Tag Archives: guru ngeblog

Omjay, Guru yang Suka Menulis dan “Nge-blog”

omjay-kompas-cetak

KOMPAS.com – Menulis setiap hari jadi aktivitas wajib bagi Wijaya Kusumah (42), guru teknologi informasi dan komunikasi di SMP Labschool Jakarta. Menulis di blog membuat Omjay, panggilannya, semakin produktif. Ia pun meraih berbagai penghargaan dan menerbitkan buku.

Omjay tak hanya dikenal sebagai guru yang aktif nge-blog di berbagai blog gratisan hingga berbayar. Berkat nge-blog, bapak dua anak ini tak lagi terbatas sebagai guru ataupun praktisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sesuai dengan bidang kuliahnya.

Dari kerapnya menempatkan (posting) tulisan tentang pendidikan di blog, ia dikenal piawai sebagai pelatih untuk menulis, nge-blog, dan penelitian tindakan kelas, terutama di kalangan guru hingga penulis buku pelajaran, pengayaan, dan motivasi.

Meski punya banyak blog, Omjay mengaku jatuh cinta pada blog Kompasiana. Dia termasuk kumpulan bloger perdana yang meramaikan Kompasiana.

”Saya menulis setiap hari di Kompasiana. Saya senang karena di sini ramai, guyub, dan interaksinya jalan,” kata Omjay yang meraih penghargaan Guru Paling Nge-Blog dalam perayaan ulang tahun Blog Kompasiana bertajuk Kompasianival ”Hero Inside You” tahun 2012.

Tak berhenti sebagai bloger, bersama bloger Bekasi, ia mendirikan komunitas bloggerbekasi.com.

Ide tulisan tak sulit muncul di benaknya. Lancarnya inspirasi tulisan tak lepas dari hobinya membaca. Ia juga rajin mengikuti seminar dan pelatihan untuk mengasah ilmu dan kompetensi.

Kisah seputar pengalaman menjadi guru, siswa, ataupun isu pendidikan menjadi bahan tulisan yang siap dia olah dalam blognya. Gaya penulisan yang dikembangkan disebut Omjay ”renyah”, mudah dan menarik dibaca siapa saja.

Buah manis dipetik Omjay dari keranjingannya nge-blog. Setidaknya delapan buku sudah diterbitkan dari hasil tulisannya di blog. Dari sini ia mengusung motto ”menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”. Itu kemudian menjadi salah satu bukunya.

Ada juga buku pelajaran untuk siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP tentang TIK yang dia tulis bersama tim guru TIK di Labschool Jakarta. Tulisannya bersama Dedi Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, termasuk laris, seperti halnya buku Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya.

Tawaran untuk menerbitkan buku dari nge-blog terus berdatangan dari penerbit. Ia tengah menyiapkan buku barunya, Catatan Harian Seorang Guru Blogger. ”Menulis sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Saya sudah membuktikan manfaat nge-blog dan menulis,” katanya.

Mengajak guru

Menjadi guru bloger membuat Omjay laris sebagai pembicara dan pelatih di banyak daerah. Ia memang ingin menularkan kebiasaan menulis kepada para guru. Ia makin bersemangat menularkan kemampuan menulis dan melek internet di kalangan guru karena didukung organisasi guru, Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Bersama para guru di IGI yang tersebar di banyak daerah, ia berkeliling membuat guru-guru Indonesia melek internet, piawai menulis, hingga membuat karya ilmiah lewat penelitian tindakan kelas. ”Saya ke Sumenep, dari 50 guru hanya dua yang melek internet. Namun, mereka antusias belajar. Saya jadi semangat untuk berbagi,” ujarnya.

Menurut Omjay, setidaknya 10 persen dari sekitar 2,9 juta guru harus mendapatkan pelatihan menulis dan nge-blog. ”Biar mereka jadi guru yang hebat. Mereka bisa membuat bahan ajar sendiri dan menginspirasi murid,” ujar Omjay yang meraih juara pertama Lomba Blog tingkat Nasional dari Pusat Bahasa Depdiknas (2009) dan juara kedua Guraru Acer Award (2011).

Demi berbagi dengan sesama guru, Omjay tak jarang merogoh koceknya untuk membuat pelatihan menulis dan melek internet. Hadiah uang dari berbagai lomba nge-blog atau menulis yang dia dapat sering dipakai untuk menggelar pelatihan menulis yang murah, bahkan gratis, buat guru.

