Tag Archives: guru menulis

Bagaimanakah Cara Menerbitkan Buku Tanpa Keluar Uang Sendiri?

Seorang kawan bertanya kepada omjay. Bagaimana cara menerbitkan buku tanpa keluar uang sama sekali? Terus terang ini pertanyaan bagus sekali. Sebab selama ini, omjay menerbitkan buku tanpa keluar uang sama sekali. Bahkan sekarang ini omjay akan menerbitkan buku kesebelas yang akan diterbitkan oleh penerbit mayor.
 
Ketika naskah buku kita siap diterbitkan, maka penulis harus mampu meyakinkan penerbit. Kalau penerbit sudah yakin, maka bisa dipastikan buku anda akan segera diterbitkan. Sebagai seorang penulis, anda harus mampu meyakinkan penerbit. Sebab penerbit tidak ingin investasinya merugi. Jadi pastikan kepada penerbit bahwa buku anda layak jual sehingga penerbit sangat yakin kalau buku yang anda buat laku di pasaran. Oleh karena itu, biodata anda atau curiculum vitea anda sangat penting dikirimkan ke penerbit supaya penerbit lebih mengenal anda.
 
Buku anda akan segera diterbitkan oleh penerbit mayor bila hasil seleksi dari penerbit lolos. Anda akan dihubungi oleh penerbit. Jika itu terjadi, maka anda tidak perlu keluar uang sama sekali. Bahkan anda bisa mendapatkan uang dari hasil royalti buku anda dan dari hasil penjualan langsung. Usahakan anda ikut juga memasarkan bukunya, sehingga penerbit dan penulis saling bekerja sama. Inilah yang disebut kolaborasi.
 
Itulah cara saya membuat dan menerbitkan buku tanpa keluar uang sama sekali. Bila anda gagal dalam menerbitkan buku sendiri, itu artinya anda diberi kesempatan untuk merevisi naskah buku anda. Segera revisi dan kemudian kirimkan kembali ke penerbit. Insya Allah buku anda akan segera terbit tanpa biaya sendiri. Kalau anda punya modal, sebaiknya anda terbitkan sendiri buku anda, dan rasakan keuntungannya bila anda pandai berbisnis. Selamat mencoba!
 
Bagaimana menerbitkan buku tanpa keluar uang sendiri?
buku-omjay-blogger
Iklan

Menulislah, dan Teruslah Menulis

Menulislah dan Teruslah Menulis
By: Vitti Medona Naris Tanjung
==========================

Beberapa minggu terakhir saya bergabung dalam Komunitas Menulis Buku dipimpin langsung oleh Sang Blogger Indonesia Bapak Wijaya Kusumah bersama teman teman yang berasal dari beberapa Provinsi di Indonesia. Banyak hal yang sudah saya dapatkan bahkan setiap hari kami semua peserta bisa berinteraksi. Kok bisa? Mungkin pertanyaan itu yang terbesit. Dan jawabannya sederhana, karena komunitas kami adalah Komunitas Pekerja yang ingin menjadikan menulis sebagai Tugas dan Kebutuhan. Kami cuma butuh Aplikasi WhatsApp, kemudian daftar. Dan kamipun mengikuti 8 kali sesi kuliah Online,  dan diberi Tugas disetiap sesinya.

Dikomunitas ini kami semua belajar menjadi Penulis yang hebat. Menulis dari hal yang sangat sederhana, hal terdekat dan sebisa mungkin menulis disetiap waktu. Luar biasa bukan?

Saya adalah salah satu peserta dari Belajar Menulis Buku Gelombang ke 5. Dan saya berharap bisa menjadi salah satu orang sukses karena bisa menulis.

Menulis adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, menulis adalah proses dari sebuah pengalaman, karena menulislah  banyak orang ingin mengetahui banyak hal tentang sesuatu. Dan pastinya menulis dapat terlaksana dengan banyak membaca. Membaca tidak harus menbaca yang tersurat, membaca hal yang tersiratpun akan menghasilkan karya hebat yang luar biasa dan menyentuh bagi yang membacanya.

Menurut Bapak Wijaya Kusuma yang akrab dipanggil  dengan OM JAY:”
Banyak orang belum menulis dengan hatinya. Wajar saja kalau belum menyentuh hati pembacanya. Tulisannya hanya dilewati pembaca.
Kita menulis untuk dibaca oleh orang lain. Kita menulis agar pesan penulis sampai ke lubuk hati pembaca yang terdalam. Menulis dengan hati adalah salah satu rahasia kesuksesan menulis. Sayangnya, belum semua dari kita menulis dari hatinya. Sehingga belum berhasil mempertemukan hati penulis dan pembaca. Oleh karena itu, menulislah dari hatimu. Tak lama kemudian akan kau dapatkan pembaca setia tulisanmu.

