Tag Archives: buku menulis

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi Oleh Khalfan

Judul Buku : “MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI”

Penulis :  WIJAYA KUSUMAH, S.Pd.,M.Pd.

Penyunting Isi dan Bahas :  Yuan Acitra, SE.

menulis

Baca lebih lanjut

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

“Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”

Penulis : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Menulis adalah kemahiran berbahasa yang keempat. Hal yang pertama adalah mendengar, kedua adalah berbicara, ketiga adalah membaca, dan yang keempat sekali lagi adalah menulis.

Baca lebih lanjut

Buku Menulis Gratis

Selamat pagi kawan-kawan. Semoga buku digital ini bermanfaat buat kawan kawan yang sedang belajar menulis, https://drive.google.com/file/d/0B2MZ4NgziwwcbElpNkpXbktvdGc/view

buku omjay,

Bagaimana Cara Menerbitkan Buku?

Tugas 3 Workshop Online Om Jay

Oleh Mak Hastuti Wibowo

Resume kuliah  : Bagaimana Cara Menerbitkan Buku

Kuliah secara online yang dipandu Om Jay berlangsung sangat interaktif. Om Jay memulainya dengan pertanyaan : Apakah bapak/Ibu sudah pernah menerbitkan buku?. Jawaban saling bersautan. Ada yang menjawab “ Belum Om “. Ada yang menjawab “ Antologi sudah pernah”. Ada yang jawab sudah Om tapi baru sedikit. Ternyata keragaman jawaban merupakan keragaman kondisi peserta online. Semuanya punya kesempatan yang baik untuk menulis.

Pertanyaan berikutnya : Berapa biaya yang harus dikeluarkan pada saat bapak/ibu menerbitkan bukunya?. Semua menjawab mengeluarkan biaya misalnya kalau antologi dua ratus ribu rupiah. Ada yang tergantung dengan jumlah eksemplar buku yang dicetaknya jika banyak maka biaya bisa jutaan tetapi tertutupi dengan penjualan. Misalnya menerbitkan Lembar Kerja Siswa maka penulis mencetak sejumlah siswa dan dijual melalui koperasi sekolah.

Om Jay mengatakan : Tahukah bapak/ibu saya menerbitkan buku tanpa biaya dan saya mendapat royalti dari penjualan buku. Bagaimana caranya menerbitkan buku tanpa biaya? Ini yang menjadi permasalahan kita para penulis pemula. Penulis pemula biasanya tidak sabar untuk mengalami proses. Jalan cepat atau instan yang ditempuh menerbitkan buku dengan biaya dan penjualan sendiri. Sebenarnya ini juga merupakan korban dari para usahawan di bidang penerbitan/percetakan yang memanfaatkan kondisi bapak/ibu. Tetapi untuk langkah awal hal ini juga tidak merugikan penulis pemula bila lancar memasarkan bukunya sendiri.

Bagaimana menerbitkan buku secara gratis ?. Kita harus memiliki tulisan yang banyak dan layak dibaca diterbitkan. Caranya menulislah setiap hari, dikumpulkan dalam satu bulan atau lebih. Lalu dibaca kembali layakkah tulisan ini, bila belum maka perbaiki. Seorang peserta menimpali: Itu yang jarang saya lakukan membaca kembali tulisan saya, terimakasih sarannya Om Jay.

Setelah tulisan kita menjadi satu naskah dengan judul tertentu barulah kita tawarkan pada penerbit. Ditolak merupakan kemungkinan terbesar, dan jangan putus asa. Bila ditolak perbaiki atau jadikan tulisan lebih menarik lagi dalam bentuk beda. Seperti yang pernah dialami penulis “Laskar Pelangi” dengan ditolaknya tulisannya timbul ide mengubah bentuk sampai menjadi novel best seller.

Jadi kesimpulan kuliah online bersama omjay adalah “ Bagaimana Cara Menerbitkan Buku “ dana melakukan kegiatan menulis setiap hari, lalu baca kembali tulisan, poskan pada blog, kemudian tawarkan kepada penerbit. Segera perbaiki kembali bila ditolak, dan tawarkan kembali ke penerbit sampai disetujui dengan tanpa biaya dan pemasaran diserahkan pada penerbit. Terimakasih Om Jay kuliah onlinenya…sukses buat kita semua

Menengok Isi Hati Omjay

Menengok “Isi Hati” Om Jay (Resensi)

Oleh: Ajun Pujang Anom

 

Judul                     : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Pengarang          : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Editor                    : Yuan Acitra, SE.

