Tag Archives: pgri

Belajar Menulis Bersama Pak Dudung Nurullah Koswara

WhatsApp Image 2020-01-18 at 20.11.35Resume Belajar Menulis Gelombang 2 bersama OM Jay –Pertemuan 3

Di pertemuan ketiga ini bertindak sebagai moderator Bapak Wijaya Kusuma, https://wijayalabs.wordpress.com/ dan Narasumbernya Bapak Dudung Nurullah Koswara https://www.facebook.com/dudung.koswara.7 (Ketua PB PGRI)

Baca lebih lanjut

Belajar Menulis Bersama Bu Hati Nurahayu

WhatsApp Image 2020-01-29 at 04.58.05Bismillahirrahmaanirrahim..

Selamat malam dan kembali lagi dengan program MENULIS BERSAMA OMJAY

Apa kabar teman-teman sekalian? Semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan yang maha esa..

Semoga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan berkah dari Seminar Online ini..
Pertama-tama izinkan saya memperkenalkan diri
*Nama : Intan Rahmadani
Kegiatan : Mahasiswi Sastra Inggris Uin Bandung

Saat ini saya diberi amanah oleh Super Seminar untuk menjadi moderator pada grup online hari ini☺🙏

Haloo, selamat malam bapak ibu sekalian. Semoga kita semua bisa belajar bersama hari ini.😊✨
Narasumber Super Seminar XIII kali ini adalah Ibu HATI NURAHAYU👏👏🎉🎉
Dengan tema : Menulis untuk berbagi ilmu dan pengalaman

Baca lebih lanjut

Belajar Menjadi GUPRES Bersama pak Encon Rahman.

WhatsApp Image 2020-01-27 at 20.18.01Bismillahirohmanirohim terima kasih Om Jay sudah memberi kesempatan kepada saya ya untuk berbagi ilmu demikian juga kepada rekan-rekan yang lain.

Baiklah Tmn2 kita berbincang tentang apa y hehe. Apakah tentang gupres atau tentang guru internasional?

Semuanya Pak guru…
Saya ingin seperti Bapak.

Untuk menjadi gupres membutuhkan sebuah keberanian dan kesabaran.

Pada tahun 2014 saya ya ya di tingkat kabupaten sudah menjadi gupres tapi karena masa kerja saya saya belum mencapai 8 tahun maka saya tidak diperkenankan untuk mengikuti tingkat provinsi sehingga pada waktu itu saya hanya bertahan menjadi juara 1 di tingkat kabupaten.

Pada tahun berikutnya 2015 saya diminta untuk tampil menjadi gupres oleh kecamatan tetapi saat itu saya tidak mau karena untuk menjadi gupres membutuhkan portofolio dan pengalaman yang komprehensif.

Meskipun saya menolak jadi gupres takdir berkata lain pada waktu itu saya mengikuti lomba mahkamah konstitusi tingkat kabupaten dan menang selanjutnya saya diminta untuk tampil di tingkat provinsi dan akhirnya juga menang juara 1.

Juara mahkamah konstitusi lah yang mendorong saya ya dapat berangkat umroh ke tanah suci secara gratis.

Kemudian tahun berikutnya nya saya ya baru bersedia mengikuti ajang lomba gupres dan dengan izin Allah menjadi juara 1 sehingga gupres ini juga mengantarkan saya ya bisa berangkat ke Mekkah yang kedua kalinya.

Selanjutnya nya ya saya ya ikut seleksi si penerimaan PMCA dari Kemendikbud dan alhamdulillah dengan takdir Allah saya bisa mewakili Indonesia sebagai guru internasional pada tahun 2017.

Dari berbagai lomba tersebut saya bisa berangkat ke Australia untuk belajar dan BELAJAR ke Thailand.

Untuk menjadi gupres ada rahasia yang bisa dilakukan oleh teman-teman yaitu amalan lahiriyah dan batiniyah.

Orang-orang sukses pasti memiliki kekuatan untuk menjadi sukses nya yakni amalan batiniah dan lahiriah.

Saya TERPILIH gupres 2016 jenjang sekolah dasar. Pada tahun 2018 saya mendapatkan penghargaan dari presiden berupa penghargaan Satya lencana dan alhamdulillah pada waktu itu saya bertemu dengan Om Jay beliau orang yang sangat luar biasa mendokumentasikan seluruh kegiatan yang kami laksanakan di Bekasi pada kegiatan PGRI.

Apa beda gupres dengan guru internasional pa?

Jika gupres berjenjang dari mulai kecamatan kabupaten provinsi dan nasional sedangkan guru internasional itu ikut seleksi ke Thailand berdasarkan an rekomendasi Kemendikbud jika menang maka rekomendasi kita diterima oleh Thailand.

Menjadi guru internasional tidak mudah karena posisi kita menjadi duta bangsa di negara orang lain terutama di 11 negara Asia tenggara.

Untuk guru inyernasional apakah hrs bisa bhs inggris pak?

Iya. Kita harus bisa berbahasa Inggris karena di sana kita akan melakukan presentasi dan wawancara cara dengan media cetak dan elektronik.

Amalan batiniah dan lahiriyah yang pernah saya lakukan adalah pertama secara lahiriyah saya mengikuti panduan dan ketentuan yang harus dilaksanakan sebagai calon guru berprestasi kemudian saya mengisi seluruh format yang diminta kementerian sehingga nilai yang diperoleh sangat tinggi sedangkan amalan batiniahnya saya selalu punya wudhu pada saat mengikuti lomba.

Saya guru kelas bukan guru PKN. Bhs Inggris saya tdk terlalu pintar. Biasa biasa zaja.

Selain punya wudhu pada saat ikut lomba amalan batiniah yang dilakukan adalah sedekah dengan berdoa khususon ingin jadi juara.

Di dalam kehidupan kita tidak bisa bersandar hanya mengandalkan otak tetapi ada sisi lain yang harus kita minta agar kita menjadi orang sukses yaitu Allah subhanahu wa ta’ala.

Memiliki wudhu selama mengikuti lomba ternyata amalan batiniah yang sangat menarik sehingga kita menjadi juara ini terbukti dengan apa yang saya capai semoga kalimat ini menjadi motivasi siapapun untuk menjadi sukses dalam bidang apapun.

Saya pernah ikut gupres, mulai awal sampai propinsi, tapi apa karena saya berasal dari kemenag ya, sehingga saya merasa saat penjurian ada diskriminasi atau itu hanya rasa tidak percaya diri saja, karena di tempat kami, sangat jarang guru dari kemenag bisa eksis dengan lomba2 guru. Mohon pencerahannya.

Diajang lomba TDK tidak mengenal dari Kemenag atau dinas yang pasti mereka akan mempertimbangkan an-nur bagai hal termasuk portofolio pada tahun 2015 yang menjadi juara mahkamah konstitusi tingkat nasional jenjang SD itu dari kemenag. Ini menggambarkan kan lembaga tidak menjadi ukuran bagi seseorang untuk sukses.

Poin penting menjadi gupres adalah yang bersangkutan harus komprehensif dari berbagai prestasi khususnya guru-guru yang memiliki kemampuan menulis dan berkarya karena na-eun hanya itulah yang menjadi indikator penilaian tim juri terhadap seseorang.

Amalan batin yang lain ketika kita mengikuti berbagai lomba adalah minta doa kepada orang tua khususnya ibu.

Untuk menjadi gupres Saran saya jangan tergesa-gesa karena bukan saja tidak akan jadi pemenang juga hanya menghabiskan waktu dan biaya saja oleh karena itu untuk menjadi gupres persiapkan dengan baik diantaranya 1 karya tulis 3 tahun terakhir dua karya tulis yang sudah memiliki hak cipta ketiga banyak bertanya dan belajar kepada alumni alumni gupres tingkat nasional.

Saya menjadi gupres dan berhasil dengan izin Allah menjadi guru internasional membutuhkan waktu 4 tahun sehingga saya tidak main-main ketika ingin mencapai impian saya ya sebagai gupres nasional dan internasional.

Apakah pak encon menulis itu sudah hobi dari kecil atau sejak kapan mulai nulis pak?
Karena dilihat itu karyanya ratusan gitu.

Saya menulis sejak SMP dan dilanjutkan di SPG lalu saya kecanduan menulis hingga menjadi mahasiswa.
Saya lulus kuliah wasilahnys dari honor tulisan juga saya bisa menikah karena honor tulisan juga yang dimuat di koran.

Definisi sukses bagi saya adalah saya bermanfaat bagi orang lain dan saya ya menjadi Jalan kebaikan bagi orang lain itu menurut saya adalah sukses.