Menulis di blog menjadi media yang ampuh untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pendidikan. Omjay secara tegas dan yakin menolak Kurikulum 2013. Tulisan di blognya tersebar luas dan memengaruhi guru lain.

Ia bersama mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta dan IGI menggelar seminar tentang Kurikulum 2013 dan kesiapan guru. Ia proaktif menyebarkan informasi tentang Kurikulum 2013 dan kebijakan pendidikan dari pusat lewat blognya agar bisa segera diketahui guru se-Indonesia.

Langsung jatuh cinta

Omjay memang tak asing dengan komputer dan internet karena latar belakang pendidikannya teknik elektro di IKIP Jakarta. Soal menulis, ia menyebut sebagai titisan sang ayah, penulis buku sejarah Angkatan Laut.

Kecintaannya nge-blog berkat jasa rekannya, Dedi Dwitagama, guru SMK, yang memperkenalkan dia untuk menulis di blog pada 2007. ”Saya langsung jatuh cinta pada blog,” katanya.

Bagi Omjay, menulis di blog mengasyikkan. Selain murah, lebih cepat dibaca, juga ada interaksi dengan pembaca. ”Tulisan kita langsung bisa dikomentari. Saya pernah ’dikeroyok’ bloger lain yang enggak suka tulisan saya,” ujar Omjay yang rajin membalas komentar pembaca di blognya.

Motivasi menulis di blog semakin kuat saat mengetahui ada rektor di Malang yang memperoleh rekor MURI sebagai rektor pertama yang nge-blog. Selain itu, ada Chappy Hakim sebagai perwira tinggi bintang empat pertama yang tulisannya di blog Kompasiana diterbitkan menjadi buku. Sementara belum ada guru yang nge-blog atau menulis dan memperoleh rekor MURI.

Menurut Omjay, kita mesti realistis, Indonesia adalah negara kepulauan. Jadi, menulis lewat blog itu penting agar informasi cepat tersebar, murah, dan mampu membangun interaksi.

http://edukasi.kompas.com/read/2013/05/29/09472471/Omjay..Guru.yang.Suka.Menulis.dan.Nge-blog

Pelatihan Guru Ngeblog KSGN angkatan 6 di SDN Insan Kamil Bekasi

Pelatihan guru menulis dan ngeblog Hadir kembali, dengan pembicara-pembicara dan fasilitator terbaik pada dunia Blogger dan IT. Pelatihan Guru NgeBlog angkatan 6 Kota Bekasi. GRATIS untuk 40 Peserta (Terbatas), Minggu 21 September 2014, segera daftarakan diri anda ke ibu beti. Tempat terbatas!

Pelatihan Guru Ngeblog Gratis di SMKN 27 Jakarta

Peserta sementara pelatihan / workhop guru ngeblog GRATIS di SMKN 27 Jakarta Pusat. Minggu, 23 Maret 2014 dari pukul 08.00 wib sampai 16 wib.
1. Heru widhi handayani, smp hangtuah 5 jakarta
2. Faizatun rifqiah, sdn sumur batu 12 kemayoran jakpus
3. Dimas riadi, smpn 6 jakarta
4. Muhamad fajri firdaus,-smp al karomiyah Jakarta
5. Marsudi
6. Ishak wijono, sdn gunung sahari selatan 01 pg
7. Yuliwati. Madrasah ibtidaiyah (MI) nurul huda depok
8. nurlistiyani, smk insan teknologi, jaktim
9. rini idrastuti, smp baptis elim, jakbar
10. sriheny kania dewi, smk muara indonesia
11. evawira, sma yake jaktim
12. nurlistiyani, smk insan teknologi, jaktim
13. Budi hariadi , smk BPS & K 2 JAK TIM
14. lilis suryanti, bekasi
15. mariani,mts al ikhlas jonggol
16. Dudi Maryadji dari SMPIT Al-Fatih Tangerang
17. Asep M Ilyas dari SMPIT Al-Fatih Tangerang
18. Ismiarti, sdn cempaka putih timur 05 pg, jakpus
19. FX Dendy Indra S. asal sekolah : SMP Santo Leo Jakarta Barat.
20. KHOIRURAHMAT, SDN KEBON KOSONG 01 PG KEMAYORAN JAKPUS
21. asep supriyadi, min ciputat
22. baskoro yoga, smp insan cendekia madani, tangsel
23. Dra. Sontiar Manurung, SMK Negeri 53 Jakarta,
24. Zoraidah Putri Ayu, S. Pd,
25. Mayland Fitrah H, S. Pd,
26. Nur Opik, S. Pd, SMK Negeri 53 Jakarta
27. Drs. Dedy Novresly, dari SMK Negeri 53 Jakarta
28. Veronica, S. Pd., dari SMK Negeri 53 Jakarta
29. Nunung Widianingsih, S.Pd dari SMK Negeri 53 Jakarta
30. Drs. Sutaryo, M. Pd., S. Pd.dari SMK Negeri 53 Jakarta
31. Dede Suherlan, S. Pd. I. dari SMK Negeri 53 Jakarta
32. Drs. Mukhzen M dari SMK Negeri 53 Jakarta
33. Drs. H. Eddy Hasanuddin, SMK Negeri 53 Jakarta,
34. Dra. Hj. Roslina, SMP Negeri 2 Pagedangan
35. Dra. Sri rahayu, smpn 4 sukabumi
36. Inta malianta, smpn 238 jaksel
37. Slamet sukotjo, smpn 135
38. Iwan, smpn 198 jakarta
39. Edison Rikardo
40. SITI RAHAYU (SDIT SEGAR AMANAH)
41. Gufron, S.Pd, MAN 7
42. Fahmi Fadhillah, S. Pd, SMK Negeri 53 Jakarta

