Lomba Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa Yang Terjadi


Dalam Rangka memeriahkan WA Group Belajar menulis PGRI, Omjay dan tim solid belajar menulis PGRI mengadakan lomba menulis setiap hari di blog yang dimulai tanggal 10 Juni sampai 10 Juli 2022.

Isi tulisan bebas, dan ada foto di setiap tulisan atau artikel. Panjang tulisan diusahakan lebih dari 300 kata.

Tulisan di blog diposting selama sebulan penuh dari tanggal 10 Juni 2022 sampai 10 Juli 2022.

Akan ada hadiah kejutan dari sponsor bagi mereka yang dapat menjawab tantangan ini dengan menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Link blog dikirimkan ke email omjaylabs@gmail.com setiap hari selama lomba berlangsung.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Webinar Pengelolaan Blog Bersama Omjay

Omjay

Hari ini bapak Fajar Tri Laksono membagikan link kegiatan webinar di kelas inovasi Ikatan Guru TIK (IGTIK) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Adapun yang menjadi narasumbernya adalah Omjay, Guru Blogger Indonesia.

Berikut ini link zoom dan live youtube yang saya bagikan untuk anda. SEmoga anda bisa mengikuti kegiatannya secara langsung di youtube maupun aplikasi zoom.

Kelas Inovasi IGTIK PGRI is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

Topic: Pengelolaan Blog Kolaboratif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis

Time: Jumat, 29 April 2022 pukul 14:00 WIB

Join Zoom Meeting

https://us06web.zoom.us/j/81409618581?pwd=dWpIdDdlSTJVWm45OHYwU0RoalhWZz09

Meeting ID: 814 0961 8581

Passcode: PGRI

Live Streaming on Youtube

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Pengelolaan Blog Kolaboratif Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis”, Klik untuk baca:

https://www.kompasiana.com/wijayalabs/626b7fec3794d1712e1b0702/pengelolaan-blog-kolaboratif-untuk-meningkatkan-keterampilan-menulis

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.comSalam Blogger Persahabatan 

Omjay 

http://wijayalabs.com 

 Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi

Ketika Tulisanmu dibaca lebih dari 12.000 Pembaca

Klik https://www.kompasiana.com/wijayalabs/622e2d4d80a65a56ac7a7172/mengapa-banyak-guru-tak-menjadi-anggota-pgri

Syukur alhamdulillah sudah dibaca lebih dari 12.000 orang dan siap menerima GOPAY dari kompasiana di bulan Maret ini.

Ayo terus menulis agar dibaca banyak orang. Menulislah dari hatimu, maka engkau akan bertemu pembaca setiamu.

Wijaya Kusumah, Guru Blogger Indonesia

Panduan Penulisan Disertasi 2019

Belajar Usaha dari Bang Adun

Yuk kita belajar berwirausaha. Belajar usaha tahan banting dari penjual kopi keliling di depan sekolah Labschool Jakarta. Beliau setiap pagi mangkal di depan Labschool, Jalan Pemuda Jakarta Timur.

Namanya Bang Adun. Usia 45 tahun. Dulu beliau pedagang koran di sekitar kampus UNJ Rawamangun Jakarta Timur. Sekarang menjadi tukang kopi keliling di sekitar kampus dan sekolah labschool.

Alhamdulillah usahanya sekarang laku keras. Sehari bisa bawa uang Rp. 300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah). Dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 18.00 WIB. Modal usahanya Rp. 3.000.000 (Tiga Juta Rupiah) katanya. Rata-rata setiap hari belanja di agen sekitar Rp. 125.000 (Seratus dua puluh lima ribu rupiah).

Yuk kita tonton videonya dan jangan lupa like, subscribe, dan komentarnya! Terima kasih banyak. I Love You All. Semoga tahun ini Omjay bisa menjadi blogger ternama dan youtuber terkenal.

Jadilah penggemar video Omjay di YouTube. Semoga Omjay menjadi YouTuber terkenal Indonesia. Aamiin Ya Robbal Alamiin. Pesan Omjay, “Buatlah 1 Video setiap hari dan perhatikan apa yang terjadi”.

Durasi video youtube di atas hanya 20 detik. Selamat menikmati kopinya. Juga minuman dingin lainnya. Jangan lupa mampir di kopi keliling bang Adun ya!

