Tag Archives: buku menulis

Bagaimana Cara Menerbitkan Buku?

Tugas 3 Workshop Online Om Jay

Oleh Mak Hastuti Wibowo

Resume kuliah  : Bagaimana Cara Menerbitkan Buku

Kuliah secara online yang dipandu Om Jay berlangsung sangat interaktif. Om Jay memulainya dengan pertanyaan : Apakah bapak/Ibu sudah pernah menerbitkan buku?. Jawaban saling bersautan. Ada yang menjawab “ Belum Om “. Ada yang menjawab “ Antologi sudah pernah”. Ada yang jawab sudah Om tapi baru sedikit. Ternyata keragaman jawaban merupakan keragaman kondisi peserta online. Semuanya punya kesempatan yang baik untuk menulis.

Pertanyaan berikutnya : Berapa biaya yang harus dikeluarkan pada saat bapak/ibu menerbitkan bukunya?. Semua menjawab mengeluarkan biaya misalnya kalau antologi dua ratus ribu rupiah. Ada yang tergantung dengan jumlah eksemplar buku yang dicetaknya jika banyak maka biaya bisa jutaan tetapi tertutupi dengan penjualan. Misalnya menerbitkan Lembar Kerja Siswa maka penulis mencetak sejumlah siswa dan dijual melalui koperasi sekolah.

Om Jay mengatakan : Tahukah bapak/ibu saya menerbitkan buku tanpa biaya dan saya mendapat royalti dari penjualan buku. Bagaimana caranya menerbitkan buku tanpa biaya? Ini yang menjadi permasalahan kita para penulis pemula. Penulis pemula biasanya tidak sabar untuk mengalami proses. Jalan cepat atau instan yang ditempuh menerbitkan buku dengan biaya dan penjualan sendiri. Sebenarnya ini juga merupakan korban dari para usahawan di bidang penerbitan/percetakan yang memanfaatkan kondisi bapak/ibu. Tetapi untuk langkah awal hal ini juga tidak merugikan penulis pemula bila lancar memasarkan bukunya sendiri.

Bagaimana menerbitkan buku secara gratis ?. Kita harus memiliki tulisan yang banyak dan layak dibaca diterbitkan. Caranya menulislah setiap hari, dikumpulkan dalam satu bulan atau lebih. Lalu dibaca kembali layakkah tulisan ini, bila belum maka perbaiki. Seorang peserta menimpali: Itu yang jarang saya lakukan membaca kembali tulisan saya, terimakasih sarannya Om Jay.

Setelah tulisan kita menjadi satu naskah dengan judul tertentu barulah kita tawarkan pada penerbit. Ditolak merupakan kemungkinan terbesar, dan jangan putus asa. Bila ditolak perbaiki atau jadikan tulisan lebih menarik lagi dalam bentuk beda. Seperti yang pernah dialami penulis “Laskar Pelangi” dengan ditolaknya tulisannya timbul ide mengubah bentuk sampai menjadi novel best seller.

Jadi kesimpulan kuliah online bersama omjay adalah “ Bagaimana Cara Menerbitkan Buku “ dana melakukan kegiatan menulis setiap hari, lalu baca kembali tulisan, poskan pada blog, kemudian tawarkan kepada penerbit. Segera perbaiki kembali bila ditolak, dan tawarkan kembali ke penerbit sampai disetujui dengan tanpa biaya dan pemasaran diserahkan pada penerbit. Terimakasih Om Jay kuliah onlinenya…sukses buat kita semua

Menengok Isi Hati Omjay

Menengok “Isi Hati” Om Jay (Resensi)

Oleh: Ajun Pujang Anom

 

Judul                     : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Pengarang          : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Editor                    : Yuan Acitra, SE.

Penerbit              : PT. Indeks Permata Puri Media

Tahun Terbit      : 2012

Tebal Buku          : 302 halaman

ISBN                      : 979-062-339-9

 

Sebenarnya ketika membaca buku ini, disadari atau tidak, pembaca akan memasuki “area pribadi” dari sang pengarang. Meskipun secara kasat mata, penulis membeberkan tentang bagaimana pengalaman menjadi menulis. Namun di sisi lainnya, seakan sedang menyiarkan siapa beliau sebenarnya. Jadi bisa dikatakan buku ini adalah semacam purwarupa dari sebuah otobiografi beliaunya.

