Tag Archives: omjay

Belajar dan Berbagi Ilmu Elearning di UBH Padang Sumatera Barat

Sabtu, 29 Juli 2017 tim elearning KOGTIK berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang ilmu elearning kepada kawan-kawan guru TIK di Fakultas Teknik Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat.

suardi-padang

Lebih dari 70 orang guru TIK hadir dalam workshop elearning yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru TIK dan KKPI yang disingkat KOGTIK. Kegiatan ini bekerjasama dengan EPSON. Salah satu produk unggulannya adalah slide proyektor.

Baca lebih lanjut

Belajar Menulis dan Mengelola Blog

Blog adalah bentuk Aplikasi Web. Blog pada dasarnya merupakan bagian dari situs website yang dapat diakses secara online yang memiliki fungsi utama memuat tulisan-tulisan, video, dan gambar (dimuat dalam posting) pada setiap halaman web. Blog bisa dijadikan media untuk belajar menulis.

Blog adalah sebuah aplikasi web gratis yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Postingan tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Media Blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.com pada tahun 2002.

Menulis di media online yang bernama Blog mungkin dianggap sebagai pekerjaan mengisi waktu luang bagi kebanyakan orang pada awalnya, tetapi kenyataan yang sering terjadi kemudian adalah seorang penulis blog yang aktif memerlukan waktu yang lebih dari sekadar mengisi waktu luang. Walaupun bisa jadi memerlukan waktu dan perhatian khusus, menulis di  blog bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Bahkan penulis blog yang andal bisa setenar artis terkenal papan atas. Contohnya seorang blogger Denny Siregar dalam blognya di http://www.dennysiregar.com/. Juga blogger yang bernama Jonru yang bisa dilihat di blog https://jonru.com/.

Blog di internet mudah dibuat oleh seorang pemula tanpa harus tahu bahasa HTML (Hypertext Markup Language). Asalkan memiliki kemampuan mengetik cepat dengan komputer atau gadget, dengan jempol dan telunjuk pakai smartphone, dan kemampuan menulis naskah atau tulisan.

Dalam blog ada banyak topik bisa ditulis. Ada banyak peristiwa bisa dicatat. Ada banyak polemik yang bisa dipecahkan. Setidaknya banyak hal yang didapat jika tulisan seorang blogger mendapatkan cukup banyak perhatian pembaca. Sebuah blog dapat menimbulkan interaksi dan umpanbalik, menghasilkan informasi, pengetahuan, atau hiburan bagi pembaca, maka jangan heran kalau tulisan yang dibuat seorang blogger dan bagus itu ditunggu-tunggu, dan situs blog yang dibuat mendapatkan tempat kehormatan pada urutan daftar bookmark pengunjung setia seorang blogger.

            Istilah blog berasal dari dua kata, yaitu web log. Sebuah blog dapat diartikan juga sebagai catatan, jurnal, diary, atau apapun yang ingin anda tulis, yang dipublikasikan di dalam sebuah website.

            Blog pada umumnya berbentuk rangkaian tulisan kronologis dengan tulisan terbaru berada pada bagian atas. Hal yang bisa dimengerti karena posisi teratas mudah untuk diakses pengunjung, dan mudah untuk diketahui pengunjung apabila terdapat tulisan yang baru di-update. Blog modern seperti yang dikenal pada saat ini merupakan pengembangan dari online diary yang dimulai dari tahun 1994. Seperti tercermin dari namanya, online diary adalah diary atau jurnal seseorang yang dipublikasikan melalui internet. Pada online diary, orang-orang menuliskan aktivitas dan pengalaman mereka dari hari ke hari, dapat juga berupa komentar, puisi, atau pemikiran lain.

Fungsi blog pada dasarnya adalah sebagai media publikasi untuk menyalurkan ide atau catatan harian melalui tulisan-tulisan yang dimuat dalam posting. Dalam perkembangan sekarang, blog bisa digunakan untuk menghasilkan uang melalui iklan yang terpasang di blog. Untuk dapat menghasilkan uang, tentu blog harus mempunyai pengunjung/visitor.

            Blog bersifat online, maka online diary tentunya diperuntukkan agar orang lain dapat membacanya. Pembaca juga mampu berkontribusi di dalamnya dengan menuliskan tanggapan terhadap penulis online diary. Terjadi interaksi antara penulis blog dengan pembaca blog secara online. Ada komunikasi 2 arah yang terjadi dalam blog yang terkelola dengan baik.

