
Buku Penelitian Tindakan kelas
Ketika saya diminta kata pengantar oleh kedua penulis buku ini, yang paling menggunggah saya bukan bukunya yang tebal dan juga bagus, tetapi lebih tertarik kepada para penulisnya, yakni para ‘GURU’.

Buku Penelitian Tindakan kelas
Ketika saya diminta kata pengantar oleh kedua penulis buku ini, yang paling menggunggah saya bukan bukunya yang tebal dan juga bagus, tetapi lebih tertarik kepada para penulisnya, yakni para ‘GURU’.
Saya tak pernah menduga kalau hasil kolaborasi saya dengan pak Dedi Dwitagama menghasilkan sebuah buku yang bermutu bagi para guru. Awalnya hanya sekedar berbagi informasi antar sesama blogger di dunia maya, dan tiba-tiba kami merasakan hal yang sama bahwa banyak guru yang belum memahami penelitian tindakan kelas (PTK).
Lanjut membaca
Ditulis pada Blogroll
Di-tag buku ptk, kolaborasi guru, Penelitian Tindakan Kelas, penulis buku ptk
Belilah buku PTK kami edisi kedua di kota anda. Silahkan menghubungi penerbit indeks di telp. 021 58350047 Fax 021-58350365 atau Pak Wiranto Hp. 081398916712 bag. Marketing
Ditulis pada Blogroll
Di-tag buku best seller, buku ptk, Penelitian Tindakan Kelas, penerbit indeks, wijaya labschool
WORKSHOP NASIONAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
tema:
”Mengembangkan Potensi Unik Peserta Didik Melalui PTK”
I. LATAR BELAKANG
Dewasa ini, dengan adanya sertifikasi guru para pendidik dituntut untuk mampu meneliti. Tuntutan agar guru mampu meneliti semakin gencar dilakukan oleh pemerintah. Hal itu dibuktikan dari laporan portofolio guru yang mensyaratkan melampirkan karya tulisnya dalam sertifikasi guru dalam jabatan karena hal itulah maka guru-guru di sekolah harus dapat meneliti di kelasnya sendiri dengan tujuan memperbaiki kualitas pembelajarannya melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK sesungguhnya merupakan implementasi dari kreativitas dan kekritisan seorang guru terhadap apa yang sehari-hari diamati dan dialaminya sehubungan dengan profesinya untuk menghasilkan kualitas pembelajaran yang lebih baik sehingga mencapai hasil belajar yang optimal.
Teacher, Motivator, Trainer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK.
Wijaya adalah Dosen STMIK Muhammdiyah Jakarta, dan Guru TIK SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil “OMJAY”. Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, “Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur”. Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com
Ditulis pada Blogroll

Alhamdulillah, senang sekali bisa belajar dan berbagi ilmu PTK di MTs Negeri Tangerang 2, Pamulang Ciputat, Banten. Ada sekitar 40 orang guru di sekolah ini yang hadir untuk mengikuti Pelatihan dan Workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Januari 2011.
Ditulis pada Blogroll, Pendidikan
Di-tag mtsn 2 tangerang, omjay, Penelitian Tindakan Kelas, pytk
Senang sekali bisa belajar dan berbagi ilmu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kepada teman-teman guru di STIKES U’budiyah Indonesia Banda Aceh. Sabtu, 11 Februari 2012 saya ditemani pak Dedi Dwitagama diberi kepercayaan untuk memberikan pengalaman kami dalam melakukan PTK. Sekitar 50 orang guru yang luar biasa hadir di plenary hall STIKES yang sangat megah, dan berbagi kisah tentang masalah yang mereka hadapi dalam pembelajaran di kelas.
Ditulis pada Pendidikan
Di-tag omjay, pelatihan omjay, Penelitian Tindakan Kelas, ptk aceh, stikes ubudiyah, wijaya kusumah, worskhop ptk
Dalam pelatihan penelitian tindakan kelas (ptk) hari ini, sabtu 18 februari 2012 ada seorang guru yang bertanya kepada saya.
“Saya kok gak bisa nulis pak?” Saya pun tersenyum mendengarkan pertanyaannya, dan mencoba menjawab pertanyaannya dengan penuh semangat tinggi.
Ditulis pada Pendidikan
Di-tag omjay, pelatihan ptk, Penelitian Tindakan Kelas, PTK, sman 1 tambun selatan
Senang rasanya bisa berbagi ilmu menulis kepada teman-teman guru dan mahasiswa di acara Planeducation Forum Ide Kita FIP UNJ. Saya diminta memberikan materi “Menulis, Akses Eksistensi Diri” pada Sabtu, 26 Mei 2012 di Aula Daksinapati Fakultas Ilmu Pendidikan Kampus A Rawamangun Jakarta Timur.