 

Ini bisa dilihat dari tulisan awal dari buku ini yang berjudul, “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”, yang sekaligus menjadi judul buku ini. Paragraf pertama menyodorkan tentang pengalaman beliaunya sejak memiliki blog. Dengan adanya blog tersebut, beliau membuat komitmen untuk menulis setiap harinya. Jika tidak menulis sehari, seakan ada yang kurang atau hilang. Paragraf berikutnya disambung dengan kegiatan membaca. Membaca dilakukannya terlebih dahulu, sebelum melakukan aktivitas tulis-menulis.

 

Dilanjutkan ke judul selanjutnya, tentang upaya memaksimalkan potensi yang ada. Sebagai penulis, harus peka terhadap keadaan sekelilingnya. Apapun yang nampak maupun yang bisa dirasakan menjadi bahan tulisan. Lihat poster, jadi tulisan. Dengar curhat, jadi tulisan. Inillah hal yang kedua yang beliau mau sampaikan. Setelah hal di atas, yaitu dengan membaca akan memunculkan gagasan. Kalau mau disitir, pesannya seperti ini, “Dengan banyak membaca akan banyak wawasan keilmuan yang kita dapatkan. Kita seakan berkeliling dunia dan menjadi pintar karena lahap membaca. Lahap membaca akan membuat Anda menjadi gemuk menulis.”

 

Membaca sudah, peka lingkungan sudah, lantas apalagi yang diperlukan bila ingin menjadi penulis? Om Jay mengisyaratkan pentingnya melakukan proses deep reading. Apa itu deep reading? Deep reading yaitu sebuah proses dimana penulis melakukan membaca secara mendalam. Tanpa melakukan itu, tulisan akan menjadi hambar. Oleh sebab itu diperlukan adanya kreativitas dari seorang penulis itu sendiri. Dengan adanya kreativitas, tulisan yang tersaji renyah untuk dinikmati.

 

Sesudah bisa melakukannya berangkatlah ke tahap berikutnya, yaitu membuat buku. Dalam membuat buku harus mempunyai perencanaan sekaligus membuat survei. Untuk apa membuat survei? Agar dapat melihat sejauhmana penerimaan pasar terhadap buku yang akan kita lempar. Maknanya ini juga tentang kejelasan akan market-share.

 

Mungkin pembaca yang tak sabaran, akan mengira artikel keenam yang berjudul “Ketika Penulis Bertemu dengan Pembaca Setianya”, adalah tulisan terakhir. Dan menganggap tulisan berikutnya hanya sekedar flashback dari tulisan sebelumnya. Berputar-putar pada wilayah yang sama. Benarkah demikian? Mari kita cek bersama. Artikel keenam ini, diapit oleh judul yang agak mirip. Sehingga mudah bagi orang yang apatis untuk menilai, “Ih, ini sih cuma permainan kata-kata. Intinya sama saja.” Biar sama-sama tahu, kita lihat judulnya. Yang di atas, berjudul “Cara Mudah Menulis Buku (New Version)” dan yang bawah, berjudul “Cara Baru Menulis Efektif (New Version)”. Apakah cukup ini saja? Tentu tidak, masih ada yang lain. Apakah ini sebuah trik dari Om Jay, untuk mengetes seberapa tekun orang untuk membaca bukunya? Sebab buku ini terdiri dari 302 halaman. Bagi yang tak terbiasa membaca, ini hal yang membuat bosan dan cepat menjadi lelap. Termasuk pula, mengapa ada tulisan new version? Apa maksudnya? Bagi pembaca yang kritis tentu akan bertanya-tanya, karena ini adalah cetakan yang pertama. Jika ini dianggap revisi, mana tulisan yang asli? Dan lagi-lagi, ini mungkin trik beliaunya, agar pembaca terus terpompa untuk membeli dan membaca buku-buku beliaunya. Apakah ini salah? Tidak. Salah satu kehebatan sebuah buku adalah, ketika dia berhasil membuat penasaran para penikmatnya. Dan ketagihan untuk mengikuti sekuelnya.