Seiring dengan perkembangan internet dan teknologi, online diary mulai berkembang dengan mengkombinasikan unsur multimedia, yaitu text, video, dan gambar. Di lain pihak, website perusahaan maupun personal yang saat itu mulai marak, sering menampilkan menu News (atau What’s New) pada halaman utama yang berisi berita terbaru yang disusun berdasarkan tanggal terbaru. Unsur-unsur gabungan dari sebuah website pada umumnya dan online diary inilah yang kemudian melahirkan web blog atau blog.

            Blog saat ini tidak hanya menampilkan content, tetapi juga diperkaya dengan fitur-fitur lain sebagaimana layaknya sebuah website. Fitur-fitur tersebut antara lain adalah link ke blog/website lain, juga terdapat weblog search engine yang mengizinkan netter menelusuri topik-topik yang berhubungan satu sama lain sesuai dengan minatnya. Pernak pernik blog dapat dimodifikasi oleh para pengelola blog.

Pembuat blog kemudian dikenal dengan nama blogger, dan menjadi hal yang umum (dan hampir wajib) untuk para blogger membentuk suatu persahabatan di dunia maya, baik dengan saling memberikan link website ataupun terlibat dalam suatu komunitas blog.

Para blogger biasanya membentuk suatu komunitas yang dikoordinir oleh para blogger lainnya agar dapat menyebarkan dan memasarkan blognya di internet. Dalam komunitas itu seorang blogger dapat saling berbagi informasi ke blogger lainnya. Komunitas blogger terus berkembang hingga saat ini, termasuk juga komunitas blogger guru dan siswa.

            Hal pertama untuk memulai mengelola blog adalah menetapkan tujuan untuk apa blog dibuat. Apa yang ingin ditulis dan dipublikasikan? Misalkan saja, seorang blogger adalah seorang penggemar dan pengamat sepak bola yang berniat menuliskan review pertandingan-pertandingan favorit. Kemudian perlu dipikirkan perkembangannya, apakah ingin membuat blog yang khusus mengetengahkan sepak bola? Ataukah dapat berkembang luas, dan sepak bola hanyalah salah satu kategori yang terdapat dalam blog yang dibuat?.

            Hal seperti ini perlu dipertimbangkan masak-masak oleh siswa sebelum menentukan nama domain blog, yang tentunya mencerminkan isi blog.  Tahap berikutnya adalah menentukan domain dan hosting untuk blog yang dibuat. Blogger dapat membuat sendiri blognya dari awal, mulai dari membeli domain dan menyewa hosting, desain web dan database, melakukan pengodean, hingga mempublikasikan web tersebut sebagaimana seorang webmaster bekerja. Pastinya tidak semua blogger harus memiliki latar belakang dan skill webmaster. Cara yang lebih mudah adalah dengan menggunakan jasa website blog/self-hosted blog (yang umumnya gratis), di mana dapat menciptakan nama sub-domain, dan menggunakan template blog yang disediakan.[1]

            Kemunculan blogger yang semakin meningkat dan terus bertambah setiap harinya membuat dunia internet semakin penuh dengan informasi baru. Seseorang mungkin tidak membutuhkan semua informasi tersebut, tetapi semua orang pasti membutuhkan sebuah informasi dan informasi yang dibutuhkan tersebut bisa jadi tersedia pada salah satu blog. Memutuskan menjadi blogger berarti memutuskan tampil di depan publik, agar apa yang disampaikan dapat dikagumi, dipuji, atau sebaliknya dibantah, dikoreksi  dan dicerca oleh orang lain dalam bentuk komentar (atau bahkan blog saingan!).

Publikasi dan informasi yang disampaikan pada publik, akan mengikuti proses penilaian yang menentukan apakah informasi itu akan disukai atau tidak disukai (yang pasti, keduanya bisa membuat popular). Beberapa anggapan menganggap blog sama dengan buku diary.  Memang terdapat persamaan yang jelas, yaitu baik blog maupun diary umumnya merupakan ungkapan hati dan pikiran, tetapi ada perbedaan yang besar di antara keduanya. Diary menulis untuk diri sendiri, sementara dalam membuat blog, seseorang menulis blog untuk dibaca oleh orang lain dengan maksud untuk saling berbagi (sharing). Hal ini merupakan dasar yang penting dalam membuat blog. Dengan dasar ini, blogger tentu akan berusaha membuat tulisan yang objektif, beretika, bertanggung-jawab, dan tentunya bermanfaat bagi orang lain. [2]

      Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis.

Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktifitas, informasi dan opini yang sangat besar mengerupsi beberapa subyek atau sangat kontroversi dalam blogoshpere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

      Dalam konferensi blog di Universitas Harvard, terungkap enam pilar kunci yang membedakan blogging dengan saluran komunikasi lainnya, yaitu:

  1. Anda dapat langsung mem-posting berita. Mudah, murah, dan dapat dibaca di mana pun.
  2. Findable. Mudah ditemukan lewat situs pencari, berdasarkan subjek, nama penulis, atau keduanya. Makin tambun suatu blog, makin cepat digemari.
  3. Social. Blogosphere cirinya adalah cuap-cuap. Percakapan yang menarik berdasarkan topik beralih dari suatu situs ke situs web, nge-link dari suatu link ke link lain. Melalui blog, mereka yang memiliki minat yang sama dapat membangun network atau berita lintas geografi.
  4. Informasi menyebar lebih cepat melalui blog dibanding news service. Saat ini tak ada viral marketing yang dapat menyetarakan kecepatan dan efisiensi suatu blog.
  5. Syndicatable. Content yang kaya mudah disindikasikan oleh siapa saja. Bayangkan dunia penuh dengan orang pandai, dan, lewat media blog, ribuan informasi yang tersebar dapat didapat.
  6. Setiap blog nge-link ke yang lain, memiliki akses ke puluhan juta orang yang mengunjungi blogosphere setiap hari yang bercirikan komunikasi internet dua arah. Media blog itu bak supermarket tabloid. [3]

      Mengingat kekuatan dari blog tersebut, guru sebagai peneliti berpikir kiranya seorang guru dan siswa perlu ngeblog, Mengapa? Karena blog adalah media yang paling cocok dan mudah dipelajari, disamping untuk menambah wawasan pengetahuan sekaligus untuk eksistensi diri bagi guru dan siswa.       Adanya blog, guru dan siswa dapat menerapkan pembelajaran yang mengundang asalkan mereka kreatif dalam menulis. Dalam pengelolaan blog diperlukan kreativitas menulis dalam mengembangkan kontent. Bahkan dalam pesta Blogger tahun 2008 yang dihadiri oleh Menteri Riset dan teknologi, Kusmayanto Kardiman, blog sangat berperan aktif dalam semua bidang kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial dan bahkan pendidikan. Bahkan pesta blogger Indonesia terus dirayakan setiap tahunnya. Kita bisa melihat dan membaca liputan kegiatannya di blog. [4]

Blog semakin dikenal masyarakat luas. Karena hal itulah banyak lembaga baik negeri maupun swasta yang mengadakan berbagai lomba blog. Adanya lomba blog membuat guru dan siswa berlomba-lomba untuk mengelola blognya secara kreatif dan mandiri. Mereka berusaha keras agar blog yang dibuat menarik pengunjung untuk membacanya.

[1] Irwan Rouf dkk, Panduan Praktis Mengelola Blog, (Jakarta: Mediakita, 2007), h. 80.

[2] Fany Ariasari, Pernak-Pernik Blog, (Jakarta: Mediakita, 2007), h. 4

[3] Muhammad Ihsan, Kenapa Guru Perlu Ngeblog?, url http://muhammadikhsan.com

[4] https://nunik99.wordpress.com/2015/10/23/blogger-camp-2015-dan-kenangan-pesta-blogger-2010/.

Desertasi yang Hampir Terabaikan

wijaya
DESERTASI YANG HAMPIR TERABAIKAN
Oleh: Wijaya Kusumah
 
Saya terbangun dari tidur. Waktu menunjukkan pukul 02.20 WIB. Semua orang dalam rumah ini sudah terlelap dalam mimpi indahnya masing-masing. Tinggal saya yang terjaga dan sulit untuk tidur lagi. Mimpi indah harus dihentikan, segera dan hadapi kenyataan di dunia nyata.
 
Dari kamar tidur saya langsung ke ruang tamu. Duduk sejenak melihat suasana. Seteguk air Aqua masuk tenggorokan. Lalu pandangan mata tertuju pada laptop di meja tamu.
 
Untunglah ada laptop keponakan (Alda) sedang dinyalakan. Saya buka program pengolah kata (Word) dan mulai membaca dan menulis. File proposal desertasi jadi tujuan untuk dibuka pertama kali. Akses internet tak ada. Tinggal saya gigit jari dibuatnya.
 