Di tempat itu, kami berbagi ilmu kepenulisan dan belajar menulis kreatif sesuai dengan gaya menulis kami masing-masing. Ada sekitar 30 orang guru dan mahasiswa hadir dalam acara ini. Mereka ingin belajar menulis, dan mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru dalam acara Planeducation 2012.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Ketua Panitia Planeducation, dan Ketua Forum Ide Kita, Dewi Muryani. Mahasiswi berprestasi dari FIP ini menyampaikan kepada peserta bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun dan telah menjadi program kerja dari organisasi kemahasiswaan FIP UNJ.
Ketua Panitia, Wulandari juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada saya selaku nara sumber, dan para peserta yang sudah hadir dalam acara planeducation 2012. Wulandari memohon maaf bila dalam pelaksaan kegiatannya ada beberapa kekurangan dari panita. Saya pun memahaminya, karena mereka masih berstatus mahasiswa.
Setelah diberikan kesempatan oleh moderator untuk memberikan materi, saya langsung bercerita pengalaman saya sebagai seorang guru kepada peserta yang hadir. Sayapun langsung berinteraksi dengan mereka dengan turun dari panggung utama. Dengan demikian suasana kegiatan semakin mencair, dan saya pun merasakan kemudahan saat memberikan materi.
Alhamdulillah, suasana semakin terasa hangat antara pembicara dengan peserta, terjadi interaksi imbal balik. Para peserta pun langsung aktif melakukan kegiatan yang saya minta untuk dikerjakan secara langsung, yaitu praktik menulis dengan secarik kertas yang dibagikan oleh panitia.
Saya memulai praktik menulis dari sesuatu yang sangat sederhana dulu. Saya meminta Peserta Planeducation untuk belajar Menulis tentang Who Am I di Secarik Kertas. Saya minta mereka untuk menuliskan “siapa saya” di selembar kertas itu. Saya minta mereka menuliskan dengan gaya mereka sendiri.
Hasilnya sungguh luar biasa! Para peserta ternyata mampu menuliskan siapa dirinya dengan baik. Selain itu, Peserta Planeducation saya minta menuliskan tentang Tokoh Idola yang disukainya.
Setelah mereka selesai menuliskan dan menuangkan apa-apa yang ada dalam pikirannya, saya minta mereka untuk memberikan secarik kertas yang sudah ditulisnya kepada para peserta lainnya. Lalu saya minta Peserta Planeducation membacakan hasil tulisan temannya yang menginspirasi.
Peserta Planeducation saling membacakan hasil tulisan temannya yang menginspirasi, dan saya sangat mengapresiasi tulisan teman-teman guru dan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini. Ternyata, semua peserta memiliki kemampuan menulis. Hanya saja belum terlatih karena belum terbiasa menulis. Saya menyarankan mereka untuk menuliskannya di blog.
Panitia Mengumumkan Dooeprize kepada para peserta yang beruntung
Usai saya memberikan materi, Panitia Mengumumkan Doorprize kepada para peserta yang beruntung. Mereka yang beruntung mendapatkan buku dan hadiah dari panitia Planeducation 2012.
Sebagai seorang blogger dan penulis buku, tak lupa saya mempromosikan atau mengkampanyekan Buku Terbaru saya yang diterbitkan oleh Penerbit Indeks di tahun 2012.
Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia Planeducation yang telah mengundang saya. Ternyata panitianya kebanyakan mahasiswi. Saya pun berdecak kagum dengan kerja panitia yang luar biasa. Sampai ketemu di acara forum ide kita yang lainnya. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat untuk semua. Dalam hati saya berkata, “Wow! Ternyata mahasiswi UNJ Cantik-cantik Loh!”

Ternyata Mahasiswi UNJ Cantik-cantik loh!
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Berbagi Ilmu Menulis di Acara Planeducation Forum Ide Kita FIP UNJ
Ditulis pada Blogroll
Semoga teman-teman guru dalam keadaan bahagia. Bahagia di rumah bersama keluarga tercinta, dan bahagia bersama peserta didik di rumah kedua. Rumah yang biasa disebut sekolah. Rumah tempat pembelajaran dilakukan antara guru dengan muridnya. Rumah dimana terjadi pembelajaran yang menyenangkan. Terjadi interaksi yang harmonis antara pendidik dengan peserta didik.
Interaksi terjadi, bila guru senang melakukan sesuatu yang baru. Guru berusaha mencoba berbagai metode pembelajaran dari apa yang telah dibacanya. Banyak membaca akan membuat guru menemukan sesuatu hal yang baru. Sesuatu yang dibaca dari buku atau artikel yang bermutu. Pergi ke perpustakaan sekolah atau browsing di internet untuk membaca adalah langkah awal dalam mencari informasi atau pengetahuan. Pergi ke toko buku dan membeli buku baru sangat bagus dilakukan oleh para guru agar ilmu yang dikuasai senantiasa terupdate dari buku baru yang dibacanya.
Malas membaca akan mengakibatkan guru tak akan menemukan hal-hal baru. Malas mencoba membuat guru melakukan praktik pembelajaran yang tak pernah berubah dari tahun ke tahun. Materi pun itu lagi, itu lagi. Tak ada variasi dalam pembelajaran, dan akhirnya membuat peserta didik menjadi jenuh dan membosankan. Pada akhirnya, pembelajaran tidaklah menyenangkan, dan berkualitas. Siswapun serasa terpenjara karenanya. Tak ada interaksi antara guru dan siswanya.
