Monthly Archives: Maret 2012

Menulis Kreatif. Bagaimana Caranya?

Seringkali orang bertanya kepada saya, bagaimana cara menulis kreatif? Saya pun tersenyum sendiri mendapatkan pertanyaan itu. Sebab menulis kreatif atau istilah kerennya creative writing adalah sebuah kegiatan tulis menulis yang didasarkan atas ide sendiri atau memperkaya ide orang lain dengan cara-cara yang berbeda.

 

 

 

13322012251666271100

Bagaimana Menulis Kreatif?

 

 

Setiap orang punya gaya sendiri dalam menulis. Andrea Hirata dan Ahmad Fuadi misalnya, mereka punya gaya tersendiri dalam menulis novelnya. Setiap penulis pastilah memiliki gaya menulis yang merupakan ciri khasnya masing masing. Tak heran bila menulis kreatif itu sangat diajurkan dalam ilmu kepenulisan. Baik menulis dalam bentuk fiksi ataupun non fiksi.

Pertanyaannya adalah, bagaimana proses menulis kreatif itu muncul?

Pertama, berdasarkan kisah nyata. Setiap orang punya ceritanya masing masing, dan memiliki gaya sendiri dalam menuliskannya sehingga dipahami oleh pembaca. Menulis tentang pengalaman pribadi atau kisah nyata jauh lebih mudah ketimbang kita menceritakan kehidupan orang lain. Setiap orang akan mudah menuliskan pengalaman nyatanya, karena memang sudah dialami. Tetapi menuliskannya dalam bentuk yang menarik dan inspiratif tidak semua orang bisa melakukannya. Di situlah menulis kreatif terasakan. Sebab penulisnya tidak menulis apa adanya, tetapi dikemas dengan cara-cara yang berbeda dari kebanyakan orang menceritakan pengalamannya. Itulah mengapa novel negeri 5 menara menjadi best seller karena dituliskan dari inspirasi nyata penulisnya, Ahmad Fuadi.

Kedua, cara menulis kreatif diperoleh dari membaca tulisan orang lain. Biasanya ide itu muncul ketika membaca karya tulis orang lain. Kita ingin sekali menulis sesuai dengan alam pikiran kita. Lebih baru, dan lebih lengkap menurut versi kita. Biasanya kita memiliki data yang lebih akurat sehingga mampu menuliskannya dengan pandangan yang luas. Contohnya, bila kita seorang guru ingin menyikapi tentang ujian nasional, maka akan banyak dituliskan orang tentang ujian nasional dari sudut pandangnya masing-masing. Terjadi pro dan kontra. Ada yang setuju ujian nasional dan ada yang tak setuju. Masing-masing pihak berusaha mengeluarkan argumentasinya. Di situlah pada akhirnya menulis kreatif itu muncul. Setiap orang pasti punya pemikiran yang berbeda meskipun maksudnya sama.

Ketiga, menulis kreatif itu muncul dari realitas sosial di masyarakat. Dimana sang penulisnya ingin sekali bercerita tentang pengalaman yang dilihatnya untuk didiskusikan kepada khalayak ramai. Contohnya ketika saya melihat ada yang tak beres tentang pelayanan bandara dan fasilitasnya, saya terrgerak untuk menuliskannya. Muncullah tulisan ada apa di bandara soekarno hatta. Begitupun mereka yang terkena tilang polisi misalnya. Mereka akan dengan cepat menuliskan apa yang dialami oleh banyak orang. Itulah mengapa tulisan choirul huda tentang polisi begitu menarik dan disukai oleh pembaca.

Keempat, menulis kreatif bisa juga dimulai dari sebuah hasil riset atau penelitian. Apa yang dituliskan berdasarkan data yang telah teruji kebenarannya. Dari data-data itulah peneliti menuliskan laporannya dalam bentuk karya ilmiah. Oleh karenanya karya ilmiah tidak bisa dituliskan begitu saja bila tak ada data yang mendukung. Misalnya saja tentang status guru. Ada 9 status guru yang ada di Indonesia. Lalu ditulislah kesembilan status itu lengkap dengan data yang diperoleh dari sumber terpercaya. Pembaca pun tercerahkan dari data itu, dan bisa menjadi referensi untuk menulis hal lainnya. Itulah mengapa laporan penelitian selalu dilampiri daftar kepustakaan. Sama halnya bila kita ingin menulis di artikel kolom opini kompas. Bila anda tak memasukkan judul buku dalam tulisan anda, biasanya anda akan menerima penolakan. Cobalah amati kolom opini koran kompas.

Masih banyak sebenarnya cara lainnya dalam menulis kreatif. Saya membatasinya dalam keempat hal di atas berdasarkan pemikiran saya. Masih perlu diuji oleh pembaca dengan menambahkannya di kolom komentar. Barangkali ada yang mau menambahkannya sehingga tulisan ini menjadi lebih baik dan mencerahkan buat mereka yang ingin menulis secara kreatif.

Tuliskan saja apa yang ada di kepala, lalu lihat buku atau tulisan orang lain untuk menjadi referensi kita. Tidaklah mengherankan bila menulis kreatif itu membutuhkan proses membaca. Dengan membaca, banyak perbendaharaan kata yang dihasilkan, karena banyak membaca akan membuatmu gemuk menulis. Penulis kreatif, pastilah akan selalu membaca untuk menjaga proses kreatifnya. Dengan begitu menulis kreatif akan terus mengalir bagai air.

Cara-cara menulis kreatif, kurang diajarkan dalam sekolah-sekolah kita. Harus diakui, guru-guru di sekolah kurang mengajarkan ilmu menulis kepada peserta didiknya. Kompasiana bisa menjadi media atau sarana kita dalam melakukan proses menulis kreatif itu. Jadikan blog sebagai tempat meningkatkan kreativitas menulis para bloggernya. Jadilah blogger yang kreatif!

 

Salam blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Iklan