Buku PTK Edisi Kedua

Buku PTK EDisi Terbaru

Buku PTK EDisi Terbaru

Belilah buku PTK kami edisi kedua di kota anda. Silahkan menghubungi penerbit indeks di telp. 021 58350047 Fax 021-58350365 atau Pak Wiranto Hp. 081398916712 bag. Marketing

Kembalikan TIK Sebagai Mata Pelajaran

Jadikan Indonesia negara yang terdepan dalam bidang TIK. Mari kita memulainya dengan memasukkan kembali mata pelajaran ini ke dalam kurikulum 2013 yang direvisi.

TIK harus kembali masuk ke dalam struktur kurikulum agar generasi emas Indonesia terdidik TIK dengan baik.

Save TIK dan KKPI harga mati.

kogtik

5 Tuntutan Guru TIK/KKPI

kogtik

Berikut ini adalah 5 tuntutan guru tik dan kkpi yang telah disebarkan ke berbagai sosial media. Tuntutan guru tik dan kkpi indonesia yaitu:

  1. Kembalikan mata pelajaran tik dan kkpi ke dalam struktur kurikulum nasional.
  2. Berikan diklat untuk guru tik dan kkpi agar mampu mengembangkan keilmuannya dengan baik di sekolah. Bukan diklat bimbingan tik tapi diklat mata pelajaran tik yang berdiri sendiri.
  3. Tolak bimbingan tik karena tik bukan bimbingan konseling seperti bk. Oleh karena itu permen 68 tahun 2014 dan permen 45 tahun 2015 ttg peran guru tik dan kkpi harus segera direvisi dan kami hanya ingin permen perubahan struktur kurikulum.
  4. Mendikbud anies baswedan harus memberi kesempatan berdialog dengan perwakilan komunitas guru tik dan tokoh tokoh tik indonesia untuk mendengarkan masukan ttg urgensi tik agar bangsa ini berdaulat di bidang tik.
  5. Generasi emas indonesia harus terdidik tik dengan baik dan oleh karena itu jam matpel tik minimal 2 jam pelajaran dan bukan 1 jam pelajaran. Nilainya masuk raport seperti mata pelajaran lainnya. Save tik dan kkpi harga mati.

    Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wijayalabs/5-tuntutan-guru-tik-dan-kkpi-indonesia_55d9bcf4e8afbd5609cba205

Ketika TIK Bukan Sebagai Mata Pelajaran

Mata saya tak bisa terpejam, membaca satu demi satu kata-kata yang tersusun dalam salinan permendikbud nomor 45 tahun 2015. Tadinya ingin optimis dengan adanya permendikbud baru pengganti permendikbud nomor 68 tahun 2015.
 
TIK sebagai mata pelajaran harus didukung oleh semua

TIK sebagai mata pelajaran harus didukung oleh semua

Peran guru TIK dan KKPI masih tetap sama dengan sebelumnya. TIK tetap saja sebagai bimbingan, dan bukan mata pelajaran. Artinya, kemdikbud belum mampu mengabulkan permohonan guru TIK dan KKPI agar matpelnya kembali seperti dalam kurikulum 2006.
 
Matpel TIK diganti prakarya dalam kurikulum 2013 dengan alasan 30 persen sekolah belum teraliri listrik. Pertanyaannya adalah haruskah kita mengorbankan siswa yang 70 persen? Sungguh ini menjadi tidak adil dan ketika pendidikan dilakukan tidak berdasarkan rasa keadilan, maka tunggulah kehancurannya.

Baca lebih lanjut

Kembalikan TIK sebagai Mata Pelajaran

Mohon kiranya kawan-kawan yang membaca tulisan ini membantu kami. Mata pelajaran TIK dihapuskan dalam struktur kurikulum 2013. Lalu kemudian dijadikan bimbingan TIK sesuai dengan permendikbud nomor 45 tahun 2015.  Generasi penerus bangsa ini butuh pelajaran yang mengajarkan kepada mereka akan arti pentingnya dasar-dasar yang kuat untuk menancapkan pemahaman kepada mereka akan arti penting ETIKA dan MORAL pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Dari hasil survei di facebook group komunitas guru TIK dan KKPI, mayoritas guru dan siswa menginginkan mata pelajaran TIK kembali sebagai mata pelajaran. Selama ini, bimbingan TIK masih mengundang banyak persoalan di sekolah dan komunitas guru TIK dan KKPI hanya minta regulasi dari kemdikbud agar mata pelajaran TIK di SD, SMP dan SMA sudah ada lagi di tahun pelajaran 2016/2017. Juga mata pelajaran KKPI di SMK yang namanya diganti menjadi simulasi digital.

