Tag Archives: omjay

Postingan yang Bikin Kaya Raya

omjay-umrohPOSTINGAN YANG BIKIN KAYA
Oleh: Yusran Darmawan

Sering saya mendengar para penulis dan sastrawan mengeluh karena keterbatasan penghasilan. Namun anak muda yang saya temui hari ini tak punya keluhan sama sekali.
Baca lebih lanjut

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi Oleh Khalfan

Judul Buku : “MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI”

Penulis :  WIJAYA KUSUMAH, S.Pd.,M.Pd.

Penyunting Isi dan Bahas :  Yuan Acitra, SE.

menulis

Baca lebih lanjut

Workshop Penyusunan Buku Ajar

Ikatan guru TIK PGRI kembali mengadakan Workshop Penyusunan Buku Ajar (Terbuka untuk semua Matpel)

informatika

Kegiatan akan dilaksanakan pada:
Sabtu-Minggu, 28-29 September 2019 pukul 08.00 sampai 16.00 wib.

Tempat kegiataan di SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta. Jln Depok. No 1. Manahan Solo, Jawa Tengah.

Donasi Rp. 200.000.
(akan dikembalikan kepada peserta dalam bentuk konsumsi, ilmu yg bermanfaat, doorprize, dan sertifikat 32 jam).

Silahkan transfer ke Bank Syariah Mandiri, KCP. Jakarta S.Parman, a.n. Komunitas Guru TIK dan KKPI, Norek 7132473317

Informasi ke WA omjay di 08159155515
(Gratis penginapan selama di Solo)

Peserta akan dibimbing secara online untuk menerbitkan buku sendiri yang akan diterbitkan penerbit andi yogyakarta.

Pembicara:

  1. Joko Irawan Munpuni dari penerbit andi yogya
  2. Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd, Pegiat Literasi di Surakarta
  3. Dra. Betti Risnalenni, M.Pd, Pengelola TK/SD Insan Kamil Bekasi
  4. Wijaya Kusumah, M.Pd, Penulis Buku Blogger Ternama
  5. Pebi Pebriadi, S.Kom, M.M, M.T., Penulis Buku Simkomdig SMK dan Buku Ajar Informatika SMA.

Peserta terbatas hanya 50 orang saja.

Silahkan daftar online di sini.

Informasi dapat dilihat di http://wijayalabs.com

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

“Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”

Penulis : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Menulis adalah kemahiran berbahasa yang keempat. Hal yang pertama adalah mendengar, kedua adalah berbicara, ketiga adalah membaca, dan yang keempat sekali lagi adalah menulis.

Baca lebih lanjut

Unduh Buku Informatika

Silahkan Unduh Buku Informatika di bawah ini dan belilah bukunya!

informatika

informatikasmp

informatikasma

simkomdig

Harga Buku Informatika:

Harga buku :
– SD kelas 4 : 79.000
– SMP kls 7 : 93.000
– SMK kls 10: 95.000
– SMA kls 10 : 120.000 ( jumlah hal. 320 halaman)

Bank Bukopin Syariah

Nomor Rekening: 7710024323

a.n. Yayasan Insan Kamil

Info ke WA OMjay di 08159155515

PGRI di Era Milenial

PGRI di era Milenial

pgri

Saya ingin menyambung kembali tulisan menjelang subuh.  PGRI di mata guru guru muda.

Tulisan ini saya buat karena terinspirasi dengan trio PGRI dari sukabumi jawa barat.

Saya berharap ada kebijakan baru dari pengurus besar PGRI terpilih untuk memberikan kesempatan kepada guru guru muda di era milenial untuk berkiprah di PGRI.

Mereka bukan lagi sebagai penonton tapi juga menjadi pemain. Bahkan menjadi sutradara sekaligus produsernya.

Hal ini tentu dianggap gila bagi mereka yang tak paham dengan kaderisasi.

Kepemimpinan akan terlihat ketika mereka diberi kesempatan. Amanah dan tanggung jawab harus dibagi secara profesional agar PGRI abadi.

