Tag Archives: guru

Guru Harus Dilindungi

GURU HARUS DILINDUNGI
Oleh: Wijaya Kusumah, M.Pd

IMG-20160509-WA0048Guru Indonesia harus dilindungi. Baik guru PNS atau Non PNS. Guru sekolah negeri maupun swasta. Undang-undang perlindungan terhadap profesi guru harus dibuat dan digunakan untuk melindungi guru dalam menjalankan profesinya.

Perlindungan profesi guru sampai saat ini belum tersosialisasi dengan baik. Sehingga banyak guru yang menjadi korban dari masyarakat yang tidak paham dengan profesi guru. Kasus guru yang mencukur muridnya demi menegakkan disiplin sekolah, justru malah diapresiasi dengan pemukulan orang tua murid. Ini jelas menjadi preseden buruk buat dunia pendidikan

Peraturan pemerintah tentang guru juga harus terus direvisi sehingga guru terlindungi secara profesi. Revisinya tentu harus dibuat bersama dengan kawan-kawan pengurus dari organisasi profesi guru sehingga mengakomodasi semua kalangan.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman guru tentang perlindungan profesi guru, kemdikbud akan melaksanakan kegiatan bimbingan teknis perlidungan profesi guru pendidikan dasar. Kami selaku guru di sekolah menengah pertama (SMP) sangat menyambut baik kegiatan ini.

Kami berharap dapat ikut berkontribusi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh direktorat jenderal guru dan tenaga kependidikan (GTK). Tentu kami akan memberikan masukan yang kontruktif dan sistematif supaya profesi guru benar-benar terlindungi. Guru merasa nyaman dana man dalam menjalankan tugasnya.

Undang-undang perlindungan guru sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005. Di dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sudah mengatur tentang perlindungan guru dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 39 UU No 14 tahun 2005 menegaskan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas.

Perlindungan terhadap guru tersebut meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

Baca lebih lanjut

TING ke-8 di Universitas Terbuka

img_2951

TING VIII 2016, Menjawab Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital

TING VIII 2016, Menjawab Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital

Memperingati Hari Guru Nasional tahun 2016, Universitas Terbuka (UT) kembali mengadakan Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) pada 26 November 2016 yang bertempat di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Perhelatan akbar yang diprakarsai oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT ini merupakan acara rutin tahunan yang kali ini memasuki tahun ke-8. TING VIII Tahun 2016 tersebut mengambil tema “Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital”.

Dengan mengambil tema tersebut, acara TING kali ini mencoba menghadirkan nuansa bahasan yang lekat dengan teknologi komunikasi dan informasi dalam peranannya di dunia pendidikan. Oleh karenanya, dalam acara tersebut hadir perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dra. Poppy Dewi Puspitawati. M.A. selaku Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar yang didapuk menjadi pembicara kunci. Selain itu, dalam sesi panel, UT mendatangkan 3 pembicara yakni Ms. Felicia Brown selaku Sr. Teacher Engagement Manager dari Microsoft Asia Pacific, Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi selaku Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan Guru TIK SMA Lab School Jakarta Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Pidato Rektor UT, Perwakilan Mendikbud, dan Para Pembicara Panel TING VIII 2016

Sebelum membuka acara secara resmi, Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D. dalam sambutanya, menyampaikan bahwa TING kali ini mengambil tema tersebut karena tantangan bagi guru di era sekarang sangatlah tinggi, lantaran anak-anak didik telah memahami dan mengintegrasikan TIK dalam kehidupan mereka sehari-hari jauh lebih cepat dan mendalam daripada gurunya. “Perkembangan digital dan IT itu bukan sesuatu yang bisa kita lawan. Kita harus bisa hidup di dalamnya, bersahabat dengan keadaan itu, dan kemudian memanfaatkan untuk kebaikan anak didik kita. Anak didik kita sekarang adalah bonus demografi yang ketika Indonesia merdeka 100 tahun (tahun 2045), akan menjadi orang-orang yang menggerakkan bangsa Indonesia ini. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan mereka sebaik-baiknya” tuturnya sesaat sebelum mengakhiri sambutan dan membuka acara tersebut.

Dalam paparannya yang disampaikan melalui Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengutarakan bagaimana pemerintah telah melakukan berbagai program untuk mengembangan keprofesian guru Indonesia. Program-program tersebut meliputi berbagai bidang termasuk yang berhubungan dengan era digital. Pemanfaatan teknologi digital dalam peningkatan kualitas kompetensi dan kinerja guru adalah sebuah keharusan, karena teknologi pendidikan sudah masuk sampai ke masyarakat pedesaan. Semua pemangku kepentingan harus bahu membahu menerapkan sistem pembelajaran berbasis teknologi digital yang memiliki daya jangkau yang luas.