Kegiatan TWC2 Masuk Koran Kompas Senin, 8 Juli 2013 halaman 12

Senang sekali membaca koran kompas cetak halaman halaman 12. Kegiatan teacher writing camp (TWC) yang kedua diliput langsung oleh kompas.

Berikut isi korannya.

Guru Kurang Manfaatkan TIK

Kompas, p 12 (1)

Guru masih kurang memanfaatkan perkembagan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pembelajaran yang interaktif. Padahal, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat ditekankan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013.

Upaya mendorong guru untuk mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam tiap pembelajaran dikembangkan organisasi guru, salah satunya lewat program Teacher Writing Camp yang digagas Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Sebanyak 50 guru SD, SMP, dan SMA/SMK dari sejumlah daerah melakukan kamping selama dua hari di Jakarta. Mereka dibekali keterampilan menulis dan membuat blog.

Pelatihan dilaksanakan dengan system training or trainers (TOT) agar guru-guru yang sudah mengaplikasikan TIK dapat berbagi dengan guru lain yang memulai pemanfaaran TIK.

Bayu Sulistyawan, Wakil Kepala SMP Islam Mentari Indonesia Bekasi, mengatakan, guru kini menghadapi para siswa yang sudah akrab dengan internet. Karena itu, guru pun mau tidak mau harus paham TIK.

Guru harus bisa memanfaatkan TIK sebagai alat untuk membuat pembelajaran yang efektif dan efisien, menyenangkan, dan membuat siswa dapat belajar kapan pun dan di mana pun.

twc2-kompas-koran

Ketika Guru Menulis dan Ngeblog

Halo teman-teman-teman guru. Tak banyak loh guru yang hobi menulis. Apalagi ngeblog di dunia maya. Bersyukurlah bagi mereka yang sudah merasakan kedahsyatan menulis, dan ngeblog. Pasti mereka akan memiliki keinginan untuk terus berbagi.

Buku-buku Omjay yang ditulis dari Hasil Ngeblog
Buku-buku Omjay yang ditulis dari Hasil Ngeblog

Memang harus diakui, tidak mudah untuk bisa konsisten menulis. Apalagi memiliki komitmen yang tinggi dalam menerbitkan sebuah buku. Hal itulah yang saya alami sendiri setelah lama ngeblog dan menulis setiap hari.

Bagi kebanyakan orang, menulis tidaklah mudah. Saya mengalami sendiri bagaimana sulitnya menulis. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, menulis menjadi sebuah hal yang tak pernah berhenti saya lakukan. Sebab saya telah memasukkan menulis di dalam alam bawah sadar saya sebagai sebuah kebutuhan. Bila menulis menjadi sebuah kebutuhan, maka akan terasa lapar dan dahaga bila tak menulis.

Seorang teman bertanya kepada saya melalui BlackBerry Messenger (BBM). Bagaimana caranya menulis yang bersifat share pengalaman pekerjaan? Langkah apa yang harus dilakukan? Bagaimana cara  menyusunnya yang baik dan menarik? Lalu bagaimana caranya agar yang dituliskan menjadi panduan kerja, dan diterbitkan menjadi buku?