Biar bagaimanapun orang muda belum pernah merasakan tua. Tapi orang tua sudah merasakan muda.

Pengalaman adalah guru yang terbaik.  Setidaknya bagi mereka yang mau belajar menjadi seorang pemimpin.

PGRI membutuhkan sosok pemimpin yang mampu memimpin PGRI dengan cara cara baru. Pola lama sudah mulai ditinggalkan di era milenial.

Saat ini sudah banyak guru berbagi pengalaman lewat video conference webex.  Mereka saling berbagi ilmu dan pengalaman.

Jarak yang jauh menjadi terasa dekat.  Mereka bisa berinteraksi satu sama lain secara online. Elearning bukan lagi suatu hal yang baru.  Mereka bisa belajar di mana saja dan kapan saja.

Website ruangguru.com lebih diminati anak anak milenial ketimbang rumah belajar pustekkom kemdikbud.

Inilah era revolusi industri 4.0 yang harus diikuti oleh PGRI suka atau tidak suka.

PGRI di era milenial memiliki masalah besar bila tak segera mengakader guru guru muda yang multi talenta.

Kolaborasi yang indah adalah jawabannya.

Guru dan dosen harus bersatu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.  Tak ada lagi dikotomi guru dan dosen di PGRI karena mereka sama sama pendidik.  Hanya beda tempat saja.  Guru di sekolah dan dosen di perguruan tinggi.

Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PGRI sudah jauh jauh hari dipersiapkan untuk mengatasi masalah ini.  Oleh karena itu izinkan saya menjura hormat kepada tim penyusunnya yang sudah mempersiapkan PGRI agar mampu beradaptasi di era milenial.

PGRI di era milenial adalah PGRI yang mencari solusi dengan cara cara bijaksana dan menjadi mitra pemerintah dalam mengelola tata kelola guru yang lebih modern.

Wajah PGRI memang sudah menua. Namun tidak membuat PGRI tua renta. Sebab PGRI lahir dari guru, oleh guru dan untuk guru yang ingin bangsanya maju.

Konggres PGRI yang ke XXII di Jakarta telah berlalu.  Banyak pembelajaran saya dapatkan dari pesan para pemimpin bangsa.

Saya buka youtube.com dan menonton pidato presiden jokowi,  wakil presiden jusuf kalla,  dan gubernur  dki jakarta Anies baswedan memberikan pencerahan untuk guru.

Mereka memang layak dipilih untuk menjadi pemimpin.  Pesannya dalam dan akan saya kupas dalam tulisan berikutnya.

Suka dan duka menjadi panitia konggres PGRI sudah saya tuliskan. Setidaknya saya banyak belajar dari amanah yang diberikan.

Kesabaran dan mau mendengar aspirasi adalah kemampuan yang harus dimiliki diri ini.

PGRI di era milenial harus diurus oleh mereka yang sabar dan mampu memberikan keteladanan. Satu kata antara perkataan dengan perbuatan.

Ing Ngarso Sung Tulodho
Ing Madyo Mangun Karso
Tut  Wuri Handayani

Hal penting yang harus dilakukan adalah tindakan nyata dan bukan kata kata.

Salam blogger persahabatan
Omjay
Blog http://wijayalabs.com

Liburan Sekolah yang Menyenangkan

LIBURAN SEKOLAH YANG MENYENANGKAN

wallpaper

            Ketika liburan sekolah tiba, aku pun sangat senang.  Liburan sekolah tahun ini sangat panjang, karena ada libur semester dan puasa. Aku menghabiskan waktu selama puasa sampai lebaran di Jakarta saja. Tiap hari sehabis makan sahur, aku tidur dan bangun siang. Ketika puasa aku menghabiskan waktu dengan bermain game sampai buka puasa. Aku tak lupa solat terawih dan setelah itu aku melanjutkan permainanku sampai sahur.

     Baca lebih lanjut