Sementara pada sesi panel yang dipandu oleh Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc. (Dosen FKIP-UT), Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi berpesan, guru harus mempunyai motivasi untuk mendidik siswa dengan hati sehingga guru akan tahu bagaimana mendidik yang baik. Standar proses pendidikan di kelas harus mobile agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Pada sesi yang sama, Felicia Brown menerangkan bahwa teknologi hanya sebuah alat, tapi kualitas mengajar adalah hal yang paling berpengaruh. Bagaimanapun teknologinya, orang berkualitas pengguna teknologi tersebut adalah yang paling berpengaruh. Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd. yang merupakan seorang guru TIK dan blogger, juga menekankan peran penting teknologi digital khususnya internet. Di Negara Indonesia yang merupakan kepulauan, saat ini akses internet menjadi salah satu sarana mempersatukan rakyat. Kita masih menjadi bangsa pengguna, sekarang kita harus menjadi bangsa pembuat dengan cara kita harus berkomitmen. Ia mengajak peserta untuk menggunakan teknologi secara cerdas, sehingga manfaat yang didapatkan akan lebih dari harapan.

Penyerahan Buku FKIP-UT di TING VIII 2016

Dalam rangkaian acara tersebut, FKIP-UT juga meluncurkan Buku yang ditulis oleh para dosen senior FKIP-UT yang berjudul “Penguatan Profesionalitas Guru dalam Menjawab Tantangan Abad-21”. Peluncuran buku ini disampaikan oleh Dekan FKIP-UT Drs. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D., kemudian secara simbolis diserahkan kepada Rektor UT dan perwakilan penulis buku tersebut.

Masih dalam rangkaian acara TING VIII Tahun 2016 tersebut, tepat di Hari Guru Nasional sehari sebelumnya, FKIP-UT juga mengadakan Workshop bertajuk “Mengajar dengan Teknologi” yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari kalangan guru dan dosen. Workshop tersebut berisi perkenalan, pembelajaran, serta praktek mengoperasikan Office 365 dari Microsoft yang selama ini juga menjadi fasilitas yang didapat oleh mahasiswa UT. Workshop ini diselenggarakan atas kerja sama antara UT dan Microsoft. Oleh karenanya, pihak dari Microsoft sendirilah yang menjadi narasumber pada Workshop tersebut.

Menurut ketua panitia pada acara TING VIII Tahun 2016, setidaknya terdapat 75 pemakalah yang merupakan guru SD, SMP, SMA, dan dosen dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia, serta lebih dari 350 peserta lainnya. Acara yang berlangsung hingga sore hari ini disponsori oleh mitra UT, yakni Microsoft dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).

Sumber:

http://www.ut.ac.id/berita/2016/11/ting-viii-2016-menjawab-tantangan-profesionalisme-guru-di-era-digital

Baca lebih lanjut

Mendikbud Hapus Ujian Nasional

mendikbud

Jakarta – Mendikbud Muhadjir Effendy memutuskan untuk menghapus Ujian Nasional (UN). Keputusan ini tinggal menunggu Instruksi Presiden (Inpres).

“Dimoratorium, di tahun 2017 ditiadakan,” kata Muhadjir saat dihubungi, Jumat (25/11/2016).

Ujian akhir bagi siswa sekolah didesentralisasi. Pelaksanaan ujian akhir bagi siswa SMA-SMK dan sederajatnya diserahkan ke pemerintah provinsi. Untuk level SMP dan SD sederajatnya diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

“Pelaksanaannya tetap standard nasional. Badan Standardisasi Nasional akan mengawal, mengontrol, mengendalikan prosesnya. Jadi tidak ada lagi itu supply-supply soal ke daerah dikawal polisi,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Kelulusan siswa akan ditentukan oleh pihak sekolah. Hasil ujian akhir jadi salah satu pertimbangan, bukan jadi satu-satunya faktor penentu kelulusan. Presiden, kata Muhadjir, sudah setuju.

“Saya sudah dipanggil Pak Presiden, sebelum jumatan tadi saya dipanggil. Prinsipnya beliau sudah menyetujui, tinggal menunggu inpres,” tutur Muhadjir.

Muhadjir mengatakan UN akan kembali digelar jika level pendidikan di Indonesia sudah merata. Sembari memoratorium UN, Kemendikbud akan mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan agar merata se-Indonesia.