Gupres tahun kemarin lebih kepada ada foto folio secara online Saya kira tahun ini pun tidak jauh beda namun tahun kemarin saya amati ada tambahan penilaian agar menjadi pemenang pilpres yaitu kandidat gupres harus Memiliki karya yang banyak yang sudah di daftarkan ke hak cipta atau haki.

Kalau penilaian juri waktu saya jd gupres
Memiliki buku ber isbn nilainya 50 kalau menulis artikel di surat kabar nasional nilainya 10 kalau menulis artikel di lokal nilainya 5 pada waktu itu 3 tahun yang lalu saya mengirimkan tulisan sebanyak 200 artikel yang dimuat di koran lokal dan nas sional sehingga nilainya sangat fantastis tidak bisa dikejar oleh teman-teman lain yang punya buku 10 hehehe.

Saya menulis setiap hari dan mengirimkan tulisan setiap hari juga ke koran radar ke koran pikiran rakyat Bandung Republika dan kekuatan nasional lainnya.

Juga saya menulis rutin di majalah-majalah lokal seperti suara daerah PGRI majalah pendidikan kan majalah daerah dan sebagainya. Kita harus banyak membaca kalau ingin bisa menulis.

Saya belum tahu apakah mendapat nilai juri atau tidak mungkin teman-teman yang lain bisa jawab karena saya menjadi gupres salah satu hasilnya adalah banyak menulis artikel di koran lokal dan nasional.

Saya guru SD Mekarwangi satu kecamatan Argapura kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Yang Saya tau, yang punya nilai, tulisan yang dimuat di koran (lokal, Nasional), kalau nulis di blog, barangkali kalau diklipingkan, atau dibukukan, baru dapat nilai. Kalau hanya berupa link, susah juga.

Tulisan pertama saya dimuat di tabloid mingguan pelajar dan mitra desa grupnya harian umum pikiran rakyat Bandung sebenarnya banyak tulisan saya yang ditolak redaksi daripada di muat tetapi saya terus berusaha menulis dan menulis tanpa kenal lelah sehingga ujung-ujungnya tulisan saya dimuat.
tekad kuat dan mental kuat menjadi di awal kalau mau menjadi penulis di koran-koran.
Sesungguhnya menulis di koran itu lebih sulit karens koran sudah berbicara tentang bisnis, pangsa pasar dan market koran tersebut.

Untuk menjadi penulis di koran membutuhkan mental dan tahan banting sebab tidak semua tulisan kita sesuai dengan harapan koran tersebut jadi hal yang harus dilakukan agar tulisan kita dimuat di koran adalah memahami isi koran dan siapa pangsa pasar koran.

Apa yg bapak rasakan setelah menjadi juara gupres dan bertemu presiden Jokowi? Saya senang sekali Om Jay karena menjadi gopres adalah menjadi Jalan kebaikan dan mudah-mudahan menjadi kebaikan bagi teman-teman lain guru di seluruh Indonesia begitupun ketika saya bertemu dengan presiden Alhamdulillah ini adalah takdir yang sangat luar biasa yang saya bisa nikmati.

Sampai saat ini saya lebih fokus kepada menulis artikel di koran koran dan majalah sehingga menulis buku baru di mulai LG tahun 2020 ini.

Saya lebih banyak membaca buku dan kliping koran atau majalah sehingga ketika saya membutuhkan atau membuat tulisan maka dengan mudah saya bisa menuangkannya.
Buku tersebut sebagai bahan rujukan dalam tulisan saya.

Target saya ya ingin menjadi maestro penulis hehe aamiiin.

Sebagai alumni pondok pesantren Daarut tauhiid di Bandung Saya ingin mengamalkan ajaran guru saya yang menyatakan jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Teman-teman makasih ya hari ini ini kita bisa berbagi dan sharing terima kasih juga kepada Om Jay yang SDH menjadi Jalan kebaikan.

Kesimpulannya untuk menjadi sukses di bidang apapun tidak terlepas dari amalan lahiriyah dan batiniyah selain itu kita harus percaya diri dan yakin pada kemampuan pribadi serta jangan tergesa-gesa dalam menentukan keputusan. ketenangan kesabaran dan keuletan dalam mengikuti kegiatan adalah kunci suksesnya menjadi pemenang Bukan pecundang.

Salam sukses.

 

Belajar Mengelola Sekolah Bersama Bu Betti Risnalenni

Bismillahirrahmaanirrahim..

Selamat malam dan selamat bergabung kepada seluruh peserta MENULIS BERSAMA OMJAY DI WA GROUP.

Apa kabar teman-teman sekalian? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah Swt..

InsyaAllah sebentar lagi kita akan melaksanakan Seminar Online. Semoga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan berkah dari Seminar Online ini..
Pertama-tama izinkan saya memperkenalkan diri
*Nama : Intan Rahmadani
Instansi : Mahasiswi Sastra Inggris Uin Bandung

Saat ini saya diberi amanah oleh Super Seminar untuk menjadi moderator pada grup online hari ini☺🙏

Haloo, selamat malam bapak ibu sekalian. Semoga kita semua bisa belajar bersama hari ini.😊✨
Narasumber Super Seminar kali ini adalah BETTI RISNALENNI👏👏🎉🎉
Agar kegiatan di grup Online “Menulis bersama Omjay” ini berjalan dengan lancar, kami sudah mempersiapkan aturan main. Aturan Main grup Online ini ialah sebagai berikut.

  1. Hindari memotong obrolan atau mengganggu saat narasumber sedang perkenalan dan memberikan materi
  2. Pertanyaan & jawabannya tidak boleh mengandung unsur sara dan menghina fisik.
  3. Jika ingin bertanya harap menjawab pertanyaan rebutan dari moderator disertakan emote ini (☝)
  4. Setelah dipersilahkan untuk bertanya, harap sebutkan nama dan asal instansi/sekolah
  5. Tanya jawab dibagi beberapa sesi. Setiap sesi Terdiri dari 3 penanya. Setiap penanya maksimal memberi 3 pertanyaan.
  6. Hindari memotong narasumber yang sedang menjawab pertanyaan dengan memberikan pertanyaan baru karena akan menganggu fokus narasumber serta peserta lain yg sedang menyimak.
  7. Hindari mengajukan pertanyaan yang telah ditanyakan oleh penanya lain atau sudah terjawab oleh penjelasan narasumber , demi efektifitas Seminar ini.

Okaay alhamdulilah kalo udah pada pahaam, kita langsung mulai sesi seminar online aja yaah. Kepada bunda Betti Risnalenni dipersilahkaan🥰❤@Betti Betti Pgri bekasi.

WhatsApp Image 2020-01-26 at 08.33.57

Mohon maaf saya mempersiapkannya dengan ketik langsung. Saya tidak dipersiapkan dari awal karena hp saya penuh juga dan bingung mau ngapus yang mana. Saya baru selesai kegiatan juga.

Perkenalkan nama saya Dra Betti Risnalenni MM . Kepala sekolah TK insan Kamil. Kebetulan saya mempunyai lembaga KB – TK dan SD.

Saya juga bingung mau membagikan cerita karena mungkin ini juga biasa saja tapi mungkin ada juga yg ingin tahu. Saya disini akan menceritakan pengalaman saya dalam mendirikan sekolah.

Awalnya sih karena keinginan seorang guru yang ingin semua anak mendapat pendidikan yang sama. Dapat pendidikan yang bagus.

Inspirasi ini timbul waktu saya mengajar di Al Izhar Pondok Labu tahun 1992. Saya mengajar di tempat mas mentri kita sekarang sekolah SD. Kebetulan saya guru kelas 4 nya mas Nadiem.

Disekolah ini rata rata anak orang kaya tapi ada anak panti asuhan juga. panti milik bu Dani Bustanil Arifin.

Tapi keinginan saya untuk membuat sekolah itu tidak gampang. Ada saja rintangan dan hambatan yg ditemui.

Saya mulai mendirikan kursus dulu tahun 1996. yaitu kursus aritmatika. saya sampai mempunyai 24 cabang di kota bekasi.

Saya masih maju mundur waktu mau mendirikan sekolah karena memang saya tidak punya modal materi, hanya modal nekad. Nekadnya ditambah dengan nekad seorang teman yg juga salah satu cabang saya.

Saya pertama buat kursus , modal kerjasama ( frienchise ) 10 jt tahun 1996 untuk 1 lembaga. buat saya tahun 1996 terasa mahal.

Tahun 1998 saya buat buku sendiri dan saya buka cabang tidak bayar fc, hanya ikatan kerjasama dengan membeli buku saya saja. waktu itu saya jual bukunya Rp 10.000, per buku.