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Lomba Blog HUT KSGN

Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) yang kesepuluh, kami akan mengadakan lomba blog dengan tema SATUGURU, Jadilah guru yang bersatu untuk maju dan mengajar itu menyenangkan. Kirimkan alamat blog anda ke email omjaylabs@gmail.com di tanggal 29 dan 30 Nopember 2021. Ada hadiah kejutan dari sponsor buat anda yang mengirimkan tulisannya. Info kegiatan lomba dapat menghubungi omjay di WA 08159155515. Panjang tulisan bebas, dan tambahkan logo SATUGURU di dalam tulisan anda! Logo dapat diambil di laman https://satuguru.id/

Ayo kita ramaikan selama 2 hari saja. Tanggal 29 dan 30 Nopember 2021. Siapa yang menulis akan dapat hadiahnya. Buruan di-update blognya bersama SATUGURU mengajar itu menyenangkan.

Wijaya Kusumah

Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd,

Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs.

Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya.

Untuk melihat foto kegiatannya dapat dilihat dan dibaca di blog https://wijayalabs.wordpress.com

Hubungi via WA : 0815 915 5515 atau kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com atau klik hubungi omjay yg disediakan dalam blog ini, bila anda membutuhkan omjay sebagai pembicara atau Narasumber.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog http://wijayalabs.com

Buku Informatika SD, SMP, dan SMA

Ngobrol Bareng Omjay lewat Zoom

Wawancara dgn Omjay

Yuk Menulis Buku Dari Hasil Ngeblog!

Empat buku karya omjay ini diterbitkan dari hasil menulis di blog. Omjay berusaha komitmen dan menjaga konsistensi menulis. Perlu diketahui. Menulis itu tak butuh waktu khusus dan lama. Saya menulis hanya 10-20 menit saja.  Tapi setiap hari. Tidak akan mengganggu apapun dan siapapun. Karena kita memiliki 24 jam sehari semalam. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, kita bisa menulis di mana saja dan kapan saja.

Buku Catatan Harian Seorang Guru blogger adalah kumpulan tulisan omjay di kompasiana.com/wijayalabs yang diterbitkan oleh Sukarno Presindo Semarang tahun 2020. Buku ini mengisahkan kegiatan omjay sehari-hari menjadi guru blogger Indonesia. Ikut aktif menjadi guru penggerak Indonesia tanpa harus keluar dana dari pemerintah. Kegiatan yang omjay lakukan selalu omjay tulis sebagai bukti sejarah bahwa kami telah melakukan hal yang baik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,

Buku melejitkan keterampilan menulis siswa adalah buku yang dihasilkan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menjadi salah satu pemenang Inobel Kemdikbud tingkat nasional. Berkat penelitian ini omjay mendapatkan hadiah belajar Steam di kampus CUMT Tiongkok tahun 2019. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Tata Akbar Bandung tahun 2020. Buku ini langsung diserbu oleh pembaca yang ingin melejitkan siswanya untuk terampil menulis.

Buku blogger ternama adalah buku yang diterbitkan oleh Camp Pustaka Jakarta tahun 2018 dan dicetak ulang tahun 2019 dan 2020. Ribuan orang sudah membeli buku ini agar dapat menjadi blogger ternama di dunia. Buku ini berkisah tentang perjalanan omjay menjadi blogger ternama. Lengkap dengan persenjataannya. Serta suka dan dukanya menjadi blogger yang dianggap aneh.

Buku menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi adalah buku yang ditulis pertama kali oleh omjay di tahun 2012. Buku ini kemudian omjay revisi dan diterbitkan kembali tahun 2020. Sebuah buku yang mengajak orang lain untuk belajar menulis. Alhamdulillah banyak dibeli oleh ribuan orang dan omjay cetak ulang di Bogor. Buat anda yang ingin buku digitalnya secara Gratis dapat diunduh di blog https://wijayalabs.wordpress.com.

Semoga keempat buku ini dapat memberi semangat menulis buat kawan-kawan guru dan bukan guru untuk belajar menulis dan menerbitkan buku. Semua yang omjay tuliskan dalam buku ini adalah kisah nyata omjay dalam membangun personal branding melalui blog di internet. Berkat rajin menulis di blog, omjay banyak diundang ke berbagai daerah untuk menularkan virus ngeblog di kalangan guru. Omjay mengajak guru untuk saling berkolaborasi. Seperti yang diajarkan Prof Eko Indrajit dan Prof. Marsudi di Ekoji Channel.

Buku yang sedang dalam proses cetak berikutnya adalah belajar Steam di negara China. Selama 21 hari belajar di China, semua kegiatannya omjay tulis di blog. Tulisannya sedang dirajut menjadi buku oleh penerbit Camp Pustaka. Mohon doanya cepat selesai dan dapat menginspirasi pembaca setia buku-buku omjay. Aamiin.

