Tag Archives: labschool

Buku Ayo Belajar Informatika

Ayo belajar Informatika. Pelajaran baru di kurikulum 2013. Siapa saja pasti suka di era revolusi industri 4.0. Mereka yang serius mempelajarinya pasti akan senang dan menemukan kebanggan belajar informatika. Sebuah pelajaran yang sangat menyenangkan untuk semua. Ada bisa memesan bukunya kepada omjay di WA 08159155515.

WhatsApp Image 2019-07-16 at 08.22.15

Kami menyusun bukunya cukup lama di PGRI. Dari bulan Februari sampai Juli 2019. Kami menyusunnya baru untuk kelas 4 SD, kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA. Kami juga menyusun untuk kelas X SMK dengan buku Simulasi Digital.

ayobelajarinformatika

Sambil belajar Informatika, kami juga mulai menyusun buku informatika sedikit demi sedikit. Ikatan guru TIK PGRI yang mengambil inisiatif untuk membuat bukunya. Kami membuat workshop informatika di cafe kreatif di bekasi.

Senang juga belajar Informatika di cafe bu betti. Waktu itu kita belajar informatika bersama Prof Eko Indrajit. Semua peserta senang belajar informatika. Kami diajari hal hal dasar dalam menguasai Informatika. Ini rekaman sedikit kegiatan workshop informatika bersama prof Eko Indrajit.

https://video.kompasiana.com/wijayalabs/5d2d9447097f361f4d10cda2/ayo-belajar-informatika

Belajar TIK di SMP Labschool Jakarta

Belajar TIK di SMP Labschool Jakarta

By: Anisa Murni Iskandar ( 08 ) 7C.

otn

Hay! Namaku Anisa Murni Iskandar atau biasa dipanggil Anisa. Pada hari ini tanggal 9 November 2018 kelas 7C belajar TIK. Guru TIK SMP Labschool Jakarta adalah Omjay atau Pak Wijaya Kusumah. Setiap minggu-nya Omjay mengirim tugas yang harus kita kerjakan. Sudah 10 kali pertemuan kita belajar TIK dengan Omjay. Dan pertemuan kali ini kita diminta untuk membuat artikel.

Belajar TIK dengan Omjay itu sangat seru dan tugas-tugasnya juga ga susah hehehe. Ya pastinya untuk belajar TIK sangat diperlukan yang namanya “ Gmail “. Hampir setiap pertemuan gmail selalu digunakan. Dan terkadang gmail juga dibutuhkan karena Omjay juga sering memberitahu tugas lewat gmail. Di Labschool untuk pembelajaran TIK termasuk terseru dikarenakan kita selalu diminta buat cerita, artikel, slide, dll.

Kenapa bisa dibilang seru? Ya karena abis belajar kita bias mendengarkan lagu disaat pembelajaran TIK. Tapi jangan salah loh yaa, kita diperbolehkan mendengarkan lagu tetapi juga harus menjalankan tugas dengan baik. Jarang sih ada keluhan untuk tugas-tugas TIK di Labschool, ya paling internetnya aja yang susah diajak kerjasama, abis semuanya dengerin YouTube heheeheheheh. Jika kita sudah mengerjakkan tugas dengan baik, kita juga diperbolehkan memainkan game yang ada di computer-nya Labschool.

45719066_1130879450414525_8470549305923469312_o.jpg

Oiya! Dikarenakan ruangan labskom luas, Omjay selalu memberitahu tugas menggunakan mic loh…. Jadi, kalian akan mengetahui apa saja tugas yang akan dikerjakan pada hari itu. Dan belajar TIK di Labschool pastinya nyaman bangettt, karena ruangannya dingin gitu hehehehe. Coba deh kalian pikir, kalo ruangannya luas tanpa AC pasti gak nyaman banget kan belajarnya?? Bagi kalian yang ingin tahu apa saja yang kita pelajari di jam TIK, kalian bisa buka website nya Omjay yaa… Websitenya Omjay adalah wijayalabs.com .

