Tag Archives: pgri

Undangan Rakernas Guru TIK Se-Indonesia

rakernas

Nomor             : 007/IGTIK-PGRI/RAKERNAS/I/2019

Lampiran         : 1 BERKAS

Perihal             : Undangan Rakernas Guru TIK se-Indonesia

 

Kepada:

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah

Up. Guru TIK

di tempat

 

Dengan hormat,

Dalam rangka Kegiatan Rutin Tahunan guru TIK se-Indonesia, dengan ini kami sampaikan bahwa Ikatan Guru TIK PGRI akan melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Nasional tahun 2019.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, perkenankan kami mengundang guru TIK di sekolah bapak/ibu untuk hadir dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional Guru TIK se-Indonesia pada:

Hari                 : Sabtu, tanggal 19 Januari 2019

Waktu              : 08.00 WIB s.d. selesai (Susunan Acara terlampir)

Tema               : Sosialisasi Matpel Informatika dan rapat kerja guru TIK se-Indonesia

Tempat            : Aula Gedung A Kemdikbud Senayan lantai 2

Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta Pusat

Dengan ini kami berharap bapak/ibu kepala sekolah dapat menugaskan guru TIK di sekolah bapak/ibu untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Transportasi dan akomodasi ditanggung sekolah masing-masing. Bapak/Ibu dapat menghubungi Bapak Wijaya Kusumah Kusumah di WA 08159155515, dan Bapak Prasojo di WA 081296898995 sebagai perwakilan panitia rakernas.

Demikian surat undangan rakernas ini kami sampaikan, atas dukungan dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

 

Hormat kami,

 

Ketua Umum

 

 

 

Bambang Susetyanto, S.Kom

 

NIP. 1961 0301 1986 03 1 013

 

 

Tembusan:

  1. Ketua Umum PB PGRI
  2. Kepala Dinas Penddikan kabupaten/kota

 

Finalis Lomba Blog Guru Blogger PGRI

Inilah 3 Finalis peserta lomba blog PGRI yang telah mengirimkan tulisannya, dan mereka akan mendapatkan 3 buah tablet komputer dari sponsor eduspek dan hadiah kejutan lainnya dari sponsor kami.

Mereka itu adalah:

Sampai bertemu di acara konferensi nasional guru blogger PGRI, Terima kasih atas dukungannya. Semoga kegiatan ini terus berlanjut tahun depan. Aamiin.

guru-bloger-hijau

Peserta Lengkap bisa dilihat di https://www.kompasiana.com/wijayalabs/5bff700dc112fe353d149de2/lomba-blog-ksgn-untuk-guru-blogger-pgri

 

Membangun Ekosistem Sekolah Berbasis TIK

https://wijayalabs.com/2018/12/14/membangun-ekosistem-sekolah-berbasis-tik/

guru-bloger-hijau

Gambar

Blogger PGRI

guru-blogger

Olimpiade TIK Nasional (OTN) di Bali 17-19 November 2018.

Berilah komentar singkat dari kegiatan olimpiade TIK Nasional di Denpasar Bali, 17 sampai 19 November 2018 yang di https://www.kompasiana.com/wijayalabs/5bc41c7943322f3b420f82b4/ikutilah-olimpiade-tik-nasional-otn-17-19-nopember-2018-di-bali

otn

WhatsApp Image 2018-10-17 at 07.01.41

WhatsApp Image 2018-10-17 at 07.01.41 (1)

Belajar Elearning di SLCC PGRI

elearning-unj
Belajar elearning di Smart Learning and Character Center PGRI.
Surprise! Kali ini kami kedatangan tamu yang tak terduga. Beliau adalah Prof Tilaar, Prof Eko Indrajit dan Ibu Unifah Rosyidi. Sedang asyik kami belajar elearning, mereka datang tiba tiba ke ruang smart learning and character center (SLCC) PGRI di gedung Guru Indonesia Lantai 3.
Kedatangan tokoh-tokoh pendidikan Indonesia ini membuat semangat kami bertambah dalam belajar elearning untuk rakyat yang digagas oleh Pak Onno W. Purbo, pembina Ikatan Guru TIK PGRI.Berkat ide genius beliau, kamu sudah roadshow ke 42 kota di Indonesia.
Bahagia rasanya kami dilihat langsung oleh ibu Ketua Umum PB PGRI. Beliau datang bersama Prof Tilaar dan Prof Eko Indrajit yang merupakan idola para guru di Indonesia. Prof Eko sempat memperagakan papan tulis elektronik yang berisi materi pelajaran dan bahan ajar, baik secara offline dan online. Nanti anda bisa baca selengkapnya melalui laman http://pgri.or.id.
Alhamdulillah kegiatan kami berjalan lancar. Tak terasa sudah gelombang ketiga kami melaksanakan kegiatan workshop elearning di tempat ini. Kawan-kawan dari ikatan guru TIK PGRI secara bergantian memberikan materi elearning dan berbagi ilmu kepada rekan-rekan guru.
Kami adakan kegiatan ini 2 minggu sekali dari kelas jumat dan kelas sabtu. Jumat dari jam 13.00 sampai 17.00 wib dan Sabtu dari jam 08.00 sampai 12.00 wib. Gelombang pertama diisi oleh bu wiwin dan pak youri, gelombang kedua oleh pak Prasojo Page, dan gelombang ketiga dikelola oleh pak Youri Lylie, dan Bu Wiwin Sabayanti. Kali ini semua alumni workshop elearning diberi kesempatan untuk berbagi ilmunya kepada peserta lainnya. Ibu Afif, ikut berbagi ilmunya di pertemuan ketiga ini.
Besok pagi sudah ada 65 orang guru dari jabodetabek mendaftarkan diri melalui WA Group yang kami buat. Bagi anda yang mau ikutan di gelombang ke-4 dapat sms omjay di 08159155515. Rencana akan dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu, 26 dan 27 Oktober 2018.
Materinya dapat anda dapatkan dengan mengirimkan email ke wijayalabs@gmail.com, dan omjay ucapkan terima kasih. Semoga kita terus belajar elearning dan diterapkan di sekolah masing-masing.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Pengembangan Aspek Fisik Motorik pada Anak Usia Dini