 

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari

RESENSI BUKU

Oleh : Abdul Mu’in

apks-pengukuhan

Judul Buku        : “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi”

Penulis               : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd

Editor                : Yuan Acitra, SE

Penerbit             : P.T Indeks , Jakarta 2012

Tebal buku        : 302 halaman

 

Buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” terdiri dari 77 pokok bahasan. Hal ini menunjukkan bahwa buku ini merupakan bukti dari kegiatan penulis yang sudah mempraktikkan menulis setiap hari. Buku ini menceritakan pengalaman penulis sampai menjadi penulis dan blogger yang handal. Pekerjaannya sebagai guru TIK memberikan nilai tambah tersendiri.

Melalui bahasa yang mudah dipahami, penulis mengajak pembaca untuk gemar menulis bahkan menulis setiap hari. Menulis segala sesuatu yang dihadapi setiap hari, menulis apa yang dikuasai, menuliskan segala yang terlintas di benak kita pada saat itu juga. Semua tulisan kita, kemudian diendapkan beberapa saat dan kita baca lagi untuk dilakukan penyuntingan dan pengeditan serta pemberian ilustrasi.

Untuk menjadi penulis yang handal kita juga harus banyak membaca. Dengan membaca wawasan kita akan bertambah luas dan ide menulis kita tidak akan pernah kering. Itu merupakan motivasi penulis yang disampaikan kepada pembaca, agar gemar membaca. Agar menjadi penulis yang hebat harus diawali dari banyak membaca.

Penulis juga memotivasi pembaca menjadi seorang blogger, untuk memposting semua tulisan kita. Tulisan yang ada di blog akan mendapat umpan balik dari para pembaca. Masukkan ini dapat digunakan untuk mengetahui kualitas tulisan kita dan mengetahui jenis tulisan yang sedang digemari.

Dengan membaca buku ini, kita mengetahui bahwa untuk menjadi penulis yang handal kita dapat belajar dari penulis-penulis yang hebat. Belajar merupakan suatu keniscayaan yang harus kita lakukkan sepanjang hayat. Kita bisa belajar gaya mereka menulis, kebiasaan yang mereka lakukan sehingga menjadi penulis hebat. Setelah mahir menulis baru kita dapat memberikan ciri khas dari tulisan kita.

Sebagai penutup, buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” merupakan buku yang wajib dibaca untuk bisa menjadi penulis dan blogger yang hebat. Terima kasih Om Jay. Buku ini memacu diri untuk berprestasi lahirkan buku sendiri.

 

Tugas Resensi Buku Menulislah Setiap Hari

TUGAS RESENSI BUKU

Oleh.                         : Syafi’i

Judul Buku               : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis                     : Wijaya Kusumah S.Pd, M.Pd

Editor                       : Yuan Acitra, S.E

Penerbit                   : PT. Indeks, Jakarta 2012

Tebal                       : 302 halaman

ISBN                       : 979-062-339-9

 

Dari judul bukunya om jay sapaan akab (wijaya kusumah) kita sebenarnya diajak untuk memiliki kebiasaan menulis, betapa menulis itu sangat penting, dan siapapun sebenarnya bisa untuk menulis yaitu melalui pembiasaan dengan meluangkan sedikit waktunya setiap hari, misalnya sebelum tidur, secara istikomah (terus menerus) sedikit demi sedikit sampai akhirnya terkumpul menjadi sebuah buku. Manfaat lain dari membiasaakan diri menulis setiap hari misalnya di blog adalah banyaknya jangkauan pembaca, selain itu juga akan mengasah kemampuan literatif seseorang sehinga seolah ide itu deras mengalir untuk hal-hal lain dibidang kepenulisan, hal ini telah om jay buktikan sendiri melalui berbagai ajang prestasi dibidang tulis menulis.

