Tag Archives: fathonah

Implementasi Gerakan Literasi di Sekolah Dasar

Implementasi Gerakan Literasi di Sekolah Dasar

 fathonah-artikel feature

Oleh Fathonah, S.Pd, M.Pd.

Guru SMPN 1 Peudawa

Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatnya di bangku sekolah. Literasi juga terkait dengan kehidupan siswa, baik dirumah maupun di lingkungan sekitarnya untuk menumbuhkan budi pekerti mulia. Bahkan perintah pertama yang turun dalam Al- Quran adalah perintah membaca “Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan” (Q.S. Al – Alaq).

Baca lebih lanjut

Iklan

Meminimalisir Sikap Minder Siswa

Meminimalisir Sikap Minder Siswa

Korban Bully Karena “Tupus”

 

Oleh Fathonah, S.Pd, M.Pd

Sekolah merupakan sebuah institusi yang amat penting dalam  negara, disinilah generasi-generasi cendikia terbentuk untuk menjadi pemimpin dan penerus bangsa dimasa yang akan datang. Institusi sekolah juga merupakan tempat pembentukan jati diri yang berjiwa patriotisme selain berfungsi sebagai tempat pendidikan akademik. Masalah bully yang dilakukan para siswa adalah masalah yang sangat besar dan harus dicari solusinya, masalah ini bukan hanya berdampak pada siswa korban bully, tetapi juga pada guru, kepala sekolah dan orang tua. Dewasa ini bully sangat marak dilakukan kalangan pelajar, hal ini didasari oleh sikap ego siswa yang ingin dipuji oleh teman sebayanya, sehingga ia membully seseorang dengan cara mengejek, memaki, megancam, mengintimidasi sampai dengan kearah kekerasan fisik, seperti; memukul, menendang, dan sebagainya yang dilakukan berulang kali. Seringnya siswa di ejek oleh teman sebayanya sehingga menimbulkan minder dan tidak percaya diri. Inilah perilaku yang kurang etis  dilakukan oleh para  pelajar, karena perilaku seperti ini akan memunculkan sikap meremehkan atau kurangnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau sebayanya. Disinilah diperlukan peran guru untuk membimbing dan mengarahkan muridnya untuk menuju kearah yang lebih baik.

Siswa bernama Rahimah kelas IX.2 SMP Negeri 1 Peudawa Kabupaten Aceh Timur adalah salah satu korban bully di sekolah. Ia adalah anak yang mengalami cacat fisik akibat penyakit “tupus” yang di deritanya. Rasa minder dan tidak percaya diri adalah teman hidupnya sehari-hari, ia tidak mau mengakses pergaulannya bersama teman-teman sebayanya, ia hanya menyendiri dan berusaha menyibukkan diri dengan aktivitasnya. Ketika jam istirahat, ia tidak mau jajan ke kantin, terkadang hanya menitip jajanan kepada temannya.

Rahimah berusia 14 tahun, dibesarkan dari keluarga yang religi. Ayahnya bernama Tengku Muhammad Zubir seorang pimpinan dayah (pesantren) di kecamatan Peudawa Kabupaten Aceh Timur, dan ibunya bernama Sakdah seorang ibu rumah tangga, ia anak ke enam dari enam bersaudara. Ayah dan ibunya sangat menyayanginya, orang tuanya amat sangat berharap jika penyakit anaknya ditemukan obat atau solusi untuk mengatasinya, namun setelah beberapa kali dibawa berobat, tupus itu tetap tak kunjung membaik, bahkan kini menjalar kewajah dan tangannya, dan menutupi sebagian besar wajahnya hingga 70%.  Karena tupusnya inilah Rahimah menjadi minder dan tidak percaya diri akibat sering diolok-olok oleh teman di sekolahnya. Minder adalah salah satu akibat dari pembulian, minder dapat diartikan sebagai rendah diri. Kecenderungan utama orang minder ada 4, yaitu; 1) mengasingkan diri, 2) membenci diri, 3) membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan 4) iri pada orang lain.

