Tag Archives: hastuti wibowo

Resensi Bukunya Omjay, “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”.

Resemsi Bukunya Om Jay “Menulis Setiap Hari Dan Buktikan Apa Yang Terjadi”

Oleh : Hastuti Wibowo

buku-menulis

Kesan pertama pada buku ini identik dengan penulisnya yang ramah mau membagikan semua pengalamannya pada semua pembaca. Om Jay dengan keikhlasan mencoba meyakinkan pada pembaca dapat menulis kapan saja dan di mana saja. Om Jay juga memberikan arahan bagaimana awalnya dapat menulis. Selanjutnya mari kita telusuri buku ini maka kita akan temukan banyak kebaikan yang Om Jay tawarkan.

Kemampuan menulis Om Jay melalui proses yang berawal dari semangat tinggi melalui blognya sampai menjadi penulis handal berikut prestasi dan rezeki menulis. Om Jay menulis setiap hari menjadikan menulis bagian dari tubuhnya sehingga kenikmatan menulis dirasakan langsung. Tidak hanya untuk diri sendiri maka kenikmatan juga Om Jay bagikan pada pembaca tulisannya yang menginformasikan berbagai hal dari Om Jay. Om Jay selalu mengingatkan selain menulis jangan lupa membaca karena keduanya saling mengisi. Menulis setiap hari meski hanya sedikit nantinya menjadi banyak dalam satu bulan. Menulis tentang apa yang diketahui agar tulisan terasa sedap.

Om Jay memberikan kunci keberhasilan dalam menulis antara lain dengan membaca buku. Membaca buku membuat gemuk menulis inilah The Power Of Book. Dengan membaca buku seolah-oleh membawa kita keliling dunia. Om Jay juga mengingatkan penulis harus terampil mengolah kata menjadi tulisan yang lezat dengan bumbu spesial membuat pembaca tertarik dan berkali-kali membacanya.

Menulis setiap hari dapat menghiasi rutinitas kita artinya menulis menjadi refresing hati dan jiwa. Om Jay menyakinkan kalau setiap hari komitmen menulis 1 lembar atau 2 lembar maka dalam satu bulan bisa jadi satu buku. Tulisan tersebut dapat diposting di blog atau coba ditawarkan pada penerbit. Om Jay memiliki fans dari tulisan di Kompasiana dan membuat bahagia penulisnya.

Om Jay memberikan solusi cara menulis efektif secara bertahap sampai hasil tulisannya siap diposting di Blog. Om Jay membagikan pengalamannya bertemu dengan Taufik Ismail dan dari pertemuan itu pentingnya membaca bagi penulis karena rabun membaca lumpuh menulis. Selain itu Om Jay juga berpesan untuk tidak memaksakan menulis bila sudah mengantuk. Menulis dalam kondisi yang mendukung sangat baik, sehingga menulis akan mengalir bagai air. Sebelum tidur dapat dimanfaatkan untuk menulis sambil melatih keterampilan menulis.

Kok bisa Om Jay menulis setiap hari ternyata Om Jay lahap membaca.  Semakin banyak pengetahuan yang didapat dan semakin banyak tulisannya. Om Jay mengingatkan kreativitas dalam menulis sangat dibutuhkan. Ide yang selalu mengalir menghindarkan diri dari plagirisme. Bagaimana menulis kreatif dan manarik? Menurut Om Jay ternyata berasal dari potensi diri, pantang menyerah, dari hatinya, menulis tanpa beban, bahasanya komunikatif, baru, inovatif, gaya diri sendiri.

Kalau ingin menjadi penulis yang baik jangan jadikan beban kata Om jay. Jangan biarkan juga tulisan banyak di otak. Untuk itu biasakan menulis yang semula terasa sulit akan terasa mudah berikutnya. Om Jay mengajarkan kalau menulis ada urutan bagiannya mulai dari pembuka, pembahasan, dan penutup. Lalu dari mana datangnya ide? Kata Om Jay dari diri sendiri, ide membaca, Bila sedang tidak mod menulis maka lawanlah dengan menulis apa saja dan berikutnya menjadi menyenangkan.

Jangan membaca tapa menulis, jadi berhenti membaca untuk menulis. Ternyata membaca cepat dapat melatih konsentrasi penulis untuk menghilangkan hambatan dari dalam diri. Membaca cepat dan menulispun bisa cepat dengan cara anggap saja dengan berbicara dengan orang lain kata Om Jay.