Bahwa dalam suatu masa kita akan kehabisan ide, itu betul, dan om jay telah menawarkan solusi jitu agar kita lahap dan tak rabun untuk membaca karya orang lain, karena proses membaca dan menulis sebenarnya adalah seperti sepasang mata uang yang hanya bernilai manakala ada gambar dikedua sisinya, maka setelah rakus membaca, kita pun di ingatkan untuk Berhenti membaca dan mulai lah menulis,  karena kita kadang terjebak pada sisi penikmat karya orang saja, atau pengkritik namun tidak pernah menghasilkan karya atau tulisan. Begitupun sebaliknya kita kadang hanya menulis saja tanpa mau membaca, sehingga tulisan terasa hambar dan kurang bobot. Sehingga penting bagi seorang penulis untuk lahap membaca sehingga akan gemuk dalam menghasilkan karya dan tulisan.

Membuat tulisan tidak melulu mesti tebal, tipispun tak apa asal renyah dan tidak membosankan, itu bisa terjadi jika ada kreatifitas dari sang menulis dalam mengolah tulisanya sehingga pesan yang disampaikan bisa renyah dan lahap diterima oleh pembaca. Tentunya butuh proses deep reading dan editing beberapa kali serta latihan terus menerus sampai kita dapat menemukan kelezatan pada tulisan yang kita buat. Pemilihan kata yang tepat dan bahasa yang kaya adalah bumbu bagi tulisan yang dapat kita peroleh dengan banyak membaca beragam karya orang lain, bukan untuk di copy paste melainkan proses elaborasi untuk kita olah dengan racikan kita sendiri sehingga ada kekhasan yg muncul. Dan pada akhirnya ada teste diri kita yang dapat dirasakan oleh pembaca seperti seorang anak yang dapat mengenali masakan ibunya meski resepnya sama, namun beda rasanya.

Jika kita merasa sulit menulis buku, seperti yang saya rasakan sekarang ini. Maka menulislah setiap hari, dengan konsisten dan komitmen setiap hari satu tulisan, sehingga tidak terasa lama kelamaan tulisan kita akan terkumpul banyak. Jangan lupa untuk meminta saran pads sahabat dan jangan marah jika dikritik atau diberi saran, karena dari sinilah kita sebenarnya belajar untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Sperti di kompasiana, dimana kita bisa memberanikan dori untuk menulis dan dikomentari oleh para pembaca sehingga kita menjadi punya bahan untuk memperkaiki tulisan yang kita bua. Sampai suatu ketika tulisan kita memiliki pembaca setia yang selalu rindu, menanti, dan penasaran dengan apa yang kita bikin.  😁hemm indah membayangkannya.

Resep menulis ala om jay yang syarat akan pengalaman langsung membuat kita mudah paham dan efektif dalam pelaksanaan, diantaranya adalah:1.  Menulis apa yang ada didepan mata, berati apapun bisa menjadi tulisan, 2. Memiliki tujuan, 3, Sasaran tulisan, 4. Pean, 5. Biarkan jemari menari !enyelesaikan irama otak, 6. Simpan tulisan. 7. Buka dan baca perlahan. 8. Tambah dengan kalimat efektif, . Simpan dan cekkembali, pastikan pesan mudah sampai pads pembaca 10. Buka kembali, baca dengan hati-hati dan karya siap di publish. Itulah serangkaian proses dalam menulis efektif ala on jay.

Tentu, masih sangat banyak lagi tips, resep, dan cerita renyah omjay seputar tulisan menulis, yang tidak mampu tertampung lewat resensi singkat saya ini, maka, sangat saya rekomendasikan bagi bapak ibu yang ingin belajar menulis seperti saya, menyedot langsung dari bukunya om jay yang sudah beredar baik cetak maupun e-book nya, akhir kata terima kasih om jay dan para pembaca semua salam kenal salam literasi.

Wassalamualaikum wr wb

Mohon koreksi..