Banyak membaca akan membuat guru bertambah ilmu. Ilmu didapat dari proses membaca yang tak pernah putus. Guru yang malas membaca akan tertinggal dengan ilmu-ilmu baru dalam dunia pendidikan yang terus berkembang. Berbagai metode dan model pembelajaran harus dipelajari dan dipraktikkan langsung dalam pembelajaran. Semua itu harus dimulai dengan sebuah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi diri. Tanpa disadari guru akan terus melakukan penelitian tindakan kelas atau ptk yang dituliskan dalam catatan anekdotal atau catatan harian seorang guru. Guru pun bercerita kepada teman sejawat dari apa yang sudah dikerjakannya.
Banyak membaca akan membuat guru mampu menulis. Guru akan mampu menuliskan apa-apa yang telah dibacanya. Jangan pernah malas dalam membaca, sebab membaca akan membuat guru tahu apa saja yang harus dilakukannya. Sesuatu yang dilakukan dengan ilmu, akan berbeda hasilnya daripada yang tidak dilkaukan dengan ilmu. Orang yang berilmu pastilah senang dan hobi membaca. Mereka akan selalu haus akan ilmu. Dahaga ilmu akan tertunikan bila guru suka membaca.
Guru yang suka membaca akan disenangi peserta didiknya, bila mengamalkan ilmu yang sudah dibacanya. Guru akan terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk mencerdaskan peserta didiknya. Tak boleh lagi terdengar, jadi guru kok malas baca?
Salam blogger persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com
Ditulis pada Blogroll
Sabtu, 12 Mei 2012, omjay dan Pak Dedi Dwitagama kembali diminta oleh Prima Edutama untuk memberikan materi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kepada teman-teman guru di SDIT Fitrah Hanniah Cibitung Bekasi. Hadir sekitar 150 orang guru dari beberapa sekolah yang ada di kabupaten Bekasi. Mereka berkumpul dalam rangka menimba ilmu PTK di sekolah yang beralamat di Jl. B. Bossih Raya Rt.005/02 Wanasari Cibitung. Foto lengkap ada di facebook sini.
Pak Dedi Dwitagama Berinteraksi dengan para peserta Workshop PTK
Acara dibuka oleh kepala UPDT kabupaten Bekasi, dan mendapat sambutan dari Kepala SDIT Fitrah Hanniah serta ketua Panitia Pak Didi Suradi. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Jaringan Sekolah Islam Terpadu dan Prima Edutama yang terbiasa mengadakan event kegiatan workshop seperti ini.
Pak Dedi Dwitagama Membagi Peserta Workshop ke dalam Beberapa Kelompok
Pak Dedi Dwitagama memberikan materi motivasi berprestasi melalui penelitian, dan membuat acara semakin hidup di sesi pertama. Pak Dedi bercerita panjang lebar tentang pengalamannya sampai beliau menjadi kepala sekolah, dan menyusun buku PTK bersama omjay.
Terus terang omjay salut dengan kepala sekolah yang satu ini. Beliau mewajibkan para peserta didiknya untuk ngeblog dan memposting tulisan minimal 150 postingan sebelum lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tak salah bila beliau terpilih sebagai kepala sekolah teladan dan berprestasi. Kini Pak Dedi Dwitagama ditugaskan untuk memimpin SMKN 29 Penerbangan, Jakarta Selatan.
Di jaman beliau memimpin sekolah SMKN 29 inilah anak-anak SMK Penerbangan sudah bisa merakit mesin pesawat terbang sendiri, dan akhirnya mengundang mendikbud Prof. Muh. Nuh untuk berkunjung ke sekolah ini di saat UN berlangsung. Sungguh sebuah prestasi yang sangat luar biasa.

Pemenang Lomba Menulis Intip Buku, ibu Mugi dan Mas Heri Berfoto bersama dengan Omjay dan Pak Dedi
Usai pak Dedi memberikan materi motivasi, saya pun tampil memberikan materi mengenal PTK. Namun sebelum saya memberikan materi PTK, terlebih dahulu saya umumkan dan perkenalkan para pemenang lomba menulis liputan intip buku kepada para peserta. Hadir dalam kesempatan itu dua orang pemenangnya, yaitu ibu Siti Mugi Rahayu, dan Mas Heri Purnomo. Sedangkan Choirul Huda berhalangan hadir karena ada kuliah.
Setelah memberikan hadiah kepada para peserta, barulah saya memulai presentasi apa yang dimaksud dengan PTK, dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar guru dapat membuat proposal PTK dengan baik.
