Tag Archives: sholat

Sulitnya Membangun Kebiasan Sholat

SULITNYA MEMBANGUN KEBIASAAN SHALAT

Oleh: Siti Nuryani

Menjalankan shalat merupakan kewajiban setiap muslim. Di sekolah kami, semua siswa, guru, maupun staf Tata Usaha beragama Islam. Untuk menanamkan kebiasaan shalat di sekolah merupakan tantangan tersendiri. Dibutuhkan tenaga dan pikiran yang luar biasa untuk menumbuhkan pembiasaan tersebut.

Sekolah kami menerapkan 6 hari masuk sekolah. Hari Senin sampai dengan Kamis, pelajaran berakhir pukul 14.00. Kebanyakan siswa maupun guru rumahnya cukup jauh. Jika mereka shalat di rumah, tentu akan kehabisan waktu shalat. Kami membuat program shalat dhuhur secara berjamaah di sekolah.

Program pembiasaan shalat dhuhur berjamaah di sekolah sudah tersusun. Panitia dan petugas sudah ditetapkan. Shalat dhuhur dilaksanakan saat istirahat kedua. Awal pembiasaan, hampir seratus persen siswa mengikuti shalat berjamaah. Kami sangat senang melihatnya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, siswa yang tidak shalat terus bertambah. Meskipun sudah diterapkan tanda tangan presensi, masih saja terdapat siswa yang tidak shalat.

Melihat situasi seperti ini, kami mengambil inisiatif. Shalat dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, siswa laki-laki shalat terlebih dahulu. Guru perempuan memastikan semua siswa laki-laki menuju ke mushola. Ibu-ibu guru menggiring siswa dan menyisir semua tempat. Tahap kedua siswa perempuan dan Ibu-ibu giliran shalat. Bapak-bapak guru yang selesai shalat, bertugas menggiring anak perempuan ke mushola.

Awalnya, kegiatan berjalan dengan lancar. Kami sangat senang melihat situasi seperti ini. Anak-anak antusias menuju mushola. Namun, beberapa saat kemudian, para guru juga merasa bosan. Setiap hari harus menggiring anak ke mushola. Kesadaran anak untuk shalat berjamaah juga belum tumbuh.  Jumlah siswa yang shalat juga terus menurun. Anak laki-laki terkadang bersembunyi di kolong meja. Ada juga yang bersembunyi di balik tembok sekolah. Bahkan ada yang di gudang. Anak perempuan pun tidak mau shalat dengan dalih berhalangan atau tidak membawa mukena.

Melihat kenyataan seperti ini, kami kembali mencari solusi. Bagaimana caranya supaya anak mau shalat berjamaah tanpa harus disuruh. Kami kembali mengadakan rapat. Banyak usulan yang diberikan oleh para guru. Akhirnya kami sepakat untuk menggunakan kartu tanda shalat. Dengan dibantu para siswa, kami menyiapkan kartu tersebut.

Saat upacara bendera, kami umumkan bahwa semua siswa wajib shalat dhuhur berjamaah di sekolah. Mengingat mushola yang kecil, shalat dilaksanakan secara bertahap. Setelah shalat, siswa akan memperoleh kartu bernomor. Siswa kelas 7 memperoleh kartu berwarna biru, kelas 8 warna kuning, dan kelas 9 warna merah. Kartu tersebut harus diserahkan kepada guru yang mengajar jam ke-7. Siswa yang tidak menyerahkan kartu, harus melaksanakan shalat terlebih dahulu. Setelah itu,  baru boleh mengikuti pembelajaran.

Program ini ternyata cukup efektif. Saat waktu shalat dhuhur tiba, guru piket cukup memberi pengumuman. Muadzin yang mendapat giliran, segera mengumandangkan adzan. Siswa yang rajin, segera menuju ke mushola. Siswa yang malas masih enggan untuk segera ke mushola. Mereka berusaha mengulur-ulur waktu. Namun, akhirnya mereka pun shalat. Alhamdulillah, para guru tidak lagi berkeliling sekolah untuk menyisir para siswa.

Para siswa kelihatan antusias untuk menunaikan shalat berjamaah di mushola. Setelah bel istirahat berbunyi, mereka menuju ke mushola. Anak-anak perempuan lebih antusias dibanding anak laki-laki.

Dalam melaksanakan shalat, masih ada siswa yang shalatnya tidak khusyu. Mereka terkesan shalat hanya agar bisa memperoleh kartu. Menurut pengamatan kami, anak laki-laki ada yang shalat sambal menoleh kanan atau kiri. Shalat sambil berbicara dengan teman, bahkan shalat sambil bergurau. Hal ini merupakan tantangan bagi kami. Kami harus memutar otak, bagamana caranya agar siswa bisa shalat dengan khusyu.

Semula, pembagian kartu dilaksanakan setelah shalat. Siswa yang bertugas membagi kartu berdiri di depan mushola. Siswa harus antri untuk mengambil kartu. Namun kebiasaan untuk antri juga masih belum membudaya. Para siswa tidak mau mengantri, khususnya siswa laki-laki. Mereka berebut untuk mendapatkan kartu. Akibatnya, jamaah yang shalat pada tahap berikutnya terganggu. Suara gaduh terdengar sampai di dalam mushola.