Upaya Pencegahan Bully di Sekolah

  • Menciptakan budaya sekolah yang beratmosfer belajar yang baik tanpa rasa takut, melalui pendidikan karakter, menciptakan kebijakan pencegahan bully di sekolah dengan melibatkan siswa, serta membangun kesadaran tentang bully dan pencegahannya kepada stakeholders sampai ketingkat rumah tangga dan tempat tinggal.
  • Menata lingkungan sekolah dengan baik, asri, dan hijau sehingga anak didik merasa nyaman.
  • Dukungan sekolah terhadap kegiatan positif siswa. Sekolah mendukung kelompok-kelompok kegiatan agar diikuti oleh seluruh siswa, selanjutnya sekolah menyediakan akses pengaduan atau forum dialog antara siswa dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, dan membangun aturan sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bully melalui guru bimbingan dan konseling.

Upaya yang Dilakukan Guru/Penulis untuk Mengatasi Rasa Minder Siswa

  1. Mencari tahu penyebab rasa minder siswa tersebut. Karena merasa banyak kekurangan maka munculkan kelebihan yang dimiliki dengan munculkan potensi diri dan kembangkan bakat tersebut, tidak harus selalu memandang ke atas juga tidak perlu menjadi orang lain, jadilah diri sendiri.
  2. Siapa saja orang yang membuatnya minder, Guru memberikan sugesti ke siswa dengan cara mengubah cara berpikir, setiap manusia adalah sama, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing bahkan untuk orang-orang yang dianggap sempurna, mereka sama seperti kamu.
  3. Berhentilah memikirkan kekurangan kamu, terimalah diri kamu apa adanya. Jadikan kekurangan kamu sebagai kelebihan. Selalu menutupi kekurangan hanya akan membuat kamu semakin terpuruk dalam sikap minder dan rendah diri.
  4. Mulailah belajar bertanya kepada orang baru, biasakan bertanya kepada orang lain, seperti guru, teman sekolah, atau teman sebaya agar lebih akrab.
  5. Mulailah memperhatikan penampilan kamu baik di sekolah atau saat keluar dari rumah. Penampilan yang baik dan maksimal dapat membantu kamu meningkatkan rasa percaya diri. Kamu tidak akan merasa minder dan malu saat bertemu dengan orang lain karena kamu sudah tampil All Out (maksimal) menampilkan yang terbaik.
  6. Selalu bersikap tenang, mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan akan membuat kamu merasa sedikit lebih rileks dan tenang jika kamu berada dalam situasi yang tertekan. Singkirkan imajinasi negatif kamu mengenai apa yang sedang kamu hadapi. Hilangkan pemikiran bahwa orang-orang sedang memperhatikan kamu dan berpikir negatif tentang kamu.
  7. Coba sesuatu yang baru. Sering mencoba hal-hal baru akan lebih membuka wawasan serta pandangan kamu tentang hidup dan kehidupan yang pada akhirnya akan memberi kita sebuah pemahaman bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Semua manusia adalah sama, kita punya kekurangan seperti mereka juga, mereka punya kelebihan kitapun memilikinya, mereka bisa, maka kita juga bisa ….!!!.

 

Revisi Tulisanku Karena Aku Tidak Bisa Menulis

Revisi Tulisan Ku Karena Aku Tidak Bisa Menulis

Oleh Fathonah

Tugas 1 menulis artekel materi pertama

 

            Berbekal dari tugas teman-teman di grup belajar menulis gelombang 5 yang sudah saya baca, saya berpikir bahwa ternyata tulisan saya jauh dari tema, sehingga saya berusaha merevisi tulisan saya, bak kata pepatah jauh api dari panggang. Saya baca kembali tulisan yang sudah saya kirim ke email om jay dan akhirnya saya tersenyum sambil tertegun di dalam hati bahwa ternyata saya sangat tidak ingin direpotkan dengan membuat tulisan baru, sehingga saya memutuskan mengirim hasil tulisan saya sebelumnya. Saya malu sekaligus meringis sewaktu saya membaca tulisan saya, betapa saya merasa sangat ceroboh dan malas, akhirnya saya memutuskan untuk merevisi kembali tulisan saya dan mengirimnya ke om Jay.

           Baca lebih lanjut