Yuk kita ngeblog! Tuliskan apa yang anda sukai dan kuasai. Jadilah Blogger sekaligus Youtuber. Kita belajar menulis dan belajar bicara. Siapa tahu anda menjadi blogger ternama dan youtuber terkenal berikutnya.

Salam blogger persahabatan

Omjay

Guru blogger Indonesia

Blog http://wijayalabs.com

Buku Menulis Gratis

Selamat pagi kawan-kawan. Semoga buku digital ini bermanfaat buat kawan kawan yang sedang belajar menulis, https://drive.google.com/file/d/0B2MZ4NgziwwcbElpNkpXbktvdGc/view

buku omjay,

Pengantar Ilmu Informatika

Senja kala profesi guru

Senja Kala Profesi Guru
Oleh Sumardiansyah Perdana Kusuma

Kembali maraknya pemberitaan yang menerangkan hilangnya ayat tentang pemberian Tunjangan Profesi Guru (TPG) dalam draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) versi Agustus 2022 bukanlah hal baru.

Itu semua hanya de javu dan mengonfirmasi bahwa niat pemerintah yang berupaya membatasi atau menghentikan TPG adalah benar adanya.

Dimulai dari rencana Kemendikbudristek di 2015 yang ingin menghapus TPG dalam rapat Komisi X DPR, dilanjut pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani di aula Gedung Guru Indonesia, 10 Juli 2018 yang mengatakan besarnya TPG dalam bentuk sertifikasi tidak mencerminkan kualitas pendidik.

TPG hanya dianggap membebankan APBN dan belum menyasar peningkatan mutu pendidikan.

Lalu Plt. Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR 27 Januari 2021 menilai TPG belum memberikan dampak positif pada hasil belajar, karena itu pemerintah berencana memberikan TPG hanya kepada guru yang berprestasi saja.

Sementara di kalangan guru Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) penghentian TPG sudah terjadi sejak akhir 2019 setelah terbit Perdirjen GTK dan Persesjen Kemendikbud.

Karena itu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggagas gerakan sosial berupa petisi online agar RUU Sisdiknas ditunda dan ayat tentang TPG dikembalikan dalam RUU tersebut. Sampai dengan tanggal 3 Oktober 2022, pukul 21.00 WIB petisi sudah mendapatkan 27.036 tanda tangan.

Guru adalah Profesi
Esensi dan eksistensi profesi guru diakui dalam realitas sejarah yang kemudian tertera dalam perundangan tatkala Presiden SBY pada 2 Desember 2004 mencanangkan guru sebagai profesi dimana satu tahun setelahnya disahkan UU Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 yang semakin mengukuhkan guru sebagai profesi dengan tugas keprofesionalan yang melekat.

Menjadi guru bukan hal yang mudah dan tidak sembarang orang dapat menjadi guru sebab selain menempuh pendidikan akademik di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), calon guru juga wajib memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh setelah lulus dari Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Selain itu kewajiban bagi guru profesional lainnya adalah wajib menjadi anggota organisasi profesi dan wajib mematuhi kode etik yang mengatur mengenai tugas keprofesionalannya.

Tunjangan Kesejahteraan Guru
Profesi guru yang memiliki aturan dalam UU tersendiri seharusnya dapat bersifat lex spesialis.

Keberadaannya tidak dapat disamakan dengan pekerjaan lain diluar pekerjaan profesi.

Misalkan dari sisi kesejahteraan, dalam UU Guru dan Dosen Pasal 14 Ayat 1 yaitu guru berhak memperoleh penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.

Pada Pasal 15 Ayat 1 diterangkan bahwa kebutuhan hidup diatas minimum meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi.

Tunjangan-tunjangan yang disebut dalam peraturan perundangan diatas memiliki spirit memuliakan dan menyejahterakan guru sebagaimana dijabarkan lebih lanjut pada Pasal 15 Ayat 1 dan 2, Pasal 16 Ayat 1-4 (TPG), Pasal 17 Ayat 1-3 (Tunjangan Fungsional), Pasal 18 Ayat 1-4 (Tunjangan Khusus), serta Pasal 19 Ayat 1-3 mengenai maslahat tambahan yang merupakan tambahan kesejahteraan yang diperoleh dalam bentuk tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, beasiswa, dan penghargaan bagi guru, serta kemudahan untuk memperoleh pendidikan bagi putra-putri guru, pelayanan kesehatan, atau bentuk kesejahteraan lain.

