Tag Archives: smp

Belajar TIK di SMP Labschool Jakarta

Belajar TIK di SMP Labschool Jakarta

By: Anisa Murni Iskandar ( 08 ) 7C.

otn

Hay! Namaku Anisa Murni Iskandar atau biasa dipanggil Anisa. Pada hari ini tanggal 9 November 2018 kelas 7C belajar TIK. Guru TIK SMP Labschool Jakarta adalah Omjay atau Pak Wijaya Kusumah. Setiap minggu-nya Omjay mengirim tugas yang harus kita kerjakan. Sudah 10 kali pertemuan kita belajar TIK dengan Omjay. Dan pertemuan kali ini kita diminta untuk membuat artikel.

Belajar TIK dengan Omjay itu sangat seru dan tugas-tugasnya juga ga susah hehehe. Ya pastinya untuk belajar TIK sangat diperlukan yang namanya “ Gmail “. Hampir setiap pertemuan gmail selalu digunakan. Dan terkadang gmail juga dibutuhkan karena Omjay juga sering memberitahu tugas lewat gmail. Di Labschool untuk pembelajaran TIK termasuk terseru dikarenakan kita selalu diminta buat cerita, artikel, slide, dll.

Kenapa bisa dibilang seru? Ya karena abis belajar kita bias mendengarkan lagu disaat pembelajaran TIK. Tapi jangan salah loh yaa, kita diperbolehkan mendengarkan lagu tetapi juga harus menjalankan tugas dengan baik. Jarang sih ada keluhan untuk tugas-tugas TIK di Labschool, ya paling internetnya aja yang susah diajak kerjasama, abis semuanya dengerin YouTube heheeheheheh. Jika kita sudah mengerjakkan tugas dengan baik, kita juga diperbolehkan memainkan game yang ada di computer-nya Labschool.

45719066_1130879450414525_8470549305923469312_o.jpg

Oiya! Dikarenakan ruangan labskom luas, Omjay selalu memberitahu tugas menggunakan mic loh…. Jadi, kalian akan mengetahui apa saja tugas yang akan dikerjakan pada hari itu. Dan belajar TIK di Labschool pastinya nyaman bangettt, karena ruangannya dingin gitu hehehehe. Coba deh kalian pikir, kalo ruangannya luas tanpa AC pasti gak nyaman banget kan belajarnya?? Bagi kalian yang ingin tahu apa saja yang kita pelajari di jam TIK, kalian bisa buka website nya Omjay yaa… Websitenya Omjay adalah wijayalabs.com .

WhatsApp Image 2018-10-11 at 16.32.53.jpeg

Kalian juga bisa liat tugas-tugas kakak kelas kita, tugas TIK anak kelas delapan maksudnya ya… Untuk tugas TIK tuh kalian ga perlu repot-repot! Yang diperlukan adalah flashdisk dan aplikasi saja. Dan satu lagi, Omjay selalu buat tugas dengan cara yang mudah banget buat kita kerjakan. Kita hanya perlu memencet link saja, seperti tugas pertemuan ke sepuluh ini. Kita hanya perlu pencet link yaitu http://kompasiana.com lalu kita buat artikelnya deh. Lalu pilih kategori edukasi Humaniora dan kirim ke email nya Omjay. Mudahkan?

45643854_1130879407081196_4798772118076522496_o.jpg

Segitu aja ya untuk artikel kali ini. Thanks guys! Oiya kalau kalian mau tau gmail Omjay apa, gmailnya: omjaylabs@gmail.com

Materi Perlindungan Guru SMP

https://drive.google.com/drive/folders/18B9pTUVkeKG-GD5_xODGM_RN6bbNEgTP

Resensi Bukunya Omjay, “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”.

Resemsi Bukunya Om Jay “Menulis Setiap Hari Dan Buktikan Apa Yang Terjadi”

Oleh : Hastuti Wibowo

buku-menulis

Kesan pertama pada buku ini identik dengan penulisnya yang ramah mau membagikan semua pengalamannya pada semua pembaca. Om Jay dengan keikhlasan mencoba meyakinkan pada pembaca dapat menulis kapan saja dan di mana saja. Om Jay juga memberikan arahan bagaimana awalnya dapat menulis. Selanjutnya mari kita telusuri buku ini maka kita akan temukan banyak kebaikan yang Om Jay tawarkan.