Alasan pemerintah menghilangkan mata pelajaran ini di antaranya pembelajaran sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan TIK sebagai mata pelajaran khusus yang harus diajarkan.

Selain itu, jika TIK masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan laboratorium komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya, belum lagi banyak sekolah yang belum teraliri listrik.

Menurut para guru TIK, jika TIK dianggap akan memberatkan pemerintah karena implikasinya pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarananya maka terkesan pemerintah ingin lepas dari tanggung jawab karena anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen sudah tinggi. Pemerintah pusat harus bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan setiap sekolah memiliki komputer dan internet.

Selain itu, dengan adanya TIK sebagai mata pelajaran, maka pemerintah secara tidak langsung akan dipaksa untuk membangun infrastruktur listrik dan mengalirkannya hingga pedesaan. Dengan demikian Indonesia akan maju semakin pesat. Terbuktyi program kerja pemerintah agar ujian nasional berbantuan komputer akan semakin berjalan baik, sebab semua sekolah akan bisa mengikutinya.

Lab komputer smp labschool jakarta

Lab komputer smp labschool jakarta

Perlu dicermati bahwa keberadaan mata pelajaran TIK selama kurun waktu 10 tahun terakhir membawa perubahan besar terhadap wajah pendidikan dan menjadi pemicu akselerasi sistem pembelajaran di Indonesia. Sekarang ini sudah mulai banyak siswa melek tik dan harus diakui masih 76 % angkatan kerja kita yang lulus SD dan SMP. Adalah sebuah kebutuhan dan keharusan bila TIK terus dikembangkan oleh pemerintah agar bisa dinikmati oleh angkatan muda Indonesia. Dari matpel TIK akan kita mulai kemandirian TIK sebagai bangsa.

Usulan pak Onno W Purbo (Pakar TIK di Indonesia) dalam suratnya ke mendikbud terdahulu adalah penguatan pondasi pendidikan yang terkait TIK:

  1. Mata Pelajaran TIK tetap di pertahankan. Lebih baik lagi jika di kembangkan untuk menunjang transformasi seluruh sekolah menjadi e-learning / e-school.
  2. Ubah isi mata pelajaran TIK menjadi penunjang explorasi pengetahuan siswa. Dengan kondisi yang ada di sekolah terutama di daerah, tidak mungkin kita mengandalkan guru-guru mata pelajaran normal untuk membantu explorasi pengetahuan berbasis TIK.
  3. Saran saya, ubah isi TIK dari skill menggunakan komputer menjadi keterampilan untuk explorasi pengetahuan, seperti, simulasi berbagai bidang ilmu, akses ke e-library, online learning menggunakan moodle, dll.
  4. Berdayakan guru TIK agar mendukung explorasi pengetahuan & e-learning berbasis open source. Proses transformasi sekolah menjadi sekolah berbasis TIK hanya dimungkinkan jika kita memberdayakan dengan baik guru TIK.
  5. Kita perlu menyiapkan modul sekolah berbasis TIK dan Training of Trainer bagi para guru TIK bahkan menyekolahkan mereka ke jenjang yang lebih tinggi

Banyak masiswa TIK di perguruan tinggi memberikan masukan agar TIK dikembalikan sebagai mata pelajaran lagi, dan materinya diperbaharui supaya bisa digunakan sebagai dasar di perguruan tinggi.  Sehingga saat di perguruan tinggi, mereka tidak lagi belajar dari nol. Terutama tentang materi computer programing atau coding.

Seorang guru curhat di fb group kogtik.