Saya menjawabnya simple saja. Langkah pertama, tuliskan pengalamanmu di program Microsoft Word lebih dulu atau pengolah kata lainnya. Mulailah menulis dari 3 alinea. Alinea pembuka, alinea isi, dan alinea penutup. Lalu dari alinea itu dikembangkan menjadi beberapa alinea.  Kita bisa mengembangkannya dari pengalaman sehari-hari. Kisah nyata biasanya lebih mudah dituliskan. Tuliskan saja apa yang ada di kepala, lalu edit kemudian.

Langkah kedua, buat blog gratisan di http://wordpress.com atau http://blogspot.com untuk mempublikasikan tulisanmu ke dunia maya. Banyak buku tentang membuat blog, dan pernak-perniknya yang bisa dibeli di toko buku, seperti toko buku gramedia.  Bisa juga kita bergabung dalam blog keroyokan. Saya sendiri sudah bergabung di blog http://kompasiana.com, dan http://blogdetik.com. Pengalaman menulis di blog keroyokan itu lebih ramai pengunjungnya, ketimbang di blog pribadi. Hasil tulisan saya di blog keroyokan dapat dilihat di http://kompasiana.com/wijayalabs dan http://wijayalabs.blogdetik.com.

Sekarang ini, ada blog keroyokan khusus untuk komunitas guru. Namanya blog http://guraru.org. Komunitas ini biasa disebut komunitas Guru Era Baru di internet. Acer menjadi sponsornya. Yuk gabung dan berbagi dengan sesama guru di sini!

buku omjay
buku omjay

Langkah ketiga, bila ingin tulisan-tulisan di blog menjadi sebuah buku, maka  kamu perlu mengedit kembali tulisan-tulisan yang sudah dipublikasikan. Bahasa di blog yang alamiah tentu sedikit berbeda dengan bahasa yang ada di buku. Biasanya bahasa buku lebih sedikit ilmiah dan kita memerlukan bantuan editor untuk membaca ulang dan meneliti keseluruhan isi tulisan. Dengan begitu, tulisan menjadi renyah, dan enak dibaca. Hal itulah yang saya lakukan, sehingga tulisan di blog menjadi sebuah buku yang layak untuk diterbitkan.

Seringkali, para penulis pemula kebingungan bagaimana caranya membuka alinea pertama. Sebab alinea ini yang akan menentukan, apakah pembaca akan melanjutkan membaca ataukah tidak. Oleh karena itu, diusahakan di alinea awal untuk menuliskan hal yang menarik pembaca. Seperti interaksi seorang guru dan muridnya. Guru dituntut untuk membuka pembelajaran dengan baik sehingga menarik peserta didiknya untuk belajar aktif secara mandiri. Saya menyebutnya pembelajaran yang mengundang.

Pada alinea pembuka, tuliskan saja kalimat sapaan Hai atau Halo. Bisa juga dengan ucapan doa buat pembaca agar sukses dan sehat. Terserah saja enaknya kita. Lihat saja saya ketika menulis. Saya gak pernah mikirin harus mulai dari mana. Tuliskan saja apa yang dirasakan. Setiap orang punya gaya sendiri dalam menulis. Nanti akan ketemu sendiri gaya menulis kita kalau sudah sering berlatih menulis.

Bila sering menulis, maka kita akan terbiasa menulis isi tulisan yang menjadi tema yang dituliskan. Bila itu sudah dibiasakan, maka kita akan belajar bagaimana menutup bagian akhir sebuah tulisan atau artikel. Ibarat mobil, kita harus memarkir mobil di tempat parkir yang tepat, dan mengeremnya dengan rem tangan. Menulis juga demikian, jangan terlalu asyik menulis terlalu panjang kayak kereta api, sementara bagian endingnya terlupakan. Oleh karena itu, pelajari cara orang menutup tulisan yang berkesan. Pembaca dibuat senang dengan bagian akhir yang dituliskan.

Akhirnya, ketika guru menulis dan ngeblog akan banyak manfaat yang ditemui. Salah satunya, guru menjadi terbiasa dan terlatih menulis. Ibarat belajar sepeda, kita sering terjatuh dan bangun lagi pada saat belajar. Ketika sudah bisa dan lancar bersepeda, maka kita akan ngacir kemana-mana mengelilingi komplek perumahan bahkan kepengen banget berkeliling daerah dengan sepeda yang sudah biasa dikemudikan dengan baik. Kita pun akan bangga dilihat orang lain karena bisa bersepeda. Begitulah kira-kira rasanya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com