Buku ini super sekali informasinya buat para penulis pemula karena Om Jay mengkupas tuntas. Semua permasalahan dalam menulis diberikan solusinya oleh Om Jay seperti dahsyatnya menulis, membangun kemampuan guru menulis, malas menulis, membangun semangat menulis, memanfaatkan waktu luang, menulis buku harian. Om Jay juga membagikan pengalamannya dari keajaiban menulis seperti tulisan menjadi tabungan, mendapat uang dari menulis, menjadi pembicara, dan menjadikan diri hebat.

Om Jay memberi tips tertentu dalam membuat blog, menulis di blog kompasiana, dan membuat buku. Om Jay alangkah mulia hatimu dengan tulus mengajak semua pembaca untuk memulai menulis. Menulislah dengan hati, menulislah mulai sekarang, jadikan buku sebagai teman dan internet sebagai informasi.

Kesimpulan dari buku yang sangat super ini juga kesimpulan yang super. Menulis harus dimulai dari sekarang, harus dari dalam diri ( potensi, semangat, ide, komitmen), belajar pada lingkungan ( buku, orang lain, tokoh) , melek teknologi ( blog, media sosial ), kreativitas, Inovatif. Jadikan mendengar, membaca, menulis saling melengkapi memperkaya ide menulis. Targetkan menulis buku sebagai bukti pengembangan diri seorang Guru.

Terimakasih Om Jay sudah diberi kesempatan membaca dan menulis resensi dari buku “Menulis Setiap Hari Dan Buktikan Apa Yang Terjadi”. Sangat setuju dengan judul buku ini karena memang ada sesuatu yang terjadi setelah kita menulis setiap hari. Penulis pemulapun seperti saya mulai merasakannya. Semoga ilmu yang Om Jay sampaikan menjadi bekal di akherat nanti. Menulislah terus sampai waktu menjemput kita…Sukses selalu buat Om Jay idola para penulis guru lainnya juga idola bagi saya….Salam

Saat Lagu Menjadi Tautan Kasih Sayang

Saat Lagu Menjadi Tautan Kasih Sayang

Oleh Hastuti Wibowo

 

Suasana belajar di sekolah terkadang membosankan bagi siswa apalagi jika hari mulai siang. Suasana yang demikian dapat membuat siswa mengantuk dan tidak bersemangat dalam belajar . Keadaan ini dapat di atasi dengan aktivitas selingan misalnya menyanyi. Kebetulan saya sebagai guru IPA senang membuat lagu anak-anak  yang dapat dinyanyikan oleh siswa dengan riang.

 

Beberapa lagu yang saya buat antara lain Matahari dan Indahnya Pagi yang sudah ada di channel Youtube. Lagu Matahari sangat disukai siswa dari tahun ke tahun. Liriknya membuat siswa yang menyanyikannya bersemangat dan menyadari akan tugas dan kewajibannya sebagai anak, siswa dan makhluk Tuhan. Liriknya yaitu : Matahari…bersinar memberiku ennergi…Hari cerah secerah jiwa dan hatiku…Tak kan surut langkah …Meniti kehidupan ini…Semua kuserahkan…Hanya PadaMu…

 

Siswa yang telah diajari lagu Matahari pada umumnya senang menyanyikannya disaat mereka mulai letih dan jenuh dalam belajar. Bahkan para alumni dari SMP tempat saya mengajar sangat hapal dengan lagu ini. Mereka sering kali mengingatkan saya pada kenangan lagu Matahari. Tidak heran bila lagu matahari indentik dengan guru IPA.

 

Lahu Matahari kadang mereka nyanyikan  saat beristirahat  bermain di halaman sekolah atau pada  saat pentas seni berlangsung. Siswa menyukai lagu ini karena sudah jarang menjumpai lagu anak-anak yang sesuai dengan umur mereka. Bahkan bila bertemu saya selalu mengingatkan lagu Matahari. Mereka berkata:” Ibu….Matahari….nanti nyanyi ya..”. “ Iya nanti di jam terakhir”. Jawab saya dengan senyum.