Bukunya memang tidak tebal. itu berupa buku Lembar Kerja. tp kan 1 pusat kursus bisa beli banyak buku. apalagi waktu itu saya bekerjasama dengan sekolah. jadi banyak buku yang terjual.

Saat itu saya awalnya buka kursus itu bayar ke lembaga besarnya . namanya YAI. saya bayar 10 jt untuk kerjasamanya. kalau saya latihan untuk tingkat 1, saya bayar lagi uang latihannya.tapi gpp , itu yang membuat saya berani dan selalu mau menambah ilmu.

waktu itu, saya awalnya yang ikut. saya yang bayar. saya kan waktu itu peserta yang mau membuka kursus. Waktu saya buka kursus itu, 6 bulan saya buka, muridnya hanya 3. waktu itu saya agak sedih, modal FC dah mahal, ruangan ber AC juga pakai modal.

Tapi disitulah saya belajar. Jadi sales lah. saya buat brosur. Dimana ada kegiatan, di situ saya membagi bagikan brosur. Saya ke sekolah sekolah presentasi tentang aritmatika.

Saya bawa anak yang sudah berhasil. yang sudah bisa menghitung pake bayangan. jadi sudah tidak pake sempoa. Kalau di sekolah ada acara terima raport pasti saya dah minta tempat ke kepala sekolah untuk presentasi. itu berlangsung sampai tahun 1998. Di tahun itu juga saya mulai membuat buku sendiri dan harganya lebih murah , dan saya pun banyak yg minta kerjasama. kerjasama dengan saya ga pakai friendchice . hanya beli buku saja.

Akhirnya saya punya 24 cabang. Untuk menyemangati anak anak , saya sering mengadakan lomba di mal mal. Mal senang karena jadi banyak pengunjung. Saya juga enak karena fasilitas mereka sediakan, malah hadiah pun mereka fasilitasi.

Nah dari 24 cabang saya itu , ada 1 cabang yang ingin bekerja sama dengan saya untuk membuat TK. Awalnya saya tidak mau karena saya juga ga punya modal. Trus katanya , saya hanya bantu membuat kan buku buat anak saja. akhirnya saya sanggupi.

Ternyata bukan sampai disitu. Karena dalam membuat TK itu harus ada yayasan. Dia belum punya tp saya sudah punya. Akhirnya saya pinjami yayasan saya termasuk uang untuk mengontrak rumah untuk TK itu.

Dan tidak hanya sampai di situ. TK kan juga perlu peralatan, bangku , kursi, mainan dll . Akhirnya kecemplung juga saya di situ. Kerjasama saya dengan teman saya itu itu.

Saya mulai bulan maret 2003 waktu itu. Saya mulai dengan TPQ. Waktu mulai berdiri dapatlah murid 28 anak. Setelah Juli kita mulai dengan TK dan alhamdulillah mempunyai murid 33 siswa.

Karena TK nya itu ngontrak, jadi si empunya rumah masih punya kekuasaan. Halaman nya lah dilubangi katanya mau dibuat kolam. tapi sampai berakhir kontrakan tak pernah berisi air dan ikan. hanya lobang saja.

Baru berjalan bulan ke 3 TK, tepatnya bulan September 2003, teman saya mundur. Katanya kok rugi. Maklum dia biasa juragan batik. Sekolah ga ada untungnya , katanya. Tapi saya kan yang punya yayasan ga mungkin dong nutup sekolah seenaknya. makanya saya teruskan. Oh ya untuk urusan kedinasan, diurus bersamaan dengan program KBM berjalan. Karena harus ada data murid dll. Kalau tidak ada nanti dianggap fiktif.

Untuk urusan itu kita perlu ijin RT, RW dan tanda tangan warga yang tidak keberatan sekolah didirikan diantara mereka. Tanda tangan warga waktu itu 50 tanda tangan..Kalau sekarang 100 tanda tangan.

Nah kan saya ngontrak sampai februari habis ya sedangkan tahun ajaran kan habisnya juni.

Saya mulai bingung harus kemana ? Tapi kalau urusan baik, Allah selalu kasi jalan. Ada yang menberitahu ada yang menjual rumah di dekat lokasi awal. Ada rumah over kredit. Saya waktu itu beli seharga 23 jt..uang segitu saya ga punya. Saya bayar pakai cek jadi kan uangnya bisa di tempo. saya kasi tanggal yang berjarak. Untungnya saya masih punya tagihan . Sebelumnya saya punya usaha servis pasang dan perawatan AC. langganan saya kebanyakan pabrik.

Akhirnya sekolah bisa dipindah ke lokasi baru yang sampai sekarang masih dipakai. Di sebelah rumah itu ada tanah kosong, milik developer. Jadi saya bisa memperlebar ke sebelahnya. Kalau tanya uangnya , saya juga bingung kenapa ada aja ya ? mungkin karena saya masih jualan buku. jadi ada pemasukan dikit dikit. Tapi Alhamdulillah orang tua saya juga membantu. Kalau minjam duit dikasi walau buntutnya suka dikembalikan. Tapi orang tua saya bangga saya punya sekolah.

Orang tua murid usul dan meminta agar saya juga buat SD. Saya mah langsung bilang, iya bu, nanti kita buat SD. Tanah kosong yang milik developer itu harusnya 1 bangunan developer tapi saya minta jangan dibangun rumah biar tanah saja karena nanti juga akan dibongkar dan saya ga punya uang buat bongkar dan bangun kembali.

Akhirnya developernya setuju dijual tanah saja dan saya bangun langsung 3 lantai. Ma syaa Allah, itu kebesaran Allah. Saya bangun sekolahnya mirip dengan Sekolah terkenal ” Al Azhar. Pakai batu Alam warna hijau, karena dulu saya juga pernah mengajar disana.

Untuk bangkunya saya juga pengen bangku seperti di sekolah itu. Meja dan Kursi itu harganya 600 rb. Aduhhh mahalnya. Akhirnya saya mencari supaya murah gimana caranya. Saya cari cari, ketemulah pabriknya. akhirnya saya hanya beli yang buat dudukannya saja seharga 125 rb. yang lainnya saya buat ke tukang las. dan harganya bisa dibawah itu. sampai tukang pabrik kursi itu geleng geleng karena nekad banget saya. Saya hanya pesen mentah. Yang gosok gosok dan cat nya saya lakukan bersama suami saya.

Kita buat 40 set kursi. karena muridnya 33 waktu itu masuk ke SD. Untuk surat menyurat juga dibuat sambil KBM berjalan. SD sudah harus 100 tanda tangan warga dan kita pun disidangkan di pemda dengan 7 unsur kedinasan. Ada dari Disdik, Amdal, Depnaker dan apalagi saya sudah lupa. Kemudian baru keluar ijin operasionalnya.

Saya juga didukung oleh developer, ya mungkin karena biar rumahnya juga laku. Sekolah saya masuk kalender perumahan tersebut.

Saya membuat sekolah itu bener bener tulus. Tidak terpikir untung rugi walau untung rugi cukup membuat sekolah ini berlangsung.

Nah untuk surat izin mendirikan sekolah ini bapak ibu ke UPP dulu. UPTD jaman dulu namanya. atau kantor dinas pendidikan yang ada di kecamatan. nanti disitu ada catatan yang harus kita urus. Jadi kita siapkan jadi berbentuk 1 proposal.

Disitu harus ada Akte Yayasan. Di dalam akte yayasan itu minimal ada 5 pengurus. Boleh orang lain atau juga boleh keluarga sendiri.

Oh ya kan sekolah saya kan mulainya dari kelas 1. jadi saya tidak terima kelas pindahan yang diatas atasnya. oh ya untuk pengajian. terus terang untuk mengaji guru tidak cukup dari SPP yang saya terima.

Karena saya adanya di Bantar Gebang, tidak bisa menjual walau sekolah nya keren. Trus karena memang sudah niat ingin membantu siapa aja yg sekolah. Di sekolah saya kalau yatim , gratis.

Kalau tidak mampu bisa gratis bisa bayar semampunya. Ga perlu pakai surat keterangan tidak mampu. Karena sebenarnya ga ada yg mau dibilang tidak mampu apalagi pakai legalitas tidak mampu. Yg lain bayarnya standar. Sampai sekarang aja uang SPP saya saja Rp 250.000,- include. sudah termasuk : kegiatan, ekskul dll. jadi mereka bayar segitu, ga pernah ada pungutan lain.

Dulu waktu sekolah masih kecil, uang gajian guru, pakai gaji suami saya. Kebetulan suami saya PNS, jadi gajiannya kan pasti tgl 1 pagi dah masuk, tgl 1 siangnya dibagikan le guru. Tapi alhamdulillah dari dulu guru Insan Kamil dah biasa gajian tgl 1. setap bulannya.