Pembagian kartu di luar mushola tidak efektif. Terdapat beberapa siswa yang tidak shalat tetapi meminta kartu. Pembagian kartu kita ubah. Kartu dibagikan kepada siswa sebelum shalat di dalam mushola. Mereka pun berebut untuk mendapat kartu. Suasana pun menjadi gaduh. Akhirnya, kartu kami letakkan di tempat masuk mushola. Tempatnya terpisah antara laki-laki dan perempuan. Siswa bisa mengambil kartu ketika masuk mushola. Cara ini lebih efektif untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan para siswa. Dengan cara pemberian kartu ini, mudah-mudahan semangat para siswa untuk shalat berjamaah terus terjaga.

Membiasakan shalat memang butuh konsistensi dari semua pihak. Sekali saja kita bosan untuk mengingatkan, mereka tidak akan shalat. Kecuali, anak-anak yang sudah tertanam kebiasaan positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Pembiasaan sesuatu di sekolah akan mudah dilaksanakan jika didukung oleh semua pihak. Di sekolah semua warga sekolah ikut berpartisipasi. Di rumah orang tua juga harus selalu mengingatkan putra-putrinya.

Sekolah sudah mati-matian membiasakan anak-anak untuk melaksanakan shalat. Namun, jika di rumah orang tua melakukan pembiaran, niscaya anak akan merasa malas untuk shalat. Jadi kerjasama yang baik antara sekolah dengan keluarga sangat penting. Hal ini akan menjadikan anak-anak terbiasa melakukan hal-hal yang positif. Mereka tidak akan berat untuk melaksanakan shalat lima waktu.

Jadikan Sabar Dan Sholat Sebagai Penolongmu

Bila dirimu merasa sedih sholatlah. Bila dirimu diamuk amarah sholatlah, dan bila dirimu ditimpa musibah, sholatlah. Namun sebelumnya, berwudhulah terlebih dahulu.Tak ada aktivitas lain selain sholat ketika hati gundah gulana. Tak ada obat mujarab selain sholat. Bermohonlah dan curahkan segenap perasaan yang ada. Itulah salah satu syarat doa terkabulkan. Ikhlas karena Allah!

 

Sholat adalah ibadah yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Sholatadalah ibadah paripurna yang memadukan olah pikir, gerak, dan rasa. Ketiganya terpadu secara serasi dan selaras dan saling melengkapi.

 

Dalam sholat terintegrasi proses latihan meletakkan kendali diri secara proporsional, mulai dari gerakan, inderawi, aqal, dan pengelolaan nafsu yang pada akhirnya akan menghasilkan jiwa yang bersifat muthma’innah. Orang yang memiliki jiwamuthma’innah inilah yang pada  akhirnya akan mampu mengaplikasikan nilai-nilaisholat dalam keseharian yaitu nilai-nilai yang didominasi kesabaran paripurna.

 

Prakteknya tercermin dalam sikap penuh syukur, pemaaf, lemah lembut, penyayang, tawakal, qana’ah, menjaga kesucian diri, istiqomah dan sebagainya. Dengan kata lain, orang yang sholatnya baik dalam hidupnya akan dipenuhi sifat sabar yang tercermin dalam tingginya akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kata sabar lebih dari seratus kali disebut didalam Al Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya makna sabar. Karena sabar merupakan poros, sekaligus inti dan asas segala macam kemuliaan akhlak. Jika kita telusuri lebih lanjut ternyata hakekat seluruh akhlak mulia adalah sabarSabar selalu menjadi asas atau landasaannya orang beriman.

 

Dengan kata lain secara psikologis kita bisa memaknai kesabaran sebagai suatu kemampuan untuk menerima, mengolah, dan menyikapi kenyataan. Jadi bisa dikatakan sabar adalah upaya menahan diri dalam melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk mencapai ridho Allah SWT.

 

Maka orang yang sabar adalah orang yang mampu menempatkan diri dan bersikap optimal dalam setiap keadaan. Sabar bukanlah sebuah bentuk keputus-asaan tapi merupakan optimisme yang terukur. Ketika menghadapi situasi dimana kita harus marah misalnya maka marahlah secara bijak dan diniatkan untuk kebaikan bersama.

 

Didalam QS Al Baqarah [2] ayat 153 Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah SABAR dan SHOLAT (2S) sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

 

 

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Keindahan Sholat Tahajud

1328733917356898461

Sebagai seorang muslim yang taat semestinya kita tak melupakan sholat tahajud. Sholat tahajud adalah sholat yang dilakukan di malam hari. Bisa dilakukan sebelum tidur, bisa juga dilakukan sesudah tidur. Namun, kebanyakan sahabat rasul melaksanakan sholat tahajud setelah tidur.

Baca lebih lanjut

Jadikan 2S Sebagai Penolongmu!

sholat
sholat

Bila dirimu merasa sedih sholatlah. Bila dirimu diamuk amarah sholatlah, dan bila dirimu ditimpa musibah, sholatlah. Tak ada aktivitas lain selain sholat ketika hati gundah gulana. Tak ada obat mujarab selain sholat. Bermohonlah dan curahkan segenap perasaan yang ada. Itulah salah satu syarat doa terkabulkan. Ikhlas karena Allah!
Baca lebih lanjut