Tag Archives: internet

Jajak Pendapat Kogtik

jajak-pendapat

Kita klik yuk, https://www.facebook.com/groups/kgtik/permalink/1089248424528875/jajak pendapat

Blog Dapat Meningkatkan Keterampilan Menulis

Blog di internet dapat digunakan sebagai alat atau media siswa berlatih menulis. Blog dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. Blog dapat menjadi tempat sarana berlatih siswa untuk belajar menulis bila dikelola dengan baik. Pengelolaan blog di internet menjadi salah satu kunci suksesnya seorang blogger.

Blog adalah bentuk Aplikasi Web. Pada dasarnya merupakan bagian dari situs website yang dapat diakses secara online yang memiliki fungsi utama memuat tulisan-tulisan dan gambar (dimuat dalam posting) pada setiap halaman web. Blog biasanya dikelola oleh pengguna tunggal (sebagian lainnya oleh beberapa penulis) dibuat sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan siswa, hanya sedikit siswa yang mampu mengelola blognya dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya blog yang dibuat siswa tapi miskin tulisan dan fakir komentar. Blog yang dibuat sepi pengunjung dan tidak ada tulisan siswa yang menarik hati pembaca.

Blog adalah alat rekam yang ajaib. Keajaibannya akan terasakan bila dikelola dengan baik. Blog seperti buku diary yang mampu dijadikan tempat menulis secara online. Siapa saja bisa menulis di sana secara gratis dan berbayar. Mereka bisa berbagi pengalaman dan kisah kisah yang menginspirasi pembaca.

Ada beberapa tempat pembuatan blog gratis di internet, diantaranya di wordpress.com dan blogspot.com. Penulis sendiri telah merasakan nikmatnya menulis di kedua blog tersebut. Anda bisa membukanya di https://wijayalabs.wordpress.com dan http://wijayalabs.blogspot.com.

Fungsi blog pada dasarnya adalah sebagai media publikasi untuk menyalurkan ide atau catatan harian melalui tulisan-tulisan yang di muat dalam posting. Dalam perkembangan sekarang, blog bisa digunakan untuk menghasilkan uang melalui iklan yang terpasang di blog. Untuk dapat menghasilkan uang, tentu blog harus mempunyai pengunjung/visitor.

Blog di internet terbukti dapat digunakan sebagai alat atau media untuk meningkatkan keterampilan menulis. Hal itu tentu dapat dibuktikan dari banyaknya tulisan yang terus mengalir dan menarik perhatian pembaca di blog. Penulis blog atau biasa disebut nara blog akan merasakan hari demi hari tulisannya semakin renyah dibaca dan semakin terampil menulis.

Media Blog pertama kali dipopulerkan oleh blogger.com, dimiliki oleh perusahaan Pyra Labs yang disebarluaskan pada Agustus 1999. Karena kepopuleran tersebut, Pyra Labs akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat Open Source yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Keterampilan menulis dapat diasah dari menulis setiap hari. Blog dapat digunakan sebagai sarananya. Siswa dapat berlatih menulis terus menerus dengan tindakan tindakan yang dilakukan oleh guru. Guru menjadi pemandu siswa agar mampu menulis di blog dan mengelolanya dengan baik.

Tentu ini akan menjadi semakin mantap bila ada kolaborasi antara guru tik dan guru bahasa indonesia di sekolah. Kolaborasi antar keduanya diduga dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Guru dapat memanfaatkan blog di internet sebagai media berkolaborasi untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.

Oleh karena itu, pengelolan blog di internet secara kolaborasi diduga dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Guru dapat mengajari siswa menulis yang baik dari mulai pembukaan, isi tulisan sampai penutup. Guru juga dapat membantu siswa untuk membuat tulisan tulisan yang menarik dari apa yang disukai dan dikuasai siswa. Blog dapat digunakan sebagai tempat untuk menuliskannya dan dibaca banyak orang. Asalkan blog pribadi yang dibuat dikelola dengan baik dan terus menerus diisi dengan tulisan tulisan yang menarik hati pembaca dan betah berlama lama berada di dalamnya.

