Tag Archives: igi

Suka Duka Menjadi Guru

SUKA DUKAKU MENJADI GURU
Oleh: Dismi Fitri
 
Mendengar kata “Guru” tidak pernah terbayangkan olehku semasa kecil untuk menjadikan pekerjaan guru sebagai profesiku, apalagi menjadi seorang pendidik yang memiliki kharisma, berwibawa, profesional dan dapat menjadi inspirator untuk banyak orang khususnya bagi siswa siswinya.
 
Hal Yang ada dalam benakku ingin menjadi pegawai kantoran, karena menurutku pegawai kantoran merupakan pekerjaan yang mempunyai banyak uang dan bisa berpenampilan menarik serta cantik. Namun seiring berjalannya waktu sampai waktu setelah menyelesaikan Pendidikan Strata Satu jurusan Teknik Informatika saya mulai mencoba masuk menjadi Guru Honorer atau sebagai Guru Tidak Tetap disalah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Kabupatenku tepatnya Kabupaten Bengkulu Utara.
 
Disinilah menurutku pertualangan dalam babak baru hidupku dimulai resmi menjadi guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
 
Tanpa memiliki bekal ilmu yang cukup dalam kegiatan belajar mengajar, cara mengajar yang baik, cara penguasaan kelas, peserta didik atau apapun yang berhubungan dengan belajar mengajar karena memang bukan dari basic keguruan ilmu pendidikan, semua terasa meraba, samar dan sulit bagiku.
 
Beruntung dan bersyukurnya sifat mau mencoba dan mau berlajar dalam diriku mulai perlahan merubah semua keadaan sedikit mencair meskipun di sana sini sangat banyak sekali kekurangan. Dengan banyak bertanya dengan rekan-rekan sejawat yang senior menurutku sangatlah membantu.
 
Dalam perjalananku menjadi seorang guru khususnya guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi tentunya banyak kendala yang dihadapi salah satunya pasilitas atau sarana prasarana di sekolah tempatku mengajar yang tidak memadai hingga kemampuan siswa siswi yang masih awam sekali dengan komputer. Karena memang tempat tinggalku merupakan sebuah desa yang rata-rata penghasilan penduduknya adalah dari bertani. Jangankan untuk memiliki barang yang mewah untuk makan dan biaya sekolah anak-anak saja untung bisa terpenuhi.
 
Minimnya fasilitas serta sarana dan prasarana komputer yang ada di sekolah memaksaku bekerja ekstra untuk membuat siswa siswiku mengerti dan bisa menerapkan akan materi-materi Teknologi informasi dan Komunikasi yang kuajarkan. Tak heran kadang diri ini merasa seperti mengajarkan siswa siswi menghayal, karena materi yang seharusnya di praktekkan malah di ajarkan dengan cara teori dan hanya melihat gambar-gambar saja.
 
Di sisi lain dengan pekerjaan ini besaran honor yang diterima dari sekolah tempatku mengajar terbilang lumayan kecil itupun dibayar kadang tiga bulan sekali bahkan lebih. Sehingga bagaimana caraku semua kebutuhanku bisa terpenuhi mulai dari biaya transport, biaya pulsa dan biaya untuk makan.
 
Gejolak dalam hati ini sudah pasti ada. Walaupun dengan kondisi penghasilan yang terbilang minim anehnya profesi ini kujalani dengan rasa senang dan timbul dalam dadaku menyukai pekerjaan ini. Apalagi jika bertemu dengan siswa siswiku yang beraneka ragam pola tingkah laku dan kebiasaannya. Mulai dari yang baik, rajin, butuh perhatian, senang di sanjung atau bahkan butuh motivasi yang lebih. Ini semua membuatku semakin menjadi pribadi yang ingin terus belajar dan semakin merasa tertantang. Terlebih lagi dorongan hati merasa siswa siswiku butuh pengetahuan tentang Teknologi khususnya berhubungan dengan komputer. Karena yang kita ketahui yang namanya perkembangan teknologi selalu mengalami perkembangan yang sangat pesat.
 
Akhirnya profesi ini kujalani dari tahun ke tahun dan saat ini sudah hampir 10 tahun masa pengabdianku di sekolah ini. Banyak hal yang sudah kulalui dan sudah silih berganti pergantian pemimpin dengan berbagai macam karakter kepemimpinan yang diterapkan. Saat inipun dengan rasa syukur yang tiada duanya menyatakan senang bangga menjadi guru karena pekerjaan ini sungguh mulia. Dalam hati inipun tertanam ini adalah ladang amal bagiku, karena tidak bisa beramal lewat uang yang banyak, membangun sebuah masjid yang mewah namun beramal lewat ilmu yang bermanfaat. Aku ingin terus belajar dan semoga bisa menjadi manusia yang bisa menginspirasi banyak orang terutama bagi siswa siswiku.

Bermalam di Hotel Amaris by Santika Banjar, Banjarmasin Kalsel

Bermalam di Hotel amaris Banjarmasin
Bermalam di Hotel amaris Banjarmasin

Rasanya seperti mimpi bisa menginjakkan kaki lagi di sini. Di kota Banjarmasin Kalimantan Selatan ini, saya bermalam di hotel Amaris by Santika Banjar, Jl. Jendral Ahmad Yani, Km 7, Banjarmasin. Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Kalsel mengundang saya untuk menjadi pembicara seminar nasional “Merancang Media Pembelajaran Interaktif Berbasis ICT yang Menyenangkan. Sebuah tantangan dan peluang dalam meningkatkan kompetensi profesional guru”. Pak Gusti Surian sebagai ketua umumnya, mengundang saya untuk memberikan materi kepada teman-teman guru di kota ini.

Baca lebih lanjut

Pelatihan Guru Menulis dan Peluncuran Buku Guru Juga Manusia

Peluncuran Buku Guru Juga Manusia dan Pelatihan Guru Menulis

Peluncuran Buku Guru Juga Manusia karya Ukim Komarudin

Peluncuran Buku Guru Juga Manusia karya Ukim Komarudin

Peluncuran buku “Guru Juga Manusia”, dan Pelatihan Guru Menulis di Wisma UNJ Rawamangun Jakarta Timur Minggu, 25 Nopember 2012.

Baca lebih lanjut

Sambutan Mendiknas di Kongres IGI: Perangi Kitmanisme

13088153461415754459

Bahagia rasanya bisa bertemu langsung dengan menteri pendidikan nasional (Mendiknas) Prof. Dr. Muhammad Nuh. Beliau masih menyempatkan diri bertemu dengan kami para guru di sela-sela kesibukan beliau. Sungguh sebuah kebahagiaan yang tak ternilai bertemu langsung dengan pak mendiknas di kongres IGI, Kamis, 23 Juni 2011 yang menginspirasi para guru di Indonesia untuk maju.

Baca lebih lanjut