“Ujian Nasional tetap akan saya lakukan sesuai dengan amanah Mahkamah Agung kalau semua pendidikan di Indonesia sudah bagus. Makanya nanti akan pemetaan saja. Nanti kita lihat apakah perbaikan di 2017 cukup signifikan,” ujar Muhadjir.

Lalu bagaimana dengan tahun 2018, apakah akan ada UN?

“Hampir pasti belum ada. Itu kan tidak bisa setahun dua tahun (peningkatan kualitas sekolah secara merata),” ujar Muhadjir.

“Sekolah-sekolah kita yang di atas standar nasional sekarang hanya 30 persen, itu yang harus kita treatment,” imbuhnya.
(tor/fjp)

Selamat Hari Guru

Omjay ucapkan selamat hari guru. Semoga guru Indonesia selalu sehat dan bahagia selalu. Jasilah guru tangguh berhati cahaya pemberi segala ilmu. Guru yang pantang mengeluh dan kreatif dalam menghadapi perubahan.

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMKN 18 Jakarta

Sabtu, 17 September 2016 omjay diminta menjadi nara sumber penelitian tindakan kelas di SMKN 18 Jakarta. Ada sekitar 20 orang guru bersemangat melakukan penelitian tindakan kelas atau PTK. Senang sekali bisa bertemu para guru hebat di sekolah ini. Semoga bisa kembali belajar di sekolah yang mutu lulusannya diterima banyak perusahaan terkenal.

omjay-smkn18jakarta

Workshop Membuat Presentasi yang Baik dan Menarik

Ikutilah Workshop membuat slide presentasi yang baik dan menarik dengan Power Point.
Tempat di Wisma UNJ Rawamangun Jl. Pemuda Komplek Kampus A UNJ Rawamangun Jakarta Timur.
Sabtu, 12 Maret 2016 Pukul 08.00-12.00 WIB bersama Komunitas Guru TIK dan KKPI.
Donasi Rp. 50.000,- (Untuk sertifikat dan Konsumsi) Info pendaftaran sms ke Wijaya Kusumah – omjay di HP/WA/LINE, 08159155515.
(Terbuka untuk semua guru matpel, guru kelas, guru BK, dan Mahasiswa). Segera SMS Nama Lengkap dan intansinya).
slide-menarik

Guru TIK di Persimpangan Kurikulum 2013

Kalau ditanya apa hasil dari Rembugnas II di UPI Bandung, maka saya akan jawab GURU TIK dan KKPI se-Indonesia semakin kompak, dan akan terus berjuang mengembalikan matpel TIK dan KKPI ke dalam struktur kurikulum sekolah. Namun perlu strategi jitu dan kekompakan guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan Keterampilan Komputer, dan Pengelolaan Informasi (KKPI) dalam memperjuangkannya. Kalau kita kompak dan bersatu tidak ada lagi orang yang berani melecehkan guru TIK dan KKPI. Sebab kita guru TIK dan KKPI adalah mutiara termahal yang ada di sekolah masing-masing.

1409538154222459835

Seorang teman di facebook group Asosiasi guru TIK dan KKPI Nasional (AGTIKKNAS) di https://www.facebook.com/groups/aktikknas/ menuliskan. “Rembugan berasal dari kata rembug yang artinya omong-omong. Orang yang rembugan berarti melakukan aktivitas omong-omong dengan topik tertentu. Dalam pedusunan dikenal dengan istilah rembug desa yaitu musyawarah yang diikuti seluruh warga desa. Mereka bebas mengemukakan aspirasinya demi menuntaskan permasalahan bersama. Keputusan yang diambil berdasarkan suara mufakat. Tidak ada yang merasa dipinggirkan. Semua keinginan sebisa-bisa ditampung dan dihormati. Pemimpin Jawa suka mengajak rembugan warga agar mereka merasa dilibatkan. Dengan diajak rembugan maka warga akan mau berpartisipasi aktif dalam mendukung setiap program pembangunan. Kalau pemimpin tidak mau mengadakan rembugan, maka oposisi akan datang menghadang”.

1409538262953481795

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2014, ribuan guru SMP dan SMA yang mengampu mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta guru SMK yang mengampu Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) bukan lagi sebagai guru mata pelajaran. Mereka berperan membimbing siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan guna memperkuat integrasi TIK dalam pembelajaran dan sistem sekolah. Persoalan lain yang mengemuka ialah status guru yang tidak linier. Banyak guru TIK yang latar belakang pendidikannya bidang lain. Saat mata pelajaran TIK diadakan pada 2006, guru mata pelajaran lain yang berminat lantas ditugaskan menjadi guru TIK di sekolah. Demikian koran kompas menuliskannya di http://print.kompas.com/2014/09/01/Guru-TIK-Bingung/.