Itulah sekelumit cerita tentang saya hari ini. Tulisan ini terangkai bebas karena itulah yang terpikir. Yang artinya memikirkan sesuatupun bisa jadi tulisan.

Marilah kita biasakan menulis. Jika tidak suka membaca banyak buku sebagai modal utama menulis. Maka syukuri setiap perjalana hidup kemudian tulislah dalam pikiranmu dan rangkaialh dia dalam bahasa indahmu lewat alunan tulisan dan ketikan cantikmu. Menulislah maka engkau akan rasakan indahnya dunia.

(Lab. Komputer SMP Muhammadiyah 1 Jakarta)

Solusi Menghilangkan Malas Menulis

SOLUSI MENGHILANGKAN RASA MALAS MENULIS

 IMG-20160506-WA0058

Menulis merupakan suatu kegiatan yang harus dilandasi dengan rasa suka. Apabila tidak dilandasi dengan rasa suka, keinginan menulis tidak akan pernah terlaksana. Hal ini diakibatkan banyak sekali hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam menulis, salah satunya adalah rasa malas yang berasal dari diri kita sendiri.

Baca lebih lanjut

Melayani dengan Cinta

MELAYANI DENGAN CINTA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 3 KANDANGAN

 

SMP Negeri 3 Kandangan Temanggung merupakan Sekolah pinggiran di wilayah kabupaten Temanggung dengan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pendidikan yang masih rendah. Mata pencaharian masyarakatnya hampir 50% menjadi petani di ladang dan 50% lainnya kebanyakan merantau sebagai pembantu rumah tangga.

Baca lebih lanjut

Menulis itu Gampang!

Menulis Itu Gampang?

Oleh : Herty Darmalina

 

                Menulis bukan suatu kegiatan yang sulit dilakukan.  Tetapi ada banyak orang yang tidak mau melakukannya. Karena mengapa? Ada banyak alasan mengapa akhirnya kita tidak mau menulis. Tidak punya waktu, tidak punya ide, tidak tahu memulai menulis dari mana, kurang bahan, malas, tidak merasa ada manfaat, dan masih banyak alasan lainnya. Akan tetapi, apapun alasannya, segala sesuatu yang akan dilakukan jika sudah dibarengi alasan-alasan yang tidak mendukung kegiatan maka sesuatu itu akan sulit dilakukan.

                Baca lebih lanjut

Tugas 2 Membuat 3 Alinea

Tugas 2 oleh Laily Amin Fajariyah

SMPN 5 Panggang, Gunungkidul

Tugas 2 kali ini saya gagal paham karena saat perkuliahan kebetulan ada tamu-tamu dari Korea Selatan yang makan malam. Jadi saya ketinggalan. Saya pikir pada saat itu hanya menulis tiga alinea itulah tugas 2. Jadi saya kumpulkan tulisan ini.

Baca lebih lanjut

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari

TUGAS 4 : RESENSI BUKU

Oleh : Indah Wiharti, S.Pd.

JUDUL BUKU : “MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI”

Penulis                                              :  WIJAYA KUSUMAH, S.Pd.,M.Pd.

Penyunting Isi dan Bahasa           :  Yuan Acitra, SE.

Penata Letak                                    :  Kancil Mas

Penyelaras                                        :  Marcella Virginia

Pemodifikasi Desain Sampul        : Haris Juniarto

Edisi Bahasa Indonesia

Hak Cipta @ 2012 PT Indeks

Permata Puri Media Jl. Topaz Raya C2 No.16

Kembangan – Jakarta Barat 11610

indeks@indeks-penerbit.com

www. Indeks-penerbit.com

ISBN (10)          979-062-339-9

          (13)  978-979-062-339-2

Cetakan pertama, 2012

Buku Setebal 302 halaman dan terdiri dari 75 judul

Membaca buku  “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi”, diawali sekapur sirih oleh Prof. Conny R. Semiawan, dan Prof. Arif Racman. Menurut beliau buku tersebut  berisi ajakan yang dapat menyulut kecenderungan yang dapat mewujudkan secara nyata potensi manusia menjadi kenyataan, dan keterampilan menulis merupakan kemahiran berbahasa yang keempat setelah mendengar, berbicara, dan membaca. Menulis tergolong keterampilan berbahasa yang tersulit. Tidak mudah melakukan jika tidak berlatih, ajakan Bapak Wijaya untuk selalu menulis patut dicontoh.

Baca lebih lanjut