Arsip Penulis: kusumah wijaya

Kurikulum Baru, Guru Bidang TIK Tersisih

Reblogged from EDUCATION NEWS MONITORING SERVICE:

Kompas, p 12  (2)

Pada Kurikulm 2013, mata pelajaran Teknologi nformasi dan komunikasi (TIK) tidak lagi berdiri sendiri. Mata pelajaran itu diintegrasikan dengan semua mata pelajaran. Meski demikian, petunjuk pelaksanaannya belum ada. hal ini membuat guru bidang studi itu di SMP dan SMA kebingungan. Padahal, banyak dari guru itu sudah mendapat sertifikasi guru profesional di bidang TIK.

Syawal Gultom, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan, Kemendikbud akan menata ulang peran guru-guru TIK yang sesuai karakteristik sekolah.

Read more… 71 more words

Seminar Nasional ICT Bersama Omjay di IGI Kalsel

137057365625045544

Presentasi Ibu Yanti dari Pesona Edu di Seminar ICT IGI Kalsel

Kamis, 6 Juni 2013, saya diminta menjadi narasumber seminar nasional ICT yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Kalimantan Selatan. Selain saya, ada pak Mohammad Ihsan (Sekjen IGI Pusat), Ibu Yanti dari Pesona Edu, dan Pak Ketut (pengurus IGI Kalsel).

Pembicara Seminar Nasional di IGI Kalsel

Pembicara Seminar Nasional di IGI Kalsel

Lanjut membaca

Bolehkah Pakai Handphone di Pesawat?

Reblogged from Padepokan Budi Rahardjo:

Tadi pagi saya diwawancara via telepon oleh sebuah radio swasta di Jakarta. Pertanyaannya adalah seputar pemakaian handphone di pesawat. Bolehkah? Kalau tidak boleh kenapa?

Jawaban singkat saya, matikan handphone di pesawat.

Jawaban panjangnya begini. Memang benar bahwa sistem handphone memiliki frekuensi kerja yang berbeda dengan sistem komunikasi (dan navigasi) pesawat. Teorinya mereka tidak saling berinterferensi. Itu teorinya lho. Bagaimana dengan implementasinya?

Read more… 272 more words

Benarkah Kurikulum 2013 akan Meniadakan Pelajaran TIK?

Saya tidak tahu persis mengapa pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak ada dalam struktur kurikulum 2103. Padahal pelajaran ini sangat penting diajarkan kepada peserta didik kita. Mengapa penting? Sebab dalam pelajaran TIK anak-anak akan diajarkan menjadi seorang produsen pengetahuan di bidang Teknologi komunikasi, dan informasi. Mereka akan mampu memanfaatkan TIK dalam kehidupan sehari-hari. Akan banyak proggamer muda lahir, dan akan banyak anak muda yang mampu menggunakan internet secara sehat. Mereka tidak lagi menjadi konsumen tetapi sudah menjadi produsen. Sayangnya, ini kurang dipahami oleh para penentu kebijakan di bidang pendidikan.

13709595951906802935

Pemerintah menganggap TIK tak perlu menjadi pelajaran tersendiri. TIK cukup terintegrasi dalam semua mata pelajaran. Pada akhirnya, guru dan siswa hanya menjadi konsumen atau pemakai TIK saja. Tak ada lagi ruang bagi guru dan siswa untuk memanfaatkan TIK menjadi produsen atau penghasil produk teknologi yang dapat bermanfaat buat orang banyak. Beda jauh dengan kebijakan yang terjadi di Inggris. Pemerintah Inggris sangat fokus dengan pelajaran TIK dan memberikan beasiswa khusus untuk para pengajarnya.

Lanjut membaca

Ibu Een Sukaisih di Liputan6.com Inspirasi Bagi Pendidik

Reblogged from Pagar Alam dot Com:

  • Click to visit the original post

Tidak ada kata-kata yang dapat terucap tak kala saya menyaksikan video tayangan dari berita terkini liputan6.com yang menayangkan tentang kuliah umum di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang merupakan almamaternya yang sebelumnya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung disampaikan seorang pendidik yang dalam keadaan sakit dan lumpuh yaitu Ibu Een Sukaisih. Dalam penyampaiannya beliau sangat menginspirasi bagi kami para pendidik, ditengah-tengah keterbatasannya tersebut beliau masih mampu untuk melaksanakan tugasnya sebagai pendidik walaupun mengajarnya sambil dilakukan di tempat tidur.

Read more… 375 more words, 1 more video

Bermalam di Hotel Amaris by Santika Banjar, Banjarmasin Kalsel

Bermalam di Hotel amaris Banjarmasin
Bermalam di Hotel amaris Banjarmasin

Rasanya seperti mimpi bisa menginjakkan kaki lagi di sini. Di kota Banjarmasin Kalimantan Selatan ini, saya bermalam di hotel Amaris by Santika Banjar, Jl. Jendral Ahmad Yani, Km 7, Banjarmasin. Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Kalsel mengundang saya untuk menjadi pembicara seminar nasional “Merancang Media Pembelajaran Interaktif Berbasis ICT yang Menyenangkan. Sebuah tantangan dan peluang dalam meningkatkan kompetensi profesional guru”. Pak Gusti Surian sebagai ketua umumnya, mengundang saya untuk memberikan materi kepada teman-teman guru di kota ini.