Tapi hikmah yang bisa saya ambil, saya bisa berkenalan dengan banyak orang dengan saya punya sekolah. Dan saya bisa berkompetisi dengan yang lain karena dengan kita berkecimpung di sekolah jadi kita tau kegiatan kegiatannya. Karena saya guru, saya ikut lomba Guru berprestasi tahun 2006 dan hanya jadi pemenang harapan 2 guru berprestasi. Katanya berkas fortopolio saya ga ada. Waktu itu tidak dikumpulkan. itu pengalaman yang menyedihkan buat saya.

Sekarang uang masuknya hanya Rp 2.300.000 sudah berikut seragam. Murah banget kan ? Di tempat saya tidak ada uang pendaftaran ulang. Oh ya bapak ibu, untuk meningkatkan jati diri saya juga ikut lomba kepala sekolah. Berdasarkan pengalaman, maka saya mempersiapkan dan mengawalnya. Akhirnya saya menjadi juara 1 Kepala Sekolah Berpretasi tahun 2009.

Awal bikin sekolah niat saya ikhlas krn ALLAH tapi kan niatnya kan bukan cari uang awal tujuannya buat sekolah. ya tapi saya cari barokahnya saja. Dan alhamdulillah sekolah tetap berjalan lancar, anak anak saya juga bisa sekolah dengan baik.

Temen saya bilang, Betul Bun, mendirikan lembaga pendidikan itu ladang ibadah niatkan lillaahi taala.

Alhamdulillah sekarang saya sudah mulai mengestafetkan kepengurusan sekolah ke kedua putri saya. Sekarang sedang mengawal putra saya mengelola kafe.

Ya sekolah saya swasta. KB – TK dan SD insan Kamil. Boleh lihat di Facebook . Saya senang dengan budaya Indonesia. Jadi di sekolah saya Sangat membudayakan budaya lokal. Permainan tradisional dan tarian tradisional. kalau ada yang minta kita hadir, in syaa Allah murid saya siap.

Krn, maaf nih… 1000 maaf, lembaga yg modern itu kalo di kelola secara terbuka oleh orang² luar & kita merelakan itu walau itu milik kita atau kita pendirinya…
ya pak..saya juga guru gurunya orang luar semua. gurunya juga dari medan sampai papua. Anak saya karena mereka operator sekolah juga. kalau ngegaji ga ada yg mau di gaji kecil. kasihan. Kalau dibilang gaji, lebih kecil gaji anak saya dibanding guru guru.

Subhanalloh… Barakallohhh, Mabruk alfu mabruk Bu
apa lagi ya pak bu yang ibu bapak ingin ketahui.

Saya tertarik tentang kemampuan ibu membuat buku-buku.

Kemampuan ini ibu dapat darimana?

Bagaimana cara ibu bisa punya kemampuan membuat buku yang laris begitu?

saya kan buat bukunya buku bahan ajar pak. seperti LK gitu. Saya buatnya buku aritmatika, yang hitung hitung gitu. Dari SD saya memang suka hitung hitung. Jadi kayaknya enak aja ngotak ngatik angkanya.

kalau membuat bukunya nya sih saya melihat saja. kan di aritmatika itu dari yang langsung, pakai kawan kecil, besar dan keluarga. jadi ada tingkatannya.

Bukunya laku, karena saya ngadain pelatihan buat gurunya. dan guru tsb boleh mengajarkan ke muridnya dengan berbayar. namanya juga kursus atau les.

Oh ada bu. sekarang kita sering kok buat pelatihan buku bahan ajar. malah diajarin langsung oleh pihak penerbitnya. penerbit andi yang telah memfasilitasi kita. udah jalan ke solo, yogya dan solok. colek om jay.

Kalau buku TK , saya lihatnya apa yg dibutuhkan buat TK itu yang kita buat. mulai dari menarik garis, menggambar, mengenal angka, huruf , sampai membaca dan berhitung. tapi kita sesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapannya. saya senang buat karena biar kita bisa nyocokin dengan lingkungan kita.

Saya awalnya cari guru dari pasang iklan di koran. kebetulan dulu, banyakan dari guru guru tersebut masih lajang. jadi guru tersebut bisa tinggal di rumah saya yang di sebelah sekolah.

Kesimpulan. waduuhh apa ya kesimpulannya ? jadi kalau untuk kebaikan ga usah ragu ragu, Allah akan mudahkan segalanya. Jangan takut mencoba apa yang menjadi cita cita kita🌸🌸

Baik Bapak dan ibu yg saya sayangi dan banggakan, dikarenakan waktu sudah tepat pukul 21 lebih maka kita akhiri materi hari ini. Terimakasih ibu @Betti Betti Pgri bekasi atas materi hari ini😊✨

Kita akan bertemu kembali besok malam dengan pembicara yang akan di umumkan besok hari😊

belajar menulis hari kesembilan bersama ibu lilis ika herpianti sutikno

Hari ini kita akan lanjutkan kembali pertemuan kesembilan dari enambelas pertemuan yang kita laksanakan.

Malam ini kita akan menghadirkan seorang guru inspiratif dari Kupang Nusa Tenggara Timur.

WhatsApp Image 2020-01-24 at 19.03.21

Alamat rumah beliau

Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH

D/A. CV. BUMI CENDANA
Jl. Ikan Kombong 9, RT. 17 / RW. 06.
Kel. Namosain
Kec. Alak
Kota Kupang – NTT

Presentasi Profil Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH

Penggerak Buta Aksara Bagi Kaum Ibu dan Anak di Nusa Tenggara Timur

Dalam program pemberdayaan Umat bersama Wanita Islam NTT dan PKBM Bumi Cendana Kota Kupang.

Semoga bisa menambah informasi untuk hari Jum’at saya mengajar.

Beliau juga akan bercerita bagaimana proses pembuatan buku ini sehingga menjadi buku best seller dan menginspirasi banyak guru di Indonesia

Kami persilahkan ibu @Lilis Ika Untuk menyampaikan materinya dan menuliskan pengalaman pengalaman mengajar di daerah perbatasan Indonesia.

Assalamu’alaikum Om Jay dan guru saya di sini…

1. Bapak Agus Sampurno,

2. Bapak Dedi Dwitagama,

3. Bapak Dudung Nurulah Koswara Pengurus PGRI Pusat,

4. Bapak Taufik Hidayat Dosen, Penerbang, Penulis Buku Best Seller, Jurnalis juga,

5. Bapak Namin AB Solihin Dosen dan Trainer Inspirasi,

6. Ibu Sri Sugiastuti Kepala Sekolah dan Penulis Buku,

7. Bapak Lukman Hakim Ketua P3G Jatim & Penulis Buku,

8. Ibu Emi Sudarwati Pemenang Juara Pertama Inobel & Penulis Buku Dunia,

10. Ibu Betti Risnalenni,

11. Bapak Edi S Mulyanta,

12. Bapak Encon Rahman,

13. Ibu Amiroh Adnan Juara Pertama Nasional Lomba Guru My Teacher My Hero Award Indonesia Digital Learning 2015 & berkesempatan Sekolah Digital ke Korea,

14. Ibu Sri Melni,

15. Bapak Asep Suparman,

16. Bapak Ramdhan Hamdani.

Awalnya ikut kegiatan ini tanpa beban…., meskipun ada sedikit kecewa. Judul tulisan ini Menulis Bersama Om Jay. Awal nya ada judul Menulis Blog. Saya berpikir akan di ajarin cara buat Blog… Lalu tulis. Sebab kalau benar saya bisa punya blog sendiri. Tulisan saya se lap top ini mau saya muat di Blog. ha ha ha….

Baiklah sahabat Om Jay yang terbaik di sini, di atas sudah di share profil saya yang Om Jay minta sejak saya di tawari menjadi Narasumber di sini. bingung mau bicara apa. Akhir nya saya ingin bercerita saja tentang Buku saya. GURU adalah INSPIRASI.

Buku ini lahir dari rasa prihatin saya sebagai pengurus AGUPENA NTT (Asosiasi Guru Penulis Indonesia), yang tahun 2018 Muswil Pertama. Tetapi tak satupun pengurusnya yang menulis BUKU !!!

Sementara Kabupaten di NTT sudah banyak guru dan siswa nya menulis Buku, dari rasa prihatin itu saya harus menulis buku dalam waktu sesingkat-singkat, Jakarta tujuh belas Agustus tahun empat lima.

Saya guru SMP Negeri 2 Nekamese, mengajar PPKn kelas 7 hingga kelas 9.

