Tag Archives: school culture

Pendidikan Berkarakter

PENDIDIKAN BERKARAKTER

Tadi pagi ada pengarahan dari pimpinan sekolah kepada semua guru yang bertugas mengawas Ulangan Akhir  Semester (UAS). Dalam pengarahan itu pimpinan sekolah menyatakan bahwa hari ini akan ada tamu dari direktorat pendidikan menengah tinggi (dikmenti) Depdiknas. Kedatangan mereka berhubungan dengan terpilihnya SMP Labschool Jakarta sebagai sekolah yang dinilai telah berhasil  melaksanakan  pendidikan berkarakter.

Baca lebih lanjut

Olahraga Pagi di Sekolah Kami

Membangun School Culture melalui Olahraga.

Para siswa Berbaris rapi di lapangan
Para siswa Berbaris rapi di lapangan

Setiap hari Jum’at Pagi di sekolah kami selalu diadakan kegiatan olahraga lari pagi. Kegiatan ini telah menjadi budaya sekolah (School Culture) di tempat kami. Sebelum berlari, biasanya kami dikumpulkan dulu dalam sebuah barisan besar di lapangan upacara layaknya apel pagi. Setelah kami berbaris rapi, biasanya kami mendapatkan arahan dari pimpinan sekolah dulu, berdoa, dan baru kemudian berlari.

Sebelum berlari pagi mengelilingi kampus UNJ yang berdekatan dengan sekolah, kami berdoa terlebih dahulu. Berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa agar merestui lari pagi dan tidak ada diantara kami yang cedera akibat terjatuh atau kecelakaan pada hari ini. Doa dipimpin oleh salah satu guru, dan setiap guru yang bertugas sebagai wali kelas diwajibkan mendampingi kelasnya masing-masing dalam berlari pagi.

Para Siswa Berdoa Sebelum Lari Pagi
Para Siswa Berdoa Sebelum Lari Pagi

Olahraga lari pagi di SMP labschool Jakarta, adalah kegiatan yang sudah menjadi tradisi sejak 40 tahun lalu. Olahraga ini sangat murah dan nyaris tanpa biaya. Sangat menyehatkan karena siswa berlari mengelilingi kampus UNJ yang asri. Meski kampus UNJ tak- se asri dan se-alami dulu, namun  lari pagi tetap memberikan kebermanfaatan tersendiri buat kami civitas akademika SMP Labschool Jakarta. manfaat yang paling terasa dari olahraga adalah tubuh menjadi sehat dan segar kembali. Itulah yang kita tanamkan kepada anak didik kami di sekolah.

Di hari itulah saatnya kita mengendurkan otak syaraf dari banyaknya mata pelajaran dengan berjoging ria. Mengeluarkan keringat dengan deras setelah berolahraga.  Maklumlah, sekolah kami adalah sekolah yang ber-AC jadi kami jarang berkeringat, terkecuali bila AC itu mati. Di situlah pentingnya kita berolahraga. Menghirup udara segar alami di pagi hari dan bersama-sama mengelilingi kampus UNJ yang masih sepi dan berharap menghirup udara pagi yang masih terasa segar.

Membangun School Culture Melalui Olahraga
Membangun School Culture Melalui Olahraga

Olahraga jum’at pagi telah membuat kami menciptakan budaya sekolah yang tetap eksis dan semakin disempurnakan. Di jum’at itulah para guru biasanya melakukan evaluasi diri dari apa yang telah kami lakukan selama minggu ini. Para guru melakukan refleksi diri dan mensharingkannya kepada para siswa.  Labschool telah berhasil Membangun School Culture melalui Olahraga.

Berlari Mengelilingi Kampus UNJ
Berlari Mengelilingi Kampus UNJ

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

School Culture

wijaya-kelas-7d
wijaya-kelas-7d

Melihat-lihat foto setahun lalu dengan anak-anak di facebook membuat saya terharu. Tak terasa mereka kini sudah naik ke kelas 8, kelas yang menurut para guru sudah menujukkan egonya. Siapa Aku!

Semalam saya asyik chatting dengan Ivan anak SMP Labschool Jakarta. Anaknya kecil dan mungil. Tapi, jangan dikira walaupun badannya kecil dia sangat berpengaruh di kelas. Apa saja yang jadi celotehnya bakal jadi heboh.

