Monthly Archives: Januari 2009

B=L

Tulisan ini diilhami dari membaca blog sahabat saya dari Pustekkom. Dalam tulisannya beliau mengatakan kalau B=L. Artinya B adalah Blogging dan L adalah Learning. Kalau digabungkan B=L artinya,  dengan menjadi Blogger dan melakukan Blogging anda telah melakukan suatu proses pembelajaran.

Baca lebih lanjut

School Culture

wijaya-kelas-7d
wijaya-kelas-7d

Melihat-lihat foto setahun lalu dengan anak-anak di facebook membuat saya terharu. Tak terasa mereka kini sudah naik ke kelas 8, kelas yang menurut para guru sudah menujukkan egonya. Siapa Aku!

Semalam saya asyik chatting dengan Ivan anak SMP Labschool Jakarta. Anaknya kecil dan mungil. Tapi, jangan dikira walaupun badannya kecil dia sangat berpengaruh di kelas. Apa saja yang jadi celotehnya bakal jadi heboh.

Dari dialah saya mendapatkan foto-foto ini. Maklumlah saya kurang pandai menyimpan arsip. Apalagi foto-foto saya bersama anak-anak.

Menjadi guru di sekolah adalah kebanggaan tersendiri. Bisa berinteraksi dengan anak-anak yang akan menjelang remaja. Usia yang kata orang biasa disebut ABG. Anak Baru Gede.

Saya jadi ingat ketika pertama kali mereka baru masuk SMP melalui kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS).  Sangat lugu, jujur, dan polos. Mirip seperti kertas putih yang siap akan ditulisi. Ditulisi oleh para gurunya.

Kamilah para guru yang mengarahkan mereka menjadi orang baik dan cerdas. Menjadikan manusia yang siap menghadapi tantangan melalui budaya sekolah (School Culture) yang terus kami kembangkan.

School Culture itulah yang telah membentuk karaktek mereka seperti sekarang ini. Jadi adalah wajar bila karakter mereka dipengaruhi oleh School Culture yang ada di sekolah kami. Anak-anak biasa menyebutnya Budaya Labschool

wijaya-kelas-7d-saksi
wijaya-kelas-7d-saksi

Ada tiga hal yang dikembangkan sekolah kami dalam mengembangkan budaya Labschool, yaitu:

  1. Budaya Keagamaan
  2. Budaya Kerjasama
  3. Budaya Kepemimpinan

Uraian dari budaya Labschool itu kami aplikasikan dalam bentuk berbagai kegiatan yaitu:

BUDAYA KEAGAMAAN (RELIGI) :

Menanamkan perilaku atau tatakrama yang tersistematis dalam pengamalan agamanya masing-masing sehingga terbentuk kepribadian dan sikap yang baik (akhlaqul Karimah)

Bentuk Kegiatan :

Budaya Salam, Doa sebelum/sesudah belajar, Doa bersama menyambut UN/US Tadarus dan Kebaktian, Sholat Dzuhur Berjamaah, Lima Hari Belajar, LOKETA (Lomba Keterampilan Agama), Studi Amaliah Ramadhan, RETRET (Studi untuk siswa Nasrani), Hafalan Juz Amma, Budaya Bersih; Konferensi kasus, Kegiatan Praktek Ibadah, Buka Puasa Bersama, Pengelolaan ZIS, dan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam)

BUDAYA KERJASAMA (TEAM WORK) :

Menanamkan rasa kebersamaan dan rasa sosial terhadap sesama melalui kegiatan yang dilakukan bersama.

Bentuk Kegiatan:

MOS, Kunjungan Industri, Parents Day, Baksos, Teman Asuh, Sport And Art, Kunjungan Museum, Pentas Seni, Studi banding, Ekskul, Labs Channel, Labs TV, Labs Care, Pelepasan Siswa, Seragam Sekolah, Majalah Sekolah, Potency Mapping, Buku Tahunan, PHBN, (Peringatan hari Besar Nasional), dan PORSENI.

BUDAYA KEPEMIMPINAN (LEADHERSHIP) :

Menanamkan jiwa kepemimpinan dan keteladanan dari sejak dini kepada anak-anak

Bentuk Kegiatan :
Career Day; budaya kerja keras, cerdas dan ikhlas, budaya Kreatif; Mandiri & bertanggung jawab, Budaya disiplin/TPDS, SAKSI, (Studi dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia), Lintas juang OSIS, Ceramah Umum, upacara bendera, Olah Raga Jumat Pagi, Studi Kepemimpinan Siswa, LKMS (Latihan Keterampilan manajemen siswa), dan OSIS

Berbagai bentuk kegiatan itulah yang telah menghantarkan mereka menjadi pribadi unggul dan kami pun sebagai pendidik berharap school culturr yang telah kami kembangkan dapat bermanfaat pula untuk sekolah-sekolah lainnya. Semoga tulisan yang sederhana ini bermanfaat untuk semua.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh  tentang budaya sekolah, dapat membacanya di alamat url ini http://dewanpendidikan.wordpress.com/2007/08/01/budaya-lab-school-wijaya-kusumah/

Wijaya Kusumah, School Culture

Hiduplah Dengan Memberi Sebanyak-banyaknya

TULISAN ini diilhami dari film Laskar Pelangi. Dalam film Laskar Pelangi dikisahkan ada seorang guru yang bernama Pak Harfan. Seorang guru yang merangkap kepala sekolah. Hidupnya sangat sederhana dan selalu mengajarkan kepada anak didiknya agar hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya. Suatu pesan moral yang sangat dalam bila kita renungkan.