Kemampuan menulis Om Jay melalui proses yang berawal dari semangat tinggi melalui blognya sampai menjadi penulis handal berikut prestasi dan rezeki menulis. Om Jay menulis setiap hari menjadikan menulis bagian dari tubuhnya sehingga kenikmatan menulis dirasakan langsung. Tidak hanya untuk diri sendiri maka kenikmatan juga Om Jay bagikan pada pembaca tulisannya yang menginformasikan berbagai hal dari Om Jay. Om Jay selalu mengingatkan selain menulis jangan lupa membaca karena keduanya saling mengisi. Menulis setiap hari meski hanya sedikit nantinya menjadi banyak dalam satu bulan. Menulis tentang apa yang diketahui agar tulisan terasa sedap.

Om Jay memberikan kunci keberhasilan dalam menulis antara lain dengan membaca buku. Membaca buku membuat gemuk menulis inilah The Power Of Book. Dengan membaca buku seolah-oleh membawa kita keliling dunia. Om Jay juga mengingatkan penulis harus terampil mengolah kata menjadi tulisan yang lezat dengan bumbu spesial membuat pembaca tertarik dan berkali-kali membacanya.

Menulis setiap hari dapat menghiasi rutinitas kita artinya menulis menjadi refresing hati dan jiwa. Om Jay menyakinkan kalau setiap hari komitmen menulis 1 lembar atau 2 lembar maka dalam satu bulan bisa jadi satu buku. Tulisan tersebut dapat diposting di blog atau coba ditawarkan pada penerbit. Om Jay memiliki fans dari tulisan di Kompasiana dan membuat bahagia penulisnya.

Om Jay memberikan solusi cara menulis efektif secara bertahap sampai hasil tulisannya siap diposting di Blog. Om Jay membagikan pengalamannya bertemu dengan Taufik Ismail dan dari pertemuan itu pentingnya membaca bagi penulis karena rabun membaca lumpuh menulis. Selain itu Om Jay juga berpesan untuk tidak memaksakan menulis bila sudah mengantuk. Menulis dalam kondisi yang mendukung sangat baik, sehingga menulis akan mengalir bagai air. Sebelum tidur dapat dimanfaatkan untuk menulis sambil melatih keterampilan menulis.

Kok bisa Om Jay menulis setiap hari ternyata Om Jay lahap membaca.  Semakin banyak pengetahuan yang didapat dan semakin banyak tulisannya. Om Jay mengingatkan kreativitas dalam menulis sangat dibutuhkan. Ide yang selalu mengalir menghindarkan diri dari plagirisme. Bagaimana menulis kreatif dan manarik? Menurut Om Jay ternyata berasal dari potensi diri, pantang menyerah, dari hatinya, menulis tanpa beban, bahasanya komunikatif, baru, inovatif, gaya diri sendiri.

Kalau ingin menjadi penulis yang baik jangan jadikan beban kata Om jay. Jangan biarkan juga tulisan banyak di otak. Untuk itu biasakan menulis yang semula terasa sulit akan terasa mudah berikutnya. Om Jay mengajarkan kalau menulis ada urutan bagiannya mulai dari pembuka, pembahasan, dan penutup. Lalu dari mana datangnya ide? Kata Om Jay dari diri sendiri, ide membaca, Bila sedang tidak mod menulis maka lawanlah dengan menulis apa saja dan berikutnya menjadi menyenangkan.

Jangan membaca tapa menulis, jadi berhenti membaca untuk menulis. Ternyata membaca cepat dapat melatih konsentrasi penulis untuk menghilangkan hambatan dari dalam diri. Membaca cepat dan menulispun bisa cepat dengan cara anggap saja dengan berbicara dengan orang lain kata Om Jay.

Buku ini super sekali informasinya buat para penulis pemula karena Om Jay mengkupas tuntas. Semua permasalahan dalam menulis diberikan solusinya oleh Om Jay seperti dahsyatnya menulis, membangun kemampuan guru menulis, malas menulis, membangun semangat menulis, memanfaatkan waktu luang, menulis buku harian. Om Jay juga membagikan pengalamannya dari keajaiban menulis seperti tulisan menjadi tabungan, mendapat uang dari menulis, menjadi pembicara, dan menjadikan diri hebat.

Om Jay memberi tips tertentu dalam membuat blog, menulis di blog kompasiana, dan membuat buku. Om Jay alangkah mulia hatimu dengan tulus mengajak semua pembaca untuk memulai menulis. Menulislah dengan hati, menulislah mulai sekarang, jadikan buku sebagai teman dan internet sebagai informasi.

