Tag Archives: labschool

Kegiatan Best Practice Happy Labirin

BEST PRACTICE PROGRAM

NAMA KEGIATAN : HAPPY LABIRIN

  1. PENDAHULUAN

Perkembangan kognitif anak usia dini adalah suatu proses berpikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu, memecahkan masalah atau untuk mencipta karya. Aspek utama dalam Pengembangan Kognitif di dalam PAUD meliputi Kemampuan berbahasa (verbal comprehension), Kemampuan mengingat (memory), Kemampuan nalar atau berpikir logis (reasoning), Kemampuan tilikan ruang (spatial factor), Kemampuan bilangan (numerical ability), Kemampuan menggunakan kata-kata (word fluency), kemampuan mengamati dengan cepat dan cermat (perceptual speed). Hal ini dimungkinkan agar anak mampu megembangkan kemampuan berpikir lancar, yaitu menghasilkan banyak gagasan atau jawaban yang relevan dan arus pemikiran lancar.

Baca lebih lanjut

Suasana Pagi di SMP Labschool Jakarta

Menikmati suasana pagi di rumah kedua.

olahraga padi di smp labschool jakarta

Pagi ini saya sudah berada di sekolah. Pukul 04.30 berangkat dari rumah dan tiba di sekolah pukul 05.00.

Saya langsung ke masjid sekolah untuk sholat subuh. Begitu juga anak saya berlian yang pagi ini ada kegiatan di sma labschool jakarta.

Setelah sholat subuh ngaji sebentar. Baca surat surat pendek di juz ke 30 al quran. Sambil berdoa dimudahkan segala urusannya dan mendapatkan rezeki yang berkah hari ini.

Saya sudah siap dengan pakaian olahraga. Waktu sudah menunjukkan pukul 05.37. Nampak anak anak osis baik smp dan sma sudah mulai berbaris. Mereka akan lari jumat pagi seperti biasa lalu dilanjutkan dengan tugas jaga lari di sekitar kampus unj rawamangun.

lari jumat pagi di smp labschool jakarta

Belum banyak guru yang datang. Lebih banyak peserta didiknya daripada gurunya. Pengurus osis smp sudah mulai pemanasan di lapangan depan masjid baitul ilmi labschool jakarta.

Mereka semangat sekali menyambut pagi. Siap sedia menjalankan tugasnya sebagai pengurus osis. Senang melihat mereka seperti ini. Inilah calon pemimpin masa depan Indonesia.

Saya menemani pak erwin melepas anak anak  lari pagi. Suasana pagi di rumah kedua begitu indah. Keceriaan hadir di sekitar kita. Kebahagiaan terpancar dari wajah anak anak kita.

erwin marwiansyah

 

Selamat pagi indonesia. Selamat menikmati keindahan negeriku yang indah. Mari kita siapkan generasi emas indoesia di rumah kedua. Mereka penerus anak bangsa yang luar biasa. Mari kita siapkan bersama sama.

Halo-halo labschoolku

Hari ini hati luar biasa

Halo-halo labschoolku

Suara kami menggema di udara

dok.pribadi

Salam blogger persahabatan

Omjay

Blog http://wijayalabs.com

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMP Islam Al Azhar 25 Pamulang Tangsel

omjay-al-azhar25.jpg

Sabtu, 21 Juli 2018 kami diundang untuk mengisi pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMP Islam Al Azhar 25 Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diaksanakan dengan tema “Menuju Sekolah Unggul Berbasis Riset”. Bersama Omjay Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama serta Ikhsan Abdusyakur kami meluncur ke arah Serpong dari Labschool Rawamangun.

Tema yang diambil cukup menarik. Pukul 07.30 wib kami sudah tiba disekolah yang megah dan bagus ini. Anda bisa melihat websitenya di http://smpia25.al-azhar.sch.id/ dan membuat kita kagum dengan prestasi sekolah ini. Kami diterima pak Casidin yang menjabat sebagai kepala sekolah. Beliau adalah adik kelas saya di pascasarjana UNJ Rawamangun.