“1 Dari 3 ruang tuk CBT / UNBK telah SIAP
sampai sampai anak anak ngga boleh menggunakan nya
‪#‎gagalfaham‬”

Guru tersebut curhat karena lab komputer tidak boleh digunakan untuk pelajaran TIK dan hanya dipakai untuk perispan ujian nasional berbasis komputer. Tentu ini mendapatkan reaksi keras dari kami guru TIK di Indonesia.

“Justeru itu Oom .. .. .. Pelajaran TIK ngga boleh ke Lab karena Lab nya sedang dipersiapkan tuk UNBK katanya .. .”

“Lab Komputer harus bisa dpakai untuk kegiatan belajar mengajar  mata pelajaran tik, akses internet kbm mapel lain & try out cbt dgn cara change ip setting fr static to dhcp vv. Jangan lupa pakai server moodle sbg cbt server nu/ uh, uts, uas, to nya.” begitulah salah seorang guru ikut bantu menjelaskan.

Lab komputer smp labschool jakarta

Lab komputer smp labschool jakarta

Di koran kompas dituliskan:

UN Berbasis Komputer di 4.468 Sekolah

Persiapan Ujian Nasional (UN) 2016 yang dijadwalkan 4-7 April 2015 untuk jenjang SMA/SMK/MA sudah berjalan. Khusus UN berbasis komputer, 4-12 April, ujian akan dilakukan di 1.030 SMP/MTs, 1.324 SMA/MA, dan 2.114 SMK. Total sekolah yang menggunakan ujian berbasis komputer mencapai 4.468 dengan jangkauan 929.000 murid. Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Senin (1/2), dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud Nizam menambahkan, hari ini master soal dikirim ke percetakan. Adapun untuk ujian perbaikan, 22 Februari-5 Maret, peserta ujian sudah bisa melihat tempat ujian. Jumlah peserta mencapai 69.690 orang. Murid yang berada di kabupaten/kota yang tak ada sekolah penyelenggara UN berbasis komputer dan UN perbaikan bisa memilih sekolah di kabupaten/kota lain terdekat. (LUK)

Mohon kemdikbud memperhatikan himbauan kami. Program bimbingan TIK kami pastikan tidak akan berjalan mulus, sebab hasil survey kami menunjukkan mayoritas guru tik menghendaki adanya mata pelajaran tik dan bukan bimbingan tik. Mohon segera kembalikan mata pelajaran TIK dan KKPI dalam struktur kurikulum 2013. Save TIK dan KKPI harga mati adalah slogan kami.

Sebagian besar peserta didik menyayangkan apabila mapel tik dihilangkan dalam kurikulum, karena satu satunya pembelajaran yang efektif adalah dalam mata pelajaran yang terstruktur dan materinya bisa diberikan secara sistematik. Yuk kita sukseskan gerakan nasional kembalikan matpel tik di kurikulum 2013 dengan mengupload foto-foto siswa belajar computer disekolah masing masing melalui twitter dan media social lainnya.

Seorang siswa menuliskan komentar di blog omjay:

Sebagai siswa saya sangat tidak setuju dengan kurikulum ini, karena pelajaran TIK dihapuskan dari mata pelajaran , seharusnya pemerintah melihat dampak baik dari TIK dan mendukung sepenuhnya bukan malah mengilangkan dan menghapuskannya di dalam kurikulum. Saya sangat setuju dengan sikap yang dilakukan oleh guru-guru TIK dalam mempertahankan TIK sebagai mata pelajaran.

Adapun keputusan pemerintah terdahulu yang menghapuskan mata pelajaran TIK dari struktur kurikulum secara tidak langsung telah berdampak pada ketersediaan perangkat komputer di sekolah. Sejak kebijakan yang mengundang polemik tersebut dikeluarkan, tidak sedikit laboratorium komputer yang dimiliki oleh sekolah-sekolah berubah fungsi menjadi ruang kelas maupun gudang. Akibatnya, pengadaan perangkat komputer pun tidak lagi menjadi prioritas sekolah sehingga kegiatan evaluasi belajar berbasis TIK seperti yang diharapkan oleh pemerintah sangat sulit untuk dilaksanakan. (Ramdan Hamdani, penulis)

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Omjay, Guru yang Suka Menulis dan “Nge-blog”

omjay-kompas-cetak

KOMPAS.com – Menulis setiap hari jadi aktivitas wajib bagi Wijaya Kusumah (42), guru teknologi informasi dan komunikasi di SMP Labschool Jakarta. Menulis di blog membuat Omjay, panggilannya, semakin produktif. Ia pun meraih berbagai penghargaan dan menerbitkan buku.