Cara Membuat Proposal dan Laporan PTK
Dalam membuat proposal dan Penulisan laporan penelitian PTK tentu harus sesuai dengan ketentuan yang ada, berikut ini adalah ketentuan yang diberlakukan dalam pembuatan proposal dan laporan PTK yang terdapat dalam buku Rambu-rambu Pelaksanaan PLPG tahun 2012 :
Maksimal 20 kata, spesifik, jelas menggambarkan masalah yang diteliti, tindakan untuk mengatasi masalah, hasil yang diharapkan, dan tempat penelitian
a. Keberadaan masalah nyata, jelas, dan mendesak
b. Penyebab masalah jelas
c. Masalah dan penyebabnya diidentifikasi secara jelas
a. Rumusan masalah dalam bentuk rumusan masalah PT/PTK
b. Bentuk tindakan untuk memecahkan masalah sesuai dengan masalah
c. Secara jelas tampak indikator keberhasilan
Sesuai dengan rumusan masalah
Jelas manfaat hasil penelitiannya
a. Relevansi antara point-point yang dikaji dengan permasalahan
b. Jelas kerangka berpikir penelitiannya
a. Jelas subjek, tempat, dan waktu (setting) penelitian
b. Ada perencanaan rinci langkah-langkah (skenario) PTK
c. Jelas dan tepat siklus-siklusnya
d. Kriteria keberhasilan
Jelas jadwal penelitiannya dalam bentuk Gantt Chart (tindakan dimulai bulan Juli)
Penulisan daftar pustaka sesuai ketentuan penulisan karya tulis ilmiah
Bahasa yang digunakan harus bahasa baku atau ilmiah
Demikianlah sedikit informasi tentang belajar dan berbagi ilmu PTK kepada teman-teman guru di SDIT Fitrah Hanniah, Cibitung Bekasi. Semoga bermanfaat untuk pembaca.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Ditulis pada Pendidikan

Omjay dan kang Agus Hermawan
Usai berolahraga minggu pagi di Batununggal Bandung, kami sekeluarga kembali ke rumah mertua dan kakak ipar saya di jalan Jamika Bandung. Tepatnya di belakang Apotik Jamika Bandung. Kakak ipar saya langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan apotik jamika yang kalau hari minggu tutup.
Waktu di jam ponsel saya hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi. Saya pun langsung memesan kopi susu di depan warung sambil beristirahat sejenak. Ketika hendak menikmati kopi susu, kang Agus Hermawan menelepon saya. Rupanya, Beliau sudah sampai tepat di samping kanan saya. Lalu saya pun melambaikan tangan kepadanya, dan kamipun saling melihat. Di tempat ini kami janjian untuk saling bertemu berbagi ilmu, dan pengalaman kamis masing-masing.
Saya ajak kang Agus menikmati kopi susu sambil ngobrol sejenak di pinggiran jalan jamika kota Bandung. Kang Agus lalu memarkirkan motornya di samping warung. Kami langsung mengobrol sambil menikmati panasnya kopi susu, dan panasnya sang mentari. Di depan kami kendaraan bermotor hilir mudik tiada henti. Itulah pemandangan biasa yang saya lihat bila sedang santai menikmati suasana kota Bandung yang padat dan ramai. Kota Bandung kini dipadati dengan kendaraan bermotor dari luar daerah. Banyak mobil berplat Jakarta atau daerah lainnya berseliweran di depan mata.
Setelah puas menikmati kopi susu panas, saya ajak kang Agus Ke kantor Kakak Ipar saya yang menjadi pengusaha genteng metal dan berjaringan. Di tempat itu kita bisa ngobrol santai tanpa diganggu oleh anak-anak. Namun sayang, kantornya tutup, dan kunci ternyata dititipkan ke pak RT. Sedangkan motor yang biasa saya pakai berkeliling kota Bandung ada di depan kantor. Untunglah gak ada orang jahat mengambil motornya.
Saya telepon kakak ipar, dan kami diminta ke rumahnya saja untuk mengobrol. Kang Agus lalu saya ajak ke rumah kakak ipar yang jaraknya tak jauh dari kantornya. Di rumah kakak ipar kami mengobrol dan saling bersilahturrahim. Rupanya kang Agus membawa oleh-oleh buat saya sekeluarga. Senang sekali menerimanya. Kang Agus membelikan kami Bolu Brownies Amanda yang terkenal itu. Terima kasih kang Agus, akang baik sekali. Kami dibawakan oleh-oleh untuk pulang ke Bekasi. Semoga rezeki Akang semakin bertambah.
Berteman dengan seorang penulis memang banyak untungnya. Selain dapat ilmu dan buku gratis, dapat makan gratis pula. Sudah begitu, pulangnya dibawain oleh-oleh brownies pula. Wow, nikmatnya berteman dengan seorang penulis yang berkumis dan berhati romantis. Hehehe.
Selama di rumah kakak ipar saya, Kang Agus banyak bercerita tentang perumahan tempat tinggalnya di Bumi Adipura Gede Bage. Cerita kang Agus membuat istri dan kakak ipar saya penasaran, dan ingin sekali bersilahturahim ke tempat kang Agus. Siapa tahu cocok untuk membeli rumah di sekitar GedeBage yang sejuk. Kemarin baru saja kami keliling, mencari rumah yang akan dijual di Taman Holis Indah Bandung. Namun, masih belum sreg di hati anggota keluarga. Ternyata beli rumah tidak semudah beli makanan. Perlu pemikiran matang, karena akan ditempati bersama anggota keluarga.