Penerbit              : PT. Indeks Permata Puri Media

Tahun Terbit      : 2012

Tebal Buku          : 302 halaman

ISBN                      : 979-062-339-9

 

Sebenarnya ketika membaca buku ini, disadari atau tidak, pembaca akan memasuki “area pribadi” dari sang pengarang. Meskipun secara kasat mata, penulis membeberkan tentang bagaimana pengalaman menjadi menulis. Namun di sisi lainnya, seakan sedang menyiarkan siapa beliau sebenarnya. Jadi bisa dikatakan buku ini adalah semacam purwarupa dari sebuah otobiografi beliaunya.

 

Ini bisa dilihat dari tulisan awal dari buku ini yang berjudul, “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”, yang sekaligus menjadi judul buku ini. Paragraf pertama menyodorkan tentang pengalaman beliaunya sejak memiliki blog. Dengan adanya blog tersebut, beliau membuat komitmen untuk menulis setiap harinya. Jika tidak menulis sehari, seakan ada yang kurang atau hilang. Paragraf berikutnya disambung dengan kegiatan membaca. Membaca dilakukannya terlebih dahulu, sebelum melakukan aktivitas tulis-menulis.

 

Dilanjutkan ke judul selanjutnya, tentang upaya memaksimalkan potensi yang ada. Sebagai penulis, harus peka terhadap keadaan sekelilingnya. Apapun yang nampak maupun yang bisa dirasakan menjadi bahan tulisan. Lihat poster, jadi tulisan. Dengar curhat, jadi tulisan. Inillah hal yang kedua yang beliau mau sampaikan. Setelah hal di atas, yaitu dengan membaca akan memunculkan gagasan. Kalau mau disitir, pesannya seperti ini, “Dengan banyak membaca akan banyak wawasan keilmuan yang kita dapatkan. Kita seakan berkeliling dunia dan menjadi pintar karena lahap membaca. Lahap membaca akan membuat Anda menjadi gemuk menulis.”

 

Membaca sudah, peka lingkungan sudah, lantas apalagi yang diperlukan bila ingin menjadi penulis? Om Jay mengisyaratkan pentingnya melakukan proses deep reading. Apa itu deep reading? Deep reading yaitu sebuah proses dimana penulis melakukan membaca secara mendalam. Tanpa melakukan itu, tulisan akan menjadi hambar. Oleh sebab itu diperlukan adanya kreativitas dari seorang penulis itu sendiri. Dengan adanya kreativitas, tulisan yang tersaji renyah untuk dinikmati.

 

Sesudah bisa melakukannya berangkatlah ke tahap berikutnya, yaitu membuat buku. Dalam membuat buku harus mempunyai perencanaan sekaligus membuat survei. Untuk apa membuat survei? Agar dapat melihat sejauhmana penerimaan pasar terhadap buku yang akan kita lempar. Maknanya ini juga tentang kejelasan akan market-share.

 

Mungkin pembaca yang tak sabaran, akan mengira artikel keenam yang berjudul “Ketika Penulis Bertemu dengan Pembaca Setianya”, adalah tulisan terakhir. Dan menganggap tulisan berikutnya hanya sekedar flashback dari tulisan sebelumnya. Berputar-putar pada wilayah yang sama. Benarkah demikian? Mari kita cek bersama. Artikel keenam ini, diapit oleh judul yang agak mirip. Sehingga mudah bagi orang yang apatis untuk menilai, “Ih, ini sih cuma permainan kata-kata. Intinya sama saja.” Biar sama-sama tahu, kita lihat judulnya. Yang di atas, berjudul “Cara Mudah Menulis Buku (New Version)” dan yang bawah, berjudul “Cara Baru Menulis Efektif (New Version)”. Apakah cukup ini saja? Tentu tidak, masih ada yang lain. Apakah ini sebuah trik dari Om Jay, untuk mengetes seberapa tekun orang untuk membaca bukunya? Sebab buku ini terdiri dari 302 halaman. Bagi yang tak terbiasa membaca, ini hal yang membuat bosan dan cepat menjadi lelap. Termasuk pula, mengapa ada tulisan new version? Apa maksudnya? Bagi pembaca yang kritis tentu akan bertanya-tanya, karena ini adalah cetakan yang pertama. Jika ini dianggap revisi, mana tulisan yang asli? Dan lagi-lagi, ini mungkin trik beliaunya, agar pembaca terus terpompa untuk membeli dan membaca buku-buku beliaunya. Apakah ini salah? Tidak. Salah satu kehebatan sebuah buku adalah, ketika dia berhasil membuat penasaran para penikmatnya. Dan ketagihan untuk mengikuti sekuelnya.