Dari dialah saya mendapatkan foto-foto ini. Maklumlah saya kurang pandai menyimpan arsip. Apalagi foto-foto saya bersama anak-anak.

Menjadi guru di sekolah adalah kebanggaan tersendiri. Bisa berinteraksi dengan anak-anak yang akan menjelang remaja. Usia yang kata orang biasa disebut ABG. Anak Baru Gede.

Saya jadi ingat ketika pertama kali mereka baru masuk SMP melalui kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS).  Sangat lugu, jujur, dan polos. Mirip seperti kertas putih yang siap akan ditulisi. Ditulisi oleh para gurunya.

Kamilah para guru yang mengarahkan mereka menjadi orang baik dan cerdas. Menjadikan manusia yang siap menghadapi tantangan melalui budaya sekolah (School Culture) yang terus kami kembangkan.

School Culture itulah yang telah membentuk karaktek mereka seperti sekarang ini. Jadi adalah wajar bila karakter mereka dipengaruhi oleh School Culture yang ada di sekolah kami. Anak-anak biasa menyebutnya Budaya Labschool

wijaya-kelas-7d-saksi
wijaya-kelas-7d-saksi

Ada tiga hal yang dikembangkan sekolah kami dalam mengembangkan budaya Labschool, yaitu:

  1. Budaya Keagamaan
  2. Budaya Kerjasama
  3. Budaya Kepemimpinan

Uraian dari budaya Labschool itu kami aplikasikan dalam bentuk berbagai kegiatan yaitu:

BUDAYA KEAGAMAAN (RELIGI) :

Menanamkan perilaku atau tatakrama yang tersistematis dalam pengamalan agamanya masing-masing sehingga terbentuk kepribadian dan sikap yang baik (akhlaqul Karimah)

Bentuk Kegiatan :

Budaya Salam, Doa sebelum/sesudah belajar, Doa bersama menyambut UN/US Tadarus dan Kebaktian, Sholat Dzuhur Berjamaah, Lima Hari Belajar, LOKETA (Lomba Keterampilan Agama), Studi Amaliah Ramadhan, RETRET (Studi untuk siswa Nasrani), Hafalan Juz Amma, Budaya Bersih; Konferensi kasus, Kegiatan Praktek Ibadah, Buka Puasa Bersama, Pengelolaan ZIS, dan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam)

BUDAYA KERJASAMA (TEAM WORK) :

Menanamkan rasa kebersamaan dan rasa sosial terhadap sesama melalui kegiatan yang dilakukan bersama.

Bentuk Kegiatan:

MOS, Kunjungan Industri, Parents Day, Baksos, Teman Asuh, Sport And Art, Kunjungan Museum, Pentas Seni, Studi banding, Ekskul, Labs Channel, Labs TV, Labs Care, Pelepasan Siswa, Seragam Sekolah, Majalah Sekolah, Potency Mapping, Buku Tahunan, PHBN, (Peringatan hari Besar Nasional), dan PORSENI.

BUDAYA KEPEMIMPINAN (LEADHERSHIP) :

Menanamkan jiwa kepemimpinan dan keteladanan dari sejak dini kepada anak-anak

Bentuk Kegiatan :
Career Day; budaya kerja keras, cerdas dan ikhlas, budaya Kreatif; Mandiri & bertanggung jawab, Budaya disiplin/TPDS, SAKSI, (Studi dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia), Lintas juang OSIS, Ceramah Umum, upacara bendera, Olah Raga Jumat Pagi, Studi Kepemimpinan Siswa, LKMS (Latihan Keterampilan manajemen siswa), dan OSIS

Berbagai bentuk kegiatan itulah yang telah menghantarkan mereka menjadi pribadi unggul dan kami pun sebagai pendidik berharap school culturr yang telah kami kembangkan dapat bermanfaat pula untuk sekolah-sekolah lainnya. Semoga tulisan yang sederhana ini bermanfaat untuk semua.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh  tentang budaya sekolah, dapat membacanya di alamat url ini http://dewanpendidikan.wordpress.com/2007/08/01/budaya-lab-school-wijaya-kusumah/

Wijaya Kusumah, School Culture

Kenangan Jadi Capsis Labschool

lari lintas juang

lari lintas juang

 

Capsis

Capsis