 

Lagu Matahari yang sudah terekam dapat saya gunakan sebagai suara pada media pembelajaran misalnya media presentasi dan media video yang menggunakan lagu ini pada awal atau penutup media. Media pembelajaran menjadi lebih menarik karena dihiasi dengan lagu milik mereka.

 

Media pembelajaran berupa presentasi yang dikonversikan menjadi video dengan judul “Energi dalam Kehidupan “ saya gunakan lagu Matahari sebagai latar belakang suarannya. Siswa sangat senang membuka dan memutarkannya kembali karena belajar dengan riang tanpa rasa jenuh atau kantuk.

 

Seiring dengan berjalannya waktu berlalunya lagu Matahari sudah lama diciptakan. Pada sustu saat saya harus kehilangan pendamping hidup yang selama ini melindungi, menjaga, dan membimbing saya dalam hidup. Saat itu rasanya tertutup semua keceriaan, semangat untuk hidup apalagi memilikirkan pembelajaran berikutnya. Terpuruk dalam lubang yang sangat dalam gelap, tidak ada tempat tumpuan berpijak. Kesendirian, kehampaan, kegelapan menyatu membuat diri tidak berdaya. Pada saat itulah siswa saya bersama-sama menyanyikan lagu Matahari sambil tersenyum dan menangis memeluk saya bergantian. Ya Allah ternyata lagu Matahari menyadarkan saya akan kelanjutan hidup dan rasa syukur yang harus ada sampai batas waktu memanggil. Mereka berbisik :” Jangan sedih lagi bu…Ibu jadilah matahari yang selalu bersinar memberi energi bagi kami…”. Harapnya. Saya tersenyum sadar akan hari esok penuh ceria menanti saya.

 

Saya tidak menyangka hanya dengan lagu membuat saya dan siswa memiliki ikatan kasih sayang sangat dalam. Duka yang saya rasakan menjadi duka mereka sehingga mereka menghibur dengan mengingatkan keindahan arti lagu Matahari untuk berserah diri pada Tuhan lepaskan semua beban pada Tuhan dan tidak putus asa untuk menjalankan kehidupan sesuai takdir yang Tuhan berikan.

 

Ikatan kasih sayang antara guru dan siswa ternyata dapat terjalin tanpa kita paksakan atau kita adakan dengan sengaja. Ikatan kasih sayang datang dengan sendirinya misalnya melalui lagu Matahari yang menjadi lagu kebersamaan saya dan siswa. Mereka terus akan mengingat saya melalui lagu ini dalam belajar dan pengalaman belajar mereka.

 

Semoga cerita singkat ini bisa memberi pelajaran bagi kita sebagai insan pendidikan bahwa ikatan kasih sayang antara guru dan siswa dapat terjalin karena adanya kebersamaan dalam kegiatan pembelajaran yang mengesankan bagi mereka dan gurunya melalui aktivitas yang menyemangati siswa misalnya melalui lagu.

 

 

Guru & Cinta

Guru dan Cinta

Oleh : Hastuti Wibowo

img_2443

Guru identik dengan Cinta karena selama menjadi guru selalu ada cinta buat saya. Bahagia rasanya mendapat cinta dari semua yang berinteraksi dengan saya sebagai guru. Ibu guru sebuah panggilan yang menggetarkan hati dari kata inilah saya merasakan adanya cinta di kehidupan. Mereka memanggil Ibu Guru rasanya sejuta harapan yang mereka inginkan dari saya. Begitu nyaman dan indahnya setiap kata itu terucap dari mereka anak-anak saya di sekolah. Tidak salah lagi Cinta yang membingkai Ibu Guru dengan semua anak didik di sekolah.

Cinta sebagai guru sudah saya rasakan mulai dari 29 tahun lalu, saat saya mengawali aktivitas sebagai guru. Menjadi guru baru memberi tantangan tersendiri untuk membuktikan eksistensi sebagai guru yang dapat dihandalkan. Meski masih sebagai guru honorer tidak menyurutkan semangat saya untuk menunjukkan kualitas pembelajaran.