 

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari

RESENSI BUKU

Oleh : Abdul Mu’in

apks-pengukuhan

Judul Buku        : “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi”

Penulis               : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd

Editor                : Yuan Acitra, SE

Penerbit             : P.T Indeks , Jakarta 2012

Tebal buku        : 302 halaman

 

Buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” terdiri dari 77 pokok bahasan. Hal ini menunjukkan bahwa buku ini merupakan bukti dari kegiatan penulis yang sudah mempraktikkan menulis setiap hari. Buku ini menceritakan pengalaman penulis sampai menjadi penulis dan blogger yang handal. Pekerjaannya sebagai guru TIK memberikan nilai tambah tersendiri.

Melalui bahasa yang mudah dipahami, penulis mengajak pembaca untuk gemar menulis bahkan menulis setiap hari. Menulis segala sesuatu yang dihadapi setiap hari, menulis apa yang dikuasai, menuliskan segala yang terlintas di benak kita pada saat itu juga. Semua tulisan kita, kemudian diendapkan beberapa saat dan kita baca lagi untuk dilakukan penyuntingan dan pengeditan serta pemberian ilustrasi.

Untuk menjadi penulis yang handal kita juga harus banyak membaca. Dengan membaca wawasan kita akan bertambah luas dan ide menulis kita tidak akan pernah kering. Itu merupakan motivasi penulis yang disampaikan kepada pembaca, agar gemar membaca. Agar menjadi penulis yang hebat harus diawali dari banyak membaca.

Penulis juga memotivasi pembaca menjadi seorang blogger, untuk memposting semua tulisan kita. Tulisan yang ada di blog akan mendapat umpan balik dari para pembaca. Masukkan ini dapat digunakan untuk mengetahui kualitas tulisan kita dan mengetahui jenis tulisan yang sedang digemari.

Dengan membaca buku ini, kita mengetahui bahwa untuk menjadi penulis yang handal kita dapat belajar dari penulis-penulis yang hebat. Belajar merupakan suatu keniscayaan yang harus kita lakukkan sepanjang hayat. Kita bisa belajar gaya mereka menulis, kebiasaan yang mereka lakukan sehingga menjadi penulis hebat. Setelah mahir menulis baru kita dapat memberikan ciri khas dari tulisan kita.

Sebagai penutup, buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” merupakan buku yang wajib dibaca untuk bisa menjadi penulis dan blogger yang hebat. Terima kasih Om Jay. Buku ini memacu diri untuk berprestasi lahirkan buku sendiri.

 

Tugas Resensi Buku Menulislah Setiap Hari

TUGAS RESENSI BUKU

Oleh.                         : Syafi’i

Judul Buku               : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis                     : Wijaya Kusumah S.Pd, M.Pd

Editor                       : Yuan Acitra, S.E

Penerbit                   : PT. Indeks, Jakarta 2012

Tebal                       : 302 halaman

ISBN                       : 979-062-339-9

 

Dari judul bukunya om jay sapaan akab (wijaya kusumah) kita sebenarnya diajak untuk memiliki kebiasaan menulis, betapa menulis itu sangat penting, dan siapapun sebenarnya bisa untuk menulis yaitu melalui pembiasaan dengan meluangkan sedikit waktunya setiap hari, misalnya sebelum tidur, secara istikomah (terus menerus) sedikit demi sedikit sampai akhirnya terkumpul menjadi sebuah buku. Manfaat lain dari membiasaakan diri menulis setiap hari misalnya di blog adalah banyaknya jangkauan pembaca, selain itu juga akan mengasah kemampuan literatif seseorang sehinga seolah ide itu deras mengalir untuk hal-hal lain dibidang kepenulisan, hal ini telah om jay buktikan sendiri melalui berbagai ajang prestasi dibidang tulis menulis.