WhatsApp Image 2018-10-11 at 16.32.53.jpeg

Kalian juga bisa liat tugas-tugas kakak kelas kita, tugas TIK anak kelas delapan maksudnya ya… Untuk tugas TIK tuh kalian ga perlu repot-repot! Yang diperlukan adalah flashdisk dan aplikasi saja. Dan satu lagi, Omjay selalu buat tugas dengan cara yang mudah banget buat kita kerjakan. Kita hanya perlu memencet link saja, seperti tugas pertemuan ke sepuluh ini. Kita hanya perlu pencet link yaitu http://kompasiana.com lalu kita buat artikelnya deh. Lalu pilih kategori edukasi Humaniora dan kirim ke email nya Omjay. Mudahkan?

45643854_1130879407081196_4798772118076522496_o.jpg

Segitu aja ya untuk artikel kali ini. Thanks guys! Oiya kalau kalian mau tau gmail Omjay apa, gmailnya: omjaylabs@gmail.com

Peningkatan Penguatan Pendidikan KARAKTER melalui Pembuatan FILM PENDEK DI SMP LABSCHOOL JAKARTA

wijaya_ppk-labschool-jakarta-revisi

Kegiatan Best Practice Happy Labirin

BEST PRACTICE PROGRAM

NAMA KEGIATAN : HAPPY LABIRIN

  1. PENDAHULUAN

Perkembangan kognitif anak usia dini adalah suatu proses berpikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu, memecahkan masalah atau untuk mencipta karya. Aspek utama dalam Pengembangan Kognitif di dalam PAUD meliputi Kemampuan berbahasa (verbal comprehension), Kemampuan mengingat (memory), Kemampuan nalar atau berpikir logis (reasoning), Kemampuan tilikan ruang (spatial factor), Kemampuan bilangan (numerical ability), Kemampuan menggunakan kata-kata (word fluency), kemampuan mengamati dengan cepat dan cermat (perceptual speed). Hal ini dimungkinkan agar anak mampu megembangkan kemampuan berpikir lancar, yaitu menghasilkan banyak gagasan atau jawaban yang relevan dan arus pemikiran lancar.

Baca lebih lanjut

Suasana Pagi di SMP Labschool Jakarta

Menikmati suasana pagi di rumah kedua.

olahraga padi di smp labschool jakarta

Pagi ini saya sudah berada di sekolah. Pukul 04.30 berangkat dari rumah dan tiba di sekolah pukul 05.00.

Saya langsung ke masjid sekolah untuk sholat subuh. Begitu juga anak saya berlian yang pagi ini ada kegiatan di sma labschool jakarta.

Setelah sholat subuh ngaji sebentar. Baca surat surat pendek di juz ke 30 al quran. Sambil berdoa dimudahkan segala urusannya dan mendapatkan rezeki yang berkah hari ini.

Saya sudah siap dengan pakaian olahraga. Waktu sudah menunjukkan pukul 05.37. Nampak anak anak osis baik smp dan sma sudah mulai berbaris. Mereka akan lari jumat pagi seperti biasa lalu dilanjutkan dengan tugas jaga lari di sekitar kampus unj rawamangun.

lari jumat pagi di smp labschool jakarta

Belum banyak guru yang datang. Lebih banyak peserta didiknya daripada gurunya. Pengurus osis smp sudah mulai pemanasan di lapangan depan masjid baitul ilmi labschool jakarta.

Mereka semangat sekali menyambut pagi. Siap sedia menjalankan tugasnya sebagai pengurus osis. Senang melihat mereka seperti ini. Inilah calon pemimpin masa depan Indonesia.

Saya menemani pak erwin melepas anak anak  lari pagi. Suasana pagi di rumah kedua begitu indah. Keceriaan hadir di sekitar kita. Kebahagiaan terpancar dari wajah anak anak kita.

erwin marwiansyah

 

Selamat pagi indonesia. Selamat menikmati keindahan negeriku yang indah. Mari kita siapkan generasi emas indoesia di rumah kedua. Mereka penerus anak bangsa yang luar biasa. Mari kita siapkan bersama sama.

Halo-halo labschoolku

Hari ini hati luar biasa

Halo-halo labschoolku

Suara kami menggema di udara

dok.pribadi

Salam blogger persahabatan

Omjay

Blog http://wijayalabs.com

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMP Islam Al Azhar 25 Pamulang Tangsel

omjay-al-azhar25.jpg

Sabtu, 21 Juli 2018 kami diundang untuk mengisi pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMP Islam Al Azhar 25 Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diaksanakan dengan tema “Menuju Sekolah Unggul Berbasis Riset”. Bersama Omjay Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama serta Ikhsan Abdusyakur kami meluncur ke arah Serpong dari Labschool Rawamangun.

