Tag Archives: resensi buku

Blog Pribadi di Internet

Artikel 1

Semenjak saya memiliki blog pribadi di internet, saya berusaha kuat setiap harinya untuk menulis di blog. Adanya media blog membuat saya memiliki komitmen untuk menulis setiap harinya. Rasanya kalau tidak menulis sehari saja seperti ada yang kurang atau hilang dalam diri saya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Omjay Writing Camp 4

OM JAY WRITING CAMP 4

(29 September 2017)

RESENSI BUKU

 “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”

Oleh : Enok Yanti, M.Pd

SMPN 4 Maja – Kabupaten Majalengka

 

Judul Buku                  : Menulislah setiap Hati dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis                         : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Penerbit                       : PT Indeks, Jakarta

Tahun terbit                 : 2012

Jenis Buku                   : Non Fiksi

Jumlah Halaman          : 290 Halaman

Harga                          : –

Jika diamati, isi buku Om Jay (sapaan akrab Wijaya Kusumah) merupakan ungkapan perasaan dan pikiran yang dituliskan secara lugas dengan bahasanya sendiri dan terlihat tulisan begitu renyah tentang tips dan trik bagaimana caranya menjadi seorang penulis. Buku ini terdiri atas 72 artikel di dalamnya dengan isi masing-masing artikel penuh kalimat motivasi untuk semua pembaca untuk menjadi penulis.

Baca lebih lanjut

Resensi Buku Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

RESENSI BUKU

MENULIS SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI

oleh : A’irin Nurwidyastuty

Guru IPA SMPN 1 Kraksaan

Pengarang : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Penerbit :  PT Indeks, Jakarta

Cetakan : pertama, 2012

Tebal buku : 290

Harga buku : Rp. 75.000

buku-menulis

Buku ini secara garis besar bercerita tentang bagaimana menumbuhkembangkan kebiasaan menulis. Kegiatan menulis tidak terlepas dari kegiatan membaca. Tak ada penulis yang tak rajin membaca. Aktivitas membaca harus dilakukan setiap hari. Ketika kita membaca maka akan banyak memiliki pengetahuan. Membaca yang baik adalah yang dapat menyerap 100% informasi yang dibutuhkan. Banyak membaca akan memperkaya ide ketika menulis. Sumber bacaan juga harus dimasukkan kedalam artikel yang ditulis. Tulisan kita akan terus mengalir dan menginspirasi orang lain agar mampu menulis. Selain banyak membaca, menulis sebaiknya tidak dilakukan saat mengantuk, dalam keadaan terjaga menulis akan mengalir bagai air. Menulis dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kebiasaan menulis diary, catatan atau pengalaman pribadi akan membantu kita dalam kegiatan menulis.

Baca lebih lanjut

Resensi Buku Menulislah Setiap hari dan Buktikan Apa yang Terjadi.

RESENSI MENULIS BUKU

“MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN  APA YANG TERJADI”

Karya : Wijaya Kusumah

OLEH : Ida Farida Nurani,S.SI, M.Pd

SMPN I Cigandamekar Kab Kuningan

Menulis adalah proses yang berlangsung terus menerus untuk menuangkan ide dari proses berpikir.  Untuk dapat menulis tentunya membutuhkan proses belajar yang sabar dan komitmen untuk terus menerus mau menulis. Ide menulis bisa didapatkan dari mana saja kapan saja dan dimana saja pada proses perjalanan hidup kita.

Baca lebih lanjut

Menulis itu Seperti Belajar Sepeda

Tugas 3 (Resume 2)
 
Mengajarkan seorang untuk membaca dan menulis sama seperti mengajarkan anak mengendarai sepeda. Pertama, anda harus memberikan instruksi langsung dan mendemonstrasikan dengan persis apa yang harus dilakukan.
 
Hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Om Jay. Beliau memberikan contoh kepada kita tentang bagaimana cara menulis dengan membuat sebuah karya. Beliau juga memberikan tips-tips kepada kita tentang cara-cara menulis yang baik dan berkesinambungan.