Tuban, 23 Augustus 2018

Resensi Buku Menulis

RESENSI BUKU

Oleh : Agustini Rahmadany Rachman, S.Kom

Judul Buku :” Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi”

Penulis : Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd

Editor : Yuan Acitra, SE

Penerbit : PT. Indeks, Jakarta 2012

Tebal Buku : 302 halaman

Dari judul buku karangan bapak Wijaya Kusuma atau yang lebih sering di panggil Om Jay penuh dengan makna motivasi yang bertujuan mengajak pembaca agar memiliki kemauan untuk menulis setiap hari, sehingga apabila kita menulis setiap hari tanpa kita sadari  pasti kita bisa membauat sebuah buku, seperti apa yang sudah penulis lakukan. Penulis juga menyampaikan kapan saja dan dimana saja kita bisa lakukan kebiasaan kita untuk menulis, mencurahkan ide-ide yang ada di dalam pikiran kita, walaupun pada saat sebelum tidur.

Di dalam buku ini disampaikan beberapa tips bagaimana caranya agar sebuah tulisan itu disukai oleh para pembacanya antara lain:

  • Harus membiasakan diri menulis setiap hari dengan hati
  • Harus pandai melakukan editing tulisan
  • Untuk menambah wawasan menulis, harus banyak membaca buku
  • Agar tulisan disukai pembaca harus ada pesan yang langsung sampai ke otak pembaca
  • Menulis harus memiliki kepercayaan diri.

Selain itu juga disampaikan beberapa hal :

  • Mengajarkan Tips-tips cara menulis yang efektif agar mudah dipahami
  • Mengajak agar senang membaca, dengan kiasan lahap membaca membuat gemuk menulis yang berarti banyak membaca semakin banyak ide-ide yang bisa kita sampaikan kepada pembaca
  • Mengajarkan bagaimana pembaca bisa menulis secara kreatif dengan media blog di internet. Menulis kreatif dihasilkan dari menulis tanpa beban dari hati dan tidak berbelit-belit, menulis apa yang di sukai dan dikuasai. Dengan adanya blog membuat kita rajin mengisinya dengan tulisan – tulisan sehingga bisa menjadi blogger yang handal.

Selain penuh dengan kata-kata Motivasi buku ini juga menceritakan pengalaman belajar penulis belajar  menulis dari beberapa penulis  yang berpengalaman.

Sehingga penulis memiliki motto “ menulis untuk hidup, hidup untuk menulis”, yang menggambarkan betapa cintanya penulis dengan kegiatan menulis.

Penulis juga mengajak para guru agar rajin menulis, menulis pengalaman mengajar akan membantu guru untuk membuat sebuah PTK.

Buku ini sangat mudah  dipahami oleh pembaca karena ditulis berdasarkan pengalaman penulis, walaupun ada kesan pengulangan yang bertujuan sebagai penekanan kepada pembaca betapa pentingnya menulis karena siapapun bisa melakukannya.

Mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam meresensi buku ini karena saya juga baru belajar bagaimana membuat resensi sebuah buku. Sekian dan terima kasih.

Iqra’ , Bacalah dan Buktikan Bahwa Anda Mampu Menulis

Iqra’ , Bacalah dan Buktikan Bahwa Anda Mampu Menulis

Oleh : Raihana Rasyid

Resensi Buku

Judul Buku               : Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis                     : Wijaya Kusumah S.Pd, M.Pd

Editor                       : Yuan Acitra, S.E

Penerbit                   : PT. Indeks, Jakarta 2012

Tebal                       : 302 halaman

ISBN                       : 979-062-339-9

                                  978-979-062-339-2

Dari judul buku yang tebalnya 302 halaman ini, kita sebenarnya sudah bisa menebak bahwa buku ini mengajak pembaca untuk menjadi  penulis. Didalam buku ini Om jay (begitu sapaan akrab untuk sang penulis) dengan gurih dan renyahnya menjelaskan mengapa seseorang harus menulis apalagi seorang guru. Berbeda dengan buku-buku motivasi ataupun teori menulis lainnya, buku ini tampil lugas dan mudah dimengerti. Mengalir apa adanya.

Gaya bahasa yang gurih dan renyah membuat pembacapun dapat dengan asyik melahap isi buku tersebut. Tata bahasa yang dikemas dengan ringan namun mengikat makna membuat para pembaca tidak merasa digurui apalagi dipaksa untuk menjadi penulis.

Kepiawaian Omjay meramu kata demi kata dalam buku ini seakan membuka mata pembaca bahwa menulis dapat dilakukan oleh siapa saja asalkan diniatkan dan diikat dengan komitmen yang kuat didalam diri.