Kembali kesini…
Akhirnya, saya menulis kisah perjuangan saya mengajar keliling NTT sebagai Instruktur Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PPKn Jenjang SMP.

Pagi hari nya …
Muncul ide, cerita dalam FB saya.

Kisah dalam FB, saya angkat menjadi kisah dalam buku saya…

Lebih kepada perjuangan saya mengajar di pelosok desa…

Dengan segala keterbatasannya…

Dan juga perjuangan saya menginspirasi teman-teman guru membuat PTK/PTS bersama AGUPENA.

Bersama Pak Leo Detri Kepala Dep. Hukum dan HAM NTT

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2741712669229112&id=100001712161927

Ini kisah saya menjadi ketua MGMP PKn se Kabupaten Kupang.

Cari uang sendiri ke Jkt…

Undang Narasumber nya TOP.

Ketua Hukum dan HAM

Dekan Fak. MIPA Undana…

Kisah-kisah di FB, saya tulis ikut lomba…

My Teacher My Hero Award Indonesia Digital Learning.

Saya kategori juara 2.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2776878219045890&id=100001712161927

Ini acara peluncuran buku perdana saya…

Dalam Muswil Pertama AGUPENA NTT

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2775419865858392&id=100001712161927

Alhamdulillah…
Berkat dukungan Kadis dan Kepala LPMP saya yang lama Bapak Minhajul Ngabidin

Sekarang beliau tugas di Jogyakarta

Dari NTT beliau ke NTB membeli buku saya 200 buku. Dengan harga perbuku Rp. 75.000,-

Kadis Pendidikan membeli 100 buku dalam program Literasi di NTT bersama Gubernur NTT. Lainnya siswa siswi saya ikut menjual buku saya lewat FB nya masing-masing.

Ada di buku saya beda judul, dalam kemasan bahasa yang cantik secantik penulisnya . . .

Buku dengan cover depan :
GURU adalah INSPIRASI
Serial
“PELITA KAMPUNG BETA”
Jejak Juang Guru Desa di NTT

Mari berliterasi . . .

AGUPENA MENUJU LPMP NTT
(Pernah tayang di FB tahun 2014)

Minhajul Ngabidin…, sebuah nama sederhana dengan ciri khas jawa asli. Ngabidin, Ngadiman, nama di belakang yang saya sebut adalah orang Solo asli sahabat saya yang menjadi Guru Profesional merangkap pengusaha kayu ukir (perabot rumah tangga, meubeler sekolah, dan kantor Bupati Kupang, dan sebagian kantor dinas di Sabu Raijua, dan Rote Ndao), Guru pada SMK di Kota Kupang. Dengan show room yang di beri nama JATI ASRI, dengan beberapa tenaga ahli ukir dari Jepara, yang ada di daerah Oepura, dan menjadi langganan Ibu kepala sekolah SMAN 3 Kota Kupang untuk memesan meubeler di sekolahnya, sekaligus sebagai kantor atau sekretariat AGUPENA NTT, yang sebagian besar meubelernya hasil karya Pak Ngadiman, sahabat baik saya asli Wong Solo.

Mengapa saya menuliskan nama orang Jawa di atas tulisan saya ini. Ngadiman adalah sahabat saya yang telah sukses sebagai Guru Profesional juga sebagai Pengusaha meubeler, yang kaya raya. Saya katakan kaya raya, sebab saya tahu setiap lebaran para tenaga kerjanya dari Jawa membawa pulang uang kepada keluarganya masing-masing mencapai Rp.24.000.000,- (Dua puluh empat juta), atau senilai $2000,- itu batas minimum, bagi tenaga kerjanya yang boros dalam pengeluaran sehari-hari.
Apabila tenaga kerjanya tidak boros dalam pengeluaran harian. Seorang tukang ukir bisa membawa pulang uang untuk keluarganya di atas 30 Juta dalam setahun (Nilai uang yang sangat fantastis), hampir sama dengan dari Gaji guru professional yang sering di bayar terlambat oleh PEMDA!. Dan jumlah karyawan seni ukirnya itu berjumlah lebih dari 10 orang Jawa, belum tenaga harian lepas putra daerah asli Kota Kupang dan sekitarnya, yang di bayar tentu di bawah dari tenaga professional dari Jawa asli. Uang yang di bawa pulang tenaga professional di bidang seni ukir, saat lebaran itu, seperti Gaji guru professional. Sebab setiap hari Sabtu para tukang ukir mendapatkan uang makan, yang nilainya bisa di kirimkan kepada keluarganya di Jawa. Subhanallah… Pak Dhe (anak-anak saya biasa memanggil Pak Ngadiman sahabat baik saya itu), benar-benar sosok pemimpin yang shiddiq dan amanah!.

Minhajul Ngabidin adalah nama kepala LPMP NTB (dulu beliau kepala LPMP NTT). Sama-sama orang Jawa, sama-sama sukses di Kupang-NTT. Sama-sama rendah hati, sopan, berwibawa sebagai pemimpin, mengayomi, melindungi, bertanggung jawab. Keduanya menunjukkan ciri-ciri pemimpin muslim, seperti sifat Nabi Muhammad SAW, yaitu :

Shiddiq
Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya.

Amanah
Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Segala yang harus di sampaikan untuk di ketahui umum, disampaikan dengan tidak ada yang disembunyikan.

Fathonah
Fathonah artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau jahlun. Dalam menyampaikan 6.236 ayat Al Qur’an kemudian menjelaskannya dalam puluhan ribu hadits membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.

Minhajul Ngabidin, beberapa tahun yang lalu saya pernah bekerja sama dengan sosok laki-laki muda yang tampan ini, dalam program JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) dari Pemerintah Jepang yang mempunyai komitmen untuk meningkatkan kualitas di segala bidang, salah satunya bidang pendidikan di Negara-negara berkembang.

Salah satu Program JICA yang di luncurkan adalah Strengthening In-Service Teacher Training of Mathematics and Science Education at Junior Secondary Level (SISTTEMS) pada beberapa Provinsi dan kabupaten (termasuk NTT), pada beberapa provinsi dan kabupaten di Indonesia (termasuk NTT), pada tahun 2006-2008 dan diteruskan dengan Program PELITA (Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidikan SMP/MTs) Pada tahun 2008 sd 2010.

Program tersebut dijalankan oleh LPMP NTT, dan Dinas Pendidikan Kabupaten se NTT, bekerjasama dengan JICA, PMPTK, dan Universitas Negeri Malang, dengan sasaran Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah, baik negeri maupun swasta. Dari kegiatan inilah saya kenal lebih dekat, dan lebih banyak tentang Minhajul Ngabidin, yang saat itu menjadi Widyaiswara LPMP NTT. Dan saat ini telah menjadi orang nomor 1 di LPMP NTT. Dan dari kegiatan ini pula karier saya melezat tinggi seperti roket naik ke bulan.

Saya menjadi pembicara seminar tingkat Provinsi NTT di LPMP, lalu menjadi pembicara seminar tingkat Nasional di Universitas Negeri Malang Jawa Timur. Saya merasa ini adalah karunia Tuhan yang luar biasa untuk saya, karena tidak semua orang, dan tidak semua Guru berani berbicara, dan berani berargumentasi di forum ilmiah seperti di LPMP NTT atau di Universita Negeri Malang dengan JICA Expert Mr. Koji Sato Orang Jepang asli yang sungguh luar biasa. (Masih teringat dengan jelas, saya turun ke Surabaya langsung masuk Rumah Sakit Islam, untuk beberapa hari). Jujur saya begitu “KETAKUTAN” akan tampil di forum ilmiah sehebat Universitas Negeri Malang. Selama saya menyiapakan karya tulis saya bahan seminar untuk tampil di Universitas Negeri Malang saya STRES dengan banyaknya pekerjaan di sekolah yang tidak ada toleransi untuk di tinggalkan. Dari sini pula saya belajar menjadi PROFESIONAL SEJATI.

Begini kata orang kepada saya saat itu: “Su rasa Guru kampung dari Desa begaya di forum nasional, jatuh ko sonde?…” Saat itu saya sedang sakit di rumah sakit Islam Surabaya, tidak bisa pulang ke Kupang, tiket pesawat hagus. Ketika saya ijin untuk terlambat melaksanakan tugas saya sebagai Guru. Saya mendengar bahasa itu dari rekan kerja saya di sekolah.

(Artinya : sudah rasa guru dari kampung di desa terpencil pula, bergaya atau bahasa keren nya sok menjadi pandai, atau mau pamer kepandaian di ajang ilmiah sehebat Universitas Negeri Malang Jawa Timur).

