Tag Archives: pascasarjana unj

Suka Duka Kuliah S3

Tulisan ini saya buat setelah pulang kuliah di pascasarjana UNJ Rawamangun. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk kuliah lagi sampai jenjang S3. Semua itu seperti ada yang mengatur, dan seperti air mengalir dari atas ke bawah. Kita ikuti saja kemana angin bertiup.

kawan-kawan kuliah S3 TP-UNJ

kawan-kawan kuliah S3 TP-UNJ

Suka duka kuliah S3 banyak. Sukanya dapat teman baru, dosen pinter, ilmu yang bermanfaat, dan hal yang penting kita jadi tahu bahwa kita belum bisa menguasai ilmu Allah yang luas. Dukanya itu suka pulang malam, kadang suka autis, banyak menyendiri untuk baca buku dan bahan dari internet serta kehabisan uang buat beli buku, hehehe.

Itulah resiko yang harus diambil bila kita mau kuliah lagi dengan niat untuk terus belajar sepanjang hayat dan bukan sekedar mencari titel semata. Kalau cuma gelar yang dicari, maka kamu cuma akan terjebak dengan jual beli ijazah atau pelacuran intelektual. Kelihatannya sih keren, padahal kropos keilmuannya. Yuk terus belajar selama hayat masih dikandung badan!

Menjadi Guru Profesional Melalui PTK

Sabtu, 14 Maret 2009 telah dilaksanakan seminar nasional peningkatan mutu Guru dengan Tema : MENJADI GURU PROFESIONAL MELALUI PTK (Penelitian Tindakan Kelas).

Baca lebih lanjut

PENINGKATAN KUALIFIKASI GURU DALAM PANDANGAN GURU ITU SENDIRI

wijaya

wijaya

A. Latar Belakang

 

 

Peranan guru sangat menentukan dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan. Untuk itu guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk mampu menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Guru mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan bidang pendidikan, dan oleh karena itu perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Agar guru bermartabat, maka lahirlah UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Karena itu sudah sewajarnya apabila guru memiliki kompetensi yang berujung kepada adanya sertifikat. Hal itu diperoleh bila guru telah mengikuti sertifikasi guru. Lalu bagaimana bila guru yang bersangkutan tidak memiliki sertifikat tetapi dia telah memiliki kemampuan mengelola kegiatan belajar dan pembelajaran? Apakah dia telah dikatakan memiliki kompetensi sesuai dengan UU No. 14 tahun 2005?

Baca lebih lanjut