Kami ngobrol-ngobrol sebentar di ruang kepala sekolah. Sambil diskusi dengan materi yang akan kami berikan dan menikmati secangkir teh manis hangat. Padahal Sebelum kami sampai sekolah al azhar, kami sempat mampir sarapan nasi uduk di dekat sekolah. Nasi uduk semur jengkol menjadi menu sarapan saya pagi itu.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Sekolah unggul Berbasis Riset (SBR)? Istilah ini barangkali baru di Indonesia, tetapi di beberapa negara maju, istilah ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1980an-1990an. Pada intinya, konsep ini memiliki sebuah target tersembunyi yaitu membangun semangat dan budaya meneliti di kalangan guru. Budaya meneliti bisa dilakukan dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK).

Konsep SBR bermula dari dua komponen utama yaitu, guru dan kegiatan riset. Ide untuk melibatkan guru dalam kegiatan penelitian pendidikan dan dalam pengembangan kurikulum telah dikampanyekan oleh beberapa pakar pendidikan, misalnya Lawrence Stenhouse pada tahun 1960-1970an, yang merupakan pakar pendidikan Inggris, Jean Rudduck pada tahun 1980an, dan Donald McIntyre pada era 1990an. Mereka adalah para dosen terkenal di universitas cambridge.

omjay memberikan materi PTK
omjay memberikan materi PTK

Konsep penelitian di kalangan guru harus terus dikembangkan di sekolah. Sehingga dengan cepat guru dapat memperbaiki cara mengajarnya.  Sheldon mengemukakan empat hal penting yang harus dikritik dalam pengajaran yaitu, materi, metode, guru dan siswa. Poin kritikan terhadap guru misalnya, class management, cara berdiri, bahasa yang dipergunakan, dll, yang kesemuanya menjadi konsep-konsep ptk yang sekarang ini kita kenal. Sekolah Guru di Tokyo pada tahun 1883 mengawali konsep jugyou kenkyuu, yaitu guru mengobservasi kelas guru yang lain, dan sejak saat itu menyebar ke semua sekolah di Jepang, dan pada tahun 1960-an ditetapkan sebagai strategi wajib dalam in-service training untuk guru di Jepang. Saat ini, jugyou kenkyuu telah menjadi tradisi di sekolah-sekolah di Jepang. Namanya dikenal dengan lesson studi.

pak dedi memberikan materi motivasi
pak dedi memberikan materi motivasi

Dengan demikian pelibatan guru dalam riset pendidikan di sekolah bukanlah barang baru di beberapa negara. Tetapi, dari gambaran sejarah di atas, kita dapat memahami bahwa menjadikan penelitian/riset sebagai sebuah tradisi atau budaya di sekolah memakan waktu yang cukup lama.

Alangkah bagusnya setiap sekolah mengembangkannya dalam bentuk riset dengan melakukan ptk. Dengan ptk guru dpt merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas karena selalu ada refleksi dan kolaborasi dengan teman sejawat.

Apa itu PTK?

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.

Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas.

PTK memiliki sejumlah karakteristik sebagai berikut :

Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian.

Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang diperlukan, bukan “sekali tembak” selesai pelaksanaannya.

Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.

Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula.

Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti.

Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian.

Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar.

Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian.

Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana, bukan yang rumit.

Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis.

Tujuan PTK sebagai berikut :

Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu.

Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.

Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.

Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.

Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.

Apa saja Manfaat PTK

Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.

Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung professionalisme dan karir guru.

Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.

Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.

Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.

Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

Demikianlah kegiatan kami hari ini. Terima kasih atas undangannya. Foto lengkapnya bisa dilihat di sini.

Kisah Anak Labschool


anak labschool

Kisah seru di rumah keduaku.

Usai sholat tahajud saya mulai menulis. Sebuah kebiasaan yang saya lakukan di malam sunyi.

Baca lebih lanjut

Labschool Rumah Keduaku

LABSCHOOL RUMAH KEDUAKU

Oleh: Aisha Inaya 7A

 

 

Labschool adalah rumah keduaku. Di rumah ini karakter dan budaya sekolahku terbentuk. Banyak kegiatan dilakukan di SMP Labschool Jakarta.