Kesimpulan dari buku yang sangat super ini juga kesimpulan yang super. Menulis harus dimulai dari sekarang, harus dari dalam diri ( potensi, semangat, ide, komitmen), belajar pada lingkungan ( buku, orang lain, tokoh) , melek teknologi ( blog, media sosial ), kreativitas, Inovatif. Jadikan mendengar, membaca, menulis saling melengkapi memperkaya ide menulis. Targetkan menulis buku sebagai bukti pengembangan diri seorang Guru.

Terimakasih Om Jay sudah diberi kesempatan membaca dan menulis resensi dari buku “Menulis Setiap Hari Dan Buktikan Apa Yang Terjadi”. Sangat setuju dengan judul buku ini karena memang ada sesuatu yang terjadi setelah kita menulis setiap hari. Penulis pemulapun seperti saya mulai merasakannya. Semoga ilmu yang Om Jay sampaikan menjadi bekal di akherat nanti. Menulislah terus sampai waktu menjemput kita…Sukses selalu buat Om Jay idola para penulis guru lainnya juga idola bagi saya….Salam

Merajut Asa di Sekolah

Merajut Asa Dakwah Di Sekolah
Oleh :Siti Romdiyah

surakarta

Menjadi Guru adalah cita-citaku. Walau awalnya tiada restu dari orang tuaku.
Karena berpendidikan formal tingkat SMA dan lulus Madrasah di Ma’had, itu sudah menjadi status tertinggi menurut orang-orang di sekelilingku termasuk keluargaku.

Aku memaklumi semua itu. Karena memang di keluargaku tidak ada satupun yang berstatus sebagai guru. Terutama guru yang berstatus PNS.

Hanya aku saja yang teguh pendirian untuk sekolah lagi dan bercita-cita menjadi seorang guru. Banyak hambatan dan tantangan dalam perjalananku menjadi seorang guru. Mulai cibiran dari keluarga ayah dan ibuku, hingga biaya kuliahku. Hambatan dan tantangan itu justru menjadi motivasi terindah bagiku.

Walau harus kuliah sambil bekerja di rentalan komputer atau kuliah sambil menerima les privat. Semua aku jalani dengan penuh semangat, hingga gelar sarjana aku dapatkan.

Bayangan untuk menjadi guru, tetap tertambat di hatiku. Lagi-lagi hambatan datang menghadang. Statusku sebagai asisten dosen di sebuah perguruan tinggi harus aku lepaskan demi pernikahan.

Sudah menjadi adat di keluargaku, seorang wanita yang sudah menikah seyogyanya berada di rumah, mengurus rumah dan keperluan lainnya.

Betul-betul masa depan menjadi guru sudah hal yang tidak mungkin lagi aku raih. Meskipun statusku adalah sarjana fakultas tarbiyah.

Saat aku pindah ikut suami, disitulah baru aku tahu bahwa kesempatanku menjadi guru masih terbuka lebar. Karena mertua dan suamiku memiliki yayasan pendidikan. Mulai dari TK, MI dan Pondok pesantren putra maupun putri.

Tanpa aku sangka, saat itu salah satu guru di MI sedang purna. Dan guru kelas di lembaga itu kurang. Mengetahui aku seorang sarjana dan punya pengalaman mengajar juga, tanpa basa-basi dan berdasarkan kesepakatan pengurus yayasan aku diminta sebagai guru di sana.

Bagaikan kejatuhan bulan, tawaran itu aku terima dengan senang hati.
Suka duka sebagai guru tidak tetap pada lembaga swasta aku jalani penuh semangat dan keikhlasan. Walau gajiku tidak seberapa namun bisa mentransfer ilmu dan pengalaman, itu sungguh membahagiakanku.

Pagi, siang, sore hingga malam hari anak-anak dari MI adalah prioritas keduaku. Tidak jarang mereka juga tidur di rumahku demi bisa belajar bersamaku. Kebersamaan yang saat ini sulit sekali aku dapatkan.

Target bisa meraih nilai UN tertinggi se Kecamatan disetiap tahunnya, dan bisa mewakili diajang aksioma pada tingkat provinsi Alhamdulillaah selalu terwujud.

Peribahasa ada gula ada semut, aku rasakan saat itu. Yang awalnya jumlah siswa di MI tersebut selalu di bawah 85. Lambat laun selalu bertambah hingga 150 siswa. Bahagia hatiku saat itu tiada tara.

