Tag Archives: guru menulis

Teacher Writing Camp

Teacher writing camp yang disingkat twc adalah kegiatan yang digagas oleh omjay pada tahun 2012. Alhamdulillah sudah mencapai angkatan ke 6 tahun 2016 ini.

twc6

Sebagai founder twc tentu omjay ingin kegiatan twc ini semakin berkualitas dan bernas konten acaranya. Para pembicara diharapkan dari para alumni twc itu sendiri yang telah sukses dalam menerbitkan bukunya. Selain itu ada prestasi lain di bidang tulis menulis yang dapat menginspirasi kawan guru lainnya.

Rasanya hampir tak percaya twc sudah dilaksanakan selama 6 kali. Suka dan duka tentu omjay alami bersama kawan kawan panitia lainnya. Alhamdulillah segala tantangan dan rintangan dapat dijalani dengan baik. Hambatan dan kemudahan datang secara beriringan dalam sela sela kesibukan kita mencerdaskan kehidupan bangsa.

Omjay yakin bila guru mau dan suka menulis pasti akan ada keajaiban dan keberkahan yang akan mengiringi karirnya sebagai guru. Hal ini sudah dapat dibuktikan dari para alumni twc yang sudah berbagi kepada kawan kawan guru lainnya di nusantara. Mereka sudah membuktikan kedahsyatan materi TWC dalam kehidupan mereka sebagai guru yang senang membaca dan menulis.

Budaya membaca dan menulis belum banyak terjadi di masyarakat kita. Sebagai guru tentu kita ingin berkontribusi agar masyarakat indonesia menjadi masyarakat berpengetahuan. Budaya literasi harus terjadi di negeri ini. Juga literasi digital yang membuat guru menjadi melek TIK.

Bagi kawan kawan yang belum mengikuti kegiatan twc, segeralah mendaftar tahun depan. Investasikan waktu anda untuk mengikutinya. Pasti anda akan merasakan kedahsyatan materi TWC yang diberikan oleh para pembicara yang menginspirasi dan mencerahkan.

Kegiatan ini hanya dilaksanakan setahun sekali. Kami akan melaksanakan kegiatan twc 2 kali dalam setahun apabila permintaan kawan kawan guru di saat liburan banyak. Kita akan buka di bulan juli dan desember. Namun semua itu berpulang dari kesiapan panitia twc yang semuanya adalah guru.

Selamat mengikuti twc dan rasakan kedahsyatannya. Ingatlah selalu mantra ajaib omjay. Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

twc6-unj

Omjay

Founder TWC

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMKN 18 Jakarta

Sabtu, 17 September 2016 omjay diminta menjadi nara sumber penelitian tindakan kelas di SMKN 18 Jakarta. Ada sekitar 20 orang guru bersemangat melakukan penelitian tindakan kelas atau PTK. Senang sekali bisa bertemu para guru hebat di sekolah ini. Semoga bisa kembali belajar di sekolah yang mutu lulusannya diterima banyak perusahaan terkenal.

omjay-smkn18jakarta

Omjay Pemenang Guraru Award

omjay-acer

Omjay juara kedua Guru Era Baru (Guraru) Acer Award tahun 2011

Workshop Guru Menulis dan Ngeblog

ksgn

Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) kembali mengadakan pelatihan guru menulis dan ngeblog. Catat tanggal dan waktunya!
Sabtu, 20 Februari 2016 pukul 08.00 sampai 16.00 wib di Wisma Kampus A UNJ Rawmangun Jaktim. Donasi Rp. 50.000,-.
Info dan pendaftaran via SMS omjay di Hp. 08159155515.

Omjay, Guru yang Suka Menulis dan “Nge-blog”

omjay-kompas-cetak

KOMPAS.com – Menulis setiap hari jadi aktivitas wajib bagi Wijaya Kusumah (42), guru teknologi informasi dan komunikasi di SMP Labschool Jakarta. Menulis di blog membuat Omjay, panggilannya, semakin produktif. Ia pun meraih berbagai penghargaan dan menerbitkan buku.

Omjay tak hanya dikenal sebagai guru yang aktif nge-blog di berbagai blog gratisan hingga berbayar. Berkat nge-blog, bapak dua anak ini tak lagi terbatas sebagai guru ataupun praktisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sesuai dengan bidang kuliahnya.