Baca lebih lanjut

Jadikan 2S Sebagai Penolongmu!

sholat
sholat

Bila dirimu merasa sedih sholatlah. Bila dirimu diamuk amarah sholatlah, dan bila dirimu ditimpa musibah, sholatlah. Tak ada aktivitas lain selain sholat ketika hati gundah gulana. Tak ada obat mujarab selain sholat. Bermohonlah dan curahkan segenap perasaan yang ada. Itulah salah satu syarat doa terkabulkan. Ikhlas karena Allah!
Baca lebih lanjut

Seni Menghidupkan Hati

Berbuat dosa namun terasa biasa, bermaksiat namun malah terasa nikmat, atau diseru dalam kebaikan namun tak sedikitpun tergerak. Anda mengalaminya? Bisa jadi hati anda telah mati. Saat hati telah mati, maka seberapapun usaha kita untuk melongok, melihat kedalamnya- ia tak berisi. Untuk setiap kesalahan kecil yang kita perbuat, untuk setiap titik kemaksiatan yang dilakukan – baik sadar maupun tidak, dan untuk dosa besar sekalipun, maka ia tak lagi bisa memberontak, bahkan untuk sedikit saja tergerak. Astaghfirullah!


Bagi seorang muslim matinya hati adalah petaka. Ia tak peduli dengan keridhoan atau kemurkaan Allah. Baginya, yang penting adalah memenuhi keinginan hawa nafsunya saja. Buku karangan Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri Hafizhahullah ini menjelaskan berbagai sebab tanda hati yang mati serta bagaimana setan ‘membunuh’ hati manusia. Kenali hati anda dan temukan solusinya!


Ada Bagian-bagian penting dari isi buku ini yang perlu anda ketahui :

  • Bagian pertama membahas tentang penciptaan hati
  • Bagian kedua membahas tentang kedudukan hati
  • Bagian ketiga membahas tentang kebaikan hati
  • Bgaian keempat membahas tentang Hidupnya hati
  • Bagian Kelima membahas tentang Pintu-pintu hati
  • Bagian keenam membahas tentang macam-macam hati
  • Bagian Ketujuh membahas tentang Makanan Hati
  • Bagian Kedelapan membahas tentang Amalan-amalan hati
  • Bagian Kesembilan membahas tentang hati yang selamat
  • Bagian kesepuluh membahas tentang Ketenagan hati
  • Bagian kesebelas membahas tentang ketentraman hati
  • Bagian keduabelas membahas tentang Senangnya Hati
  • Bagian ketigabelas membahas tentang Kekhusyukan hati
  • Bagian keempatbelas membahas tentang rasa malu hati, yang terdiri dari:
    1. Rasa malu berbuat zhalim
    2. Rasa malu berbuat lalai
    3. Rasa malu pengagungan terhadap Tuhannya
    4. Rasa malu kedermaan
    5. Rasa malu kesopanan
    6. Rasa malu karena kehinaan dan kerendahan diri
    7. Rasa malu cinta, yaitu rasa malu orang yang mencintai terhadap orang yang dicintainya
    8. Rasa malu penghambaan terhadap Tuhan
    9. Rasa malu kemuliaan dan keagungan, yatu rasa malu jiwa yang besar
    10. Rasa malu seseorang terhadap dirinya sendiri, yaitu rasa malu karena kekurangan dan aib dirinya.

Kalau anda belum membaca buku ini, maka BACALAH!. Barangkali hati anda saat ini perlu dihidupkan kembali. Wallahu alam bishawab.

SENI MENGHIDUPKAN HATI

(Tips Merawat hati agar Tidak Gersang dan Mudah Mati)

Maka mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci? (QS.Muhammad ayat 24)

Berguru ke pakar IT

bertemu-onno-dedi-agus-wijaya

bertemu-onno-dedi-agus-wijaya

Senin pagi ini, 26 Januari 2009  saya diajak teman-teman (Pak Agus, Omen, dan pak Dedi) untuk pergi ke rumah Pak Onno. Banyak diskusi yang kita lakukan mulai dari sistem operasi sampai bagaimana membangun republik BBM.

Tak terasa 3 jam kami di rumah beliau, dan berteman dengan teh manis, roti dan jeruk mungil. Kami mendapatkan oleh-oleh buku dari beliau.

Semoga kita dapat saling berbagi ilmu untuk membangun republik ini.

Wahai Orang Tua Perhatikan Anak Kita!

Selama tiga hari ini, dari Sabtu s.d. Senin saya libur tidak kemana-mana. Kesempatan ini saya manfaatkan benar-benar untuk memperhatikan anak saya sendiri. Maklumlah, setiap harinya saya lebih memperhatikan anak orang lain alias peserta didik saya. Sehingga terkadang anak sendiri terlupakan dan untunglah disaat libur seperti sekarang ini saya dapat bersama mereka. Intan dan berlian. Dua anak yang masih lucu dan membutuhkan perhatian kedua orang tuanya.

Baca lebih lanjut