Bagaimana menurut anda?

Internet dan Minimnya Content Edukatif

Sumber: Google

Membaca tulisan bagus dari pak Onno W Purbo di kolom opini kompas cetak, Senin, 8 Februari 2010 membuat saya merenung dan merasakan bahwa perkembangan internet begitu dahsyat dan cepat. Namun sayangnya, kedahsyatan dan kecepatan internet itu tidak diimbangi dengan pesatnya pula content-content edukatif yang membawa para peserta didik atau anak sekolahan menjadi senang untuk membaca di dunia maya. Mereka lebih asyik dengan kegiatan-kegiatan chating dan mengetikkan status mereka di facebook. Alhasil mereka hanya menjadi bangsa pemakai teknologi yang menina-bobo-an itu. Kita pun terperanjat melihat besarnya uang untuk membeli pulsa anak-anak kita.

Baca lebih lanjut

Belajar Internet dari Internet

Ketika saya baru mengenal internet, saya bingung apa yang harus saya lakukan. Maklumlah, saya termasuk anggota PDI (Penurunan Daya Ingat). Jadi apa yang sudah diajarkan oleh instruktur komputer itu cepat sekali lupanya. Saya masih ingat, betapa sulitnya saya membuat email, begitu pun ketika pertama kali saya membuat blog. Rasanya susah dan malas sekali mempraktikkannya.

Baca lebih lanjut

Membuat Buku TIK

Sosialisasi Pembuatan Buku TIK

Sosialisasi Pembuatan Buku TIK

Sudah beberapa hari ini saya mencoba membuat sendiri buku Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk siswa SMP. Ternyata banyak sekali teman-teman guru yang sudah membuatnya.

Tapi saya merasakan ada yang kurang dari buku teman-teman itu. Apa ya?? Hampir semua Buku mereka ternyata belum disahkan oleh tim dari BSNP (Badan Standar Nasional pendidikan).

Sebagai guru TIK yang pernah mendapatkan sosialisasi pembukatan buku TIK, saya merasa terpanggil membuat buku TIK yang berbeda dari yang ada sekarang ini. Buku TIK harus lebih banyak praktek daripada Teorinya.

Mohon doa dari pembaca semoga saya diberikan kekuatan olehNya untuk menyelesaikan buku ini.

Mengapa anak lebih senang bermain games?

main games

main games

Setiap kali pelajaran TIK akan berlangsung, anak-anak di SMP Labschool Jakarta selalu minta waktu untuk bermain games. Alasannya singkat, rileks sebentar pak!. Lalu kemudian mereka dengan asyiknya bermain games di komputer. Mulai dari cara memasak makanan, sampai balap-balapan. Pokoknya mereka enjoy banget dengan beraneka ragam games yang mereka install sendiri. Kayaknya kalau ada gunung meletus, mereka nggak bakal denger tuch!.

Selidik punya selidik, dan saya tanyakan langsung pada anak-anak kenapa mereka senang bermain games?, jawabannya karena games itu menarik mereka untuk berperan aktif di dalamnya. Mereka menjadi pelaku utama dan penentu kemenangan. Tak ada yang sanggup menghalangi mereka karena niat yang begitu kuat untuk mendapat score yang tinggi. Games telah membuat pembelajaran yang mengundang. Mengundang mereka dengan suasana asyik dan menyenangkan. Tak peduli banyaknya tugas sekolah yang datang setelah ini, yang penting mereka enjoy dan rileks dulu. 

Nampaknya para pendidik dituntut untuk membuat media pembelajaran seperti games, yang dapat membuat anak, belajar sambil bermain, dan bermain sambil belajar. Bagaimana yach caranya? Ada yang bisa kasih komentar ???