Omjay tak hanya dikenal sebagai guru yang aktif nge-blog di berbagai blog gratisan hingga berbayar. Berkat nge-blog, bapak dua anak ini tak lagi terbatas sebagai guru ataupun praktisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sesuai dengan bidang kuliahnya.

Dari kerapnya menempatkan (posting) tulisan tentang pendidikan di blog, ia dikenal piawai sebagai pelatih untuk menulis, nge-blog, dan penelitian tindakan kelas, terutama di kalangan guru hingga penulis buku pelajaran, pengayaan, dan motivasi.

Meski punya banyak blog, Omjay mengaku jatuh cinta pada blog Kompasiana. Dia termasuk kumpulan bloger perdana yang meramaikan Kompasiana.

”Saya menulis setiap hari di Kompasiana. Saya senang karena di sini ramai, guyub, dan interaksinya jalan,” kata Omjay yang meraih penghargaan Guru Paling Nge-Blog dalam perayaan ulang tahun Blog Kompasiana bertajuk Kompasianival ”Hero Inside You” tahun 2012.

Tak berhenti sebagai bloger, bersama bloger Bekasi, ia mendirikan komunitas bloggerbekasi.com.

Ide tulisan tak sulit muncul di benaknya. Lancarnya inspirasi tulisan tak lepas dari hobinya membaca. Ia juga rajin mengikuti seminar dan pelatihan untuk mengasah ilmu dan kompetensi.

Kisah seputar pengalaman menjadi guru, siswa, ataupun isu pendidikan menjadi bahan tulisan yang siap dia olah dalam blognya. Gaya penulisan yang dikembangkan disebut Omjay ”renyah”, mudah dan menarik dibaca siapa saja.

Buah manis dipetik Omjay dari keranjingannya nge-blog. Setidaknya delapan buku sudah diterbitkan dari hasil tulisannya di blog. Dari sini ia mengusung motto ”menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”. Itu kemudian menjadi salah satu bukunya.

Ada juga buku pelajaran untuk siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP tentang TIK yang dia tulis bersama tim guru TIK di Labschool Jakarta. Tulisannya bersama Dedi Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, termasuk laris, seperti halnya buku Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya.

Tawaran untuk menerbitkan buku dari nge-blog terus berdatangan dari penerbit. Ia tengah menyiapkan buku barunya, Catatan Harian Seorang Guru Blogger. ”Menulis sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Saya sudah membuktikan manfaat nge-blog dan menulis,” katanya.

Mengajak guru

Menjadi guru bloger membuat Omjay laris sebagai pembicara dan pelatih di banyak daerah. Ia memang ingin menularkan kebiasaan menulis kepada para guru. Ia makin bersemangat menularkan kemampuan menulis dan melek internet di kalangan guru karena didukung organisasi guru, Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Bersama para guru di IGI yang tersebar di banyak daerah, ia berkeliling membuat guru-guru Indonesia melek internet, piawai menulis, hingga membuat karya ilmiah lewat penelitian tindakan kelas. ”Saya ke Sumenep, dari 50 guru hanya dua yang melek internet. Namun, mereka antusias belajar. Saya jadi semangat untuk berbagi,” ujarnya.

Menurut Omjay, setidaknya 10 persen dari sekitar 2,9 juta guru harus mendapatkan pelatihan menulis dan nge-blog. ”Biar mereka jadi guru yang hebat. Mereka bisa membuat bahan ajar sendiri dan menginspirasi murid,” ujar Omjay yang meraih juara pertama Lomba Blog tingkat Nasional dari Pusat Bahasa Depdiknas (2009) dan juara kedua Guraru Acer Award (2011).