Lanjut membaca

Omjay: Guru yang Takut dengan Pujian

Lama juga tak menyapa teman-teman di rumah sehat ini. Kangen juga membaca tulisan teman-teman semua. Walaupun saya jarang berkomentar, saya selalu membaca tulisan kawan-kawan guru di sini. Setelah membacanya, saya merasa bahwa ilmu saya masih sangat kurang. Saya harus belajar banyak dari bapak dan ibu guru di sini.

Di saat jam kosong seperti ini, biasanya saya mencoba menciptakan informasi di internet. Melalui alat rekam yang ajaib, saya menuliskan apa yang saya ketahui dari blog yang saya kelola dan ikuti. Tak terasa, blog sudah menjadi media ampuh bagi saya untuk menuliskan apa yang disukai dan kuasai. Jangan menulis karena ingin dipuji.

Terus terang saya sangat takut dengan pujian. Pujian itu terkadang membuat diri ini menjadi sombong. Kita merasa menjadi orang paling hebat dan tiada duanya. Padahal pujian itu adalah lahan kita untuk melakukan introspeksi diri. Semakin banyak mendapatkan pujian, itu artinya kita harus semakin mawas diri untuk melakukan hal yang lebih baik dari waktu sebelumnya.

Seringkali kritikan itu tak enak di hati. Bahkan membuat kita sakit hati. Namun percayalah, bahwa krtik itu akan membuatmu menjadi selangkah lebih maju. Mereka telah menunjukkan kepadamu bahwa masih ada hal yang harus diperbaiki atau dibenahi agar engkau menjadi orang yang sukses.

Tentu tidak mudah melaksanakannya. Pujian terkadang lebih menina bobokan kita. Sedangkan kritikan seringkali membuat kita marah. Padahal, berterima kasihlah kepada orang yang mengkritikmu. Sebab dialah yang akan membuatmu menjadi lebih maju dari sebelumnya.

Jadilah manusia yang bermanfaat buat orang banyak, dan berterima kasihlah kepada orang yang mengkritikmu. Jadikan dia sahabat agar membuatmu jadi baik, dan orang hebat. Orang hebat adalah orang yang mampu menginspirasi orang lain, dan memotivasinya agar hidup menjadi lebih hidup.

13702273182102491237

Salam Blogger persahabatan

omjay


http://wijayalabs.com

Layanan Video Sharing

Reblogged from ZERO by ZERO:

Click to visit the original post
  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post

Youtube adalah salah satu layanan "video sharing" paling populer di internet, layanan milik google yang baru-baru ini telah meluncurkan channel khusus bernama "Youtube Edu"  khusus diperuntukkan menayangkan video-video dengan konten edukasi, mengeliminir dan memfilter video dan advertising yang kontra produktif terhadap edukasi. Suatu inovasi yang mendahului provider pesaingnya.

Guru-guru bisa memanfaatkan ini sebagai sarana edukasi audio visual, memanfaatkan untuk sarana pembelajaran interaktif dan menarik bagi peserta didik. 

Read more… 217 more words

Tips menghadapi anak 'nakal' dan 'bandel'

Reblogged from Agus Sampurno @gurukreatif:

Click to visit the original post

Kalau saja guru tahu latar belakang masalah perilaku muridnya, maka ia akan merasa iba dan kasihan

Saya pribadi tidak setju dengan judul diatas karena cap atau label nakal mudah sekali diberikan guru jika ia merasa tidak sanggup mengendalikan perilaku siswanya. Siswa yang nakal kebanyakan akan menanggung cap tersebut selama tahun-tahun ia berada di sekolah yang sama. Jika seorang anak mendapat cap nakal di tahun pertama ia bersekolah maka lazimnya cap itu akan melekat terus.

Read more… 496 more words

Guru Berprestasi : Tidak Ada atau Tidak Mau ?

Reblogged from Siti Mugi Rahayu's File - Teaching is Learning:

Click to visit the original post

inSh“Jika ingin muridnya pintar, guru harus lebih pintar. Jika ingin gurunya pintar, kepala sekolah harus lebih pintar. Jika ingin kepala sekolah pintar, kepala dinas harus lebih lebih pintar. Sesungguhnya air itu akan mengalir ke bawah dan memengaruhi kualitasnya”, begitulah sepenggal tulisan Pak Johan Wahyudi, seorang guru Bahasa Indonesia dari Sragen dan telah menelurkan 62 buah buku/jurnal/modul dari tulisannya yang berjudul : Sulitnya Mencari Guru Berprestasi di…

Read more… 487 more words