 

Semenjak aku bersekolah di SMP Labschool Jakarta, aku menemukan sebuah sekolah yang berbeda dari sekolah lainnya. Sekolah ini mendidik aku menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Para gurunya sangat baik sekali dan perhatian kepada peserta didik.

 

Saat pertama kali masuk sekolah ini, aku mendapatkan sebuah acara yang bernama PLS yaitu Pengenalan Lingkungan Sekolah. Dulu acara ini bernama MOS yaitu Masa Orientasi Siswa. Dalam acara ini kami siswa baru SMP Labschool Jakarta mendapatkan berbagai materi tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah termasuk juga ekstrakurikuler yang akan kami pilih dalam semester ganjil dan semester genap.

 

PLS di SMP Labschool Jakarta seru sekali. Kami siswa baru diminta menyumbangkan acara pentas seni. Beberapa kawan memberanikan diri naik ke panggung atau ke depan mendemonstrasi kehebatannya. Ada yang menari, menyanyi, melawak, dan berbagai acara spontan lainnya. Kami siswa baru merasa senang di rumah keduaku.

 

Rumah keduaku memang menyenangkan. Banyak kegiatan dilaksanakan di rumah keduaku. Kegiatan yang paling seru adalah SAKSI. SAKSI adalah Studi dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 6-8 Februari 2017. Dalam kegiatan SAKSI kami belajar kepemimpinan di barak tentara tentang , kedisiplinan, keberagaman, dan kebersamaan.

 

Sebelum kami pergi ke Sanggabuana, kami melaksanakan pra-saksi yang dilaksanakan sebelum SAKSI,

 

SAKSI ada acara makan komando. Kami makan bersama yang dikomando oleh bapak-bapak pelatih dari kostrad TNI Angkatan-Darat. Makanan dan minuman harus habis dalam waktu tertentu dan ada suara tembakan saat kami makan. Kami langsung tiarap mendengar suara tembakan itu dan pelatih langsung memberi aba-aba untuk tiarap. Kalau ingat makan komando SAKSI takkan pernah hilang dalam ingatan.

 

Selain itu, kami juga mandi di sungai saat SAKSI dan hal itu adalah yang paling bahagia di Sanggabuana, Kostrad Jaya. Karena kami sama sekali bebas dan tidak ada perintah seperti apa yang dilakukan saat makan komando. Aku juga tidak mandi setelah bermain-main di sungai. Alhasil badanku gatal-gatal.

 

Aku sangat senang dengan kegiatan-kegiatan di SMP Labschool Jakarta, selain SAKSI, ada juga yang bernama SALAM yaitu Studi dan Amaliah Islam. Kami sebagai siswa dan siswi yang beragama islam diminta untuk mengikuti kegiatan ini. Kami menginap di sekolah selama 2 hari dan diminta untuk menyetorkan hafalan kepada kakak-kakak pembimbing dari luar.

 

Jika kami berhalangan hadir untuk mengikuti kegiatan SALAM atau SAKSI, kami wajib mengikuti kegiatan tersebut tahun depan bersama adik kelas 7. Jadi, kami mengusahakan untuk mengikuti kedua kegiatan itu secara komplit dan mematuhi peraturan.

 

Setelah SALAM, kami ada kegiatan lagi yaitu Wisata Edukasi. Waktu itu kami melakukan wisata edukasi di Museum Geologi Bandung, Taman Hutan Raya, Goa Jepang, dan Goa Belanda. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat dokumentasi tentang apa yang kita kunjugi waktu itu. Dan yang paling bagus dokumentasinya akan di upload ke youtube SMP Labschool Jakarta.

 

Salah satu video dokumentasi teman kami terpilih menjadi video terbaik di kelas 7A, yaitu video dokumentasi milik Shafa dan kawan-kawan. Kelompokku merasa senang walaupun video dokumentasi kami tidak terpilih untuk menjadi yang terbaik, dikarenakan kameranya kurang jelas.