Demi berbagi dengan sesama guru, Omjay tak jarang merogoh koceknya untuk membuat pelatihan menulis dan melek internet. Hadiah uang dari berbagai lomba nge-blog atau menulis yang dia dapat sering dipakai untuk menggelar pelatihan menulis yang murah, bahkan gratis, buat guru.

Menulis di blog menjadi media yang ampuh untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pendidikan. Omjay secara tegas dan yakin menolak Kurikulum 2013. Tulisan di blognya tersebar luas dan memengaruhi guru lain.

Ia bersama mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta dan IGI menggelar seminar tentang Kurikulum 2013 dan kesiapan guru. Ia proaktif menyebarkan informasi tentang Kurikulum 2013 dan kebijakan pendidikan dari pusat lewat blognya agar bisa segera diketahui guru se-Indonesia.

Langsung jatuh cinta

Omjay memang tak asing dengan komputer dan internet karena latar belakang pendidikannya teknik elektro di IKIP Jakarta. Soal menulis, ia menyebut sebagai titisan sang ayah, penulis buku sejarah Angkatan Laut.

Kecintaannya nge-blog berkat jasa rekannya, Dedi Dwitagama, guru SMK, yang memperkenalkan dia untuk menulis di blog pada 2007. ”Saya langsung jatuh cinta pada blog,” katanya.

Bagi Omjay, menulis di blog mengasyikkan. Selain murah, lebih cepat dibaca, juga ada interaksi dengan pembaca. ”Tulisan kita langsung bisa dikomentari. Saya pernah ’dikeroyok’ bloger lain yang enggak suka tulisan saya,” ujar Omjay yang rajin membalas komentar pembaca di blognya.

Motivasi menulis di blog semakin kuat saat mengetahui ada rektor di Malang yang memperoleh rekor MURI sebagai rektor pertama yang nge-blog. Selain itu, ada Chappy Hakim sebagai perwira tinggi bintang empat pertama yang tulisannya di blog Kompasiana diterbitkan menjadi buku. Sementara belum ada guru yang nge-blog atau menulis dan memperoleh rekor MURI.

Menurut Omjay, kita mesti realistis, Indonesia adalah negara kepulauan. Jadi, menulis lewat blog itu penting agar informasi cepat tersebar, murah, dan mampu membangun interaksi.

http://edukasi.kompas.com/read/2013/05/29/09472471/Omjay..Guru.yang.Suka.Menulis.dan.Nge-blog

Semnas Computer Science di Kemdikbud

SMA Labschool Jakarta

Siswa SMA Labschool Jakarta di Bonton Amerika Serikat

labshool

 

SMA Labschool Jakarta Satu-satunya Perwakilan Indonesia dalam Harvard Model United Nations (HMUN) 2016 di Boston, Amerika Serikat

Konferensi simulasi sidang PBB tingkat SMA sedunia kembali dihelat oleh Universitas Harvard. Simulasi sidang PBB ini dilaksanakan oleh Universitas Harvard yang dikenal dengan nama Harvard Model United Nations (HMUN). HMUN 2016 dilaksanakan pada 28-31 Januari 2016 di Hotel Sheraton, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. HMUN kali ini merupakan konferensi yang ke-63. Sebagai konferensi model simulasi sidang PBB yang tertua dan paling bergengsi di dunia, tidak mengherankan jika jumlah peserta HMUN mencapai 3.500 siswa. Seperti yang dilaporkan Gregory C. Dunn (Sekretaris Jenderal) HMUN 2016. HMUN merupakan konferensi simulasi sidang PBB yang diperankan oleh para pelajar setingkat SMA dari seluruh dunia. Pelaksanaan HMUN tiap tahunnya dilaksanakan sekitar Januari atau Februari, bertepatan dengan musim dingin dan salju di Pantai Timur Amerika Serikat. Walaupun suhu berada sekitar 3 derajat celcius, namun tidak mengurangi antusiasme pelajar seluruh dunia untuk menghadiri simulasi persidangan para diplomat ini.