Saya baca kalimat demi kalimat dalam file proposal desertasi. Nampak sekali masih banyak kekurangannya di sana sini. Tapi sayang, file yang terbuka masih revisi satu. Padahal saya mengerjakannya sudah sampai revisi kelima.
 
Saya bangunkan anak kedua saya, Berlian. Maksudnya mau minta berbagi akses internet melalui ponselnya. Namun apa daya, kuota akses internetnya sudah habis katanya. Baterai ponselnya sudah lowbat pula. Berlian kemudian tertidur lagi untuk melanjutkan mimpinya.
 
Saya baca ulang kembali bagian desertasi bab satu. Ternyata masih banyak sekali kekurangannya. Ingin langsung mengeditnya, tetapi buat apa? Bukankah saya sudah mengeditnya sampai revisi kelima? Daripada nanti mengulang lagi dari awal, lebih baik menunggu akses internet saja. Nanti saya tinggal mengunduhnya dari internet. Saya teringat revisi kelima sudah saya unggah ke google drive.
 
Bila nanti sudah mengunduhnya, maka akan saya rapihkan kalimat demi kalimat dalam proposal desertasi ini. Revisinya sempat tersendat karena pulang mudik ke kampung halaman. Pergi dari satu kota ke kota lainnya. Kegiatan membaca dan menulis mulai terabaikan.
 
Penyair Taufiq Ismail mengatakan, “Rabun membaca, lumpuh menulis”. Kegiatan membaca harus mulai dilakukan kembali. Menulis harus segera dilakukan agar desertasi yang hampir terabaikan ini segera selesai. Saya harus berpacu dengan waktu. Sebab deadline satu bulan tidak bisa menunggu.
Masih teringat pesan para penguji untuk segera memperbaiki. Mulai dari bab 1 hingga bab 3 harus segera direvisi. Ikuti buku pedoman penyusunan desertasi. Sebab panduannya ada di dalam buku tersebut.
 
Terdengar suara orang mengaji dari Masjid dekat rumah kami menginap di desa Taraju Tasikmalaya. Di dalam rumah dinas perkebunan milik PT Perkebuman Sambawa Taraju saya mulai menata kata-kata ini. Semoga menjadi renungan diri untuk fokus kembali segera menyelesaikan perbaikan proposal desertasi.
 
Suara orang mengaji berhenti dari speaker masjid. Itu tandanya kita mulai bersiap diri untuk adzan subuh. Panggilan sholat subuh telah tiba. Mari kita langkahkan kaki ke rumah Allah. Raih pahala sholat berjamaah di Masjid. Bertemu Allah lewat sholat.
 
Pintalah apa yang engkau pinta kepada penguasa langit dan bumi. Sebenarnya banyak yang ingin saya pinta. Namun saya hanya meminta satu saja. Semoga desertasi yang hampir terabaikan ini dapat segera diselesaikan dengan baik. Lulus kuliah S3 dengan predikat sangat memuaskan. Aamiin.

Pengelolaan Blog di Internet Secara Kolaboratif Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

IMG_9313

Keterampilan menulis sebagai salah satu aspek keterampilan berbahasa merupakan tahapan akhir yang harus dikuasai siswa, karena siswa dapat menulis dengan baik apabila serangkaian tahapan/aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, dan membaca), telah dikuasai siswa secara utuh.

Untuk dapat menulis secara efektif dan efisien bukanlah hal yang mudah, sebab diperlukan serangkaian proses. Proses tersebut melalui tahapan-tahapan dalam pembelajaran Bahasa, khususnya dalam pembelajaran menulis. Salah satu tahapan dalam pembelajaran menulis adalah menulis lanjutan, yang diberikan setelah tahapan menulis permulaan dikuasai siswa dengan baik[1].

Menulis merupakan suatu kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan (informasi) secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Aktivitas menulis melibatkan beberapa unsur, yaitu: penulis sebagai penyampaian pesan, isi tulisan, saluran atau media, dan pembaca.[2]

Menulis selama ini masih dianggap beban yang berat bagi siswa. Mereka menganggap menulis itu sulit. Kenyataan saat ini di sekolah kemampuan menulis siswa rendah, dan perlu dilatih dengan berbagai cara.