Namun, Allah berkehendak lain. Di tahun 2003 ada rekrutmen guru honorer dan PNS. Akupun didaftarkan oleh suami didua jalur bersama dengannya. Dan Alhamdulillaah suami diterima menjadi PNS sedang aku di jalur honorer, hingga membawaku menjadi PNS.

Mau tidak mau aku harus meninggalkan tempat berdakwahku. Sedih rasanya harus berpisah dengan keluarga besar MI ku. Namun aku harus tetap maju demi keluarga dan masa depanku. Motivasi dari suami sebagai modal utamaku.

Akupun melangkah untuk berdakwah di sekolah yang jaraknya sekitar 17 km dari rumahku. Namun tetap berdakwah di YPI “Darul ‘Ulum” melalui program tambahan pelajaran pada sore hari hingga sekarang tetap menjadi prioritasku.

Kebahagiaan tersendiri bagiku, tatkala para alumni disetiap tahunnya berkunjung ke rumahku. Melihat mereka berkembang iman, ilmu dan amalnya membuat diriku bangga.

Benar kata bijak yang aku dengar, “bangganya seorang guru bukan karena gajinya. Tapi bangganya seorang guru karena keberhasilan muridnya.”

Dan ada satu lagi yang membanggakanku, saat ini status guru dan gelar sarjana telah merambah serta berkembang di lingkungan keluargaku. Subhaanallaah menjadi pioner dalam dunia keguruan sungguh membanggakanku.

Semoga Allah selalu meridhoi langkah dakwahku di sekolah untuk meraih mardhotillah. Aamiin

Blitar, 1 Agustus 2018

Suasana Pagi di SMP Labschool Jakarta

Menikmati suasana pagi di rumah kedua.

olahraga padi di smp labschool jakarta

Pagi ini saya sudah berada di sekolah. Pukul 04.30 berangkat dari rumah dan tiba di sekolah pukul 05.00.

Saya langsung ke masjid sekolah untuk sholat subuh. Begitu juga anak saya berlian yang pagi ini ada kegiatan di sma labschool jakarta.

Setelah sholat subuh ngaji sebentar. Baca surat surat pendek di juz ke 30 al quran. Sambil berdoa dimudahkan segala urusannya dan mendapatkan rezeki yang berkah hari ini.

Saya sudah siap dengan pakaian olahraga. Waktu sudah menunjukkan pukul 05.37. Nampak anak anak osis baik smp dan sma sudah mulai berbaris. Mereka akan lari jumat pagi seperti biasa lalu dilanjutkan dengan tugas jaga lari di sekitar kampus unj rawamangun.

lari jumat pagi di smp labschool jakarta

Belum banyak guru yang datang. Lebih banyak peserta didiknya daripada gurunya. Pengurus osis smp sudah mulai pemanasan di lapangan depan masjid baitul ilmi labschool jakarta.

Mereka semangat sekali menyambut pagi. Siap sedia menjalankan tugasnya sebagai pengurus osis. Senang melihat mereka seperti ini. Inilah calon pemimpin masa depan Indonesia.

Saya menemani pak erwin melepas anak anak  lari pagi. Suasana pagi di rumah kedua begitu indah. Keceriaan hadir di sekitar kita. Kebahagiaan terpancar dari wajah anak anak kita.

erwin marwiansyah

 

Selamat pagi indonesia. Selamat menikmati keindahan negeriku yang indah. Mari kita siapkan generasi emas indoesia di rumah kedua. Mereka penerus anak bangsa yang luar biasa. Mari kita siapkan bersama sama.

Halo-halo labschoolku

Hari ini hati luar biasa

Halo-halo labschoolku

Suara kami menggema di udara

dok.pribadi

Salam blogger persahabatan

Omjay

Blog http://wijayalabs.com

Kisah Anak Labschool


anak labschool

Kisah seru di rumah keduaku.

Usai sholat tahajud saya mulai menulis. Sebuah kebiasaan yang saya lakukan di malam sunyi.

Baca lebih lanjut

Mengajak Siswa Membuat Buku

IMG_5046

Awalnya saya ragu bisa ajak siswa membuat buku. Namun keraguan itu punah ketika melihat karya tulis siswa yang luar biasa. Bila karya mereka yang bagus itu hanya disimpan saja dan tak dibaca banyak orang sayang sekali. Bukankah lebih baik dirajut menjadi sebuah buku? Buku yang akan menginspirasi pembaca dengan disain cover buku yang dibuat oleh siswa sendiri. Baca lebih lanjut