Jam di dinding rumah sudah menunjukkan pukul 12.00 wib. Kang Agus pamit karena ada keperluan lain. Senang sekali dikunjungi oleh penulis dan pembicara kreatif seperti kang Agus Hermawan. Hampir setiap bulan pastilah kang Agus berkeliling daerah membagikan ilmunya kepada teman-teman guru di seluruh Indonesia. Beliau adalah sosok guru yang kreatif yang saya kenal. Banyak buku yang sudah ditulisnya, dan diterbitkan sendiri secara indie.

Salah satu rumah Type 21/60 yang ada di perumahan Bumi Adipura
Siang harinya, sekitar pukul 14.00 wib, saya mengajak istri dan kakak ipar main ke rumah Kang Agus di Gede Bage. Saya ingin istri dan keluarga besarnya melihat-lihat perumahan Bumi Adipura yang asri, sebelum pulang ke Bekasi. Siapa tahu istri dan kakak ipar tertarik membeli rumah di daerah sana. Kalau saya sendiri, sudah merasa cocok dengan lokasinya. Tenang, damai, dan sejuk. Sangat cocok sekali bagi saya yang seorang penulis. Di tempat ini saya akan semakin produktif menulis. Mantra ajaib saya “menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”, rasanya akan semakin berkembang biak di tempat yang nyaman dan asri ini.
Indahnya berteman dengan sesama penulis membuat saya merasakan bahwa berteman di dunia maya, dapat terus dilanjutkan ke dunia nyata. Kita bisa menjadi saudara yang senasib dan sepenanggungan. Bila kita mampu memanfaatkan internet secara sehat, pastilah kita akan menjadi guru yang hebat. Seperti kang Agus, seorang guru yang kreatif dari kota Bandung. Beliau adalah salah satu contoh guru teladan yang mampu memanfaatkan internet secara sehat. Banyak buku telah dituliskannya, dan semoga banyak menginspirasi teman-teman guru lainnya di Indonesia.
Indahnya berteman dengan sesama penulis, membuat kita saling berbagi ilmu kepenulisan. Kami saling melengkapi dan berbagi ilmu dalam menerbitkan buku. Kamipun saling bertukar buku. Semoga buku-buku yang kami tuliskan menginspirasi pembaca, dan bermanfaat untuk para guru di Indonesia, khususnya, dan masyarakat umum pada umumnya.
Cerita sebelumnya:
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Ditulis pada Blogroll
http://edukasi.kompasiana.com/2010/03/04/bagaimanakah-membuat-proposal-ptk/
Bagaimanakah Membuat Proposal PTK?
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran di kelas apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.
Banyak sekali masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Tentu para guru diminta untuk mencari solusi dari masalah-masalah itu. Untuk mencari solusi dari masalah itu diperlukan sebuah penelitian. Dari sinilah dimulai sebuah penelitian yang dimulai dari melihat, membaca, menulis, meneliti dan melaporkannya dalam bentuk laporan PTK.
Karena itu guru dituntut untuk mampu membuat proposal PTK-nya sendiri guna memecahkan masalah yang ada dalam proses pembelajarannya. Dalam membuat proposal PTK biasanya para guru mengacu kepada format PTK dari Depdiknas yang terdiri dari :
A. JUDUL PENELITIAN
Setelah kita membahas bagaimana cara menemukan masalah, langkah selanjutnya adalah membuat Judul Penelitian. Dalam membuat judul penelitian, beberapa hal yang harus diketahui adalah judul itu harus:
Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi. Alasan pemilihan judul juga harus:
Contoh judul penelitian Tindakan kelas antara lain :
B. BIDANG ILMU
Tuliskan bidang ilmu (Jurusan) dari Ketua Peneliti dan kajian masalah yang diteliti. Bidang penelitian yang diteliti sebaiknya relevan dengan disiplin ilmu guru, misalnya guru matematika tidak membahas pembelajaran yang ada di pelajaran Biologi. Begitupun sebaliknya. Terkecuali penelitian yang ditekuninya masih ada hubungannya dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Contohnya pembuatan media pembelajaran.
C. PENDAHULUAN
Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Dalam pendahuluan harus dikemukakan:
1. Latar belakang masalah secara jelas dan sistematis, yang meliputi:
a. Uraian tentang kedudukan mata pelajaran dalam kurikulum (semester, mata pelajaran yang ditunjang dan mata pelajaran penunjang);
b. Gambaran umum isi mata pelajaran tsb termasuk pembagian waktunya (lampirkan Analisis Instruksional, RPP, Silabus dari mata pelajaran yang bersangkutan);
c. Metode pembelajaran yang digunakan saat ini.
2. Masalah yang dihadapi guru ditinjau dari hasil belajar yang dicapai siswa selama
proses pembelajaran.
