Tag Archives: guru

Workshop Inobel 2017

Workshop Perlombaan Inovasi Pembelajaran Guru SMP dilaksanakan oleh direktorat jenderal guru dan tenaga kependidikan dari tanggal 4 sampai  7 Juli 2017. Kegiatan dilaksanakan di hotel Millenium, Jalan Fachrudin 3, 10250 Jakarta Pusat.

Buku Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru

Buku 1 Pedoman Pengelolaan PKB Bagi Guru Pembelajar 2016

Guru Harus Dilindungi

GURU HARUS DILINDUNGI
Oleh: Wijaya Kusumah, M.Pd

IMG-20160509-WA0048Guru Indonesia harus dilindungi. Baik guru PNS atau Non PNS. Guru sekolah negeri maupun swasta. Undang-undang perlindungan terhadap profesi guru harus dibuat dan digunakan untuk melindungi guru dalam menjalankan profesinya.

Perlindungan profesi guru sampai saat ini belum tersosialisasi dengan baik. Sehingga banyak guru yang menjadi korban dari masyarakat yang tidak paham dengan profesi guru. Kasus guru yang mencukur muridnya demi menegakkan disiplin sekolah, justru malah diapresiasi dengan pemukulan orang tua murid. Ini jelas menjadi preseden buruk buat dunia pendidikan

Peraturan pemerintah tentang guru juga harus terus direvisi sehingga guru terlindungi secara profesi. Revisinya tentu harus dibuat bersama dengan kawan-kawan pengurus dari organisasi profesi guru sehingga mengakomodasi semua kalangan.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman guru tentang perlindungan profesi guru, kemdikbud akan melaksanakan kegiatan bimbingan teknis perlidungan profesi guru pendidikan dasar. Kami selaku guru di sekolah menengah pertama (SMP) sangat menyambut baik kegiatan ini.

Kami berharap dapat ikut berkontribusi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh direktorat jenderal guru dan tenaga kependidikan (GTK). Tentu kami akan memberikan masukan yang kontruktif dan sistematif supaya profesi guru benar-benar terlindungi. Guru merasa nyaman dana man dalam menjalankan tugasnya.

Undang-undang perlindungan guru sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005. Di dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sudah mengatur tentang perlindungan guru dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 39 UU No 14 tahun 2005 menegaskan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas.

Perlindungan terhadap guru tersebut meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

Baca lebih lanjut

TING ke-8 di Universitas Terbuka

img_2951

TING VIII 2016, Menjawab Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital

TING VIII 2016, Menjawab Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital

Memperingati Hari Guru Nasional tahun 2016, Universitas Terbuka (UT) kembali mengadakan Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) pada 26 November 2016 yang bertempat di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Perhelatan akbar yang diprakarsai oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT ini merupakan acara rutin tahunan yang kali ini memasuki tahun ke-8. TING VIII Tahun 2016 tersebut mengambil tema “Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital”.

Dengan mengambil tema tersebut, acara TING kali ini mencoba menghadirkan nuansa bahasan yang lekat dengan teknologi komunikasi dan informasi dalam peranannya di dunia pendidikan. Oleh karenanya, dalam acara tersebut hadir perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dra. Poppy Dewi Puspitawati. M.A. selaku Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar yang didapuk menjadi pembicara kunci. Selain itu, dalam sesi panel, UT mendatangkan 3 pembicara yakni Ms. Felicia Brown selaku Sr. Teacher Engagement Manager dari Microsoft Asia Pacific, Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi selaku Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan Guru TIK SMA Lab School Jakarta Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Pidato Rektor UT, Perwakilan Mendikbud, dan Para Pembicara Panel TING VIII 2016

Sebelum membuka acara secara resmi, Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D. dalam sambutanya, menyampaikan bahwa TING kali ini mengambil tema tersebut karena tantangan bagi guru di era sekarang sangatlah tinggi, lantaran anak-anak didik telah memahami dan mengintegrasikan TIK dalam kehidupan mereka sehari-hari jauh lebih cepat dan mendalam daripada gurunya. “Perkembangan digital dan IT itu bukan sesuatu yang bisa kita lawan. Kita harus bisa hidup di dalamnya, bersahabat dengan keadaan itu, dan kemudian memanfaatkan untuk kebaikan anak didik kita. Anak didik kita sekarang adalah bonus demografi yang ketika Indonesia merdeka 100 tahun (tahun 2045), akan menjadi orang-orang yang menggerakkan bangsa Indonesia ini. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan mereka sebaik-baiknya” tuturnya sesaat sebelum mengakhiri sambutan dan membuka acara tersebut.

Dalam paparannya yang disampaikan melalui Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengutarakan bagaimana pemerintah telah melakukan berbagai program untuk mengembangan keprofesian guru Indonesia. Program-program tersebut meliputi berbagai bidang termasuk yang berhubungan dengan era digital. Pemanfaatan teknologi digital dalam peningkatan kualitas kompetensi dan kinerja guru adalah sebuah keharusan, karena teknologi pendidikan sudah masuk sampai ke masyarakat pedesaan. Semua pemangku kepentingan harus bahu membahu menerapkan sistem pembelajaran berbasis teknologi digital yang memiliki daya jangkau yang luas.

