

 

Mudik Asyik dan Unik di Desa Taraju (Kisah Perjalanan Mudik Omjay)

Selama saya mudik di Bandung, pekerjaan saya hanya hardolin (dahar, modol, ulin). Oleh karena itu, kakak ipar mengajak saya untuk mudik lebaran juga ke Garut dan Tasikmalaya.  Tempat asli kakak ipar saya. Perjalanan dari Bandung menuju Tasikmalaya cukup jauh juga. Apalagi tempat yang kami kunjungi lebih dulu adalah desa taraju tasikmalaya yang berada di atas gunung. Di kawasan kebun teh yang luas dan dingin. Suasana perjalanannya mirip seperti kita berkunjung ke bukittinggi, padang dan melewati kelok 44 yang terkenal itu. Naik, turun lalu belok lagi, lalu naik lagi begitu seterusnya. Bila anda yang tak terbiasa mengendarai mobil di daerah seperti ini, sebaiknya berikan kepada yang lain saja, karena resikonya cukup tinggi. Bisa-bisa anda mendapatkan kecelakaan pada saat mudik.

Perjalanan dari Bandung ke taraju yang hari biasa bisa ditempuh dalam waktu 3 jam, kini berubah menjadi 6 jam karena macetnya jalan selama mudik lebaran. Kami mengalami macet total mulai dari nagrek sampai Limbangan. Cukup lelah dan letih juga ketika sampai di taraju. Kami sampai pada saat adzan magrib.  Cukup letih juga Euy!. Namun, karena pemandangannya yang sangat indah dan udara dingin yang terasa di kulit membuat kami justru tak mengalami keletihan. Kami justru sangat senang berada di desa ini. Desa Taraju yang berada di kawasan kebun teh milik teh botol sosro di daerah tasikmalaya. Anda akan terpesona melihat daerahnya dan membuat anda pasti akan betah berada di desa ini. Melakukan refreshing sejenak dari kepenatan kerja di ibu kota Jakarta. Apalagi bila anda pergi rekreasi ke ACD. Ehhmmm! Mantap!.

Mang Mamad dan Bi Entin menyambut kedatangan kami dengan gembira. Mereka telah siap menyambut kami dengan telah tersedianya hidangan yang sudah siap di atas meja. Kami dipersilahkan untuk langsung makan, dan rasanya kami benar-benar berada di surga. Menikmati makanan yang enak banget dengan sambel cibiuk dari garut yang terkenal itu. Belum lagi, teh hangat yang asli taraju, serasa minum teh botol sosro, hehehe. Makanya saya sangat setuju dengan iklan teh botol sosro. “Apapun makanannya, minumnya teh botol sosro”. Hehehehe, maaf ya jadi iklan nih. Mohon maaf admin kompasiana jangan bertengkar ya???. Sudah baca tulisan mas dwiki?.

Karena lapar, kami tak lihat lagi suasana rumah. kami baru engeh justru setelah makan kami selesai dan mengobrol dengan tuan rumah. Ternyata desa Taraju juga terkena musibah gempa bumi yang baru lalu. Rumah mang mamad dan bi entin terlihat sekali baru diperbaiki di sana-sini. banyak retakan akibat gempa yang menyebabkan tembok rumah itu retak dan harus ditambal. Hampir semua ujung rumah mengalami keretakan. Televisipun rusak karena jatuh dari meja. Rupanya, gempa bumi di daerah ini cukup dahsyat juga dan terjadi dua kali sampai-sampai banyak rumah yang roboh akibat gempa itu Dari informasi mang mamad, dan saya lihat perinciannya secara tertulis dari kepala desa, ternyata kerugian yang ditanggung oleh desa ini sekitar 2 milyar lebih. Cukup banyak Euy!. Apalagi banyak sekolah yang atapnya roboh akibat gempa. Hal ini saya ketahui lebih jelas setelah esok harinya saya berkeliling di sekitar daerah ini. Bahkan ada rumah yang baru tiga hari ditempati sudah langsung roboh oleh gempa. Untunglah tak ada korban jiwa di sini, karena semua sudah dalam keadaan siap sedia dan langsung keluar ketika terjadi gempa.