Semuanya mengalir cair, sehingga dengan membacanya menjadikan pembaca yang semula tidak ingin menulis menjadi ingin menulis. Sementara itu para pembaca yang memang sudah mulai menulis akan mendapat asupan semangat penuh gizi dari isi buku ini. Sehingga semangat yang sudah ada akan menjadi tumbuh dan berkembang dengan baik.

Buku “Menulislah Setiap Hari dan  Buktikan apa yang Terjadi”, bukan sekedar menyemangati dan memotivasi pembaca untuk menulis. Tetapi juga mampu memberi solusi bagi kita yang kesulitan untuk memulai menulis. Tidak cukup sampai disitu, buku ini juga menuntun para pembaca ketika sudah menulis namun mandeg di tengah jalan karena kehilangan ide dalam menulis.

Simaklah beberapa  kata-kata sarat makna berikut yang bisa kita temui dalam karya Omjay tersebut :

  1. Rabun Membaca Lumpuh Menulis
  2. Lahap Membaca Membuatku Gemuk Menulis
  3. Membaca adalah Makananku dan Menulis adalah Minumanku

Pemilihan kata yang sangat sederhana namun mampu membuat pembaca tersipu malu. Malu untuk menjadi orang yang tidak gemar membaca dan menulis. Karena ternyata buku ini mampu membuktikan bahwa membaca dan menulis merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan.

Semakin tumbuh rasa malu  ketika kita sering “bergaul” dalam kegiatan yang sekarang ini menjadi sangat familiar  yaitu copy paste. Kegiatan yang satu ini memang menjadi sangat akrab didukung oleh kemudaha-kemudahan yang diberikan oleh teknologi. “Copy paste memang nikmat euy!  Gak perlu baca, gak perlu mikir. Cuma pake keyboard dan mouse dan ganti nama sendiri .Benar-benar nikmat. Tapi moralmu….bejaaaaaaat! “ Anda tidak malu membaca pesan moral ini ? Menulis, yuk…!

Buku ini tidak hanya menampilkan kesederhanaan kata-kata yang mengikat makna.  Keintelektualan buku inipun teruji dengan tampilan-tampilan pengalaman dari Omjay. Pengalaman-pengalaman yang turut mewarnai isi buku ini membuktikan bahwa tulisan yang ada di buku ini bukan sekedar rangkaian kata-kata indah untuk mengajak pembaca segera menulis. Bukan buku yang berisi semacam PHP pada pembaca akan kebaikan dan manfaat dari menulis.  Tetapi penyampaian pengalaman pribadi Omjay yang didukung dengan bukti-bukti fisik itulah yang menunjukkan bahwa menulis memang benar-benar mendatang berbagai kebaikan pada pelakunya.

Dengan berbesar hati Omjay juga mengajak pembaca untuk mengetahui tokoh-tokoh hebat didalam bidang penulisan yang dapat menginspirasi kita. Hal ini menunjukkan bahwa Omjay tidak egois menunjukkan pada halayak bahwa pembaca hanya bisa belajar dari dirinya. Disini Omjay dengan ramah mengajak pembaca untuk bisa belajar dari banyak penulis hebat lainnya.

Tidak lupa, buku ini juga mengajak pembaca untuk memanfaatkan kemajuan teknologi yang sudah sangat pesat menjadi sarana pendukung bagi kita dalam menulis. Kata Omjay, masih didalam buku tersebut, “Buku adalah temanku dan internet adalah sahabat informasiku.”

Tak pelit berbagi ilmu, omjay memberitahu cara pada pembaca untuk bisa mendapatkan uang Rp.408.000.000,- dari menulis. Tentunya mendapatkan uang sejumlah itu tidaklah mudah. Itulah kemurahan hati Omjay sebagai penulis buku ini , yang sudah terpatri didalam hatinya niat menulis untuk berbagi. Membagi ilmu yang dia miliki agar orang lain juga mendapatkan manfaat dan kebaikan dari menulis.