Universitas Harvard adalah kampus yang pertama kali menyelenggarakan simulasi sidang PBB ketika organisasi internasional ini masih bernama Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1927. Sebagai kampus yang paling prestisius (di samping kampus lainnya seperti MIT dan Universitas Boston yang juga terletak di kota Boston), penyelenggaraan HMUN menjadi salah satu kegiatan kelas dunia yang didambakan oleh pelajar dari berbagai negara. Ada 3 faktor yang menyebabkan HMUN menarik bagi pelajar dunia adalah; Pertama, HMUN diselenggarakan oleh salah satu universitas paling bergengsi dan berkualitas di dunia yakni Universitas Harvard. Kedua, HMUN adalah model simulasi sidang PBB pertama atau yang paling tertua di dunia. Ketiga, HMUN menjadi ajang bertemunya para pelajar terpilih tingkat dunia untuk mendiskusikan, memperdebatkan, bersidang, mencari solusi dan berdiplomasi tentang isu-isu atau permasalahan global saat ini. Simulasi sidang PBB atau sering dikenal dengan sebutan MUN (Model United Nations) adalah simulasi sidang PBB yang bertujuan untuk melatih dan membangun kemampuan berdiplomasi, bersidang, berdebat, membuat resolusi, teknik lobi, kepercayaan diri dan tentunya sarat dengan nilai-nilai keberagaman.

Dalam ajang HMUN tahun 2016 ini jumlah peserta sebanyak 3.500 delegasi, berasal dari sekitar 250 sekolah yang mewakili 38 negara di dunia. Seperti yang disampaikan Gregory C. Dunn dalam sambutannya sore ini, Kamis 28 Januari 2016 bertempat di Hynes Convention Center, Hotel Sheraton pukul 17.00-18.30 waktu Boston, Amerika Serikat. Tentu yang menjadi kebanggaan, Indonesia pun tak ketinggalan menjadi salah satu negara yang berpartisipasi dalam konferensi HMUN tahun ini. Sedangkan satu-satunya sekolah yang mewakili Indonesia dalam ajang HMUN 2016 ini adalah SMA Labschool Jakarta. Bahkan dalam skala regional, wakil negara yang berasal dari ASEAN hanya Indonesia (SMA Labschool Jakarta) dan Singapura. Indonesia berhadap-hadapan langsung dengan negara lain dalam dan lintas benua seperti; India, Cina, Jepang, Banglades, Pakistan, UEA, Korea Selatan, Perancis, Inggris, Jerman, Italia, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Kanada, Brazil, Kuba, tentunya tuan rumah Amerika Serikat dan puluhan negara lainnya. Hal ini tertera dalam Buku Panduan Peserta HMUN 2016 halaman 34. Para delegasi dari SMA Labschool Jakarta yang lolos seleksi dan diterima panitia berjumlah 23 siswa dan didampingi oleh 3 guru pendamping, yakni Satriwan Salim, Suparno Sastro Suwarno dan Nuniek Qurniasih. Keduapuluhtiga pelajar SMA Labschool Jakarta ini bersidang sesuai dengan komisi-komisi seperti WHO, Social Humanitarian and Cultural Committee, Disarmament and International Committee, Special Summit on Biotechnology, Islamic Educational, Scientific and Cultural, Economic and Financial Committee dan banyak lagi. Tiap-tiap komisi menyelesaikan persoalan dengan satu topik permasalahan, yang sudah ditentukan oleh panitia sebelumnya. Oleh karena itu, tentulah sangat membanggakan bagi Indonesia, bahwasanya ada siswa-siswi Indonesia yakni SMA Labschool Jakarta yang mengikuti ajang bergengsi HMUN 2016 ini.

Dalam kata sambutan yang ditulis oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon, HMUN sangat strategis bagi pelajar dunia untuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan yang tengah dihadapi dunia internasional saat ini. Seperti masalah konflik, kekerasan, eksploitasi, pelanggaran HAM, kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh “violent extremists” (istilah yang dituliskan Ban Ki-moon), keputusasaan karena hampir 60 juta penduduk dunia terusir dari rumahnya yang jumlah tersebut melebihi korban perang dunia kedua. Ban Ki-moon berharap para delegasi HMUN 2016 mampu mempromosi Baca lebih lanjut