Sebenarnya jika dicermati dasar menulis dapat dilatih melalui semua mata pelajaran, bukan hanya melalui pelajaran Bahasa Indonesia. Sebagai contoh dalam pembelajaran sejarah siswa menulis tentang kisah perjuangan para pahlawan, dari urutan kejadian-kejadian yang dialami dalam melakukan perjuangannya sampai akhir hayat dalam perjalanan hidupnya.  Begitu juga dalam mata pelajaran lainnya, dimana kemampuan menulis menjadi sesuatu yang sangat penting dikuasai siswa. Oleh karena itu keterampilan menulis perlu dibina dan dikembangkan sejak dini yang dimulai dari pembinaan yang intensif dari sekolah dengan berbagai media.

Keterampilan menulis tidak hanya sekedar menulis symbol grafis sehingga membentuk kata dan selanjutnya membentuk kalimat yang memiliki arti dan dapat mengomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil. Tetapi dibalik itu keterampilan menulis memerlukan latihan terus menerus, sehingga penulis memahami apa yang akan ditulis. Selain itu penulis harus mampu berpikir secara tepat untuk memilih kata dan juga variasi kalimat yang akan digunakan sehingga tulisannya dapat dipahami pembaca.

Salah satu tempat yang dapat digunakan untuk berlatih menulis adalah blog di internet. Blog di internet dapat digunakan sebagai alat bantu atau media untuk berlatih meningkatkan keterampilan menulis siswa. Bila blog ini dikelola dengan baik, maka itulah kunci suksesnya seorang blogger.

Blog adalah bentuk Aplikasi Web. Pada dasarnya merupakan bagian dari situs website yang dapat diakses secara online yang memiliki fungsi utama memuat tulisan-tulisan dan gambar (dimuat dalam posting) pada setiap halaman web. Blog biasanya dikelola oleh pengguna tunggal (sebagian lainnya oleh beberapa penulis) dibuat sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Dari hasil observasi dan wawancara baik lisan maupun tulisan dengan siswa kelas 8 SMP Labschool Jakarta, hanya sedikit siswa yang mampu menulis dan mengelola blognya dengan baik. Hal ini terlihat dari banyaknya blog yang dibuat siswa, sangat miskin tulisan dan sedikit komentar. Blog yang dibuat sepi pengunjung dan belum terlihat ada tulisan siswa yang menarik hati pembaca untuk berkomentar di dalamnya.

Blog adalah alat rekam yang ajaib untuk mendokumentasikan tulisan-tulisan kita. Keajaibannya akan terasakan bila dikelola dengan sangat baik secara kolaboratif. Blog seperti buku diary yang mampu dijadikan tempat menulis secara online. Siapa saja bisa menulis di sana secara gratis dan berbayar. Mereka bisa berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman serta kisah-kisah yang menginspirasi pembaca ke seluruh dunia.

Blog dapat dibuat secara gratis di internet, diantaranya di wordpress.com dan blogspot.com. Penulis sendiri telah merasakan nikmatnya menulis di kedua blog tersebut. Pembaca bisa membukanya di https://wijayalabs.wordpress.com  dan http://wijayalabs.blogspot.com.

Blog dapat digunakan sebagai salah satu alat atau media untuk meningkatkan keterampilan menulis. Hal itu tentu dapat dibuktikan dari banyaknya tulisan yang terus mengalir dan menarik perhatian pembaca di blog. Penulis blog atau biasa disebut nara blog akan merasakan hari demi hari tulisannya semakin renyah dibaca dan semakin terampil menulis.

Keterampilan menulis ini dapat diasah dari menulis setiap hari di blog. Siswa dapat berlatih menulis terus menerus dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh guru. Guru menjadi pemandu siswa agar mampu menulis di blog dan mengelolanya dengan baik. Tentu ini akan menjadi semakin baik bila ada kolaborasi antara guru TIK dan guru bahasa Indonesia di sekolah serta blogger guru lainnya sebagai kolaborator. Kolaborasi antar ketiganya diduga dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa di sekolah. Dengan Collaborative Learning menjadi strategi pembelajarannya.

Guru dapat memanfaatkan dan mengelola blog di internet sebagai media berkolaborasi untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa. Oleh karena itu, pengelolaan blog di internet secara kolaborasi diduga dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Guru dapat mengajari siswa menulis yang baik dari mulai pembukaan, isi tulisan sampai penutup. Guru juga dapat membantu siswa untuk membuat tulisan-tulisan yang menarik dari apa yang disukai dan dikuasai siswa. Blog dapat digunakan sebagai salah satu tempat untuk menuliskannya dan dibaca banyak orang di seluruh dunia. Blog pribadi yang dikelola dengan baik dan terus menerus diisi dengan tulisan-tulisan yang menarik hati pembaca, maka akan banyak pengunjungnya dan membuat betah banyak orang berlama lama berada di dalamnya.