Kriteria masalah yang dapat dibuat PTK adalah :
D. PERUMUSAN MASALAH
Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil positif yang diantisipasi.
Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di kelas, penting dan mendesak untuk dipecahkan. Setelah didiagnosis (diidentifikasi) masalah penelitiannya, selanjutnya perlu diidentifikasi dan dideskripsikan akar penyebab dari masalah tersebut.
Pada perumusan masalah perlu diperhatikan :
Substansi:
Perlu mempertimbangkan bobot dan manfaat tindakan yang dipilih untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki pembelajaran
Orisinalitas (tindakan):
Perlu mempertimbangkan belum pernah tidaknya tindakan dilakukan guru sebelumnya
Formulasi: dirumuskan dalam kalimat tanya, tidak bermakna ganda, lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik apa yang dipermasalahkannya, dan tindakan yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut
Teknis:
Mempertimbangkan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian, seperti kemampuan metodologi penelitian, penguasan materi ajar, teori, strategi dan metodologi pembelajaran, kemampuan menyediakan fasilitas (dana, waktu, dan tenaga).
Contoh perumusan masalah :
E. CARA PEMECAHAN MASALAH
Uraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas (yang meliputi: perencanaan-tindakan-observasi/ evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus). Cara pemecahan masalah telah menunjukkan akar penyebab permasalahan dan bentuk tindakan (action) yang ditunjang dengan data yang lengkap dan baik.
F. TINJAUAN PUSTAKA
Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.
G. TUJUAN PENELITIAN
Kemukakan secara singkat tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya.
H. KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN
Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun komponen pendidikan lainnya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.
I. METODE PENELITIAN
Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklis. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus.
J. JADWAL PENELITIAN
Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart. Contohnya, jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan.
K. PERSONALIA PENELITIAN
Jumlah personalia penelitian maksimal 3 orang. Uraikan peran dan jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Rincilah nama peneliti, golongan, pangkat, jabatan, dan lembaga tempat tugas, sama seperti pada Lembar Pengesahan.
Lampiran-lampiran
Untuk bisa lebih jelasnya dalam membuat Proposal yang baik, dapat membaca buku mengenal PTK karangan penulis di bawah ini. Semoga bermanfaat!
Buku Mengenal PTK
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Tadi pagi, Sabtu 12 Mei 2012, saya memberikan hadiah untuk pemenang lomba menulis liputan intip buku. Hadir dua orang pemenangnya adalah ibu Siti Mugi Rahayu dan mas Heri Purnomo. Sedang Mas Choirul Huda berhalangan hadir. Merekapun saya minta untuk bercerita atau memberikan testimoni tentang dahsyatnya menulis. Dengan begitu para peserta yang hadir menjadi termotivasi dalam menulis.

Omjay, Mas Heri Purnomo, Ibu MuGi, dan pak Dedi
Di hadapan 150 orang guru yang hadir dalam workshop penelitian tindakan kelas atau PTK di SDIT Fitrah Hanniah, merekapun bercerita tentang kekuatan pena dan pengalaman mereka dalam menulis. Saya pun hanyut dalam cerita mereka yang sangat spontan berbicara dalam pengalamannya menulis.
Foto lengkap ada di sini
Ibu mugi bercerita bahwa dunia tulis menulis memang sudah menjadi budaya di dalam keluarganya. Beliaupun senang menulis mulai dari kecil hingga sekarang. Hal itu dialami karena keluarganya berlangganan majalah dan koran, sehingga hobi membaca telah menjadi santapan hariannya di rumah. Dari hobi membaca itulah akhirnya bu mugi bisa menulis, dan menjuarai beberapa lomba menulis. Sayapun salut dengan bu mugi yang telah berbagi pengalamannya kepada kami para guru di sela-sela kesibukannya yang akan berangkat ke Garut.

Ibu Mugi bercerita pengalamannya menulis di Workshop PTK SDIT Fitrah Hanniah
Tak kalah serunya adalah pengalaman mas Heri Purnomo. Seorang kompasianer yang belum lama bergabung di kompasiana. Beliau bercerita tentang pengalaman barunya menulis di kompasiana. Lewat kompasiana itulah beliau ngeblog dan menuliskan apa yang ada dalam bidang yang disukainya. Heri purnomo terus menulis dan berbagi apa yang dialaminya dengan menulis. Bagi saya apa yang disampaikannya sungguh sangat inspiratif sekali.

Heri Purnomo Bercerita Pengalamannya Menulis
Kekuatan pena dan dahsyatnya menulis telah mengantarkan mereka menjadi juara dalam lomba menulis liputan intip buku . Mereka sudah membuktikan bahwa menulis bukanlah pekerjaan sia-sia. Akan banyak keajaiban yang didapatkan bila kita rajin menulis. Itulah beberapa hal yang saya sampaikan kepada para peserta workshop PTK di SDIT Fitrah Hanniah, Cibitung Bekasi.