Bahwa dalam suatu masa kita akan kehabisan ide, itu betul, dan om jay telah menawarkan solusi jitu agar kita lahap dan tak rabun untuk membaca karya orang lain, karena proses membaca dan menulis sebenarnya adalah seperti sepasang mata uang yang hanya bernilai manakala ada gambar dikedua sisinya, maka setelah rakus membaca, kita pun di ingatkan untuk Berhenti membaca dan mulai lah menulis,  karena kita kadang terjebak pada sisi penikmat karya orang saja, atau pengkritik namun tidak pernah menghasilkan karya atau tulisan. Begitupun sebaliknya kita kadang hanya menulis saja tanpa mau membaca, sehingga tulisan terasa hambar dan kurang bobot. Sehingga penting bagi seorang penulis untuk lahap membaca sehingga akan gemuk dalam menghasilkan karya dan tulisan.

Membuat tulisan tidak melulu mesti tebal, tipispun tak apa asal renyah dan tidak membosankan, itu bisa terjadi jika ada kreatifitas dari sang menulis dalam mengolah tulisanya sehingga pesan yang disampaikan bisa renyah dan lahap diterima oleh pembaca. Tentunya butuh proses deep reading dan editing beberapa kali serta latihan terus menerus sampai kita dapat menemukan kelezatan pada tulisan yang kita buat. Pemilihan kata yang tepat dan bahasa yang kaya adalah bumbu bagi tulisan yang dapat kita peroleh dengan banyak membaca beragam karya orang lain, bukan untuk di copy paste melainkan proses elaborasi untuk kita olah dengan racikan kita sendiri sehingga ada kekhasan yg muncul. Dan pada akhirnya ada teste diri kita yang dapat dirasakan oleh pembaca seperti seorang anak yang dapat mengenali masakan ibunya meski resepnya sama, namun beda rasanya.

Jika kita merasa sulit menulis buku, seperti yang saya rasakan sekarang ini. Maka menulislah setiap hari, dengan konsisten dan komitmen setiap hari satu tulisan, sehingga tidak terasa lama kelamaan tulisan kita akan terkumpul banyak. Jangan lupa untuk meminta saran pads sahabat dan jangan marah jika dikritik atau diberi saran, karena dari sinilah kita sebenarnya belajar untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Sperti di kompasiana, dimana kita bisa memberanikan dori untuk menulis dan dikomentari oleh para pembaca sehingga kita menjadi punya bahan untuk memperkaiki tulisan yang kita bua. Sampai suatu ketika tulisan kita memiliki pembaca setia yang selalu rindu, menanti, dan penasaran dengan apa yang kita bikin.  😁hemm indah membayangkannya.

Resep menulis ala om jay yang syarat akan pengalaman langsung membuat kita mudah paham dan efektif dalam pelaksanaan, diantaranya adalah:1.  Menulis apa yang ada didepan mata, berati apapun bisa menjadi tulisan, 2. Memiliki tujuan, 3, Sasaran tulisan, 4. Pean, 5. Biarkan jemari menari !enyelesaikan irama otak, 6. Simpan tulisan. 7. Buka dan baca perlahan. 8. Tambah dengan kalimat efektif, . Simpan dan cekkembali, pastikan pesan mudah sampai pads pembaca 10. Buka kembali, baca dengan hati-hati dan karya siap di publish. Itulah serangkaian proses dalam menulis efektif ala on jay.

Tentu, masih sangat banyak lagi tips, resep, dan cerita renyah omjay seputar tulisan menulis, yang tidak mampu tertampung lewat resensi singkat saya ini, maka, sangat saya rekomendasikan bagi bapak ibu yang ingin belajar menulis seperti saya, menyedot langsung dari bukunya om jay yang sudah beredar baik cetak maupun e-book nya, akhir kata terima kasih om jay dan para pembaca semua salam kenal salam literasi.

Wassalamualaikum wr wb

Mohon koreksi..

Tuban, 23 Augustus 2018