Baca lebih lanjut

Omjay Sang Provokator

buku-menulisOm Jay, Sang Provokator

            Sebuah buku dengan judul yang sangat provokatif ini tiba ditangan saya sehari menjelang kelas belajar menulis online bersama penulis buku yang demikian sarat motivasi ini. Buku karya Wijaya Kusumah atau biasa kami panggil Om Jay ini terbitan PT Indeks Jakarta tahun 2012.

Baca lebih lanjut

Ibu, Engkaulah Harta Terindahku

Membaca buku Ibu, Engkaulah Harta Terindahku membuat saya terharu. Karya tulis yang disusun oleh Ibnu Al-Jauzi membuat saya teringat kembali akan kenangan bersama almarhumah ibu. Terima kasih telah menjadi ibu terbaik untukku. Kalau saja tak memiliki ibu sepertimu, mungkin saya belum menjadi apa-apa. Mungkin saya masih menjadi hamba yang hina dina. Ibulah yang menuntunku agar selalu berbuat kebaikan dan kebajikan.

1374328821801179189

Buku yang terdiri dari dua bagian penting ini dimulai dari sebuah puisi indah:

 

Bunda,

Engakauah harta terindahku

kau telah melihat aku tertawa

Kau juga telah melihat aku menangis

Dan kau selalu ada bersamaku

Aku mungkin tidak selalu mengatakan ini

Tetapi terima kasih telah menjadi ibu terbaik untukku.

 

 

Terus terang, saya sangat tersentuh dengan puisi di atas. Puisi yang dibuat dari hati nan suci. Puisi yang dibuat dari ketulusan hati. Puisi yang ditulis dari seorang anak kepada ibundanya. Puisi yang terukir dari seorang anak yang sholeh dan ingin selalu berbakti kepada ibundanya.

 

Akal sehat mengatakan, siapa yang menyayangi ibundanya, maka dia akan melihat surga. Sebab akal yang sehat pastilah akan mengakui bahwa ibu adalah bagian terindah dari seorang anak. Tanpa ibu, manusia tak berdaya apa-apa ketika dilahirkan. Ibulah yang mengandung kita selama sembilan bulan lamanya. Bahkan ada yang kurang atau lebih dari itu. Itulah kuasa Allah yang tak terkira. Dalam badan ibu, kita sehat-sehat saja menuju hari dimana kita menangis di saat dilahirkan.

 

Kitab suci manapun di dunia ini selalu menganjurkan kepada siapa saja untuk berbakti kepada orang tua, khususnya ibu. Berbakti kepada orang tua lebih utama daripada berjihad. Sebab amalan yang paling dicintai Allah adalah bakti kepada orang tua. Hal terpenting inilah yang saya baca di halaman 18 pada buku ini.

 

Berbakti kepada orang tua akan memperpanjang usia, dan buku ini menjelaskan cara berbakti kepada orang tua di halaman 20. Kita pun menjadi lebih tahu mengapa kita lebih mengutamakan ibu setelah membaca buku yang sangat menginspirasi ini. Buku ini merupakan buku wajib bagi seluruh anak bangsa untuk sejenak memahami dan mengapresiasi eksistensi dan arti seorang ibu.

 

Ada kisah seribu himah dibagian kedua yang sangat menggugah hati. Cerita tentang pemuda yang berbakti sebagai teman nabi Musa di Surga merupakan salah satu kisah yang bisa dibaca di halaman 87 dalam buku itu. Tentu saja, kisah Abu Bakar Ash Shiddiq yang mendambakan ibunya masuk Islam di halaman 96 membuat pembaca akan tahu cerita sesungguhnya tentang ibundanya yang sangat luar biasa.

 

Saya merekomendasikan buku yang diterbitkan Pustaka Akhlak pada Juni 2013 ini untuk dibaca oleh anda yang ingin menjadi anak yang sholeh dan sholekhah. Komarudin Hidayat (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah) menuliskan di bagian belakang buku ini, “Sebuah potret kemuliaan ibu terekam dalam buku ini, dan jangan lewatkan untuk segera membacanya!”

 

Judul Buku: Ibu, Engkaulah Harta Terindahku

Penulis: Al-Jauzi

Penerjemah Ahmad Anis, judul asli Birrul Walidain

Penerbit: Pustaka akhlak

ISBN: 978-602-97537-5-2

Cetakan I: Juni 2013

IMG02434-20130720-1926