Waktu terus berlalu sampai menginjak tahun ke 12 saya masih berstatus sebagai guru honorer di sekolah swasta ini yang merupakan sekolah ternama di Provinsi Jambi. Sampai pada akhirnya ada pertemuan antara guru dan pimpinan Yayasan Pusat. Pada pertemuan tersebut banyak diantara guru mengajukan protes kenaikan kesejahteraan. Kebanyakan dari mereka sudah berpredikat guru tetap dengan gaji yang jauh lebih besar dari gaji saya. Saya berpikir inilah saatnya saya mengajukan diri di forum yang langka ini. Dengan lantang saya berkata : “ Maaf bapak/Ibu Guru kalau kalian menginginkan kesejahteran yang lebih lalu bagaimana dengan saya?”. “Saya hanya guru honorer dengan masa kerja 12 tahun, seharusnya yang harus diprioritaskan adalah saya”. Ucap saya dengan semangat. “ Karena saya sudah banyak membawa nama sekolah dengan membimbing siswa sampai ke tingkat Nasional, tolong Bapak Pimpinan memperhatikan keinginan saya untuk dijadikan guru tetap bukan meminta tambahan kesejahteraan”. Ucap saya sambil menganggukan kepala dan duduk kembali. Alhamdulillah di tahun itu juga Tahun 2002 saya menjadi guru tetap dengan masa kerja diperhitungan setengah dari 12 tahun. Predikat ini semakin membuat saya semangat memajukan kualitas pendidikan di sekolah ini.

Sampai lupa ya.. saya belum mengenalkan diri. Nama saya Hastuti Wibowo merupakan anak kelima dari pasangan Suhawariatin dan Supardi Hendro Wibowo. Saya memiliki 2 putra dan 1 putri bersama suami saya alm Ismet Muhamad. Delapan tahun lalu suami tercinta mendahui saya dan ketiga buah hati. Keadaan terberat yang pernah saya rasakan karena harus berjuang menghidupi ketiga anak yang sedang butuh materi dan moril. Menjadi guru sangat menguatkan saya menghadapi semua ini. Saat ini kedua putra saya sudah sarjana dan gadis bungsu yang cantik cerdas dibiayai Provinsi karena diterima di SMA Negeri Titian Teras HAS milik Provinsi Jambi. Umur saya saat ini sudah mencapai 54 tahun.

Kembali lagi pada cerita saya tentang suka duka menjadi guru yang didominasi suka karena cinta dan dukungan dari semua pihak. Saya sebagai guru IPA selalu mendukung siswa beprestasi di sekolah maupun di luar sekolah. Saya menekuni Olimpiade Sains mulai dari membimbing di sekolah sampai membimbing di Provinsi. Semakin banyak saya berbuat rasanya semakin kurang upaya yang sudah saya lakukan. Saya bertekad akan selalu mendukung dunia pendidikan sampai akhir hayat.

Guru tidak hanya mendukung tetapi ada kalanya harus memberi contoh. Contoh yang sering saya tunjukkan pada murid antara lain saya aktif belajar dan aktif mengikuti lomba guru. Saya belajar dengan mengikuti pendidikan S2 diusia 48 tahun dan Alhamdulillah saya wujudkan menjadi lulusan terbaik wisuda tahun 2015 dengan IPK 4,00. Bahagia rasanya dengan penuh cinta murid-murid saya datang di hari ujian sidang dengan bunganya. Lomba yang sudah saya ikuti dari tingkat kota sampai nasional. Pengalaman nasional saya rasakan pada tahun  2009, 2010, 2016, 2017. Pengalaman lomba membuat saya semakin belum maksimal dalam berkarya karena masih banyak guru hebat diluaran sana yang patut diacungi jempol.

Menjadi finalis guru berprestasi nasional 2016 memberi pelajaran tersendiri buat saya kalau guru harus menulis karena dengan menulis ada yang ditinggalkan pada generasi berikutnya. Guru tidak hanya meninggalkan ilmunya saja tapi meninggalkan tulisan yang penuh makna bagi dunia pendidikan.

Berlatar belakang ini tolong ajari saya untuk terus menulis tentang fiksi dan non fiksi. Kemampuan saya yang masih minim perlu bimbingan dan belajar lebih lanjut. Terimakasih Bapak Wijaya Kusumah (Omjay) yang bersedia menjadi mentor saya dalam menulis. Meski baru belajar saya sudah menerbitkan 4 buku dengan penuh perjuangan. Ingin rasanya dimasa pensiun saya kelak Insya Allah saya menjadi penulis yang mendidik untuk perkembangan anak-anak dalam masa pendidikan.