Padahal saya tidak seperti kata teman-teman saya itu, saya hanya ingin menguji kemampuan berpikir saya dan cara bekerja saya seperti gaya orang Jepang. Mengapa Jepang menjadi maju seperti saat ini?.. itu karena Guru di Jepang memang luar biasa hebat!. (Saya menulis ini, untuk sahabat saya yang cantik-cantik, para Guru muda di Desa, jangan menyerah untuk sebuah PRESTASI!!!.).

MAJU TERUS PANTANG MUNDUR, GANTUNGKAN CITA-CITAMU SETINGGI LANGIT, DAN JANGAN PERNAH MENYERAH.

Itulah lika-liku saya meniti karier PNS di tanah orang!, menjadi seorang penulis dan ingin menjadi tahu, tidak mudah untuk di lakukan. Tetapi dasar saya keras kepala, apapun kata orang asal tidak merugikan orang lain, PRINSIP SAYA adalah “CUEK SEBAGIAN DARI IMAN, SOMBONG JUGA SEBAGIAN DARI IMAN.” Dari sinilah terbangun gaya saya seperti saat ini. Cuek dan terkesan sombong, ha ha ha…. padahal aslinya nggak banget, nggak gitu banget, he he he….

(Akang jangan ketawa saat membaca tulisan Bunda yang ini, thanks untuk segala suportnya, biar hanya sedikit nasehat Akang kena di hati). Ha ha ha…. Saya harus menyebut Akang, karena hanya Akang pembaca setia semua tulisan di FB saya. Jazakallah bi khoir Kang.

Dan inilah Prinsip saya dalam meniti karier PNS sebagai GURU PROFESIONAL SEJATI, di Desa Besmarak, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang-NTT. Indonesia Timur.

“MAJU TERUS PANTANG MUNDUR!, TAK LEKANG OLEH PANAS DAN TAK KAN LAPUK OLEH HUJAN!!!. Silahkan KAU bicara, dan saya tetap bekerja dengan HATI penuh CINTA pada SESAMA!.”

Dari sini pula muncul karya kreatif dan inovasi saya sebagai Guru dari Desa, dalam bentuk karya tulis ilmiah yang 4 diantaranya sudah di seminarkan di tingkat Provinsi dan Nasioanl, di antara karya itu adalah :

1. Profesionalisme Guru menuju Insan cerdas dan kompetitif (Makalah seminar saya pada Hari Pendidikan Nasional, di LPMP NTT. Tanggal : 27 Mei 2008),

2. Pengalaman praktis Guru desa, yang baru melaksanakan Lesson Study secara benar, di SMPN 2 Nekamese, Desa Besmarak, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang-NTT (Makalah seminar saya pada acara seminar Nasional ke 2 Lesson Study yang di selenggarakan Universitas Negeri Malang. Tanggal : 17 Oktober 2009),

3. Pendukung dan kendala dalam menyelenggarakan Lesson Study di Kabupaten Flores Timur (Makalah seminar saya pada Seminar Nasional Lesson Study 3 yang di selenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Tanggal : 09 Oktober 2010),

4. Peran Lesson Study dalam meningkatkan Profesionalisme Pendidik dan Kualitas Pembelajaran di SMPN 2 Nekamese, Kabupaten kupang. (Makalah seminar saya pada Seminar Nasional Lesson Study IV yang di selenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Tanggal : 11 November 2011),

5. “Peran Guru sebagai Organisator dan Administrator” (Tulisan saya yang di muat dalam Majalah FORWAS Edisi 26/XII/2007, Lembaga penerbit : Departemen Pendidikan Nasional Inspektorat Jenderal Jakarta). Tanggal publikasi : Desember minggu ke 2, tahun 2007.

Yuuuppz Kartini muda NTT, Ina Sabin, Jeny Naat, dkk… Semangat, dan harus KUAT…

Lanjut cerita Pengurus AGUPENA NTT menuju LPMP,

Kepala LPMP NTT adalah sosok laki-laki Jawa yang sangat sederhana tetapi sangat FATHONAH luar biasa. Saya mengagumi beliau sebagai seorang Guru yang sukses menjadi pejabat publik yang tidak sombong. Yang tidak lupa asal usulnya dari mana. Di zaman seperti ini mencari sosok pemimpin yang shidiq, amanah, tabligh, fathonah, dan sederhana sangat sulit!.

Tetapi NTT bisa berbangga hati, sebab pemimpin kita khususnya dalam dunia pendidikan, semua berasal dari seorang Guru, dan aktif di Pramuka. Perpaduan dua profesi yang sangat menunjang karier beliau. (Untuk di ketahui publik, kepala dinas pendidikan dan kepala lembaga penjaminan mutu pendidikan) di NTT sama-sama aktif di Pramuka. Dan saya sangat tahu, orang-orang yang terlibat dalam kegiatan kepramukaan itu adalah orang-orang ulet, dan cerdas luar biasa. Karena dalam kepramukaan diajarkan kemandirian, dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah, tanpa harus membedakan satu dengan yang lainnya. Sosok pemimpin yang berasal dari kepramukaan akan memiliki jiwa yang tangguh dalam memimpin, dan selalu berbuat untuk kemaslahatan umat!. Selalu mendahulukan kepentingan umum, di atas kepentingan pribadi.

Setelah kami berlari-lari mengejar waktu tepat pukul : 11.00, tiba di LPMP. Seperti janji Kepala LPMP pada saya di pagi harinya. Alhamdulillah…, kami tiba di LPMP sebelum jam 11.00 WITA.

Ketika kami tiba di LPMP, Pak Min (kami biasa menyebut nama pendek beliau), sedang memimpin rapat. Tetapi kurang 15 menit dari jam 11.00 WITA, rapat telah usai. Ditandai dengan para peserta rapat menuruni tangga untuk melanjutkan pekerjaan di ruang kerja masing-masing.

Lalu kami naik tangga, menuju ruang kepala LPMP. Sampai di ruang tunggu Jam menunjukkan pukul 10.50 WITA. Tidak lama kemudian Pak Min muncul dari balik pintu, sungguh kaget luar biasa, ternyata kesederhanaan dan sikap ramah beliau tidak berkurang sedikitpun!. Karena saya yang menghubungi via telepon pagi itu, maka saya orang pertama yang di sapa oleh beliau. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada ketua AGUPENA NTT, saya memperkenalkan diri dan teman-teman dari Pengurus AGUPENA NTT. Yang seharusnya menjadi hak ketua untuk memperkenalkan kami kepada Pak Min.
Tepat pukul 11.10 WITA, kami sudah di terima secara resmi dalam ruangan kepala LPMP. Seperti biasa ketua membuka percakapan tentang AGUPENA NTT, dan memperkenalkan kami secara kedinasan. Ha ha ha…. perkenalan saya dan teman-teman di luar ruangan tidak berfungsi lagi, karena kapasitas saya memang bukan ketua atau pemimpin organisasi. Ha ha ha….

Lebih lanjut arahan dari Kepala LPMP NTT, adalah sebagai berikut :

1. Ucapan selamat atas terbentuknya AGUPENA NTT (Asosiasi Guru Penulis Indonesia Wilayah NTT).

2. Menyampaikan alamat Website LPMP NTT : lpmp_ntt.co.org

3. Pada prinsipnya LPMP mendukung kegiatan yang bersifat positif bagi guru, meskipun dukungan itu bukan dalam bentuk uang, tetapi tidak menutup kemungkinan LPMP akan bisa membantu dan membiayai kegiatan AGUPENA NTT, dalam skala kecil. Jika ingin kembangkan silahkan di perluas lagi. Contoh : Kami menyediakan dana cukup untuk 50 Guru, AGUPENA atur bagaimana dana tersebut bisa cukup untuk 200 Guru.

4. Dana tersebut bisa di konsultasikan kepada kami, setelah LPMP membiayai program Prioritas, Tambahan, dana yang bisa kita sampaikan untuk support kegiatan AGUPENA NTT, masuk kedalam program Inovasi. Biasanya ada pada triwulan akhir. (Bendahara menyambut dengan suka cita, dan langsung bicara : “INI PELUANG BESAR UNTUK AGUPENA” Proposal permohonan bisa di ajukan pada bulan berapa Bapak?…).

Tetap dengan kesederhanaan beliau menjawab : Proposal permohonan bisa di ajukan pada bulan berapapun, asal jangan melewati target 3 bulan terakhir / 3 bulan akhir tahun. (Lagi-lagi bendahara menyambar jawaban kepala LPMP : “Itu artinya kita mengajukan proposal di awal bulan lebih bagus ya Pak?… , artinya awal tahun depan lebih cepat lebih baik).