Pastinya, karena latar belakang penulis sebagai seorang guru, Omjay mengajak semua guru untuk mau menuliskan pengalamannya didalam kelas dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Lebih jauh membuat PTK bertujuan agar guru bisa mempelajari kelasnya sendiri, memperbaiki cara mengajar demi memperbaiki kualitas pendidikan.

Buku Omjay ini, serasa tidak cukup hanya menyampaikan pesan tentang bagaimana kita sangat butuh menulis atau manfaat-manfaat menulis yang terkesan bersifat keduniawian. Pesan yang bikin bulu kuduk merinding dan mengingatkan kita akan berakhirnya kehidupan pun tak terlewatkan ada tertuliskan:  “Tujuan saya menulis sebelum tidur bukan ingin menjadi orang terkenal atau dikagumi, tetapi dengan menulis sebelum tidur ada pesan yang ingin disampaikan. Barangkali pesan itu adalah pesan terakhir, karena tidak ada manusia  yang tahu kapan maut akan menjemput. Sebab kematian adalah momen terpenting manusia bagi mereka yang beriman.”

Menulis sebelum ataupun setelah tidur, keduanya mendatangkan manfaat bagi pelakunya. Yang jelas ketika kita menulis setiap hari, maka secara otomatis kita pun memiliki tabungan. Tabungan tulisan yang jika sudah terkumpul akan dapat dijadikan sebuah buku. Buku, suatu hasil karya yang dapat membuat penulisnya hidup sepanjang masa.

Omjay juga membeberkan satu rahasia bagaimana caranya agar kita bisa membeli buku-buku yang bermutu dengan harga murah. Atau anda ingin mendapatkan ipad dari menulis ?  Ingin tahu apa rahasianya, langsung deh beli dan baca buku Menulislah setiap hari dan Buktikan apa yang terjadi. Jangan tunda-tunda lagi. Segera !

Akhirnya, masih banyak manfaat dan kebaikan tentang menulis yang dituangkan Omjay dalam buku ini.  Untuk resensi ini, serasa tidak cukup. Sangat dianjurkan agar anda membacanya saja sendiri, dan buktikan apa yang terjadi.

Wallahu a’lam bishawab

#edisibelajarmembaca#

Rumahku, menggapai Mardhatillah, 19 Agustus 2018

Resensi Buku Menulis

Resensi buku

Segudang motivasi  menjadi seorang penulis dari buku “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”

 

Oleh : Much Rojaki, S.Pt

 

Judul buku          : Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi

Penyusun            : Wijaya Kusuma, S.Pd, M.Pd

Penerbit              : PT. Indeks

Tahun terbit       : 2012

Tebal halaman   : 302 Halaman

 

Sinopsis buku    :

Buku ini adalah karya penulis yang sangat menginspiratif yaitu yang terkenal dengan sebutan Om Jay. Buku adalah buku yang  berisi kumpulan artikel  pengalaman penulis yang disusun menjadi sebuah buku. Buku ini berisi kumpulan motivasi yang sangat berharga bagi seorang penulis pemula atau siapa saja yang ingin belajar menulis.   Beberapa tips untuk menjadi seorang penulis yang Om Jay sampaikan antara lain adalah mengapa membaca menjadi mengantuk, ini disebabkan karena kita membaca buku tidak menjadikan buku sebagai sarana untuk melihat dunia lain.  Tulisan yang bagus tidak secara instan, proses menulis tidak sekali jadi, perlu edit dan perlu membaca buku atau artikel lain sebagai penyempurna tulisan kita.  Untuk membuat tulisan kita enak dan nikmat dibaca pembaca buatlah tulisan seperti makanan yang lezat yang apabila setiap pembaca membaca tulisan kita seperti melihat makanana lezat dan ingin memakannya “ngiler” dalam bahasa jawa.  Menulislah dari hati itulah resep tulisan kita menjadi sedap untuk dinikmati, karena penikmat bacaan sejatinya adalah hati.  Menulislah tanpa beban ini adalah kunci menulis yang efektif, menulislah seperti air mengalir. Bacalah kembali berulang-ulang apa yang telah kita tulis sebelum tulisan kita dibaca oleh orang lain. Apabila tulisan kita sudah terasa nikmat untuk dibaca tentu pantas untuk dibaca atau dinikmati orang lain.  “Rabun membaca dan lumpuh menulis”  teruslah membaca karena dengan membaca merupakan modal atau amunisi kita untuk menulis.  Dengan banyak membaca akan memperkaya ide kita untuk menulis.  Dengan lahap membaca menjadikan tulisan kita memjadi gemuk.  Plagiarisme itu menandakan kurangnya atau miskinnya kita dalam membaca, sehingga kita miskin ide untuk menulis.  Dengan membaca menumbuhkan kreatifitas kita dalam menulis.

