Tag Archives: tak kusangka

Tak Kusangka

TAK KuSangka
By. Heri Mursito

Tidak terasa selesai juga perjuangan ku untuk menuntut ilmu di kota gudeg. Walau harus berjuang melampaui waktu normal seorang mahasiswa dengan suka dukannya. Tapi tak apalah semua itu sudah kehendaknya.

Kehidupan baru dimulai dari sini, dengan berbekal ijasah kuliah. Ku pulang kembali ke tanah dimana saya dibesarkan (Pangkalan Bun) dengan membawa selembar kertas berharga ini. Kurenungkan apa yang bisa saya beri untuk daerah tercinta ini. Sekian lama belum juga mendapatkan titik cerah. Sering saya berjalan menyusuri jalan-jalan di kota kecil hanya sekedar mencari apa yang masih bisa saya lakukan. Hari berlalu minggu terlewati hingga suatu saat saya terhenti di depan sebuah plang suatu Lembaga Pendidikan Komputer yang terlihat sepi.

Mungkin ini, jalan yang harus saya ambil. Turun dari sepeda motor buntut, kulangkahkan kaki menuju pintu lembaga tersebut. Dengan hati gak karuan saya beranikan diri masuk.
Assalamualaikum wr, wb.
Permisi,
Dari dalam terdengar suara orang mempersilahkan masuk.
Ada yang bisa saya bantu ?
Dengan ragu dan gemetar saya menjawab: maaf mbak, Bapak pimpinannya ada?
Ooo bapaknya lagi keluar sebentar, bapak dari mana? Sudah janjian blm?
Maaf mbak, saya baru lulus kuliah, mau cari pengalaman siapa tau Lembaga masih memerlukan tenaga pengajar.
Ya, sementara ini kami sudah cukup untuk tenaga pendidiknya. Tapi untuk lebih jelasnya nanti biar bapak pimpinan yang menjelaskan. Bapak bisa menunggu dulu, sambil menunjuk deretan kursi tunggu yang tidak jauh dari kami bicara.
Terima kasih mbak.
Menit berlalu, jam berdentang tak terasa waktu sudah menunjukan tengah hari. Suara Azan Zhuhur sudah terdengar merdu, panggilan untuk umat muslim menghadap. Akhirnya saya ijin untuk dapat melaksanakan kewajiban.
Selepas dari masjid yang tidak jauh dari lembaga tersebut ku kembali. Maaf mbak, bapak pimpinan sudah datang?
Sudah pak, mari saya antar.
Masuklah saya
Dak dik duk dak dik duk
Ya Allah anugrahkan kekuatan pada diriku,
Permisi pak!
Silahkan duduk!
Dan begitu bapak tersebut menoleh, terkejutlah saya
Mas Mursit ????
Pak Runi!!!!
Apa kabar …..
Tak kusangka beliau adalah adik kelas waktu SMA. Akhirnya kami bercerita panjang lebar, dan sharing pengalaman, kami lulusan dari kota yang sama jurusan juga sama cuma kampus yang berbeda.
Kesimpulanya saya diterima dengan membuka jurusan yang sudah direncanakan beliau tapi belum mendapatkan pengajarnya.
Jadi Lembaga membuka jurusan baru Desain Grafis, yang memang sudah banyak peminatnya cuma terkendala instrukturnya yang belum ada.
Seminggu berlalu kuota jumlah peserta sudah mencukupi malah berlebihan, target hanya satu kelas akhirnya kita buka dua kelas. Mengajar merupakan bukan keahlian saya. Gejolak hati yang berirama kucoba untuk mengendalikannya.
Bismillah. Perkenalan merupakan materi awak saya. Untuk membuang ke grogianku. Menjelang sore selesai sudah hari pertamaku menjadi seorang guru. Hari yang begitu berat dan menyenangkan …….
Bersambung!!!