Monthly Archives: Februari 2017

Belajar dan Berbagi Ilmu Elearning di Medan & Yogya

Akhirnya selesai juga kegiatan workshop elearning di kota medan dan Yogyakarta. Awalnya agak pusing juga mempersiapkan acaranya. Namun berkat kerjasama dengan semua pihak, acara ini dapat terselenggara dengan baik. Panitia di kota medan dan Yogyakarta telah sukses menggelar acara workshop elearning komunitas guru TIK dan KKPI (KOGTIK_ bersama dengan EPSON. Kota medan tanggal 18 Februari 2017 dan kota Yogyakarta, 25 Februari 2017. Tim KOGTIK yang datang ke kota Medan adalah ibu Betti, Ibu Juli, Ibu Wiwin, Pak Bambang dan saya sendiri sebagai sekjen KOGTIK. Sedangkan tim KOGTIK yang meluncur ke kota Gudeg Yogyakarta adalah bapak Prasojo, Bapak Tri, Bapak Bambang, Ibu Endang dan saya sendiri. Mbak Kiki dkk sangat siap mempersiapkan acara dengan baik, begitu juga dengan pak Parjanto di kota Yogyakarta. Khusus di kota Yogyakarta, pak Onno W Purbo, pakar elearning alhamdulillah bisa hadir memberikan ilmunya secara langsung. Sewaktu di medan, saya melihat antusias peserta workshop sangat tinggi. Kami langsung membuat group WA untuk mempererat tali silahturahmi di antara peserta. Begitu juga dengan di Yogyakarta. Peserta sangat menyembut baik kegiatan ini. Jumlah peserta di Yogyakarta sedikit lebih banyak daripada di kota medan. Target 100 orang di setiap kota alhamdulillah terlampaui. yogya-58b5e9b34c7a61f40c0fc772.jpg Kegiatan workshop elearning medan dilaksanakan di Perguruan panca budi medan dan kegiatan workshop elearning di yogyakarta dilaksanakan di telkom kotabaru Yogyakarta. Itulah sedikit informasi tentang kegiatan KOGTIK. Kami belajar elearning dari medan dan Yogyakarta. Setelah ini akan ada 2 kota lagi di bulan Maret 2017 yaitu kota Samarinda dan Pontianak. Rencana tanggal 18 Maret 2017 di kota Samarinda, dan 25 Maret 2017 di kota Pontianak.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wijayalabs/belajar-elearning-dari-medan-ke-yogyakarta-bersama-kogtik_58b5e9dbb17e61d007fc80a8

Iklan

Menulis

Menulislah dari apa yg kau sukai & kuasai. Lalu niatkan utk berbagi pengalaman & pengetahuan. Dengan begitu org lain akan tahu siapa dirimu

img_9944-copy

Buku Omjay

tik-buku

Teman teman omjay semuanya.

Alhamdulillah semakin banyak yang pesan buku omjay.

Terima kasih atas kepercayaan ini. Sungguh saya tidak menyangka ternyata menulis di blog bukanlah pekerjaan yang sia sia.

Blog memang alat rekam yang ajaib. Dengan mantra ajaib “menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi,” omjay menulis dari apa yang disukai dan dikuasai. Menulis adalah sebuah hobi yang mendatangkan rezeki.

Buku menulis blog untuk pendidikan adalah buku ke sembilan dari 10 buku yang omjay tulis. Semoga dapat bermanfaat buat pembaca. Setidaknya dapat memberikan motivasi tersendiri buat guru guru di indonesia.

Harga buku 52 ribu dan belum termasuk ongkos kirim via jne. Bagi yang mau pesan bisa transfer ke Bri kcp diknas jakarta rek 122001006537505 a.n. Wijaya Kusumah.

Terima kasih kepada pak Wiranto Indeks yang hampir setiap hari mengantar buku ini ke sekolah labschool  Jakarta. Terima kasih atas pelayanannya yang luar biasa.

Semoga royalti bukunya lumayan untuk bayar kuliah S3 omjay di pps unj. Aamiin.

Kurikulum 2013 Hilangkan TIK

Urgensi Mata Pelajaran TIK dan KKPI

Aksi Damai Guru TIK di Kemdikbud

Anda Guru TIK?

Anda ingin TIK menjadi mata pelajaran lagi? Kalau jawabannya ingin, maka anda harus memperjuangkannya. Bukan hanya sekedar angan. Sebab keinginan harus diwujudkan dengan sebuah perjuangan. Bukan dengan angan-angan dan harapan. Tapi tindakan nyata dan bukan kata-kata.

Tak ada perjuangan yang mulus dan langsung berhasil. Semua itu harus berproses dan selama mengalami proses itu, komitmen anda diuji. Apakah sudah cukup sampai di sini atau melanjutkan perjuangan. Godaan demi godaan akan ada di depan mata anda. Itulah tantangan yang harus kau lalui.

Bila anda guru TIK dan ingin menjadi guru TIK lagi serta mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, maka teruslah berjuang bersama kami. Tak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Lawan godaan itu dan fokus pada perjuangan. Yakinkan pejabat negeri akan pentingnya TIK sebagai mata pelajaran.

Pengorbanan anda teruji ketika banyak masalah di depan mata terselesaikan satu demi satu. Hadapi masalah dengan senyuman dan jadilah dirimu bagian dari solusi bukan justru bagian dari masalah. Tunjukkan bahwa TIK sebagai ilmu sangat diperlukan dan tidak hanya sekedar alat bantu saja. Buktinya banyak yang mulai belajar TIK.

Masalah guru TIK adalah kurang bersatunya guru TIK dalam mengembalikan mata pelajarannya yang hilang dalam kurikulum 2013. Bila itu terus berlanjut, maka jangan harap TIK akan kembali sebagai mata pelajaran lagi. Apalagi bila engkau hanya pentingkan dirimu sendiri.

slide1