Jangan malu untuk memulai menulis, jadilah pelopor bukan pengekor. Pengalaman menulis yang banyak maka akan menjadikan tulisan kita semakin berkelas.  Menulis kreatif dan menarik itu akan tercipta ketika kita menulis dengan bahasa yang tidak berbelit-belit.  “Ketika menulis menjadi beban”  banyak sebagian dari kita pandai bicara tapi tidak pandai dalam menulis, itu sama halnya pandai teori tidak bisa praktik atau pandai ngomong tetapi hanya diam saja.  Kapan saat yang paling bagus untuk menulis sebuah tulisan adalah dengan mulai menulis dari buku harian. Dari manakah ide menulis itu? Jawabnya dari diri sendiri.  Seorang penulis yang baik sejatinya adalah pembaca yang baik.   Ketika ada mod atau tidak tetaplah menulis, jangan selalu terganggu dengan hasil tulisan kita apapun bunyinya.  Kita menulis untuk membiasakan untuk selalu menulis, tulislah apa yang kita bisa dan apa yang kita kuasai untuk ditulis.  “Berhentilah membaca untuk menulis”  manusia adalah makhluk pelupa, maka berhentilah membaca untuk menulis apa yang telah kita baca.  Dengan menulis maka anda akan ingat kembali apa yang telah kita baca.  Indahnya berbagi, menulis itu itu dasyat lo! Dengan menulis sejatinya kita itu telah berbagi dengan pembaca.  Penulis yang sudah wafat pun masih bisa berkomunikasi dengan pembacanya dan berbagi ilmu yang bermanfaat maka menulislah!.  Seorang guru akan lebih menguasai materi pelajaranya jika ia rajin menulis.  Ajarkan anak didik untuk menulis, proses menjadi penulis itu panjang maka mulailah dari sekarang, sedini mungkin kita biasakan untuk menulis. Jika anda bermimpi menjadi penulis jadikan menulis sebagai kebutuhan, lawan kemalasan diri dengan motivasi diri.  “mereka kalah dengan dirinya sendiri dikarenakan mereka sendiri telah melanggar komitmen yang telah dibuatnya sendiri” (Halaman 99)

Kelebihan buku

  • Buku ini sangat menginspirasi karena tulisan yang disusun merupakan hasil pengalaman, bahasanya mudah dipahami dan dimengerti. Dengan membaca buku ini kita seolah merasakan perjalanan hidup penulis menjadi seorang penulis yang ngetop.
  • Buku ini juga sangat menarik dari segi judul karena menimbulkan rasa penasaran untuk mengetahui isinya.
  • Buku ini kaya dengan motivasi dan tips untuk menajdi seorang penulis

 

Kekurangan buku

  • Gambar dibuku tidak menggunakan gambar berwarna, sehingga kurang menarik untuk melihatnya
  • Susunan artikelnya masih perlu dikaji sehingga akan lebih mengarahkan para pembaca ke konsep tips menjadi seorang penulis

Demikian resensi yang dapat saya buat, ini baru sepertiga dari buku yang dibaca lain waktu mungkin dapat ditambahkan.  Semoga mengispirasi bagi para pembaca untuk menjadi penulis yang baik.  Dengan menulis kita bisa berbagi dengan orang lain, yang tentunya bermanfaat tidak hanya untuk orang lain tapi juga bermanfaat bagi diri sendiri bahkan tidak hanya di dunia tetapi mudah-mudahan sampai akhirat kelak, aamiin.  Mohon maaf apabila ada kekurangan atau kekeliruan dan mohon ampun pada Allah atas segala kesalahan, sekian dan terima kasih.