Kemunduran Kesejahteraan
Semula spirit memuliakan dan menyejahterakan guru menjadi prasangka baik dalam kita menilai draf RUU Sisdiknas versi April 2022.

Pada Pasal 127 Ayat 1 guru berhak memperoleh gaji/upah, tunjangan, dan jaminan sosial, lalu mengenai tunjangan juga masih dituliskan dalam Pasal yang sama di Ayat 3-10.

Walaupun secara kritis kita juga bisa menilai Pasal 127 Ayat 1-10 pada draf RUU Sisdiknas versi April sebenarnya mundur jauh dibandingkan Pasal 14-19 UU Guru dan Dosen yang memuat secara lebih rigid dan komprehensif soal kesejahteraan guru.

Pada UU Guru dan Dosen merinci penghasilan guru diatas kebutuhan hidup minimum dan maslahat tambahan, sedangkan pada draf RUU Sisdiknas versi April hanya dituliskan memperoleh gaji/upah, tunjangan, dan jaminan sosial.

Kemunduran kesejahteraan guru semakin nyata setelah pada draf RUU Sisdiknas versi Agustus Pasal dan Ayat mengenai tunjangan guru dihilangkan sehingga hanya menyisakan Pasal 105 yang berbunyi guru/pendidik berhak memperoleh penghasilan/pengupahan dan jaminan sosial sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan (Pasal ini merupakan perubahan dari Pasal 127 Ayat 1-10 RUU Sisdiknas versi April).

Khusus bagi guru-guru di daerah terpencil kondisi akan semakin sulit ditengah tantangan geografis dan ekonomi yang sangat berat dalam mengabdi, dimana mereka kehilangan dua tunjangan sekaligus, yaitu TPG dan Tunjangan Khusus.

Dalih Pemerintah
Jika kita bandingkan antara taklimat Kemendikbudristek 29 Agustus 2022 dengan draf RUU Sisdiknas versi Agustus, yaitu: Pertama, TPG akan tetap diberikan.

Pada batang tubuh, Pasal dan Ayat mengenai TPG hilang tidak dicantumkan.

Penjelasan TPG baru ditemukan didalam draf RUU ketentuan peralihan Pasal 145 Ayat 1 yang berbunyi “setiap guru dan dosen yang telah menerima tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan/atau tunjangan kehormatan yang diatur dalam UU Guru dan Dosen sebelum UU ini diundangkan tetap menerima tunjangan sepanjang masih memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan perundangan.”

Bila diterapkan kebijakan ini akan menimbulkan diskriminasi diantara guru-guru bersertifikat pendidik dan menerima TPG dibawah naungan UU Guru dan Dosen serta guru-guru yang bersertifikat pendidik dan belum pernah menerima TPG yang bernaung dibawah UU baru.

Padahal seharusnya secara profesional seluruh guru bersertifikat pendidik berhak mendapatkan keadilan dari sisi penerimaan tunjangan sebagai bentuk pengakuan atas profesinya dan sebagai penghargaan dari pemerintah berupa tambahan kesejahteraan.

Sekilas klausul pada pasal 145 yang berada pada ketentuan peralihan bisa memberikan jaminan tunjangan bagi guru dan dosen, namun jika dicermati lanjutannya pada pasal 147 sesungguhnya jaminan tunjangan yang masih ada itu hanya terbatas paling lama dua tahun setelah UU Sisdiknas yang baru disahkan.

Janji pemerintah TPG akan tetap ada juga menyisakan persoalan hukum, sebab dalam RUU Sisdiknas ada inkonsistensi pada Pasal 148 yang menyatakan UU lama (UU Sisdiknas 2003, UU Guru dan Dosen 2005, dan UU Pendidikan Tinggi 2012) masih berlaku sedangkan pada Pasal lanjutan 149 disebut pada saat UU ini berlaku maka, seluruh UU lama dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Bagaimana mungkin mempertahankan TPG tanpa ada sandaran hukum yang jelas dan kuat?

Kedua, adanya antrean sertifikasi membuat guru tidak mendapatkan hak kesejahteraan.

Masih adanya antrean 1,6 juta guru dalam jabatan untuk mengikuti PPG bukanlah salah guru melainkan pemerintah yang gagal menjalankan amanat UU Guru dan Dosen Pasal 82 Ayat 2 agar menuntaskan kepemilikan sertifikat pendidik bagi seluruh guru paling lama 10 tahun sejak UU Guru dan Dosen diundangkan.

