Tag Archives: Makruf Sodikin

Guru Sejati = Guru yang Menginspirasi

GURU SEJATI = GURU YANG MENGINSPIRASI

Oleh Makruf Sodikin *)

erwin marwiansyah

                Keberhasilan pendidikan di Indonesia sangat ditentukan oleh beberapa faktor. Kurikulum adalah salah satunya.. Salah satu faktor pendukung keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 adalah penguasaan IT para guru. Di samping itu, kita juga harus menyadari bahwa tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu. Sebab kalau itu yang terjadi, peran guru di masa datang akan tergantikan oleh teknologi.

                Ada kata-kata bijak yang patut kita renungkan bersama : Guru Biasa itu “Mengatakan”, Guru Baik itu  “Menerangkan”, Guru Hebat itu “Mendemonstrasikan” dan Guru sejati itu ”Menginspirasi”. Semoga kisah yang saya tulis di sini dapat menginspirasi pembaca dan dapat dapat diambil  hikmahnya.

Tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Tak terasa saya sudah mengabdi sebagai guru sekolah dasar di daerah pedesaan selama 30 tahun. Banyak hal di dunia ini yang menurut kita terjadi secara kebetulan, meskipun pada hakekatnya semua itu sudah merupakan skenario dari Tuhan yang harus kita jalankan.

Pengabdian Pertama Menjadi Guru

Tepat di bulan Juni 1988, saya menerima SK CPNS sebagai guru. Mulai saat itu saya resmi menjadi abdi negara yang ditugaskan di daerah pegunungan di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di SD Negeri Pengarengan 2. Jarak tempuh dari rumah sampai sekolah sekitar 40 km dan waktu itu harus ditempuh dengan 3 kali ganti angkutan umum dan masih harus berjalan kaki sejauh 2 km untuk sampai ke sekolah. Rutinitas seperti itu kami jalani selama 12 tahun mengingat saat itu transportasi masih sulit. Hal itu disebabkan karena memang belum adanya fasilitas jalan yang mudah dilalui kendaraan dan masih langkanya guru yang mempunyai sepeda motor.

Meskipun kami ditugaskan masih dalam lingkup satu kabupaten, namun waktu itu kami hanya pulang dua minggu sekali. Kami tinggal di rumah dinas bersama 6 teman guru yang lain. Sungguh merupakan perjuangan penuh suka dan duka yang tak mungkin terlupakan begitu saja Sering kali waktu itu kami harus jalan kaki 10 km (pulang pergi) setiap kali ada undangan rapat di kecamatan.

 

Guru Profesi Pilihanku

Selain fungsinya sebagai pengajar yang mentransfer ilmu, guru juga harus berperan sebagai pembelajar yang harus belajar dan terus belajar mengupdate ilmunya setiap saat. Menyadari akan hal tersebut, setelah 10 tahun bertugas saya memutuskan untuk menempuh studi lanjut  S1 di Universitas Tidar Magelang.

Tahun 2009 saya diberi kesempatan oleh atasan saya untuk mengikuti seleksi calon kepala sekolah dan alhamdulillah lolos. Tahun pertama menjabat sebagai kepala sekolah, banyak sekali hal-hal baru yang saya hadapi yang semuanya itu belum pernah saya alami selama menjadi guru.

Urusan pekerjaan yang kaitannya dengan kedinasan, sebanyak dan seberat apapun saya berusaha untuk selalu bisa mengkondisikan. Namun untuk dapat mengkondisikan segenap dewan guru (Bahasa Jawa=Ngemong) bukanlah hal yang mudah, apalagi mayoritas dari mereka adalah senior saya dengan latar belakang dan potensi yang berbeda-beda.

Impian Menuju Sekolah Modern

Setelah dua tahun menjabat sebagai kepala sekolah, saya mulai membuat terobosan untuk mengenalkan dunia IT di sekolah dengan meluncurkan relay TV Edukasi yang dapat diakses oleh warga sekolah dan masyarakat sekitar. Untuk merealisasikan ide itu kami berkolaborasi dengan berbagai pihak yang peduli dengan dunia pendidikan.

Seperti sudah kami duga dari awal, sampai bisa launching pada bulan Agustus 2011 bersamaan dengan perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI impian itupun akhirnya terwujud meskipun  banyak menemui kendala khususnya masalah dana. Kami pernah mengajukan proposal ke Tanoto Fondation berkaitan dengan program kami tersebut, namun kami memperoleh jawaban bahwa permohonan  tersebut belum bisa dikabulkan.

Tidak bisa ditawar lagi bahwa kemajuan dan keberhasilan dunia pendidikan di Indonesia ke depan salah satu faktor pendukungnya adalah penguasaan IT para guru. Saya pernah menyampaikan hal ini pada saat pelatihan Indonesia Digital Learning (IDL) yang dilaksanakan tahun 2014 di Kabupaten Magelang dengan harapan sosialisasi akan pentingnya penguasaan IT dan pemanfaatan internet dalam pembelajaran dapat dilaksanakan secara simultan dan merata di seluruh pelosok negeri.

*) Penulis adalah seorang guru dan pegiat Komunitas Dwija Arga