PENGEMBANGAN ASPEK FISIK MOTORIK PADA ANAK USIA DINI

Oleh : Fitri Handayani, S.KM, M.Pd

Dunia yang mendigital membawa pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Seperti pisau bermata dua, keberadaan teknologi digital ini memiliki manfaat kebaikan dan juga efek buruk bagi penggunanya. Kemudahan dalam hidup dapat diperoleh dengan teknologi terkini, namun dampak buruknya juga tidak luput mengiringi. Pengaruh terhadap perkembangan anak usia dini pun tidak dapat dianggap ringan. Saat ini anak usia dini tidak lagi asing dengan berbagai gawai canggih, mulai dari telepon genggam, laptop, ipad, computer dan lainnya, yang tersambungkan dengan internet. Bukan hal aneh kita melihat anak usia dini terlihat asyik dengan gawainya. Istilah kuota, internet, wifi bahkan download bukan hal baru bagi mereka.

Layar yang berwarna, suara yang menarik, dan kemudahan penggunaan gawai menjadi daya magis tersendiri untuk anak usia dini. Mereka sudah teralihkan dari permainan-permainan di dunia nyata, dan lebih menikmati permainan daring di gawai dalam genggaman tangan mungil mereka. Padahal belum saatnya mereka terpapar karena banyak efek buruk dalam aspek kesehatan, maupun aspek perkembangan anak lainnya. Salah satunya yaitu dalam aspek perkembangan fisik dan motorik anak.

Anak usia dini yang sudah terpapar dengan gawai, biasanya lebih cenderung menyendiri, duduk tenang dengan tangan yang bergerak di atas layar gawainya. Mereka kuat berjam-jam tanpa pindah posisi, tanpa melepas pandangan mata bahkan bisa menahan rasa lapar saking asyiknya bermain. Mereka kurang suka bergerak, dan tidak terstimulus anggota tubuhnya kecuali jempolnya saja. Padahal di usia tersebut, semua bagian tubuh harus aktif bergerak agar bisa optimal tumbuh kembangnya.

Hal ini terjadi tidak hanya pada satu atau dua orang saja. Banyak anak usia dini yang menunjukkan gejala tersebut. Termasuk anak usia dini yang masuk ke lembaga pendidikan TK Muslimat 2, tempat kami mengabdikan diri. Kondisi ini menjadi tantangan bagi para pendidik di TK Muslimat 2, untuk bisa kembali mengajak anak bergerak, berjalan, berlari dan melompat namun dalam kondisi yang menyenangkan. Oleh karena itu muncul ide untuk kembali menggalakkan permainan tradisional anak yang pernah dimainkan oleh para guru di masa kecilnya.

Dari hasil diskusi maka muncul ide untuk menjadwalkan permainan tradisional anak setiap seminggu sekali di sekolah, yakni permainan tradisional yang banyak merangsang gerak anak. Diantara permainan tradisional tersebut yakni ; ular naga, lompat tali, engklek (tapak gunung), kakak mia, boy-boyan, petak umpet dan sebagainya.

Selain bergerak untuk merangsang seluruh anggota gerak tubuhnya, anak-anak juga diajarkan tentang aturan permainan. Berikut ini tahapan yang bisa dilakukan dalam pelaksanaan permainan :

  1. Guru mengajak anak untuk berkumpul di lokasi permainan , misalnya di halaman sekolah atau di aula sesuai kebutuhan permainan.
  2. Guru memperkenalkan nama permainan, beri sekilas informasi mengenai permainan yang akan dilaksanakan.
  3. Guru menyiapkan peralatan, bila permainan memerlukan alat dan penanda area permainan.
  4. Guru memberi informasi tentang aturan permainan, mengajarkan lagu yang dimainkan bila memang ada lagu yang dinyanyikan saat permainan.
  5. Guru memberikan contoh langsung pelaksanaan permainan.
  6. Memulai permainan dengan pembacaan basmalah
  7. Pelaksanaan permainan
  8. Mengakhiri permainan dengan pembacaan hamdalah.
  9. Melakukan evaluasi pada saat recalling di akhir pembelajaran pada hari tersebut. Misalkan dengan menanyakan perasaan anak-anak, bagian yang disukai dan tidak disukai, rencana permainan selanjutnya dan tugas agar anak juga memainkannya bersama ayah-bunda, dan adik-kakak atau teman di rumah.

Berawal dari kegiatan permainan di sekolah ini, kemudian anak mulai terkikis sedikit demi sedikit ketergantungan terhadap gawai. Namun tentunya keberhasilannya tidak lepas dari kerjasama dan keterlibatan orang tua. Bila di rumah tidak diberi kesempatan dan ruang untuk melakukannya, anak tetap akan pasif dan semakin ketergantungan dengan gawai dan sejenisnya.