Tanpa sadar ada di forum resmi, saya sebagai bendahara berbicara dengan teman-teman pengurus : “INI PELUANG BESAR UNTUK AGUPENA MULAI BERGERAK. TANGKAP PELUANG BESAR INI, DAN BERGERAKLAH JANGAN BERTEORI.”
Di sambut tawa renyah bersama, dan lihatlah betapa kepala LPMP pun bangga pada kerja keras Pengurus AGUPENA, untuk menjadikan GURU itu PENTING seperti harapan Bapak Kadis PK NTT, yang tadi pagi kami temui di ruang kerjanya.

Jujur, kata-kata yang saya sampaikan itu sebenarnya bukan berasal dari saya, “BERGERAKLAH atau BEKERJALAH JANGAN BANYAK BERTEORI”
Jika teman-teman mengikuti cerita saya bersama Pengurus AGUPENA NTT. Kata-kata itu adalah nasehat dari Kepala Dinas PK NTT, pada pagi harinya, dan saya mengulanginya di ruangan kepala LPMP. Ha ha ha….. Ternyata saya berbakat juga menjadi orang penting ya?… Insya Allah, Semoga Allah ridha. Amiin Allahuma amiin.

5. Program-program LPMP semua adalah program dari pusat, dan berbasis on line (Semua program Guru berbasis internet). Nah lho?… Guru yang tidak bisa internet siap-siap aja dech jadi katak dalam tempurung. (Yang terakhir kata saya lho ya, bukan kata kepala LPMP, hari gini gitu lhooo, nggak bisa buka internet, MATI GAYA. Kata saudara perempuanku yang cantik di Oesyusyu sambil menyebut kata Oesyusyu mulutnya mancung kedepan, he he he… suatu tempat di Oeteta, daerah camplong naik ke atas). Ibu Helda Nafie apa kabar?… Teman satu tiem saya dalam TPK Kabupaten Kupang. Ibu yang sangat cantik dan cerdas luar biasa. Kami biasa memanggil beliau DOKTOR PENILAIAN KURIKULUM 2013.

6. LPMP bisa MoU dengan AGUPENA, dan bisa mengeluarkan sertifikat, dengan catatan harus ada MoU. (Hmmm…., dalam hati bendahara Lilis Sutikno, ini kesempatan emas untuk meraih mimpi menjadikan GURU NTT VIP dan PENTING. Seperti harapan Kepala Dinas PK NTT).

7. Kepala LPMP menyampaikan keterlibatan LPMP dan Dinas Pendidikan Kebudayaan NTT, seperti mata uang yang melekat menjadi satu. Kami ada untuk mensuport kegiatan Guru di daerah. Kerja sama kami sangat kompak, jika LPMP ada kegiatan, selalu saya mengundang bapak tua (sebutan bagi orang yang di tuakan), begitu pula bapak tua jika ada kegiatan selalu saya juga di ajak berpartisipasi juga. (Hmmmm… dalam hati pula saya bersyukur, Yaa Allah… ternyata LPMP dan Dinas sekarang sudah menjadi satu dalam mengurus Guru). Karena saya sangat tahu, hubungan Dinas dan LPMP pada masa lampau tidak seperti ini. Tetapi sayang di saat hubungan LPMP dan Dinas mesra seperti saat ini. Saya tidak terlibat lagi di dalamnya. Ha ha ha…… Tetapi saya terlibat dalam kegiatan Dinas bersama teman-teman saya dalam TPK Kurikulum 2013, keliling Kabupaten Kupang. Alhamdulillah semua sudah ada yang mengatur di atas!. Tetap tersenyum meskipun sedikit cemberut!.

Untuk di ketahui semuanya, AGUPENA NTT, terlahir dari kegiatan kami TPK 2013 Kab. Kupang. Semoga ini menjadi amal ibadah kami teman-teman Tiem 1 TPK Kab. Kupang-NTT

8. Selanjutnya kepala LPMP menyampaikan lomba-lomba untuk Guru menulis program dari pusat, antara lain :

a. Mahkamah Konstitusi (bersamaan HUT RI, di bulan Agustus)
b. Forum Ilmiah Guru (Puncaknya pada hari Guru di bulan November)
c. Guru Berprestasi Kementrian Pendidikan Nasional (bersamaan HUT RI, di bulan Agustus).
d. Dan masih banyak lagi, nanti bisa akses di website kami.

Alhamdulillah… Kegiatan kami berakhir tepat suara adzan sholat dhuhur berkumandang. Kami pamit pulang, dan tersenyum bahagia.

Yaa Allah, terima kasih untuk semua kerja keras kami, berikan hamba dan teman-teman pengurus AGUPENA NTT, kesehatan dan kekuatan untuk menjadi shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah seperti sifat Rasulullah, dalam melaksanakan tugas mulia kami, membantu teman-teman Guru bisa menulis dan berprestasi lebih baik lagi!.

Terima kasih Pak Min atas kerjasama yang memberikan harapan bagi banyak Guru yang tergabung dalam AGUPENA NTT.

Semoga Pak Min selalu di berikan kesehatan dan kekuatan untuk memimpin LPMP lebih baik lagi. Aamiin.

Salam Literasi

Semua isi buku saya ambil dari kisah perjalanan saya tugas sebagai instruktur yang dibiayai Negara maupun yang di undang pribadi oleh sekolah-sekolah di NTT.

Mereka tahu dari mana mengundang saya?….

Dari FB saya..
Dari cerita teman ke teman…
Dari pejabat LPMP NTT.

Hal Yang lucunya lagi…Saya tiba-tiba balik haluan mengajar atau jadi Narasumber Literasi. Atau menulis inspirasi. Ini benar-benar keajaiban Allah untuk saya.. Saya tidak pernah diklat Instruktur / Narasumber Literasi atau Menulis.

Tapi saya ditugaskan Negara lewat LPMP NTT mengajar Literasi. Saya menolak, takut mengecewakan. Tapi kata kepala LPMP, Bu Lilis… Sudah bisa menulis Buku kok pakai Diklat juga?…Sudah tidak ada tenaga lagi…Berangkat tugas mengajar Literasi. Ada 9 kabupaten di perbatasan yang harus di jangkau.

Ini channel youtubenya juara 1 juga di Lomba Guru tingkat Nasional My Teacher My Hero Indonesia Digital Learning. Namanya Fathur Rachim. Beliau ke NTT ketika musim panas…Tempat ini ketika musim hujan saya abadikan di FB saya di sini…

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2782335268500185&id=100001712161927

Ini guru GGD yang melewati jalur maut di musim hujan di Kabupaten Kupang – NTT
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2048788031854916&id=100001712161927

[20.17, 24/1/2020] Lilis Ika: Pagi ceria di Lelogama Amfoang Selatan

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2698043896929323&id=100001712161927
[20.17, 24/1/2020] Lilis Ika: Pulang tugas dari AMARASI TIMUR…

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2811163682284010&id=100001712161927
[20.17, 24/1/2020] Lilis Ika: Tugas ke Lelogama…

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2811159282284450&id=100001712161927

Pernah naik pesawat kecil ke pulau terpencil?…
Sensasinya seperti kita diaduk dengan mixer kue

Di atas dekat dengan jurang…

Diapit tebing kiri kanan…

Woooouw…
Antara sedih dan menangis…

Mau nangis malu sama rombongan yang lain…

Ya Allah…
Pesawat ini jatuh ke jurang sana.

Saya sulit di jangkau.

Begitu turun pesawat…

Teman-teman muntah-muntah..

Kata mereka…
Kita seperti di aduk dengan mixer kue.

Semua kenangan indah itu terangkum apik dalam buku saya GURU adalah INSPIRASI.

Benar kata Om Jay…

Kita tidak tahu tulisan mana yang membawa keberkahan dalam hidup kita.

Karena setiap tulisan punya jiwa dan roh nya masing-masing…

Seperti tulisan Ustadz Taufiq Hidayat KOPI RWANDA dari AFRIKA TIMUR

Ruhnya dapat banget !!!

Hingga saya bisa suka tulisan beliau semuanya.
Begitupun dengan tulisan saya ruh nya ada.

Jiwa saya ada pada tulisan karya buku saya.

KABUPATEN KUPANG KETIKA MUSIM HUJAN

Alhamdulillah…
Saya sudah pernah melewati rute ini ketika tugas instruktur kurikulum 2013 bersama teman guru dan instruktur kabupaten Kupang, dalam tugas pendampingan ke induk klaster setiap kecamatan se kabupaten Kupang – NTT.