Tema yang diambil cukup menarik. Pukul 07.30 wib kami sudah tiba disekolah yang megah dan bagus ini. Anda bisa melihat websitenya di http://smpia25.al-azhar.sch.id/ dan membuat kita kagum dengan prestasi sekolah ini. Kami diterima pak Casidin yang menjabat sebagai kepala sekolah. Beliau adalah adik kelas saya di pascasarjana UNJ Rawamangun.

Kami ngobrol-ngobrol sebentar di ruang kepala sekolah. Sambil diskusi dengan materi yang akan kami berikan dan menikmati secangkir teh manis hangat. Padahal Sebelum kami sampai sekolah al azhar, kami sempat mampir sarapan nasi uduk di dekat sekolah. Nasi uduk semur jengkol menjadi menu sarapan saya pagi itu.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Sekolah unggul Berbasis Riset (SBR)? Istilah ini barangkali baru di Indonesia, tetapi di beberapa negara maju, istilah ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1980an-1990an. Pada intinya, konsep ini memiliki sebuah target tersembunyi yaitu membangun semangat dan budaya meneliti di kalangan guru. Budaya meneliti bisa dilakukan dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK).

Konsep SBR bermula dari dua komponen utama yaitu, guru dan kegiatan riset. Ide untuk melibatkan guru dalam kegiatan penelitian pendidikan dan dalam pengembangan kurikulum telah dikampanyekan oleh beberapa pakar pendidikan, misalnya Lawrence Stenhouse pada tahun 1960-1970an, yang merupakan pakar pendidikan Inggris, Jean Rudduck pada tahun 1980an, dan Donald McIntyre pada era 1990an. Mereka adalah para dosen terkenal di universitas cambridge.

omjay memberikan materi PTK
omjay memberikan materi PTK

Konsep penelitian di kalangan guru harus terus dikembangkan di sekolah. Sehingga dengan cepat guru dapat memperbaiki cara mengajarnya.  Sheldon mengemukakan empat hal penting yang harus dikritik dalam pengajaran yaitu, materi, metode, guru dan siswa. Poin kritikan terhadap guru misalnya, class management, cara berdiri, bahasa yang dipergunakan, dll, yang kesemuanya menjadi konsep-konsep ptk yang sekarang ini kita kenal. Sekolah Guru di Tokyo pada tahun 1883 mengawali konsep jugyou kenkyuu, yaitu guru mengobservasi kelas guru yang lain, dan sejak saat itu menyebar ke semua sekolah di Jepang, dan pada tahun 1960-an ditetapkan sebagai strategi wajib dalam in-service training untuk guru di Jepang. Saat ini, jugyou kenkyuu telah menjadi tradisi di sekolah-sekolah di Jepang. Namanya dikenal dengan lesson studi.

pak dedi memberikan materi motivasi
pak dedi memberikan materi motivasi

Dengan demikian pelibatan guru dalam riset pendidikan di sekolah bukanlah barang baru di beberapa negara. Tetapi, dari gambaran sejarah di atas, kita dapat memahami bahwa menjadikan penelitian/riset sebagai sebuah tradisi atau budaya di sekolah memakan waktu yang cukup lama.

Alangkah bagusnya setiap sekolah mengembangkannya dalam bentuk riset dengan melakukan ptk. Dengan ptk guru dpt merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas karena selalu ada refleksi dan kolaborasi dengan teman sejawat.

Apa itu PTK?

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.

Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas.

PTK memiliki sejumlah karakteristik sebagai berikut :

Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian.

Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang diperlukan, bukan “sekali tembak” selesai pelaksanaannya.

Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.

Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula.

Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti.

Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian.

Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar.

Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian.

Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana, bukan yang rumit.

Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis.

Tujuan PTK sebagai berikut :

Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu.

Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.

Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.

Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.

Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.

Apa saja Manfaat PTK

Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.

Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung professionalisme dan karir guru.

Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.

Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.

Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.

Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

Demikianlah kegiatan kami hari ini. Terima kasih atas undangannya. Foto lengkapnya bisa dilihat di sini.

Kisah Anak Labschool


anak labschool

Kisah seru di rumah keduaku.

Usai sholat tahajud saya mulai menulis. Sebuah kebiasaan yang saya lakukan di malam sunyi.

Baca lebih lanjut