Bukankah seharusnya pemerintah mempermudah syarat dan alur dalam mengikuti PPG serta menambah kuota PPG sehingga 1,6 juta guru dalam jabatan bisa terakomodir?

Ketiga, guru ASN akan otomatis mendapat kenaikan melalui tunjangan yang diatur dalam UU ASN.

Persoalan penggajian dan tunjangan yang diatur dalam UU ASN Pasal 79 Ayat 1-5 hanya menyebutkan soal gaji dan tunjangan yang terdiri dari Tunjangan Kinerja (Tukin) dan Tunjangan Kemahalan (Tukem), dimana pengalokasiannya tergantung ASN itu bekerja pada pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang besarannya disesuaikan dengan anggaran di masing-masing Kementrian ataupun daerah.

Penghilangan TPG yang selama ini menjadi harapan guru-guru yang notabenenya bekerja pada pemerintah daerah (kecuali guru-guru yang bernaung dibawah Kementrian Agama) hanya akan meminimalisir kesejahteraan guru ASN terutama di daerah-daerah.

Keempat, peningkatan penghasilan guru swasta lewat dana BOS dan penghasilan sesuai UU Ketenagakerjaan.

Kesejahteraan guru swasta yang dinaungi oleh UU Ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja, dan PP 33 Tahun 2021 Tentang Pengupahan adalah sama saja mengubah guru sebagai profesi dan menyamakannya dengan jenis pekerjaan umum lain.

Hal ini dianggap bisa mendegradasi makna guru sebagai profesi.

Pada akhirnya jika pemerintah abai menempatkan guru sebagai profesi yang mulia dan terhormat dengan tidak memberikan penghargaan atas kesejahteraan diatas minimum, apalagi sampai mengurangi atau bahkan menghilangkan hak tunjangan guru sebagaimana yang sudah tertera jelas dalam perundangan sebelumnya, maka bisa dipastikan senja kala profesi guru akan tiba pada waktunya.

*Penulis adalah Guru SMAN 13 Jakarta, Ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat PB PGRI, Ketua APKS PGRI Provinsi DKI Jakarta, Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia

Pentas budaya saksi 2022

Saksi 2022 SMP Labschool Jakarta di Cilodong

Saksi SMP Labschool Jakarta

Belajar di markas Kostrad Cilodong

Perjalanan saksi 2022 di bus

Pemberangkatan saksi 2022

Kiat Bicara di Depan Juri Bersama Imron Rosidi

Kelas Public Speaking IGTIK PGRI is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

Topic: Kiat Bicara Didepan Juri Lomba untuk Guru dan Kepala Sekolah
Time: Selasa, 20 September 2022 pukul 19:30 WIB

Join Zoom Meeting
https://us06web.zoom.us/j/85360023583?pwd=S2hGbDg1RUgrRWRidWhBaDhoc3MyUT09

Meeting ID: 853 6002 3583
Passcode: PGRI

📡 Live Streaming on Youtube


https://youtu.be/CxgiCUXZOTU

Semesta yang Tersisa

Kegiatan anbk dan teater di taman Ismail Marzuki Jakarta

Apresiasi GTK Inspiratif Kemdikbudristek 2022

Ayo Ikut Apresiasi GTK Inspiratif Kemdikbudristek Tingkat Nasional 2022
18 September 2022   12:35 Diperbarui: 18 September 2022   15:40 472 25 14
Pagi ini Omjay mendapatkan file pdf tentang pedoman lomba apresiasi guru dan tenaga kependidikan Indpiratif tahun 2022. Kegiatan ini dilaksanakan oleh kementrian pendidikan, kebudayaan, dan riset teknologi (kemdikbudristek). Buat anda yang ingin tahu informasi lengkapnya dapat mengunduh di tautan berikut ini di sini.

PEDOMAN APRESIASI GTK INSPIRATIF TAHUN 2022_ STEMPEL_.pdf – Google Drive

Tahun 2021, ribuan guru mengikuti seleksi kegiatan ini yang dilaksanakan secara online. Video dan malam penganugerahan apresiasi GTK Inspiratif para pemenang lomba dapat anda saksikan di youtube kemdikbudristek. Anda bisa menontonnya di link youtube di bawah ini.

Tahun 2020, Omjay pernah terpilih sebagai GTK Inspiratif dan masuk dalam 20 besar guru SMP Inspiratif tingkat nasional kemdikbudristek. Ikuti semua petunjuk yang ada dalam buku pedoman dan belajarlah kepada guru yang terpilih menjadi guru GTK Inspiratif tahun 2021.