Saya sungguh tak menyangka daerah gunung juga bernasib sama dengan daerah yang dekat laut. Namun kerusakan daerah ini tak begitu besar seperti daerah yang ada di dekat laut dimana terjadinya pusat gempa. Ternyata benar dalam pelajaran geografi dulu, kalau laut dan gunung memiliki keterkaitan. Makanya jangan heran bila ada pepatah yang mengatakan, asam di gunung, garam di laut. bertemu dalam satu belanga. (Hehehe nggak nyambung bok!) Ternyata bumi ini memang bulat. Antara satu daerah dengan lainnya saling ada keterikatan. Apa yang diikat ya?, coba tanyakan sama mbak Mariska Lubis, hehehehe.

Kembali kepada desa Taraju yang indah, tempat saya mudik bersama kakak ipar dan keluarga. Desa ini sangat unik. kenapa saya katakan unik?. Sebab, setelah saya berkeliling di pagi hari, pasar pagi hanya buka hari selasa dan sabtu. Angkutan umum sangat jarang sekali, dan ojek selalu ada 24 jam. Jadi kalau kita mau naik angkok, harus sabar menunggunya karena jumlahnya yang terbatas. keunikan lainnya dari desa ini adalah hawanya yang sangat dingin. Jangan coba-coba anda langsung mandi  di pagi hari bila tak terbiasa. anda bisa menggigil kedinginan seperti Omjay yang berasa banget sampai ke tulang sumsum dinginnya. Padahal Omjay sdh cukup gemuk Loh! tapi masih juga kedinginan. Makanya wajar aja kalau orang gunung rata-rata memiliki anak lebih dari dua orang. Karena perlu saling menyelimuti, hehehehehe. (Huuuss jangan ngomongin soal sex di kompasiana, nanti tulisan anda masuk jadi tulisan populer loh!).

Sebenarnya banyak keunikan lain yang saya temukan, seperti banyak bunga atau tanaman hias yang tumbuh subur di daerah ini, tetapi akan mati bila di bawa ke tempat lain. Tumbuhan itu perlu suhu khusus untuk bisa tumbuh, dan di desa taraju inilah saya melihat keindahan tanaman hias dan indahnya bunga beraneka warna. Seperti lagu lihat kebunku penuh dengan bunga yang suka dinyanyikan oleh ibu kasur waktu saya TK dulu. Memandangi tanaman di sini membuat saya merasakan kebesaran Allah. Allahu Akbar. Allah Maha Besar. Apalagi sambil mendengarkan lagu-lagu ST12. Saya serasa berada di surga. Tempat berkumpulnya orang-orang baik dan selalu menebarkan kebaikan kepada sesama. Hanya memberi tak harap kembali.

Sebenarnya banyak sekali yang ingin Omjay ceritakan tentang perjalanan mudik omjay dalam blog kompasiana ini, namun karena kompasiana adalah blog keroyokan, omjay akan menuliskannya lebih komplit di blog pribadi Omjay supaya tidak kelihatan terlalu terlihat narsis, hehehehe. (Emang blogger itu terkenal narsis kok!). Mohon maaf kalau ada yang tersinggung yah!. Mumpung masih suasana lebaran, euy!

omjay-sedang-santai-di-taraju
omjay-sedang-santai-di-taraju

Setelah membaca tulisan Mas Budiman hakim, akan banyak plesetan yang akan omjay tuliskan. Masih ada tulisan lainnya, “Mudik unik di kampung Naga”. Mohon bersabar ya, omjay masih harus juga baca tulisan orang lain. sebab penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula. seperti pak pray dan pak CH yang selalu menjawab setiap komentar satu persatu dari postingannya. Sayang, Omjay belum masuk usia pensiun. jadi mohon maaf kalau komentarnya agak lambat di respon atau malah tak ditanggapi sama sekali. Cuma ada artikel menarik nih, ternyata kelamaan di internet bisa bikin kegemukan loh. Bacalah!.

Bersambung