Dari kerapnya menempatkan (posting) tulisan tentang pendidikan di blog, ia dikenal piawai sebagai pelatih untuk menulis, nge-blog, dan penelitian tindakan kelas, terutama di kalangan guru hingga penulis buku pelajaran, pengayaan, dan motivasi.

Meski punya banyak blog, Omjay mengaku jatuh cinta pada blog Kompasiana. Dia termasuk kumpulan bloger perdana yang meramaikan Kompasiana.

”Saya menulis setiap hari di Kompasiana. Saya senang karena di sini ramai, guyub, dan interaksinya jalan,” kata Omjay yang meraih penghargaan Guru Paling Nge-Blog dalam perayaan ulang tahun Blog Kompasiana bertajuk Kompasianival ”Hero Inside You” tahun 2012.

Tak berhenti sebagai bloger, bersama bloger Bekasi, ia mendirikan komunitas bloggerbekasi.com.

Ide tulisan tak sulit muncul di benaknya. Lancarnya inspirasi tulisan tak lepas dari hobinya membaca. Ia juga rajin mengikuti seminar dan pelatihan untuk mengasah ilmu dan kompetensi.

Kisah seputar pengalaman menjadi guru, siswa, ataupun isu pendidikan menjadi bahan tulisan yang siap dia olah dalam blognya. Gaya penulisan yang dikembangkan disebut Omjay ”renyah”, mudah dan menarik dibaca siapa saja.

Buah manis dipetik Omjay dari keranjingannya nge-blog. Setidaknya delapan buku sudah diterbitkan dari hasil tulisannya di blog. Dari sini ia mengusung motto ”menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”. Itu kemudian menjadi salah satu bukunya.

Ada juga buku pelajaran untuk siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP tentang TIK yang dia tulis bersama tim guru TIK di Labschool Jakarta. Tulisannya bersama Dedi Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, termasuk laris, seperti halnya buku Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya.

Tawaran untuk menerbitkan buku dari nge-blog terus berdatangan dari penerbit. Ia tengah menyiapkan buku barunya, Catatan Harian Seorang Guru Blogger. ”Menulis sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Saya sudah membuktikan manfaat nge-blog dan menulis,” katanya.

Mengajak guru

Menjadi guru bloger membuat Omjay laris sebagai pembicara dan pelatih di banyak daerah. Ia memang ingin menularkan kebiasaan menulis kepada para guru. Ia makin bersemangat menularkan kemampuan menulis dan melek internet di kalangan guru karena didukung organisasi guru, Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Bersama para guru di IGI yang tersebar di banyak daerah, ia berkeliling membuat guru-guru Indonesia melek internet, piawai menulis, hingga membuat karya ilmiah lewat penelitian tindakan kelas. ”Saya ke Sumenep, dari 50 guru hanya dua yang melek internet. Namun, mereka antusias belajar. Saya jadi semangat untuk berbagi,” ujarnya.

Menurut Omjay, setidaknya 10 persen dari sekitar 2,9 juta guru harus mendapatkan pelatihan menulis dan nge-blog. ”Biar mereka jadi guru yang hebat. Mereka bisa membuat bahan ajar sendiri dan menginspirasi murid,” ujar Omjay yang meraih juara pertama Lomba Blog tingkat Nasional dari Pusat Bahasa Depdiknas (2009) dan juara kedua Guraru Acer Award (2011).

Demi berbagi dengan sesama guru, Omjay tak jarang merogoh koceknya untuk membuat pelatihan menulis dan melek internet. Hadiah uang dari berbagai lomba nge-blog atau menulis yang dia dapat sering dipakai untuk menggelar pelatihan menulis yang murah, bahkan gratis, buat guru.

Menulis di blog menjadi media yang ampuh untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pendidikan. Omjay secara tegas dan yakin menolak Kurikulum 2013. Tulisan di blognya tersebar luas dan memengaruhi guru lain.

Ia bersama mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta dan IGI menggelar seminar tentang Kurikulum 2013 dan kesiapan guru. Ia proaktif menyebarkan informasi tentang Kurikulum 2013 dan kebijakan pendidikan dari pusat lewat blognya agar bisa segera diketahui guru se-Indonesia.

Langsung jatuh cinta

Omjay memang tak asing dengan komputer dan internet karena latar belakang pendidikannya teknik elektro di IKIP Jakarta. Soal menulis, ia menyebut sebagai titisan sang ayah, penulis buku sejarah Angkatan Laut.