Omjay ketika memberikan materi PTK kepada 150 orang guru di SDIT Fitrah Hanniah
Sayapun kagum dengan para pemenang lomba menulis ini, dan lebih kagum lagi ketika mas Choirul Huda bercerita tentang pengalaman menulisnya usai mengikuti acara bedah buku di Gramedia matraman. Kamipun ngobrol di cafe dunkins donats dan tak lama kemudian muncul mas heri purnomo, pak ahong, dan bang zulfikar akbar. Kamipun larut dalam obrolan kekuatan pena dan dahsyatnya menulis.

Choirul Huda dan hadiah domain dan hosting qwords.com
Salam blogger persahabatan
Omjay
Ditulis pada Blogroll
Sejak kecil aku sudah dikenalkan oleh ibuku dengan buku. Semua yang kubaca dari buku membuatku tahu tentang berbagai macam ilmu pengetahuan. Buku menjadi sumber ilmu yang pada akhirnya mengantarkanku menjadi orang yang berilmu. Orang yang dijadikan sebagai tempat bertanya, karena aku telah membuat buku. Dari berteman dengan buku membuatku menjadi seorang penulis buku. Tak terasa, satu demi satu bukuku tersusun dari mantra ajaibku. “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”.

Sumber Foto: Kurnia Septa, Pemenang Lomba Blog Pendidikan Wijayalabs.com 2011
Ketika aku masih kecil dan menginjak usia sekolah dasar (SD), ibu tak pernah lupa memberikan aku buku-buku yang kubutuhkan. Baik buku pelajaran sampai buku-buku dongeng dan komik yang membuatku suka membacanya. Ditambah lagi, ayahku adalah seorang pustakawan di kantornya. Dimana ayah seringkali membawa buku-buku atau majalah tentang kegiatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), Baik berupa tulisan kapal perangnya yang canggih sampai buku tentang perjuangan Pahlawan Yos Sudarso dalam merebut Irian Barat. Sayapun menjadi senang dengan buku-buku yang berbau militer.
Di rumah kami yang mungil, orang tua saya menyiapkan bufet atau lemari kaca yang diperuntukkan untuk meletakkan buku-buku. Kami pun menjadi mudah membacanya, dan tak terasa ayah dan ibu telah mengajarkan kami untuk berteman dengan buku.
Buku menjadikan aku menjadi orang yang serba tahu. Setidaknya aku selalu mendapatkan nilai bagus dari buku pelajaran yang aku baca. Tapi tidak seperti anak-anak sekarang ini, membaca buku hanya untuk dihafalkan. Sedangkan aku membaca buku untuk dipahami dan kemudian kuamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. Tak heran bila aku sering terpilih menjadi juara kelas ketika aku masih di sekolah dasar (SD).
Bagiku, buku adalah teman yang menemani hari-hariku dalam menambah khasanah ilmu. Buku adalah teman yang tak pernah marah. Buku telah membuatku memiliki hobi membaca dan membaca. Dengan banyak membaca buku, aku serasa berkeliling dunia. Tak salah bila ada pepatah menuliskan, “Baca Buku Buka Dunia”. Akupun merasakan hal-hal baru setelah membaca sebuah buku.
Ketika ayahku membawa buku si Pitung anak betawi asli, akupun serasa mengikuti jejak pahlawan betawi ini setelah membacanya. Bahkan aku sampai bermimpi bertemu si Pitung dan berguru silat dengannya. Begitu besar pengaruh buku bila kita membacanya dengan hati dan secara mendalam. Artinya kita membacanya dengan penuh perhatian dan larut dalam cerita yang dibaut eh dibuat oleh penulisnya. Bahkan ketika kakakku membawa komik Wiro Sableng, Pendekar 212, aku sampai seharian berada di dalam kamar dan melumatnya sampai habis isi bacaannya. Akupun memuji Bastian Tito sebagai pengarangnya yang luar biasa.
Namun, kebanyakan baca buku komik atau cerita tak bagus juga. Aku terkadang suka lupa membaca buku pelajaran. Kalau sudah begitu, nilaiku langsung menurun karena aku kurang membaca buku materi pelajaran yang diujikan. Entah kenapa, aku malas banget membaca buku pelajaran. Mungkin karena buku pelajaran yang dibuat kurang menarik, dan membuat peserta didik sepertiku menjadi tak gemar membaca buku pelajaran. Aku lebih senang membaca komik Tintin atau majalah Bobo daripada membaca buku pelajaran.
Untunglah ada seorang guru di sekolah yang selalu memotivasi kami. Beliau mengatakan membaca buku akan membuatmu menjadi seorang yang berilmu. Kata-kata pak Muctar itulah yang sampai sekarang masuk dalam alam bawah sadarku, dan selalu memotivasiku untuk rajin membaca dan menjadi orang yang berpengetahuan. Orang disebut berilmu karena dia rajin membaca buku, dan sejak itu aku selalu berteman dengan buku.