Ngeriiiii…..
Memang ngeriiii…..
Harus berani, dan harus berani !!!

…..
…….

Di kisahkan ketika saya bertugas di tahun pelajaran 2014/2015 pernah jalan tugas sendirian hanya dengan naik motor honda fit rakitan tahun 2007.

Semua tertulis dengan apik dan cantik dalam buku maha karya saya :

GURU adalah INSPIRASI
Serial
“PELITA KAMPUNG BETA”
Jejak Juang Guru Desa di NTT

Mari yang berminat untuk membaca kisah pengabdian dan perjuangan guru di NTT ini.
Harga Rp. 75.000,-
(Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah)

Kontak di sini dengan ibu guru cantik Lilis Sutikno,
WA. 082226376157

PERJUANGAN TIADA AKHIR UNTUK ANAK NEGERIKU

Beginilah perjuangan kami, Tiem Pengembang Kurikulum 2013 Kabupaten Kupang.
Pekerjaan yang sungguh berat kami lalui bersama…
Dalam tetesan keringat dan tak jarang menetes juga air mata kesedihan hati.

Semoga mendapatkan tempat yang indah di Hati para insan di Negeri dan Bangsa kami.
Mendapatkan tempat yang istimewa di hati para pemimpin kami.
Mendapatkan keistimewaan di hati para murid dan generasi kami.

Yaa Allah…
Berkatilah perjuangan kami ini,
Perjuangan untuk mencerdaskan anak bangsa kami, Negara Indonesia yang tercinta ini.
Aamiin….

Omjay mau tanya. Kesulitan apa yg dihadapi ibu saat mengajar di perbatasan?

Saya rasa untuk SDM nya sama saja…Bahkan diantara mereka ada yang cerdas melebihi instrukturnya. Tetapi ada juga biasa dan cuek saja. Kendala lebih kepada transportasinya Om Jay. Teman-teman di daerah butuh inspirasi dan motivasi.

Kemaren saya di undang kepala sekolah di perbatasan. Suruh mengajar Menulis Inspirasi. Saya buatlah power point sederhana menulis Inspirasi.

Waktu saya lomba…
Teman-teman dari Surabaya…
Dan kota lain…

Ada yang mentertawakan saya.

Begini katanya :

Kok buat FB saja jadi juara?…
Duh hati saya gimanaaaaa gitu…
Pas ada istirahat sholat dhuhur…

Pas saya puasa…

Teman-teman makan tuh…

Saya di mushola saja.

Baca Yasin 3X…

Lalu bilang sama Allah…

Ya Allah jika Engkau Ridho, kabulkan apa yang ada di hati hamba.

Jika Engaku tak ridho, jadikan hamba ikhlas, sabar dan selalu bersyukur pada-Mu Ya Rabb…

Teman-teman dari kota tampil dengan segala kecanggihannya bermain internet.

Mengajar dengan internet yang canggih-canggih.

Nah saya ?…

Ngajarin pakai FB saja …
Orang tua protes, itu guru dari Jawa. Aneh-aneh saja yang di ajarkan !!!

Coba kalau gini gimana?…

Di protes orang tua siswa.

Gara-gara mengajar Globalisasi

Mengenalkan FB dalam sisi positif nya.

Mengajar lewat tautan FB, dari HP jadul saya dulu…
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=637778166289250&substory_index=0&id=100001712161927

Salah satu peserta Diklat saya praktek mengajar di videokan…

Lalu konsultasikan apa salahnya…
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2779892038744508&id=100001712161927
Diakhir dgn ucapan I love you bundaku, Olvi miss you Bunda…

AKU BANGGA MENJADI GURU

Salah satu kebanggaan menjadi guru adalah bila muridnya lebih pandai dari gurunya.

Bila peserta diklat lebih tinggi pendidikannya setelah melalui proses diklat yang diajarkannya.

Apabila dalam keadaan apapun dia curhat pada gurunya.

Apabila dia berani pamer keberhasilannya.

Dan aku tetap bangga menjadi guru di desa.

Salah satu kebangganku menjadi guru ketika peserta diklat PKP menunjukkan aksinya di depan kelas sambil berkata…

“Bunda saya berhasil yaa mengajar dengan bermain drama?, yang seperti Bunda ajarkan dalam Diklat PKP Berbasis zonasi. Ini pembelajaran HOTS Bunda. Benar-benar HOTS Bunda sayang”.

Bagaimana menurut Bunda?…
Maaf jika ada yang salah Bunda.

Meleleh air mata haru menyimak video nya.

Dan meng-akhiri WA nya dengan bahasa Inggris :
I love you bundaku,
I miss you so much Bundaku cantik…

Yang jelas ibu guru itu lebih cantik dariku…

I love you too,
I miss you too sayang.
Bunda bangga padamu, dan selalu bangga padamu.

Salam untuk murid-murid kecilmu di desa juga.

Kisah inspiratif dari guru desa di Kabupaten Kupang.

Namosain, 06 Januari 2020.

Kebanggaan saya sebagai guru di Desa.
Jika ada peserta diklat saya japri dan menuliskan pembelajaran di kelasnya…

Sambil bilang :

Bunda sudah bener ya cara mengajar saya?…

Kembali pada cerita sosok guru inspiratif, edisi buku pelita kampung beta,kisah perjuangan guru di daerah penuh keterbatasaan n tantangaan, yang ingin tau ceritax bisa dapatkan segera.buku ready Tanjungpinang ….. Untuk wilayah tanjung pinang langsung aj lwat fb ,harga jual perbuku semata hanya untuk biaya cetak, karna penulis hanya ingin berbagi cerita n pengalaman.

Penutupan Workshop PTK/PTS Agupena NTT

Ditutup oleh Bapak Minhajul Ngabidin saat ini Kepala LPMP Jogyakarta

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1005073669559696&id=100001712161927

Dari NTT, NTB, Jogyakarta…

Kata beliau saat itu Dokumentasikan sekecil apapun momen dalam hidupmu, kelak kenangan itu akan banyak manfaat bagimu

Seperti dokumentasi saya ini pemenang INOBEL Juara 1 Nyanyian Kimia.

Target kami 1 kelas saja…
Kita bimbing sampai jadi.
Ternyata yang mendaftar melebihi kapasitas yang ada.

Kepala Dinas telpon menjelang hari H.

Bunda tolong guru-guru di terima Diklat PTK/PTS nya.

Saya jawab uang kurang Bapak.

Terima saja, nanti Bapak bantu. Nanti datang ke rumah, Bapak bantu.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1005045342895862&id=100001712161927

Salah satu peserta Ibu Maria Ngora.

11 tahun tak naik pangkat, gara-gara tak bisa membuat PTK/PTS.

Beliau mengungkapkan rasa terima kasih nya di acara penutupan.

Di hadapan Kadis dan Ketua LPMP NTT.

Momen ini sangat mengharu biru…

Juga lucu…

Hingga saya abadikan di FB saya ini.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1005120142888382&id=100001712161927

Cara efektif mendidik anak agar tahu tanggung jawabnya…
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=828244930575905&id=100001712161927

Ini kisah saya tentang AGUPENA NTT…

Kami memberikan motivasi menulis bagi guru2 yang akan naik pangkat ke IV.b.

Kesimpulan saya singkat saja.
Langkah seribu diawali dari langkah pertama, apapun yang sahabat mau melangkahkan kaki, segera awali dengan hati yang ikhlas, sabar, tawaqal, dan senantiasa bersyukur dan tersenyumlah

Uang bukan segala-galanya…

Bekerjalah dengan hati yang tulus ikhlas.

Allah sudah siapkan kita selalu cukup menurut Allah.

Ukuran Allah itu indah, meskipun tak seindah ukuran kita.

Ridho Allah adalah tujuan hidup kita.

Tiada gading yang tak retak

Jika ada kebenaran yang saya sampaikan. Semata-mata itu hanya milik Allah saja.

Jika ada kesalahan kata dan kalimat dalam tulisan saya.

Mohon dimaafkan dengan setulus-tulusnya.

Kuliah Online Bersama Ibu Emi Sudarwati

Kamis, 23 Januari 2020, diadakan pelatihan menulis secara online di WA Group menulis bersama Omjay gelombang pertama di tahun 2020. Tak terasa sudah hari kedelapan.


WhatsApp Image 2020-01-23 at 19.19.08

Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 19.00-21.00 WIB secara online melalui WA Group. Semua peserta boleh bertanya apa saja seputar tulis menulis kepada ibu Emi Sudarwati, yang Juara pertama Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat nasional tahun 2016 yang di selenggarakan kemdikbud.

Baca lebih lanjut

Selamat Datang Pelajaran Informatika