1409538374451521458

Kurikulum 2013 telah memberi dampak yang begitu luas bagi masyarakat pendidikan di Indonesia, tidak terkecuali dampak terhadap Mata Pelajaran TIK di SMP dan SMA juga Mata Pelajaran KKPI di SMK. Hilangnya Mata Pelajaran TIK dan KKPI adalah Fenomena yang menarik sekaligus Absurd di tengah-tengah hingar bingar perkembangan Teknologi Informasi dalam menopang kemajuan Pendidikan di Indonesia. AGTIKKNAS lahir dan mulai membesar menyuarakan persoalan yang dialami guru TIK dan KKPI di sekolah. Semoga AGTIKKNAS dapat bekerjasama dgn aptikom agar guru TIK dan KKPI yg tdk linier bisa diberi diklat dan tdk kuliah lagi s1 kedua.

14095384421248129876

“Seiring dengan diterapkannya Kurikulum 2013 pada pertengan tahun lalu oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memicu polemik bagi guru TIK dikarenakan dihapusnya mata pelajaran TIK dalam Kurikulum 2013, sehingga keputusan tersebut menjadikan galau bagi para guru TIK. Menyikapi kegalauan tersebut, pemerintah tidak ingin merugikan guru TIK atau KKPI, sehingga pemerintah menerbitkan Permendikbud No. 68 Tahun 2014 tentang “Peran guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Dalam Implementasi Kurikulum 2013”. Demikian cuplikan berita di http://berita.upi.edu/2014/08/30/guru-tik-di-sekolah-berperan-sebagai-pembimbing/

14095392092082285067

Salah satu presentasi yang menarik disampaikan oleh pak Prof. Dr. R. Eko Indrajit. Beliau adalah ketua Asosiasi Perguruan Tinggi dan Ilmu Komputer (APTIKOM).Beliau menjelaskan tentang rumpun bidang garapan teknologi informasi kepada hampir 500 orang guru TIK dan KKPI yang hadir dari seluruh Indonesia.

14095395541287642315

Ketua Asosiasi Guru TIK/KKPI Nasional (AGTIKKNAS) Firman Oktora mengatakan, dalam rembuk nasional kerja sama AGTIKKNAS dengan Universitas Pendidikan Indonesia, Sabtu lalu, terungkap perubahan peran guru TIK yang belum dipahami kepala sekolah. Itu karena belum ada petunjuk teknis dari dinas kabupaten/kota ke sekolah. Masih ada guru TIK yang dialihkan menjadi guru prakarya. Padahal, guru TIK tetap dibutuhkan sebagai pembimbing TIK di sekolah.

1409538540876858882

Kini kami menyadari, Kenapa guruTIK dan KKPI begitu mudah dilecehkan dan diremehkan? Karena kita tidak kompak dan tidak menjaga persatuan. Pada akhirnya kita tercerai berai dan seringkali mendapatkan informasi yang salah. Keluh kesah, mengeluh dan hanya tulisan mengeluh di media sosial bukan tindakan guru yang bijaksana. Dengan bergabung bersama AGTIKKNAS, Insya Allah kami akan terus amanah memperjuangkan apa yg anda sampaikan.

14095386781179995478

Hanya saja butuh kesabaran dan kecerdikan untuk mewujudkannya. Perlu kecerdasan dan strategi jitu agar kita dapat berkomunikasi dengan baik kepada para penentu kebijakan. Setiap masalah selalu ada solusinya. AGTIKKNAS akan memberikan solusi terbaik dengan tindakan nyata dan bukan kata-kata. Mari saling melengkapi di sini, dan bukan saling menjatuhkan. Sebab persatuan akan membuat kita kokoh seperti pohon beringin yang tidak bisa goyah diterpa badai apapun.

14095387731742440801

Sejumlah guru TIK yang kreatif telah membuat Buku Bimlay TIK, BUku Jurnal & Buku Daftar HaDir. Ketiga buku sederhana itulah untuk pegangan guru TIK dalam menerapkan tugas sebagai Guru Bimbingan Layanan TIK yang filenya sudah dibagikan atau share ke teman-teman di https://www.facebook.com/groups/aktikknas/files/. Wahai guru TIK dan KKPI se-Indonesia selamat bertugas. Tujukkan bahwa kita bukan guru biasa, tetapi guru yang luar biasa!

14095396182123123381

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com