Perhatikan kata pengantar dan daftar isi pedoman yang telah omjay bagikan di atas. Baca dengan cermat dan teliti. Pastikan tidak ada informasi yang terlewatkan. Cari tahu video youtube para pemenang tahun lalu dan kalau bisa dapatkan makalah mereka.

para pemenang GTK Inspiratif


Pasti anda akan senang sekali bila terpilih menjadi GTK Inspiratif kemdikbud tahun ini. Seperti kawan-kawan Omjay yang terpilih menjadi guru dan tenaga kependidikan (GTK) Inspiratif tahun lalu. Salah satunya adalah ibu Rita Wati yang berasal dari Jembrana,  Bali.

Ide seringkali muncul mendadak dan kita harus berani mencobanya. Seperti kisah nyata ibu Rita Wati dari Bali yang awalnya tidak percaya diri mengikuti kegiatan lomba menjadi guru inspiratif tahun 2021. Alhamdulillah beliau terpilih menjadi 5 besar dan mendapatkan hadiah laptop dan uang jutaan rupiah. Beliau diminta terbang ke Jakarta, dan menginap di hotel bintang lima. Omjay sempat mendatangi beliau ketika berada di hotel. Luar biasa melihat kawan-kawan yang lolos dan terpilih sebagai GTK Inspiratif kemdikbudristek tahun 2021.

ibu Rita Wati Juaran Guru Inspiratif Kemdikbud 2022

Banyak guru melakukan hal terbaik di kelasnya. Namun, tidak semua hal baik dituliskan, sehingga banyak guru lainnya tidak tahu apa yang telah dilakukannya. Tuliskan semua kegiatan terbaik bapak ibu guru, sehingga saat ada lomba guru inspiratif, banyak guru kebingungan dan harus mulai menulis dari mana. Buatlah buku solo yang diterbitkan oleh penerbit mayor atau penebit Indie ber-ISBN.

Kemudian, Ikut bergabung dalam komunitas guru inspiratif dan berprestasi di Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Banyak ilmu dan pengalaman disampaikan oleh para pemenang lomba GTK Inspiratif tingkat nasional kemdikbudristek. Ada yang terpilih sebagai kepala sekolah dan pengawas inspiratif. Ada juga yang terpilih sebagai guru inspiratif.

dokpri
Baca juknis atau buku pedoman dengan baik supaya bapak ibu terpilih dalam kegiatan apresiasi GTK Inspiratif tahun 2022. Peserta yang mendaftarkan diri selalu banyak, dan usahakan kita bisa masuk 20 besar. 

Buatlah judul yang seksi dan unik sehingga menarik perhatian dewan juri. Itulah yang dilakukan para pemenang lomba GTK Inspiratif. Lalu saat presentasi buatlah presentasi yang tidak biasa. Untuk hal ini Omjay belajar pada pak Sigit Suryono dari Yogyakarta.

dokpri
Buatlah best practice atau praktik baik dalam bentuk video sehingga banyak yang menonton dan populer di mata dewan juri lomba GTK Inspiratif Kemdikbudristek.

Belajarlah membuat video yang baik. Omjay dahulu berguru dengan paman apiq, mbak Nanda Hidayati, dan youtuber terkenal lainnya. Belajar juga membuat makalah yang baik dengan para juara nasional guru inspiratif dan berprestasi.

dokpri
Belajarnya tidak harus bertemu secara langsung. Kita bisa belajar lewat online dan jarak jauh. Ikuti berbagai kelas yang dibuka oleh Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) di PGRI.

dokpri
Pelajari persyaratan peserta dan karya inovatif yang diminta panitia. Juga Penilaian dewan juri, dan tahapan demi tahapan yang harus dilalui semua peserta.

dokpri
Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Persahabatan

Blog https://wijayalabs.com

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Ayo Ikut Apresiasi GTK Inspiratif Kemdikbudristek Tingkat Nasional 2022”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wijayalabs/6326ae1104dff067cd176002/ayo-ikut-apresiasi-gtk-inspiratif-kemdikbudristek-tingkat-nasional-2022

Kreator: Wijaya Kusumah

Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Tukang Service senjata tajam di pasar modern Cikunir

Rapat RT 005

https://www.kompasiana.com/wijayalabs/6326ae1104dff067cd176002/ayo-ikut-apresiasi-gtk-inspiratif-kemdikbudristek-tingkat-nasional-2022