 

Bedanya Wisata Edukasi dengan SALAM dan SAKSI, Wisata Edukasi tidak wajib mengulangnya kembali tahun depan jika kita berhalangan untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan Wisata Edukasi tidak menginap, hanya sehari saja. Di kelas 8 juga ada kegiatan Wisata Edukasi yang bernama INVITA. INVITA kelas 8 tahun ini adalah pergi ke Yogyakarta, disana kita juga disuruh membuat video dokumentasi.

 

Kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh angkatan 24 SMP Labschool Jakarta juga sangat menarik. Salah satunya adalah VETRICIA 24, pensi yang diadakan oleh angkatan 24 kakak kelas kita. Kedua teman kami yang bernama Sisil dan Salsa bernyanyi di atas panggung saat acara pembukaan Vetricia 24. Kami juga melihat Zelovus, seni tari modern yang dilakukan oleh angkatan 23, 24, dan 25.

 

Aku sangat senang bersekolah di SMP Labschool Jakarta, karena SMP Labschool Jakarta benar-benar rumah keduaku yang sesungguhnya. Bahkan SMP Labschool Jakarta lebih menyenangkan dari pada rumahku yang sesungguhnya. Selain bisa bergaul dengan banyak teman, pelajaran di SMP Labschool Jakarta juga mudah dimengerti dan menyenangkan.

 

 

 

 

Token

Hari kedua UNBK SMP ini, TOKEN jadi terkenal. Bukan token untuk menambah pulsa listrik yang biasa dibeli di Indomaret, tapi TOKEN UNBK yang agak lambat Rilisnya. Sehingga banyak anak yang cemas menunggu TOKEN. Biasanya TOKEN akan berubah kodenya sesuai dengan server masing-masing.

Awalnya semuanya lancar. Teknisi, proktor, dan pengawas UNBK sangat gembira. Sebab hari kedua ini tidak terjadi server pusat di Puspendik Kemdikbud Down. Namun setelah pelaksanaan berjalan, ada gangguan TOKEN yang lama keluarnya. Proktor mulai cemas, begitu juga Teknisi. Info dari WA Group banyak terjadi di DKI Jakarta.

Sabar adalah kuncinya. Sebab UNBK bukan hanya ujian nasional berbasis komputer, tetapi juga ujian nasional berbasis kesabaran, hehehe. Siapa yang sabar akan disayang Allah. Semoga TOKEN cepat datang dan anak-anak SMP melaksanakan UNBK dengan tetap riang dan gembira. Begitu juga kami panitianya. Happy!

Peran Guru TIK dalam Mensukseskan UNBK di Sekolah

Alhamdulillah pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP pada hari pertama berjalan lancar. Meskipun pelaksanaannya diawali dengan kecemasan, karena pada awal mau mulai, server di puspendik sempat down. Akibatnya hampir sejam pelaksanaan UNBK sempat tertunda di hampir seluruh Indonesia. Untunglah Pelajaran Bahasa Indonesia yang diujikan dapat dikerjakan semua siswa dengan baik.

Hari ini Selasa, 24 April 2018 pelaksanaan UNBK hari kedua di SMP berjalan normal. Semua server di sekolah kami sudah dalam keadaan stand by, dan siap aktif menerima TOKEN dari puspendik Kemdikbud. Alhamdulillah semua server bekerja dengan baik dan semua siswa siap mengerjakan UNBK mata pelajaran Matematika.

Saat saya menuliskan cerita ini, keempat ruangan yang ada di sekolah SMP Labschool Jakarta berjalan dengan baik sesuai dengan harapan semua. Peran guru TIK sangat diperlukan di sekolah. Kami bertugas sebagai teknisi yang siap mensupport Proktor dan Pengawas UNBK. Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh guru TIK di sekolah bekerjasama dengan guru mata pelajaran lainnya. Inilah peran penting Guru TIK dalam mensukseskan UNBK di sekolah masing-masing.