Sementara pada sesi panel yang dipandu oleh Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc. (Dosen FKIP-UT), Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi berpesan, guru harus mempunyai motivasi untuk mendidik siswa dengan hati sehingga guru akan tahu bagaimana mendidik yang baik. Standar proses pendidikan di kelas harus mobile agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Pada sesi yang sama, Felicia Brown menerangkan bahwa teknologi hanya sebuah alat, tapi kualitas mengajar adalah hal yang paling berpengaruh. Bagaimanapun teknologinya, orang berkualitas pengguna teknologi tersebut adalah yang paling berpengaruh. Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd. yang merupakan seorang guru TIK dan blogger, juga menekankan peran penting teknologi digital khususnya internet. Di Negara Indonesia yang merupakan kepulauan, saat ini akses internet menjadi salah satu sarana mempersatukan rakyat. Kita masih menjadi bangsa pengguna, sekarang kita harus menjadi bangsa pembuat dengan cara kita harus berkomitmen. Ia mengajak peserta untuk menggunakan teknologi secara cerdas, sehingga manfaat yang didapatkan akan lebih dari harapan.

Penyerahan Buku FKIP-UT di TING VIII 2016

Dalam rangkaian acara tersebut, FKIP-UT juga meluncurkan Buku yang ditulis oleh para dosen senior FKIP-UT yang berjudul “Penguatan Profesionalitas Guru dalam Menjawab Tantangan Abad-21”. Peluncuran buku ini disampaikan oleh Dekan FKIP-UT Drs. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D., kemudian secara simbolis diserahkan kepada Rektor UT dan perwakilan penulis buku tersebut.

Masih dalam rangkaian acara TING VIII Tahun 2016 tersebut, tepat di Hari Guru Nasional sehari sebelumnya, FKIP-UT juga mengadakan Workshop bertajuk “Mengajar dengan Teknologi” yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari kalangan guru dan dosen. Workshop tersebut berisi perkenalan, pembelajaran, serta praktek mengoperasikan Office 365 dari Microsoft yang selama ini juga menjadi fasilitas yang didapat oleh mahasiswa UT. Workshop ini diselenggarakan atas kerja sama antara UT dan Microsoft. Oleh karenanya, pihak dari Microsoft sendirilah yang menjadi narasumber pada Workshop tersebut.

Menurut ketua panitia pada acara TING VIII Tahun 2016, setidaknya terdapat 75 pemakalah yang merupakan guru SD, SMP, SMA, dan dosen dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia, serta lebih dari 350 peserta lainnya. Acara yang berlangsung hingga sore hari ini disponsori oleh mitra UT, yakni Microsoft dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).

Sumber:

http://www.ut.ac.id/berita/2016/11/ting-viii-2016-menjawab-tantangan-profesionalisme-guru-di-era-digital

Baca lebih lanjut

Mendikbud Hapus Ujian Nasional

mendikbud

Jakarta – Mendikbud Muhadjir Effendy memutuskan untuk menghapus Ujian Nasional (UN). Keputusan ini tinggal menunggu Instruksi Presiden (Inpres).

“Dimoratorium, di tahun 2017 ditiadakan,” kata Muhadjir saat dihubungi, Jumat (25/11/2016).

Ujian akhir bagi siswa sekolah didesentralisasi. Pelaksanaan ujian akhir bagi siswa SMA-SMK dan sederajatnya diserahkan ke pemerintah provinsi. Untuk level SMP dan SD sederajatnya diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

“Pelaksanaannya tetap standard nasional. Badan Standardisasi Nasional akan mengawal, mengontrol, mengendalikan prosesnya. Jadi tidak ada lagi itu supply-supply soal ke daerah dikawal polisi,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Kelulusan siswa akan ditentukan oleh pihak sekolah. Hasil ujian akhir jadi salah satu pertimbangan, bukan jadi satu-satunya faktor penentu kelulusan. Presiden, kata Muhadjir, sudah setuju.

“Saya sudah dipanggil Pak Presiden, sebelum jumatan tadi saya dipanggil. Prinsipnya beliau sudah menyetujui, tinggal menunggu inpres,” tutur Muhadjir.

Muhadjir mengatakan UN akan kembali digelar jika level pendidikan di Indonesia sudah merata. Sembari memoratorium UN, Kemendikbud akan mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan agar merata se-Indonesia.

“Ujian Nasional tetap akan saya lakukan sesuai dengan amanah Mahkamah Agung kalau semua pendidikan di Indonesia sudah bagus. Makanya nanti akan pemetaan saja. Nanti kita lihat apakah perbaikan di 2017 cukup signifikan,” ujar Muhadjir.

Lalu bagaimana dengan tahun 2018, apakah akan ada UN?

“Hampir pasti belum ada. Itu kan tidak bisa setahun dua tahun (peningkatan kualitas sekolah secara merata),” ujar Muhadjir.

“Sekolah-sekolah kita yang di atas standar nasional sekarang hanya 30 persen, itu yang harus kita treatment,” imbuhnya.
(tor/fjp)

Selamat Hari Guru

Omjay ucapkan selamat hari guru. Semoga guru Indonesia selalu sehat dan bahagia selalu. Jasilah guru tangguh berhati cahaya pemberi segala ilmu. Guru yang pantang mengeluh dan kreatif dalam menghadapi perubahan.

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMKN 18 Jakarta

Sabtu, 17 September 2016 omjay diminta menjadi nara sumber penelitian tindakan kelas di SMKN 18 Jakarta. Ada sekitar 20 orang guru bersemangat melakukan penelitian tindakan kelas atau PTK. Senang sekali bisa bertemu para guru hebat di sekolah ini. Semoga bisa kembali belajar di sekolah yang mutu lulusannya diterima banyak perusahaan terkenal.

omjay-smkn18jakarta