Kecintaannya nge-blog berkat jasa rekannya, Dedi Dwitagama, guru SMK, yang memperkenalkan dia untuk menulis di blog pada 2007. ”Saya langsung jatuh cinta pada blog,” katanya.

Bagi Omjay, menulis di blog mengasyikkan. Selain murah, lebih cepat dibaca, juga ada interaksi dengan pembaca. ”Tulisan kita langsung bisa dikomentari. Saya pernah ’dikeroyok’ bloger lain yang enggak suka tulisan saya,” ujar Omjay yang rajin membalas komentar pembaca di blognya.

Motivasi menulis di blog semakin kuat saat mengetahui ada rektor di Malang yang memperoleh rekor MURI sebagai rektor pertama yang nge-blog. Selain itu, ada Chappy Hakim sebagai perwira tinggi bintang empat pertama yang tulisannya di blog Kompasiana diterbitkan menjadi buku. Sementara belum ada guru yang nge-blog atau menulis dan memperoleh rekor MURI.

Menurut Omjay, kita mesti realistis, Indonesia adalah negara kepulauan. Jadi, menulis lewat blog itu penting agar informasi cepat tersebar, murah, dan mampu membangun interaksi.

http://edukasi.kompas.com/read/2013/05/29/09472471/Omjay..Guru.yang.Suka.Menulis.dan.Nge-blog

Berpacu Dengan Waktu

Omjay Guru TIK

Omjay guru TIK

Kita tentu tahu bahwa kitab suci dalam agama apapun selalu bicara soal waktu. Siapa yang pandai mengelola waktu dengan baik dalam hidupnya pastilah dia akan menggapai kesuksesan. Sebab waktu dapat ditaklukannya.

Baca lebih lanjut

Jadi Blogger, Cara Guru Bagi Inspirasi Pendidikan

JAKARTA – Guru yang baik tidak hanya menyimpan ilmu yang dimiliki untuk diri sendiri tapi dibagi untuk memperkaya orang lain. Tidak hanya dengan mengajar secara lisan, berbagi ilmu juga bisa dilakukan lewat tulisan.

Namun, masih banyak guru yang mungkin kesulitan untuk menulis dan dibagikan secara luas lewat blog. Padahal, menurut guru yang juga seorang blogger Wijaya Kusumah, menulis bukan pekerjaan yang sulit.

Omjay -begitu sapaan akrabnya- mengatakan, sugesti alam pikiran akan mempengaruhi cara pandang seseorang saat menulis. “Menulis jadi susah ketika pikiran kita membuatnya susah. Dan terasa mudah ketika kita menikmatinya,” ujar Omjay.

Dia mengungkap, inspirasi untuk menulis dalam blog bisa datang dari mana saja. Bisa kejadian sehari-hari, pengalaman pribadi, maupun berbagi materi ajar. Namun, untuk menjadi penulis yang baik, seorang guru harus rajin membaca.

“Mau bisa menulis, kita harus rajin membaca. Sementara minat baca guru-guru kita masih rendah. Berapa orang dari kita (guru) yang menyisihkan pendapatannya untuk membeli buku? Masih sangat minim,” tuturnya.

Menyadari minimnya minat baca dan menulis guru di Indonesia masih rendah, Omjay pun rajin berbagi cerita untuk menginspirasi para guru mengikuti jejaknya. Namun, kata Omjay, motivasi terbesar harus muncul dari diri sendiri.

“Untuk bisa memotivasi orang kita harus bisa memotivasi diri sendiri. Saya ajak lewat berbagai prestasi yang sudah saya rasakan agar mereka terinspirasi. Saya juga buat komunitas sejuta guru ngeblog yang ada di Facebook agar semangatnya bisa menular,” ungkap pria berbadan tambun itu.

Terakhir, Omjay menegaskan jika teknologi hanya alat bantu untuk menyampaikan materi kepada orang lain. Sebab, teknologi yang sesungguhnya ada di dalam diri tiap orang.

“Secanggih apa pun teknologi tapi sebagai guru tidak menguasai materi, maka teknologi tidak ada apa-apanya. Teknologi itu ada di dalam diri kita,” tutur guru TIK itu.

(rfa)

http://news.okezone.com/read/2014/11/25/65/1070634/jadi-blogger-cara-guru-bagi-inspirasi-pendidikan