[1] Zuleha H.M. Saleh, Terampil Menulis di Sekolah Dasar (Tangerang: Pustaka Mandiri, 2013), h. 4

[2] Dalman. H, Keterampilan Menulis (Jakarta: Rajawali Press, 2016), h.3

Belajar dan berbagi ilmu PTK di FBS UNJ Rawamangun Jaktim

Rabu, 24 Mei 2017, Federasi Profesi Guru Indonesia (FPGI) mengadakan kegiatan workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK di ruang 115 gedung O Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Kampus A Rawamangun Jakarta Timur.

dedi-omjay

Kegiatan ini merupakan kegiatan PTK angkatan kedua yang menghadirkan penulis buku mengenal PTK, Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama. Mereka saling berkolaborasi mengisi materi ini hingga sore hari. Seru dan banyak diskusi yang terjadi dalam acara ini. Banyak ilmu yang didapatkan dan peserta sangat antusias dalam kegiatan ini.

ptk-unj

Para Peserta kegiatan Workshop PTK ini adalah:

  1. MEKAR SETIA WAHYUNI, SMPN 4 DEPOK,
  2. PESTA LIANA, SMAN 36 JAKARTA,
  3. CEPI RAHMANSAH, SMKN 1 KOTA TANGSEL,
  4. SRI RAHAYU SMPN 20 KOTA BOGOR.
  5. RADEN SETIAWAN SMPN 20 KOTA BOGOR.
  6. HARTIJAH, SDN PONDOK BETUNG 01 TANGSEL,
  7. Feni Yuninasari, SMPN 99 Jakarta
  8. RIDWAN ARMANSYAH SMP NEGERI 13 KOTA BOGOR
  9. INA RISNAWATI, MTS ASSASUL ISLAMIYAH, SUKABUMI,
  10. ABDULLAH SYAIFUL, MA ASSASUL ISLAMIYAH, SUKABUMI.
  11. NURMASARI SMP NURUL ILMI, JAKARTA. 12. Irmah yuliatin mts 31.
  12. Latif Pramudiana, guru SMAS Mandiri Balaraja, kab tangerang.
  13. Hirman Trihandoyo Putra SDN Menteng Atas 02 Pagi
  14. Dian Octaviani: 1. DIAN OCTAVIANI, SDN JATINEGARA KAUM 11 PG
  15. UKI KARTOYO, SDN JATINEGARA KAUM 11 PG
  16. Radiah SMA Negeri 8 Malinau
  17. Susi Sufiyani, S. Pd, SDN Menteng Atas 11 Pagi
  18. Prasetyaningsih, S. Pd SDN Menteng Atas 11 Pagi
  19. SITI AMALIA SMP NEGERI 17 KOTA BOGOR.
  20. Wawan ahmad dahlan dari sdif alfikri depok
  21. Muhammad Sumardi,M.Pd ,asal sekolah :Smp Negeri 18 Depok
  22. Subandiyah sdn ciracas 03 pagi
  23. Ratna komalasari. Sma it insan mandiri
  24. Drs.Saifudin Zuhri ,mtsn 16 Jakarta.
  25. Edi irfan SMA N 5 DEPOK
  26. Mensia, S.Pd. SD Persis Matraman
  27. Mukhlisotin, SDN Pondok Bambu 02 Jakarta Timur
  28. Suharti, SDN Kelapa Dua Wetan 03 pagi.

Info kegiatan workshop PTK silahkan sms omjay di 08159155515

Membentuk Perilaku Positif Anak di Media Sosial

Sabtu, 6 mei 2017

omjaysuarecon

 

axaandiri

Meningkatkan Keterampilan Menulis Melalui Pembuatan Buku Fiksi dan Non Fiksi

makalah-wijaya-kusumah-labschool-1

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

SMP Labschool Jakarta adalah salah satu sekolah yang ikut  serta mengkampanyekan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dari kementrian pendidikan dan kebudayaan. Di sekolah kami, siswa tidak hanya sekedar membaca buku, tapi juga sudah mulai menulis dan menerbitkan buku. Sebuah kegiatan yang masih jarang dilakukan di sekolah lainnya.

Baca lebih lanjut