Aku lulus SD dengan nilai terbaik, dan alhamdulillah diterima di salah satu SMP Negeri favorit di Jakarta Utara. Aku pun masuk kelas unggulan pada saat itu, dan bertemu dengan teman-teman yang senang membaca buku. Mereka hampir sama denganku. Senang membaca buku, dan suka pergi ke perpustakaan sekolah. Selama aku di SMP, rasanya begitu banyak buku yang kubaca di perpustakaan sekolahku. Akupun dijuluki si “kutu buku” dan oleh teman-temanku seringkali diberi hadiah buku bila aku ulang tahun. Begitu juga orang tuaku dan kakak serta adikku. Bila aku ulang tahun, pastilah hadiahnya sebuah buku.
Berteman dengan buku membuatku ingin melanjutkan ke sekolah teknologi menengah (STM). Waktu itu aku merasa sangat senang dengan kisah Thomas Alfa Edison yang menemukan listrik dan bohlam lampu. Akupun melanjutkan sekolah di sekolah kejuruan dengan jurusan listrik atau arus kuat dengan nilai yang terbaik.
Beasiswa dari kantor ayahku alhamdulillah kuperoleh, dan tak terasa 3 tahun lamanya aku sekolah di jurusan listrik yang siswa sekelasnya semuanya laki-laki. Ada 36 orang cowok ganteng menemani hari-hariku menggapai ilmu. Aku pun masih saja berteman dengan buku, dan seringnya aku ke perpustakaan sekolahku. Bahkan aku sering ke perpustakaan nasional di Salemba, dan menemukan hal-hal baru dari buku yang kubaca.

Sebagian Teman-temanku dari STM ketika Reunian di Cipinang Bali
Meskipun aku tak menjadi juara pertama di sekolahku, ketika lulus dari STM aku langsung diterima bekerja. Senang sekali aku ketika diterima bekerja, karena prosesnya cuma wawancara saja. Berkas nilaiku dianggap cukup oleh perusahaan Jepang yang memanggilku untuk menjadi karyawan di sana.
Hanya beberapa bulan menikmati diri menjadi seorang karyawan atau buruh pabrik perusahaan Jepang, aku memutuskan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan memilih IKIP sebagai kampus perjuanganku. Alhamdulillah aku mendapatkan beasiswa, sehingga mengurangi beban orang tuaku. Itu semua berkat aku berteman dengan buku. Sisa-sisa waktu luangku selalu aku habiskan untuk pergi ke perpustakaan atau toko buku dekat kampus. Dari kedua tempat itu aku banyak mendapatkan ilmu dari buku yang kubaca. Akupun menjadi pembaca teraktif di perpustakaan kampusku.
Alhamdulillah, aku lulus tepat waktu, dan lulus paling dulu dari teman-teman satu angkatan. Itu semua berkat berteman dengan buku. Kuhabiskan waktu luangku dengan banyak membaca buku. Akupun sempat menjadi ketua Himpunan Mahasiswa di jurusanku. Organisasi membuatku menjadi pandai memanaje atau mengatur waktu dengan baik. Aku pun direkomendasikan oleh almarhum Prof. Dr. Kusno, Dekan di fakultasku untuk menjadi guru di sekolah terkenal dekat kampusku. Gak kerasa, sudah 20 tahun aku menjadi guru di sekolah Labschool yang dikelola oleh Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Aku beruntung ditempatkan di sekolah yang mengerti akan pengembangan dan kualitas SDM-nya. Akupun terpilih untuk mendapatkan beasiswa S2 di Pascasarjana UNJ. Selama 2 tahun aku belajar ilmu teknologi pendidikan, dan selama itu pula aku menjadi paham bahwa belajar harus menyenangkan. Aku menjadi banyak tahu tentang metode dan model-model pembelajaran setelah kubaca banyak buku yang kudapatkan dari perpustakaan Pascasarjana. Kuhabiskan waktu luangku untuk berteman dengan buku, dan kulumat habis ilmu-ilmu pendidikan yang aku dalami.
Berteman dengan buku membuatku menjadi berilmu. Bukan itu saja, setelah aku mendalami ilmu pendidikan dan penelitian, aku berusaha untuk menyusun sebuah buku. Aku pun mengajak seorang teman yang sevisi untuk menyusun sebuah buku Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berkat menulis buku itu, kami sering diundang berkeliling Indonesia menularkan virus PTK kepada teman-teman guru di seluruh Indonesia. Teman facebookku dari Aceh baru saja berkomentar di status terbaruku.
Aku tuliskan status di facebook. Berteman dengan buku membuatku menjadi orang yang berilmu, dan berteman dengan buku membuatku menjadi seorang penulis buku. Bagaimana denganmu??? Lalu banyaklah komentar yang salah satu komentarnya dari Syarifah Nurmasyithah Buchari menuliskan begini:
Sangat…benar…,.Buku..PTK yang diberikan sebagai..kenang2an..menjadi inspirasi..tuk saya menulis..dan Alhadullillah..bisa menambah…pendapatan,..terimakasih..bapak kusumah…
Salam Blogger Persahabatan
Ditulis pada Blogroll